[Review] Produk Pengusir Nyamuk Aman untuk Keluarga (dan anak)

Monday, November 20, 2017


Ada aja hal-hal kecil yang tadinya nggak pernah dipermasalahkan sebelumnya sampai punya anak, salah satunya adalah masalah digigit nyamuk!
Nggak tahu kenapa setiap kali hujan, jumlah nyamuk di rumah akan jauh lebih banyak daripada biasanya. Lebih ajaibnya lagi, geng nyamuk ini hobi banget nongkrong di kamar mainnya Josh. Setiap kali kami tidur malam di sana, besok paginya pasti ada bentol-bentol merah bekas "dicium" nyamuk di area tangan dan kaki. Biasanya yang paling banyak dapet ciuman nyamuk adalah Josh, entah darahnya lebih manis atau apa deh. Kalau nyamuknya agak agresif, area wajah Josh pun bisa kena. Liat anak digigitin nyamuk itu patah hati banget lho. Apalagi kulitnya Josh cenderung putih (banget), bentol dan bekas merah gigitan nyamuk itu bakal kelihatan jelas banget. 

Ini Josh waktu usia 5 bulan. Gimana nggak patah hati liat anak begini?! T__________T

Sejak saat itu, aku mulai hunting produk-produk untuk melawan nyamuk, untuk di dalam dan di luar rumah. Sumpah deh, liat muka anak yang babak belur digigit nyamuk gitu pengen nangis. Orang lain pun hampir nggak percaya itu gara-gara digigit nyamuk.

Berikut aku share beberapa produk yang sampai hari ini masih aku pakai dalam peperangan melawan geng nyamuk:

1. Zwitsal Baby Skin Protection Lotion with Citronella

Awalnya, sih, aku cuma cari lotion atau cream menghilangkan gigitan dan bekas nyamuk untuk Josh. Salah satu teman merekomendasikan produk ini.

Gara-gara produk ini aku baru tahu kalau ternyata citronella, kandungan yang ada dalam tanaman serai ini paling tidak disukai oleh nyamuk. Banyak perusahaan yang membuat lotion atau obat anti nyamuk dengan menambahkan ekstrak serai dalam produk mereka. Nah, karena Zwitsal memang produk bayi, jadi memang cocok untuk untuk anak-anak. Walaupun wangi serainya cukup strong, tapi tetep aman kok, jangan terintimidasi dengan baunya, ya 😉

Setiap habis mandi dan sebelum tidur, aku selalu mengaplikasikan lotion ini ke tubuh Josh, termasuk area wajahnya. Yup, produk ini bahkan bisa dioleskan ke area wajah, tapi jangan dekat area mata ya, dan olesinnya tipis-tipis aja. Lotion ini hanya bertahan sekitar 3-4 jam, kalau mau hasil maksimal ya tiap 4 jam diaplikasikan kembali. Kecuali mau tidur malam, aku nggak akan sengaja bangun untuk ngolesin lagi. Ya, kali serajin itu, huahaha. Bau serainya sih buat aku segerrr dan sukses bikin nyamuk jauh-jauh dari Josh.

Setelah dua minggu (setelah kondisi di foto sebelumnya) rutin pakai lotion. 
Memang nggak langsung hilang, tapi SO MUCH BETTER, kan?

Aku beli mini size juga untuk disimpan di dalam essential pouch Josh

Selain sebagai pelindung kulit, lotion ini juga bisa meringankan rasa gatal gigitan nyamuk/serangga. Jadi kalau ada bagian tubuh Josh yang udah kena gigitan nyamuk, aku olesin juga untuk ngurangin rasa gatal.

So far, produk ini oke banget untuk bayi, but not for adults. Karena aku pernah coba pakai dan hasilnya minim sekali, hahahaha. Mungkin karena udah dibuat khusus untuk bayi, ya. Kulit orang dewasa mah udah tebal banget kali, ya, jadi nggak mempan.

Repurchased? Definitely yes!

2. Produk Serai Maharati 

Selain mengusir nyamuk dengan produk yang langsung bersentuhan dengan kulit, kita butuh produk yang bisa disemprotkan ke ruangan juga dong, ya.

Beberapa kali aku disuruh untuk menyemprot kamar dengan pengusir nyamuk berupa aerosol spray (kagak usah disebut lah mereknya udah pada tahu, kan hahaha). Aku tolak karena khawatir dengan bau dan kandungan kimianya yang berbahaya untuk anak.

Waktu aku curhat ke teman tentang drama nyamuk ini, dia rekomendasi untuk beli minyak serai lokal yang dijual di Bogor. Katanya cukup ampuh untuk ngusir nyamuk dan pastinya aman untuk bayi. Aku pun beli produk yang dimaksud, lalu aku pakai setiap hari sampai akhirnya tinggal tetes terakhir. Aku ragu mau beli lagi atau nggak, karena produk minyak serai yang aku beli ini agak boros. Sekali semprot, cairan yang keluar lumayan banyak. Sebotol 60ml cepat banget habisnya.

Di tengah keraguan itu, tiba-tiba kakak ipar kasih satu paket produk Serai Maharati ini buat kami. Serius, kayaknya ini pertama kalinya deh dalam hidup aku girang banget dikasih paketan Serai gini, hahahaha. Mereka juga nggak tega lihat Josh yang 'diciumin' nyamuk sampai segitunya, makanya beliin paket ini. Mamacih pada kalian!

Paket yang dikasih iparku ini berisi 4 jenis produk yang berbeda. Aku coba bahas cara pakai produknya satu per satu, ya:

1. Serai untuk Pel
Kebetulan produk ini udah habis, jadi nggak ada fotonya. Serai untuk pel ini berupa botol dengan tutup pump. Cara pakainya tinggal teteskan 1-2 pump ke dalam ember berisi (kurang lebih) 1 liter air bersih. Jangan dicampur dengan cairan pembersih lantai, ya. Lantai ruangan dipel dulu seperti biasa, kemudian pel kembali dengan minyak serai ini.

Aku minta tolong Ncus untuk pel kamar Josh dan kamar utama dengan minyak serai ini tiap pagi. Mungkin karena pagi-siang hari itu nyamuk lebih sedikit, ya, jadi kamar bebas nyamuk.

2. Serai untuk Pintu dan Jendela
Semprotkan ke celah pintu dan jendela dan sudut ruangan lainnya di mana para nyamuk sering nongkrong. Selain pintu dan jendela, biasa aku semprot di kolong meja dan ranjang, tembok dan celah lemari, karena memang di situlah para nyamuk berasal.


3. Serai anak 
Produk ini jarang aku pakai karena aku lebih prefer yang Zwitsal. Kebtulan juga produk ini aman untuk anak di atas  3 tahun. Tapi boleh juga kok untuk bayi. Cara pakainya tinggal semprotkan sedikit ke pakaiannya, jangan bersentuhan langsung dengan kulit. Kalau yang sudah 3 tahun ke atas, boleh deh langsung dioles ke kulit. 

4. Serai dewasa
Sama dengan serai anak, tinggal oleskan ke seluruh area tubuh seperti tangan dan kaki. Lengket nggak? Tidak sama sekali. Kayak pakai minyak kayu putih aja, bahkan tekstur minyak ini lebih ringan, nggak begitu oily.

Ulasan jujur setelah hampir setahun memakai rangkaian produk ini:
Kelebihannya, untuk varian produk serai anak dan dewasa, I can safely say it actually works well, apalagi kalau dipakai saat beraktifitas di luar ruangan. Berasa banget nggak ada nyamuk yang lalu lalang di sekitar kita ketika udah mengaplikasikan minyak serai ini. Oh ya, aku belum mention kalau produk ini organik alias alami.

Kekurangannya, wangi serainya lumayan strong, lebih strong daripada Zwitsal skin  protection lotion. Buat yang nggak terbiasa mungkin bisa mabok. Tiap kali habis semprot serai, suami masuk kamar pasti langsung ngoceh, "Buset, bau serainya strong banget!", hahaha. Lalu, sama seperti produk Zwitsal, produk Serai Maharati hanya bertahan 3-4 jam, hasilnya tentu kurang maksimal jika digunakan saat malam hari. Solusi yang biasa aku lakukan, sebelum tidur aku semprot minyak serai ini ke ruangan tertutup. Semprot secukupnya aja, yang penting di celah-celah tempat biasa nyamuk berasal. Leave the room for at least one hour, setelah itu masuk kembali ke dalam kamar.

Perlu diingat minyak serai ini nggak membunuh nyamuk/serangga, hanya sebagai pengusir (repellent) nyamuk dan berharap pada kaburrr setelah cium bau serai.

Repurchased? Kecuali serai pel (karena nggak dirasa efektif banget), sisanya pasti akan beli lagi. 

3. Lucas Papaw Ointment 


Aku beli ini dalam rangka menghilangkan bekas gigitan nyamuknya Josh. Sebelumnya, aku pernah pakai produk lain yang sejenis, tapi kurang ampuh. Akhirnya coba beli ini, eh ternyata bekas gigitan lebih cepat hilang.

Lucas Papaw ini, sih, bisa dibilang all purpose ointment, mengobati luka ringan juga bisa. Kadang bentol-bentol merah gigitan nyamuk bikin gatal, kan, Josh bisa garuk sampai luka dan berkoreng kecil gitu. Untuk menghilangkan luka korengnya itu aku selalu olesin ini. Poin plusnya, aku pun bisa pake. Beauty bloggers di luar sana merekomendasikan ini sebagai lip balm atau penghilang jerawat. Tapi aku belum pernah coba, sih. Aku hanya pakai untuk menghilangkan bekas luka dan gigitan serangga juga. Mungkin ada yang pernah coba, oke nggak?

Baru semingguan ini Josh digigit nyamuk lagi dan untungnya udah nggak separah dulu, apalagi sampai gigit di area wajah. Mungkin aku harus give credits ke semua produk di atas ini, karena membantu banget untuk mengusir nyamuk-nyamuk nakal di rumah.

Repurchased? Yes, yes!

Ada yang pakai produk yang kusebutkan di atas juga? Atau punya produk lainnya yang oke, boleh banget ya di-share di bawah.

Semoga review ala-ala hari ini bisa membantu kalian juga. See you on the next post, stay awesome!


Disclaimer: This is NOT a sponsored post. All products are purchased by myself (except Serai Maharati products). All things that are written in this blog post are my own honest opinions and experience.

10 comments:

  1. kalo jayden pake minyak telon my baby yang ada bau serainya juga... lumayan sih jadi jarang digigitin nyamuk... dan kalo ada bekas2 bentol biasanya olesin sebamed, lumayan hilangnya cepet...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku baru tahu Sebamed bisa bantu ngilangin bekas bentol ya. Sip deh, entar dicoba :D

      Delete
  2. Wah aku sebel banget sama nyamuk. Aku pake minyak telon my baby yang anti nyamuk 8 jam. Trus kalau udah ada bentolnya aku pakein zambuk atau lucas papaw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Zambuk itu emang juara yah dari dulu. Luka apapun sampe benjol pokoknya di zambukin aja hahaha

      Delete
  3. Aku perang sama geng nyamuk kalo pulang indo dan so far yang ampuh ke Gide itu Edogerm Ointment .. sama mami aku ngepel pake si sereh itu juga kalo di rumah sama doa yang kenceng mamake! hohoho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang paling penting justru nggak pernah aku lakukan, doa supaya nyamuk-nyamuk nakal pada pergi! LOLOLOL ((:

      Delete
  4. minyak serai nya menarik banget ya. paling dilema kalo mau semprot nyamuk di kamar pake aerosol, takut bahaya, tapi kalo ga semprot takut banyak nyamuk. walo uda dipakein ke badan anak tapi kalo tidur ada bunyi ngingg ngingg nyamuk kan tetep ganggu haha. btw kalo gw pake minyak telon konicare yang ungu, yg anti nyamuk. tapi setelah gedean dia agak alergi, jadi ganti my baby yg anti nyamyuk 8 jam. yg kedua ini wanginya strong banget, gw nya yg agak ga tahan. kalo soal performa gatau si ngefek ato engga tp axel dr kecil terhitung agak jarang digigit nyamuk. kalo mislnya lagi digigit nyamuk gw pakein sebamed rash cream (abis punyanya itu haha. dan lumayan ngefek sih)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya aku juga takut banget nyemprot aerosol itu, makanya begitu dikasih minyak serai top banget deh. Jadi aman, baunya walaupun strong tapi jauh lebih seger daripada bau kimia :D

      Oh iya, aku juga direkomen konicare ungu tuh di babyshop waktu mau beli Zwitsal itu. Kebetulan minyak telon Josh abis, mungkin mau coba deh. Thank you ci sharing-nya!

      Delete
  5. Gue dr dulu percaya banget sama Papaw. Pas Abby blm lahir aja gue udah nitip temen ukuran 200 gr yg ended up ga abis by expiry date yg 3 thn setelah Abby lahir hahaha. Itu kayak krem serba bisa.

    Btw, lu ud coba nanem pohon serehnya di sekitar rumah? Katanya efek loh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti emang si Papaw ini favorit, ya. Ada yang rekomen Sudocrem juga untuk soal gigitan nyamuk ini, tapi belum aku coba.

      Nah, nanem pohon sereh itu yang belum kesampean nih. Kayaknya awal tahun depan mau coba nanem deh, semoga jumlah nyamuk di rumah bisa berkurang.

      Delete

Thank you for reading and dropping your comments! All comments are moderated and I will reply each comment daily, so please check back. Nice to chat with you!