Refreshing #AsikTanpaToxic Ala Mama Josh

Tuesday, August 14, 2018


Buat ibu-ibu rumahan kayak aku, pasti 'bersahabat' dengan yang namanya jenuh, bosan dan stress. 

Kalau aku mulai suka marah-marah nggak jelas (biasanya dalam hal ngurus anak), gampang tersinggung dengan omongan orang lain (lagi-lagi yang berhubungan dengan anak), cepet bete kalau keingingan nggak terwujud, susah tidur malam, itu semua merupakan sebuah 'alarm'. 

Bukan, bukan alarm reminder tamu bulanan akan datang. Tapi itu tandanya mama Josh butuh time out, butuh recharge diri lagi.

Berikut di bawah ini aku pengen sharing hal-hal yang biasa dilakukan untuk mengembalikan semangat dan energi:

Diary of The Week #18: Balada Mencari Baju Kondangan

Monday, August 13, 2018


Wedding season is finally here!

Ternyata tahun 2018 ini cukup banyak teman dan saudara kami yang menikah. Itu artinya, kudu siapin angpao dannn... cari baju kondangan!

To my 20-22 year old self...

Wednesday, August 8, 2018


Makan-Makan Japanese Food di Jalan Dewi Sri (Kuta, Bali)

Saturday, August 4, 2018


Siapa di sini pecinta Japanese food? 

*suami eike angkat tangan paling tinggi*

Terakhir liburan ke Bali, kami menemukan beberapa restoran baru di Jalan Dewi Sri, Kuta. Dewi Sri itu salah satu wilayah yang hampir setiap hari kami lewati kalau ke Bali. Sepanjang jalan itu banyaaaak banget pilihan kulinerannya. Mulai dari kafe, restoran, warung tendaan, yang di bawah pohon *langsung kebayang wanginya*, dll. 

Nah, salah dua restoran yang kami coba kebetulan bertemakan sama, Japanese food.

What's Your Favorite Family Activity?

Tuesday, July 31, 2018


Our favorite activity are sooo ordinary. 

Selalu envy dengan orangtua yang bisa go extra miles untuk menghabiskan waktu bareng keluarga. Contohnya, ibu-ibu yang rajin banget bikin aktifitas montessori di rumah. Atau yang papanya pinter masak, bisa cooking or baking day bareng anak di rumah. 

Well, mau aktifitas gimana pun, yang penting kebersamaan dan semuanya hepi, yaa. 

Di bawah ini adalah beberapa aktifitas favorit keluarga kami: 

Eat in Bali: Brunch Date at 9/11 Cafe & Concept Store Bali

Wednesday, July 25, 2018


Setiap kali pulang ke Bali, biasanya aku dan Andreas nyolong waktu selama 1 jam untuk brunch date. Sementara si bocah ditinggal aman bareng Popo dan Kungkungnya di rumah.

Dalam postingan hari ini, tokoh utama dalam brunch date kali ini bukan kami berdua, melainkan Josh dan sang mama tercinta!

The Complete Story How We Met

Thursday, July 19, 2018

Circa 2010. Masih 'anget' dan labil :P

Keluarga besar dan teman-teman dari Andreas suka bingung gimana kami pertama kali ketemu. Mereka taunya Andreas menikah dengan cewek Bali, jadi aneh banget rasanya kok orang Bogor bisa sampai nikah dengan orang Bali, hahaha.

Kebetulan aja waktu kami menikah, orangtua aku sudah menetap di Bali. Sehingga pemberkatan nikah kami pun dilaksanakan di sana.

Pertanyaan "gimana kalian ketemuannya" itu menginspirasi aku untuk menceritakannya secara detil di postingan hari ini.

Beberapa hal yang akan diceritakan ini mungkin udah bukan kabar baru, karena sebelumnya aku pernah cerita tentang gimana kami ketemu, pacaran dan akhirnya menikah. Anggap aja ini versi lengkapnya, lah.

Aku nggak tahu bakal cerita sepanjang apa. So, bear with me, kaaaay? 

Bali Mini Travel Recommendation for Family

Thursday, July 12, 2018


Bilangnya, sih, tiap pulang ke Bali bosen, nggak tahu mau ke mana lagi. Ujung-ujungnya, sampai di sana malah banyak tempat yang pengen dikunjungi. 

Kalo dulu daftar must-visit places aku pasti nggak jauh-jauh dari kafe/restoran hits. Taste makanan nggak terlalu diprioritaskan, sing penting eksis! 

Kalo sekarang? Jujur, udah nggak kuat kalo harus ngikutin yang serba kekinian. Apalagi perkembangan wisata dan tempat makanespecially, tempat makan!di Bali tuh cepet banget. Baru aja pulang dari sana awal April yang lalu, kemarin ini banyak nemu beberapa restoran yang baru, baik secara langsung saat melewati jalan tersebut atau baca referensi dari sosmed. Selain itu, kesel juga kalo tempatnya bagus, tapi makanan dan minumannya ternyata B aja. Tujuannya buka restoran apa dongggg kalo bukan untuk makan enak? 

Maka dari itu, hari ini pengen berbagi rekomendasi beberapa tempat main dan makan enak di Bali versi keluarga Jojosh. Mudah-mudahan berguna khususnya untuk yang punya wacana berlibur dengan bocah. 

Siyaaaap? 

Hidden Gem Kota Hujan: Kala Senja

Friday, June 22, 2018


Tiap kali ditanya temen atau sodara yang lagi main ke Bogor, "Kafe apa yang lagi hits di Bogor?", aku sama sekali nggak bisa kasih rekomendasi. 

Pertama, jarang banget sengaja yang keluar rumah untuk nyobain kafe/restoran "yang lagi hits". Kedua, kalau mau ngopi udah biasa seduh sendiri di rumah. Alasan terakhir, karena emang udah nggak gaul aja, sih, HAHAHA

Nah, salah satu kopi langganan favorit aku kalau stok kopi di rumah lagi habis, adalah Kala Senja. Di antara sekian sedikit kafe di Bogor yang punya menu es kopi susu (kekinian), cuma Kala Senja yang paling masuk selera aku. 

Pengen banget main ke tempatnya langsung cuma belum ada waktu. Mumpung hari Minggu kemarin setelah pulang gereja langsung pulang Bogor, mampir lah kami ke Kala Senja.

Joshua Eats #2: Masih Susah Makan Nggak?

Tuesday, June 19, 2018


Jojosh pun menjawab: aku udah pinter makan lho!

Di usia menjelang 2 tahun, attitude Josh di meja makan semakin oke. Still not the best eater tho, sometimes he's so picky. Beruntungnya, dia doyan banget ngemil, persis emaknya kalo ini, hoho.

Drama anak (susah) makan itu layaknya first world problem buat para ibu sekalian. What I've learned so far, kuncinya hanya kesabaran pada sang orangtua dan percaya kalau anak itu bakal ngerti sendiri kalau dia kudu makan untuk bertahan hidup. Sesusah-susahnya anak makan, mereka pasti akan 'kenal' rasa lapar dan pasti cari makan, kan?

Baca juga: Joshua Eats #1: Mommy's Personal MPASI Advices

Aku nggak punya kiat-kiat khusus gimana bikin anak doyan makan. Namun, sampai hari ini, ada beberapa tips n tricks yang aku rutin lakukan supaya Josh lebih semangat makan.

Diary of The Week #17: Liburan Lebaran Ngapain Aja?

Monday, June 18, 2018


Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk teman-teman yang merayakan! Mohon maap, yaa, kalau aku pernah salah (nulis) di blog atau secara langsung. May you have a prosperous and blessed year 🎉

Udah hari Senin, ada yang udah balik mudik atau liburan? 

Libur Lebaran tahun 2016 yang lalu, aku dan Andreas nginep di Puncak semalam. Tahun 2017 seperti biasa kami mudik ke Bali dan nginep di resort Karangasem. Terus, tahun ini ngapain?

Diary of The Week #16: Our Life Lately

Monday, June 11, 2018


Minggu lalu nggak ngeblog sama sekali gara-gara kamera ketinggalan di Jakarta! Nulis postingan blog tanpa foto rasanya garing, ya. 

Tanpa basa-basi, let's recap what happened to our life recently. 

Review Vendor Wedding di Bali

Saturday, June 2, 2018


After you said "YES", the next step probably is to start the vendor hunting.

Sebenarnya, mencari vendor pernikahan di jaman sekarang jauh lebih mudah. Banyak situs directory online lokal yang memberikan kemudahan dalam mencari vendor. Sudah tersedia informasi jelas beserta portfolio untuk membantu kita menentukan vendor mana yang cocok dengan selera dan budget.

Namun, aku sendiri lebih senang membaca review orang di blog atau sosmed. Menurutku, pengalaman pribadi orang lain itu lebih seru dan jujur. Walaupun pasti subjektif, sih. Bisa aja dua orang yang berbeda memakai vendor yang sama ternyata punya pengalaman yang berbeda.

Tadinya aku memang nggak berencana untuk membuat postingan khusus tentang ini. Berhubung lumayan banyak email yang masuk gara-gara tulisan tentang serba-serbi menikah di Bali dan mayoritas pertanyaan yang diajukan sama: Pakai vendor apa aja?, hari ini aku bakal menulis review tentang vendor apa aja yang kami pakai waktu nikah di Bali.

Review ini memang udah telat hampir tiga tahun, HAHAHA. Gapapa, deh. Semoga berguna bagi yang sedang butuh inspirasi atau info tentang vendor pernikahan di Bali, ya.

How We Stay Happily Married after Kid(s)

Saturday, May 26, 2018


Tahun ini akan jadi tahun ketiga aku dan Andreas menikah, tahun kedelapan sama-sama.

Gila juga kalau dipikir-pikir, bisa 8 tahun bertahan sama manusia yang sama, sekarang serumah dan punya anak bareng pula!

Waktu awal menikah, banyak teman dekat yang nanya gimana perasaannya jadi istri orang, how marriage really works dan sebagainya. Namanya juga pengantin baru, yang bisa kami jawab, ya, everything was fine and on the track. Berantem pun hampir nggak pernah rasanya.

Akhirnya Ketemu Panda di Taman Safari Indonesia

Monday, May 21, 2018


Kalau kamu tinggal di Jabodetabek, masa kecilnya pasti pernah deh ke Taman Safari. Paling nggak dua kali, entah pergi waktu school trip atau bareng keluarga.

Kami sendiri udah lama banget nggak ke Taman Safari. Seperti yang aku tulis di judul, terakhir ke Taman Safari itu seingatku waktu adik paling kecil masih umur setahunan. Berarti udah sekitar 14 tahun yang lalu!

Popmama.com: Sahabat Baru Terbaik untuk Mama Millennial

Tuesday, May 15, 2018


Semakin dekat dengan deadline menyapih Josh, selain sibuk nanya-nanya orang terdekat, aku juga semakin getol dalam mendalami ilmu menyapih dari berbagai artikel dan blog post di internet.

Salah satu artikel menyapih yang lagi aku suka, sumbernya dari Popmama.com. Pembahasannya sederhana, real (bisa diaplikasikan) dan nggak muluk-muluk. Aku yang tadinya ribet banget soal menyapih ini, habis baca artikel tersebut jadi lumayan tercerahkan.

Btw, udah pada kenal dengan Popmama.com belum?

My Breastfeeding Journey (Part 1): Kenapa Menyusui Langsung?

Friday, May 11, 2018


Aku belum pernah cerita perjalanan menyusuiyang sudah hampir berjalan 21 bulan!di blog ini. 

Jadi ini adalah pertama kalinya aku bakal buka-bukaan, jujur-jujuran, cerita tentang pengalaman aku yang menyusui Josh secara langsung, atau biasa disebut direct breastfeeding

Perjalanan dan pengalaman menyusui setiap mama pasti berbeda-beda. Kalau misalnya kalian tidak sependapat dengan tulisan ini, that's totally fine. Aku pun selalu berusaha untuk nggak memaksakan pendapatku dengan orang lain, karena memang kondisi kita pun berbeda. 

Postingan ini akan dibagi menjadi dua. Mudah-mudahan bagian keduanyayaitu tentang menyapihbakal diposting dalam 4-5 bulan mendatang (SEMOGA YAAA). 

Enak dan Nggak Enaknya Ikutan Jastip Big Bad Wolf 2018

Monday, May 7, 2018


Setelah ikutan BBW 2016, kayak ada janji nggak tertulis dengan diri sendiri untuk bakal rutin mengikuti event tahunan ini.

Sayangnya, tahun lalu aku gagal ikutan karena bocah masih bayi. Lagi-lagi tahun ini pun harus merelakan karena waktu event berlangsung, aku masih di Bali.

Hati udah ikhlas merelakan BBW tahun ini. Eh, tetiba teman ngabarin di WA kalau teman kantornya adalah salah satu admin jastip BBW dan nawarin aku untuk ikutan. Belum juga iyain, tau-tau muncul group invitation di Line. Dalam sepersekian menit, aku gabung, terus langsung DP. Sempat merasa guilty, tapi happy. Gimana dong? 😂

Karena ini pengalaman pertama ikutan jastip BBW, aku pengen sharing tentang pengalaman yang cukup menarik ini. Siapa tahu ada yang membutuhkan atau sekedar baca-baca aja.

Diary of The Week #15: Nyobain Makan di Restoran Jepang Pertama di Jakarta

Tuesday, May 1, 2018


Postingan kali ini sedikit berbeda, karena akan dibuka dengan... *drumrolls*... vlog! 

Gaya banget nih pake ngevlog segala?! 

Tenang, vlognya hanya berdurasi kurang dari 2 menit, pas! Jadi nggak bakal menyita waktu kalian, hahahaha. 

Ini murni iseng aja, pengen tahu ngevlog itu kayak apa. Dan ternyata susah, yaaa, kalo nggak biasa ngomong di depan kamera. Beberapa detik di awal aja udah kelihatan awkward-nya. Tapi, rasanya, sih, bakal coba ngevlog lagi. Tell me how I did my very first vlog, ya! :D

Daripada lama-lama, mendingan langsung aja kita mulai, ya, laporan (Minggu)an kali ini!

5 Film Favorit (dan bagus) tentang Motherhood

Thursday, April 26, 2018


Salah satu kegiatan pengisi waktu luang ala ibu rumah tangga yang cukup berfaedah, adalah dengan menonton film.

Aku termasuk yang hobi nonton di rumah daripada ke bioskop. Soalnya kalo nonton di rumah bisa diulang-ulang terus.

Emang di rumah sempat nonton?

Ya, disempat-sempatin, sih. Misalnya, pas bocah lagi tidur atau lagi sibuk main. Kalau emang lagi nggak ada kerjaan penting, biasanya aku langsung buka aplikasi Popcorn di laptop dan cari film yang bagus, baik yang udah pernah ditonton sebelumnya, atau yang memang belum sempat aku nonton di bioskop.

Nah, kali ini aku mau spesifik sharing beberapa film yang bertemakan motherhood. Walaupun genre filmnya sendiri nggak khusus bertemakan motherhood, setidaknya buat aku cukup berarti lah untuk ditonton para emak-emak.

So, are you ready? Here you go the list! 

Diary of The Week #14: Our (Fun) Sunday Recap

Monday, April 23, 2018


Hari Minggu itu selalu hari yang ditunggu-tunggu. Maklum, ibu rumah tangga yang satu ini sehari-hari ngendon di rumah aja. Begitu Minggu datang, serasa keluar kandang! 

Walaupun hari libur, kami tetap pengen Minggu kami ini terasa produktif. Ya, walaupun nggak ngurusin kerjaan juga. Produktif maksudnya nggak cuma nongki-nongki nggak jelas gitu, karena bapak suami bukan tipe anak nongkrong, kecuali topik obrolannya berfaedah, hahaha. 

Minggu produktif ala kami kira-kira kayak gini:

Bandung Diary #3: Review Menginap di Summerbird Bed & Brasserie

Thursday, April 19, 2018


Baca episode sebelumnya: 

Bandung Diary #1: Kuliner Yamien dan di Sudirman Street
Bandung Diary #2: Main-main di Tahura, Farmhouse dan Hobbiton

Mencari hotel untuk short getaway kemarin ini susah-susah gampang. Pasalnya, ide liburan ini mendadak banget, kan, kami hanya punya waktu 24 jam untuk ngulik hotel yang oke untuk menginap.

Sebelum nikah dan punya anak, aku jarang banget ngulik hotel kalau ingin berpergian. Biasanya itu tugas Mama yang suka cari penginapan. Nah, sejak punya keluarga sendiri, ilmu pemilihan hotel mau nggak mau harus aku tekuni. 

Bandung Diary #2: Main-main di Tahura, Farmhouse dan Hobbiton

Monday, April 16, 2018


Baca episode sebelumnya dulu, yaaa.

Rencana pagi itu, selesai breakfast di hotel, kami mau meluncur ke tempat kerjanya partner suami. Kebetulan lokasinya memang jauh. Perhitungannya, sih, setelah dari tempat tersebut, kami bakal mampir ke Taman Hutan Raya (Tahura) yang berlokasi di Dago Pakar. 

Kenapa kok pengen ke Tahura?

Bandung Diary #1: Kuliner Yamien dan di Sudirman Street

Wednesday, April 11, 2018


Sabtu pagi hari, muncul sebuah pesan Whatsapp dari suami, isinya: 

"Kalo kita ke Bandung besok, gimana?" 

Tanpa diperintah lebih lanjut, jari-jemari ini langsung mengetik balasan singkat, "HAYUK."

Our Relationship Story: LDR Bali-Bogor selama Satu Bulan


Disclaimer dulu ah: Tulisan ini bertujuan untuk sharing semata, namun tak menutup kemungkinan juga berujung curhatan emak-emak LOL 

LDR bukan sesuatu yang baru buat kami. Waktu pacaran dulu, kami udah pernah LDR selama hampir 3 tahun, satu tahun Guangzhou-Bogor, 2 tahun Bali-Bogor.

Harusnya LDR sebulan setengah not a big deal, lah, ya. Apalagi jaraknya dama dengan waktu pacaran, Bali-Bogor doang. Tapi mengulang pengalaman yang sama kembali dengan status menikah, rasanya kok lumayan berat, ya.

Ide Oleh-Oleh dari Pulau Dewata

Thursday, April 5, 2018


Jaman sekarang, masih ada nggak, sih, yang rajin hunting oleh-oleh dari sebuah tempat untuk dibawa pulang? 

Pasti masih, lah, ya. Kalo nggak yang usaha oleh-oleh bangkrut donggg *jawab sendiri* *kemudian garing... krikk krikk* 

Budaya oleh-oleh, sih, masih kental banget di negara kita. Kalimat "jangan lupa oleh-olehnya, ya!" nggak mungkin lupa diucapakan kepada seseorang yang hendak berpergian ke suatu tempat. Entah maksud kalimat tersebut serius atau hanya basa-basi. Apalagi sekarang budaya jastip (jasa titip) lagi hits banget, ya, mom and sist! Nggak usah nanya mau nitip apa, udah dikasih daftar titipan segambreng duluan kali. 

Untuk seseorang yang rajin mudik ke rumah orangtua di Bali, terkadang aku masih suka beliin oleh-oleh untuk beberapa kerabat dan teman. Nggak tahu kenapa, rasanya aneh aja kalau pulang dengan tangan koper kosong. Walaupun nggak ada yang nagih oleh-oleh pun, aku dan suami pasti suka bawa pulang sesuatu untuk orang rumah. 

Mumpung musim libur panjang akan segera datang, aku mau bikin list ide oleh-oleh dari Bali berdasarkan tipe-tipe keluarga atau teman yang kalian kenal. Semoga daftar ini membantu, ya!

Eat in Bali: L'Altitude Restaurant at Royal Tulip Saranam Resort & Spa

Thursday, March 22, 2018


Waktu adikku bilang sekolahnya libur karena Hari Raya Pagerwesi kemarin, aku memutuskan untuk ajak keluarga pergi jalan-jalan.

Idenya, sih, pengen ke Ubud, tapi nggak tahu mau ke mana yang child friendly. Josh udah lumayan bisa menikmati fasilitas anak-anak gitu, jadi pengen sekalian bawa dia eksplorasi. Cuma mamanya galau banget, ujung-ujungnya cari tempat makan aja deh yang bisa nongkrong lamaan.

Kali ini kami pilih ke daerah Bedugul, supaya bisa ngerasain cuaca yang agak ademan. Maklum, di Denpasar puanaaas buanget!

Diary of The Week #13: Melewati Nyepi 2018 tanpa internet, emang bisa?

Tuesday, March 20, 2018


Sejak pindah ke Bali tahun 2013, aku selalu penasaran dengan hari raya umat Hindu, yaitu Nyepi. 

Katanya, Nyepi itu dilewati dengan suasana yang benar-benar sepi dan nggak boleh keluar rumah. Satu pulau Bali akan gelap gulita dan umat Hindu diwajibkan untuk berdoa secara khusyuk di kediaman masing-masing. 

Tibalah kesempatan di mana aku bisa melewati Nyepi untuk pertama kalinya. Norak banget rasanya gelap-gelapan di dalam rumah. Setiap jendela atau pintu rumah yang memancarkan cahaya, kami tutup dengan koran atau kardus, supaya kalau kami menyalakan lampu nggak terlihat dari luar rumah. Soalnya, kalau sampai ketahuan menyalakan lampu, pecalang (polisi adat Bali) yang kebetulan sedang bertugas di depan rumah akan meminta kita untuk mematikan lampu. 

Edisi Mudik 2018 #1: A Thankful List

Sunday, March 11, 2018

 Pemandangan sebelum sunset di ujung gang rumah

Halo! Apa kabar kalian?

Nggak update blog maupun blogwalking selama seminggu, kayaknya ada yang hilang, deh. Merasa berhutang cerita ke kalian juga para pembaca blog ini. Padahal yang baca nggak banyak tapi sok dicariin, hahahaha. Bukan bermaksud geer, but I know some of you actually read this blog. So, terima kasih, ya (:

Sebenarnya banyak unfinished drafts yang nunggu di-post, tapi dua minggu belakangan ini rasanya mau duduk buka laptop untuk nulis aja kok nggak ada waktunya. Puji Tuhan, hari ini bisa 'nafas' sejenak, dan mumpung si bocah lagi asyik sama Kungkungnya, so I'm writing this blog post.

Aku belum sempat cerita banyak tentang edisi mudik (yang diperpanjang) kali ini. Banyak yang pengen diceritain, tapi saking banyaknya malah bingung gimana menyampaikannya.

Maka dari itu, aku rangkum aja semuanya dalam format Thankful List.

Eat in Bali (halal): Bebek Goreng H Slamet (Spesial Sambal Korek)

Tuesday, February 27, 2018


Pulang gereja hari Minggu yang lalu, aku dan Mama keliling cari restoran yang belum pernah dicoba untuk makan siang. Pengennya memang di sekitar Jalan Dewi Sri aja, supaya Papa dan adeku yang masih di gereja bisa nyusul dengan jalan kaki. 

Setelah dua kali puteran, akhirnya kami parkir di depan restoran Bebek Goreng H Slamet. Selain emang suka makan bebek, ternyata si Mama kepincut dengan interior tampak luar restoran ini. Setahuku, restoran bebek goreng franchise ini, biasa tempatnya sederhana. Tapi kok ini lucu, ya. Macam rumah lama peranakan gitu. 

Diary of The Week #12: Literally A Loooooong Weekend!

Tuesday, February 20, 2018


Happy Chinese New Year untuk teman-teman yang merayakan! Gōngxǐ fācái, wànshì rúyì!

Sebelumnya, aku kurang paham tentang filosofi tentang tahun "anjing tanah" ini. Karena setahuku orang China nggak begitu suka dengan anjing (peribahasa Tionghoa yang mengandung kata anjing biasanya hal-hal negatif). Setelah cari tahu, ternyata tahun anjing tanah ini berhubungan dengan "membangun kembali" hal-hal yang sempat jatuh. Konteksnya bisa berbagai hal, termasuk soal pindah rumah, karir dan bisnis. Kalau dipikir-pikir ner ugha. Tahun lalu banyak berita tentang bisnis dan usaha yang bangkrut atau loyo. Kami pun yang menjalankan usaha sempat mengalami hal yang sama. 

Ya, percaya nggak percaya, tapi aku amini tahun ini akan menjadi tahun yang pas untuk memulai kembali hal-hal yang sempat jatuh. Semoga kalian juga mengalami tahun yang lebih baik lagi, ya!  

How It Feels to be a Traditional Mom

Tuesday, February 13, 2018


Per hari ini, udah 1,5 tahun lamanya aku menjabat status sebagai ibu rumah tangga, atau bahasa kerennya stay at home mom. Ini merupakan keputusan pribadi yang aku ambil sendiri dan disambut baik oleh suami. Puji Tuhan, pekerjaan suami masih bisa menanggung kebutuhan sehari-hari keluarga kecil kami dan nggak pernah kekurangan.

Alasanku kenapa pengen jadi IRT, pertama karena pengen menghabiskan dua tahun pertama bersama Josh. Katanya, dua tahun pertama itu krusial banget untuk si anak. Memori otak anak itu konon kayak spons, cepat menyerap informasi apapun yang dia terima. Jadi aku dan suami memastikan apa yang dia serap adalah hal-hal yang positif dan baik. Kami sepakat suami yang bertanggung jawab sebagai pencari nafkah, so I stay at home. 

Alasan yang kedua, ini sebenarnya unplanned, tapi terjadi begitu aja, yaitu menyusui Josh selama 2 tahun. Sejak Josh nolak botol dotnya mentah-mentah, di hari itu juga aku sadar harus siap breastfeed anak ini sampai waktu yang ditentukan. Bukan perjalanan yang mudah, but I'm glad we still doing it until today. 

Postingan ini aku buat juga terinspirasi dari beberapa artikel yang pernah aku baca tentang fakta menjadi IRT. Entah kenapa, nggak sedikit dari artikel tersebut, si penulis merasa offended dengan pertanyaan atau asumsi orang-orang tentang menjadi ibu rumah tangga. Akhirnya, jawaban yang diberikan rata-rata sarkastik. Contohnya pertanyaan seperti, "Jadi lo nggak kerja, ya?", kemudian si ibu (sang penulis artikel) pun merasa tersinggung dan menjawab ketus, "Ya, kalo misalnya cuci baju, nyapu ngepel, masak, setrika baju, bantu anak ngerjain PR, anter anak les nggak termasuk kerja, ya gue nggak kerja, sih." Tanpa menyinggung pihak-pihak tertentu, mungkin yang begitu butuh piknik segera kali, ya. 

Karena itulah, hari ini aku ingin coba menjawab sejujur-jujurnya dari hati tentang pertanyaan-pertanyaan yang biasa ditujukan pada seorang IRT, atau yang biasa sering aku dapatkan. 

Books Love #5: My 10 Ultimate Favorite Books

Wednesday, February 7, 2018


Aku suka banget baca. Sekitar umur 5-6 tahun, buku yang pertama kali aku baca adalah koleksi cerita klasik Disney punya Mama. Sejak saat itu nggak pernah berhenti baca buku sampai hari ini.

Sama seperti film, makanan dan hal lainnya, selera orang terhadap buku itu beragam banget. Ada yang suka baca buku genre spesifik tertentu atau cuma baca buku fiksi aja, dll.

Kalo aku sendiri, sih, suka banget baca novel. Kebanyakan yang aku 'lahap' adalah novel lokal. Baru sekitar lima tahun belakangan, mulai belajar baca novel luar. Sebenarnya pengen banget bisa baca lebih banyak karya fiksi luar negeri. Hanya topik yang diangkat terkadang kurang relevan dengan budaya di sini. Biasanya aku selalu milih genre yang cenderung aman, fun dan ringan dibaca, kayak novel-novelnya Sophie Kinsella atau Kevin Kwan.

Oke, pembukaannya cukup. Langsung aja disimak daftar 10 buku/novel terfavorit sepanjang masa... well, untuk saat ini.

[Review] Cara Seru Belajar Mandarin dengan Flashcard (untuk balita)

Tuesday, January 30, 2018


Waktu kami kecil belajar bahasa Mandarin, Mamaku suka banget pakai flashcard sebagai media pembelajaran. Aku inget banget Mama punya beberapa koleksi flashcard dengan bermacam-macam tema, salah satunya tema "Bopomofo" (atau disebut zhùyīn fúhào) dengan first words yang harus aku hafalin. Yes, our childhood was tough LOL :P

Ternyata, sampai hari ini semakin banyak orangtua maupun guru memilih flashcard sebagai salah satu metode belajar, lho.

Behind The Name: Joshua Emmanuel Yu (余慶約)

Wednesday, January 24, 2018


Beberapa orang sering ngomong "apalah arti sebuah nama", padahal nama itu penting banget. Nama adalah doa, kalau kata beberapa orang lainnya dan aku sangat setuju. Makanya, waktu memilih nama untuk anak, kami nggak sembarangan bahkan dibawa doa lebih dulu. Tuhan mau anak ini jadi apa nantinya, harapan kami sebagai orangtua untuk si anak, adalah hal-hal dasar yang biasanya menjadi bahan pemikiran sebelum mencetuskan sebuah nama. 

Diary of The Week #11: Monday Getaway to Bavarian Haus Puncak

Tuesday, January 16, 2018

3 Resolusi untuk Tahun 2018

Friday, January 12, 2018

 Credit to Refinery29

Siapa yang di sini masih rajin bikin resolusi tiap pergantian tahun?

Awal tahun yang baru memang waktu yang tepat banget untuk menyusun kembali daftar keinginan dan goals pribadi. Biasanya juga gara-gara kebawa euphoria tahun baru, di mana segala sesuatu harus baru, termasuk impian-impian baru.

Dua tahun belakangan ini, aku udah nggak pernah lagi bikin resolusi yang muluk-muluk. Karena biasanya kalau terlalu banyak mau, akhirnya jadi pasang hashtag begini, nih, di penghujung tahun. Semoga nggak ada yang kayak gitu ya, gaes! :D

Dengan menyusun resolusi-resolusi kecil, biasanya akan lebih gampang untuk dilaksanakan. Mudah-mudahan dari hal kecil bisa menghasilkan sesuatu yang besar, ya *amin*

So, without further ado, I want to share my top three 2018 resolutions! 

[Photo Diary] One Fine Afternoon at Ayana Resort Bali

Wednesday, January 10, 2018

 
Ketika udah hari kesepuluh di tahun 2018 dan belom ada postingan yang berfaedah, maka postingan stok foto-foto dulu aja, ya. Kebetulan yang ini belum dipamerkan di blog, hihi.
 
Waktu trip 'pulang kampung' ke Bali kemarin, kami iseng mampir ke Ayana Resort. Tujuannya, sih, nostalgia (halah). Sekalian pengen lihat Tresna Chapel yang udah direnovasi kayak apa sekarang. Terus sekalian check in, deh :P

Dua Hari Pertama di Tahun 2018

Wednesday, January 3, 2018

Ciluk... baaaa. Hai, 2018!

Selamat tahun baruuuu!

Gimana hari ketiga di tahun yang baru? Ada yang udah mulai kerja? Atau malah baru liburan—karena menghindari crowd long weekend kemarin?

Weekend kemarin kami nggak ke mana-mana, low key celebration aja di rumah. Tanggal 31 Desember pagi, kami niatin banget turun ke Jakarta, demi makan-makan di fresh market PIK. Jalanan di Jakarta hari itu lengang banget. Sampai berandai-andai, coba tiap minggu begini nyaman banget kali, ya! 

Makan apa aja di PIK? Apalagi kalau bukan makan bakmie medan! Di Bogor itu susah banget lho nemu yang jualan mie khas medan, macam mie karet, mie lebar dan non-halal. Walaupun akhirnya hari itu makan bakmie-nya halal, sih. Soalnya males muterin food court dan udah laper. Suami makan kwetiau kuah, aku nambah Baso Goreng Wawa dua biji, minumnya es teh tarik dan es jeruk murni yang seger pisan. Mohon maap, pemirsah. Nggak ada foto-fotonya, nih. Silakan dibayangkan sendiri, ya :P

Malamnya juga nggak ngapa-ngapain. Kelar dinner, kami nonton tv aja. Eh, ternyata SCTV nayangin film Cek Toko Sebelah. Akhirnya kesampean nonton juga setelah ngidam setahun! Walaupun harus nahan sabar gara-gara banyak sensor dan kepotong iklan, but overall the movie was great. Sampai terheran-heran, kenapa plot ceritanya relate banget, ya, dengan realita?! Buat yang udah nonton, what was your thought about the movie? 

Besoknya, di hari pertama tahun 2018, kami juga ngendon aja di rumah. Tadinya mau lunch di luar. Udah dandan cakep, bocah udah pake baju pergi, pas tahu beberapa jalanan utama Bogor udah macet, jadi mager, deh. Akhirnya kami pesta Gofood untuk makan siang, we ordered chicken wings, roasted whole chicken plus bubble milk tea. Resolusi makan sehat langsung gagal di hari pertama *tepuk tangan*

Setelah nulis review singkat tentang pembelajaran di tahun 2017, baru sadar ternyata masih ada banyak hal lainnya yang udah kami lewati. Bukan tentang personal doang. Kalau nonton/baca berita, rasanya udah banyak kejadian yang bikin elus-elus dada. Pelantikan resmi gubernur baru ibu kota, Pak Ahok masuk penjara, teroris yang melakukan bom bunuh di diri di kota-kota besar luar negeri, pengakuan sepihak tentang ibu kota Israel, bencana alam Gunung Agung—yang sampai sekarang belum meletus, gengs!, dan nggak ketinggalan tentang isu bunuh diri mantan member grup K-Pop, SHINee. Tahun ini juga kita "menyaksikan" dua pernikahan besar: pernikahan putri bapak presiden kita dan juga pernikahannya one of Indonesian Sweetheart yang dijadikan hari patah hati nasional. See, we've been through a lot of things, ya! 

Semoga di tahun yang baru, keadaan dan situasi negara (dan dunia) ini menjadi lebih baik dan aman. And as for our personal goals, aku dan suami udah ngomongin tentang salah satu target terbesar kami di tahun ini. Walaupun bikin kepala pening dan jantung berdetak nggak karuan, mudah-mudahan tahun ini bisa tercapai *aminnn*. Oh, semoga tahun ini juga makin rajin ngeblog dan berbagi konten yang berfaedah.

2018, please be good. The best is yet to come still!