Behind The Name: Joshua Emmanuel Yu (余慶約)

Wednesday, January 24, 2018


Beberapa orang sering ngomong "apalah arti sebuah nama", padahal nama itu penting banget. Nama adalah doa, kalau kata beberapa orang lainnya dan aku sangat setuju. Makanya, waktu memilih nama untuk anak, kami nggak sembarangan bahkan dibawa doa lebih dulu. Tuhan mau anak ini jadi apa nantinya, harapan kami sebagai orangtua untuk si anak, adalah hal-hal dasar yang biasanya menjadi bahan pemikiran sebelum mencetuskan sebuah nama. 

Aku dan suami kurang suka nama yang terlalu ribet pengucapannya. Ada yang ngeh nggak tren nama-nama anak yang lahir di tahun 2000an sempat yang terlalu unik sampai ruwet ngucapinnya? Terus belakangan ini trennya balik ke nama-nama "standar" atau jadul, walaupun nama berunsur sansekerta juga banyak jadi pilihan beberapa orang karena memang keren dan cantik, sih. Nah, kami berdua termasuk tim kasih nama anak jadul, tapi tetap ada maknanya. 

Kebetulan aku dan suami ngefans banget dengan tokoh Alkitab yang bernama Yosua (atau Joshua). Alasan pertama, dia dipilih Tuhan untuk menggantikan Musa untuk menjadi leader geng Israel untuk melanjutkan trip ke promise land. Usianya waktu itu cukup muda untuk memimpin sebuah bangsa dengan jumlah orang yang nggak sedikit, serta kelakukan yang bikin elus-elus dada (yang ikut sekolah minggu pasti tau, yaa, ceritanya). Alasan kedua, kisah Yosua waktu "meruntuhkan" tembok Yerikho itu adalah sebuah sejarah yang dahsyat, and it's not even a fairytale. Alasan terakhir yang paling penting, Yosua adalah salah satu yang berhasil masuk ke promise land bareng Kaleb. Secara keseluruhan, menurutku si Yosua ini keren banget lah. 

Suatu malam, waktu elus-elus perut buncit di kala hamil, aku iseng nyeletuk ke suami, "Kalo nama anak kita Joshua, gimana? Dipanggilnya Josh, jadi agak bule-bule gitu." Eh, tak disangka suami setuju. 

Joshua Emmanuel Yu 

JOSHUA
Diambil dari nama Ibrani yang berarti "Jehovah is generous" dan "Jehovah saves".
Selain karena kisah di dalam Alkitab, arti nama Yosua sendiri menjadi doa kami untuk Josh. Mudah-mudahan sampai Josh dewasa nanti, dia bisa menikmati berkat dari Tuhan. Saat menikmati berkat, nggak lupa juga dia bisa menjadi anak yang senang berbagi. 

EMMANUEL
Sepanjang perjalanan hidup aku dan suami, kami sadar nggak akan ada hari ini kalau bukan penyertaan Tuhan. Kami juga ingin anak-anak bisa merasakan kebaikan Tuhan. Walaupun nggak kasatmata, namun Dia ada. So, Emmanuel, God is with us, kami ikutsertakan di belakang nama anak kami. 

Nama tengah ini sebenarnya juga mengingatkan aku tentang respon Yosua waktu dipanggil Tuhan untuk jadi pemimpin. Awalnya dia ragu, karena dia masih muda dan nggak cukup mampu. But God told him to be strong and be brave, because the Lord will be with him wherever he goes. Semoga di saat kamu mengalami dilemma hidup, kamu ingat arti Emmanuel, ya, Nak.

YU
Terakhir ini tak lain tak bukan adalah marga dari keluarga Andreas. 

Sebenarnya, nama belakang Andreas sendiri adalah Setiawan. Tapi rasanya kok kurang keren dan pasaran banget, yak. Little bit trivia, diantara lima bersaudara, yang pakai nama belakang Setiawan ini cuma Andreas, padahal papa mertua nggak ada nama belakang ini, hihi.

Biar ala-ala nama artis Hong Kong, jadilah kami pakai marga mandarin aja.

Btw, cara baca YU itu bukan yuuuuu macam bences, ya, bokkk. "U"-nya dibaca "i" tapi sambil monyong dikit.


Lah, kan, jadi kayak kursus Mandarin, hahahaha. Soalnya kesel kalau denger orang yang nggak bisa baca dengan baik, malah sengaja dibacanya kayak gitu. Plis, jangan, ya. Marga nenek moyang, nih!




Setelah arti nama bahasa Indonesia, buat kami nama Mandarin juga nggak kalah penting. 

Sejujurnya, aku rada bingung waktu mau kasih nama Mandarin apa ke Josh. Kosakata Mandarin, kan, bejibun, yee. Mabok kalau harus mikirin arti nama. Aku pengen nama Mandarin ini masih nyambung dengan nama Indonesia. Jadi nggak asal terdengar mirip pelafalannya. Misalnya, si Meli nama Mandarinnya Mei Li. Ya, nggak ada salahnya juga, sih. Hanya aku ingin lebih bermakna aja. 

Beberapa jam setelah Josh lahir, Mamaku WA nanya apakah si Josh udah punya nama Mandarin. Aku bilang belum ada. Nggak butuh 1 jam, Mamaku kasih opsi dua nama Mandarin untuk Josh, nggak cuma nyambung dengan nama Joshua itu sendiri, tapi artinya cukup deep. 

慶約 
"Qing" diambil dari kata "qìngzhù" yang artinya merayakan. "Yue" diambil dari kata "yuēdìng" yang artinya janji. Kalau digabung, Qing Yue berarti "merayakan janji (Tuhan)". Janji apa tuh? Balik lagi ke cerita Alkitab, Yosua berhasil masuk ke Kanaan, di mana tanah yang sudah dijanjikan Tuhan sebelumnya. 

Seiring Josh dewasa nanti, aku percaya dia bakal menerima janji-janji Tuhan lainnya. Apapun itu, semoga Josh nggak lupa untuk selalu bersyukur dan merayakan semua janji dan berkat Tuhan. 

Di samping itu, Mamaku sempet bilang, sih, kenapa dia milih kata "Qing", karena Josh lahir di bulan Agustus, bulan kemerdekannya bangsa Indonesia. Jadi kalau dalam bahasa Mandarin, independence day itu ada kata "Qing" juga. 

***

Selama nulis arti nama ini, aku baru sadar ternyata di balik nama Josh, artinya alkitabiah sekali, ya, hahahaha. 

Mudah-mudahan dengan namanya ini, Josh bisa selalu inget siapa identitas dirinya ketika terjun ke tengah-tengah lingkungan nanti. Dan walaupun nggak selamanya kami bakal ngikut Josh saat dia dewasa, setidaknya dia bisa "membawa" doa kami kemana pun dia pergi. *lap ingus tiba-tiba meloow*

Buat kalian sendiri, ada alasan khusus nggak waktu memberi nama si kecil? Atau mungkin ada cerita spesial tentang nama kalian sendiri? Yuk, kite sharing-sharing di bawah, yak!

9 comments:

  1. Wah, nanti Kaleb sama Josh bisa temenan dong ya biar kayak di Alkitab. :)) Aku kasih nama Kaleb juga karena suka ceritanya Joshua dan Kaleb. Tapi di keluargaku udah ada yang pake nama Joshua, jadi Kaleb deh yang dipake karena artinya setia dan gigih.

    ReplyDelete
  2. Nama tengahnya samaan kaya axel, walo beda spelling. Kalo nama axel ga ada arti khusus si, kita suka aja sama nama itu. Tp kl immanuel dari awal uda kita plan utk jd nama tengah, karena kita juga mengimani arti nama itu hehe. Btw kalo soal baca 'Yu' gw gatau lo bacanya kaya gitu. Kalo lo ga mention pasti gw akan baca nya 'yuu' hahaha. Maklum gw buta mandarin :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, aku baru tau juga nama tengahnya Axel samaan. Memang arti Immanuel ini bagus dan meaningful banget ya (:

      Hahaha! Gapapa sih sebenernya. Soalnya emang rada sulit pengucapannya buat lidah orang kita. Cuma suka kesel aja jadi dicengin gitu huhuhu

      Delete
  3. Marganya Josh sama kayak marga ku.:)
    Dan emang banyak yang bacanya jadi "yu".:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wihii, jarang-jarang nemu yang marganya samaan ama suami dan anak. Toss duluuu :D

      Delete
  4. Untung bukan nama Joshua terinspirasi dari si penyanyi cilik ya, Jane hahaha. Cuma memang gue perhatiin, kalau umat Kristen, mereka lebih pakai nama nabi di perjanjian lama ya, kalau Katolik lebih ke perjanjian baru atau Santa dan Santo. Yang pasti, nama yang dipilih sudah pasti yang terbaik dan merupakan doa orang tua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang bukan ci, tapi kebetulan anaknya hobi benerr ngobok2 air, hahahaha.

      Iya kayaknya sih begitu, ya. Nama di perjanjian baru ada juga sih, tapi kayaknya lebih banyak dijadiin nama tengah. Betul2, apapun namanya yang penting doanya ya (:

      Delete
  5. Oh baca Yu - nya gitu! Baru tau!!
    Yup setujua kalo nama itu doa!!! Gideon selain emang kita mau pilih nama tokoh Alkitab, dikarenakan huruf depannya G kan bapaknya udah dapet jatah nama belakang, seengakknya mamake dapet initial nama depan lah! HAHAHA ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nama Gideon itu laki banget, yeee. Semoga Gide besar nanti bisa se-strong Gideon bair jagain papa mama, yaaa *aminnn*

      Btw, aku namain Josh juga gara-gara biar mamanya dapet initial nama depan HAHAHA

      Delete

Thank you for reading and dropping your comments! All comments are moderated and I will reply each comment daily, so please check back. Nice to chat with you!