Joshua Eats #2: Masih Susah Makan Nggak?

Tuesday, June 19, 2018


Jojosh pun menjawab: aku udah pinter makan lho!

Di usia menjelang 2 tahun, attitude Josh di meja makan semakin oke. Still not the best eater tho, sometimes he's so picky. Beruntungnya, dia doyan banget ngemil, persis emaknya kalo ini, hoho.

Drama anak (susah) makan itu layaknya first world problem buat para ibu sekalian. What I've learned so far, kuncinya hanya kesabaran pada sang orangtua dan percaya kalau anak itu bakal ngerti sendiri kalau dia kudu makan untuk bertahan hidup. Sesusah-susahnya anak makan, mereka pasti akan 'kenal' rasa lapar dan pasti cari makan, kan?

Baca juga: Joshua Eats #1: Mommy's Personal MPASI Advices

Aku nggak punya kiat-kiat khusus gimana bikin anak doyan makan. Namun, sampai hari ini, ada beberapa tips n tricks yang aku rutin lakukan supaya Josh lebih semangat makan.

1. Kasih makanan kesukaannya (walaupun itu harus berlangsung berhari-hari bahkan satu minggu!)

Ada satu masa di mana Josh cuma mau makan mie goreng untuk setiap menu makan siang dan malamnya. Sampai orang rumah protes, kok anaknya dikasih makan mie terus? 

Tadinya aku juga bosen harus menyiapakan menu yang sama setiap hari. Sempat kuatir anak bakal bosen. Tapi ternyata doi hepi-hepi aja tuh. Kalau udah bosen, biasanya, sih, nggak bakal disentuh alias makanannya dimainin atau minta menu lainnya.

Mie goreng forever!

Nah, kalo anak nolak makanan favoritnya, jangan panik, mom! Namanya juga anak-anak, kita aja bisa bosen makan menu yang sama 2-3 hari berturut-turut. Saatnya mami variasi menu di dapur! 

2. Rajin menawarkan variasi menu apa aja. 

Tau nggak, sih, variasi makanan ini harusnya bisa aku lakukan waktu Josh MPASI. Waktu nonton beberapa vlog mommies di Youtube atau liat postingan #mpasihomemade di IG, rasanya nyesel banget kenapa tahun lalu nggak lebih getol nyiapin MPASI.

Well, yang sudah berlalu biarkan berlalu. Today matters! Walaupun masih suka bingung, karena otak suka mandek harus mikir menu makanan setiap hari.

Ada masa di mana aku seneng eksplorasi resep. Tapi kalau lagi males, sodorin aja menu andalan: mie atau nasi goreng (atau belakangan ini lagi terobsesi dengan mie instan sehatnya Lemonilo! Not sponsored, but it tastes seriously g o o d).

Katanya, sih, dengan variasi makanan lumayan membantu meningkatkan semangat dan nafu makan anak.

Hari Minggu adalah satu-satunya hari di mana Josh bebas makan apa aja di luar bareng kami. Dengan catatan, selama rasa makanannya nggak terlalu 'tajam' dan nggak terlalu micin LOL

Perbandingan Josh makan masakan rumah dengan makan di luar itu kayaknya 9:1, jadi aku sama sekali nggak mempermasalahkan kalau dia makan di luar. Kayak traveling singkat ke Bandung kemarin, aku juga nyantai aja. Toh, nanti pulang, kan, makan masakan rumah lagi. Another bright side, mamak bebas tugas di dapur, hohoho.

Selain makan di luar, untuk variasi makanan yang paling sering dilakukan selain masak sendiri, ya ngikutin menu makanan orang dewasa di rumah aja.

Ncus atau mama mertua tiap hari pasti masak, khususnya untuk makan malam. Sejak Josh 1 tahun, aku mulai biasain dia untuk makan menu yang sama dengan apa yang kami makan. Biar nggak ada istilah "baby food" dan "adult food". Ternyata, Josh pun excited untuk cobain makanan orang dewasa. Bahkan ada beberapa jenis masakan yang sama sekali aku nggak expect dia bakalan suka. Contohnya, labu siam, toge, jamur champignon sampai ceker ayam (yang ini persis bapaknya!).

Soal variasi makanan aku nggak bisa kasih banyak tips, sih. Malah ini mau minta saran dan tips dari buibu lainnya yang doyan masak. Kali ada yang mau berbagi resep andalan :D

3. Coba kasih anaknya makan sendiri.

Kalo kata Andien, BLW namanya.

To be surprised, teknik ini berhasil di Josh, tanpa disengaja. 

Aku lupa tepatnya umur berapa Josh mulai BLW, tau-tau dia nggak mau disuapin dan lebih suka comot-comot makanannya sendiri.

Awalnya pasti nggak biasa ngebiarinin anak makan sendiri. Apalagi kalau makanan yang udah capek-capek dimasak, malah dijadiin mainan. Walaupun gemesss, tapi itu wajar banget. Tinggal dikasih pengertian aja, misal makanan itu bukan mainan, jadi harus dimakan.

Major takeaways from this BLW experience: 
anak jadi lebih mandiridan dia bisa mengeksplorasi makanannya, dan papa mama lebih leluasa waktu makan, apalagi kalau lagi dining out berasa banget enaknya.

4. Rajin tawarin cemilan ringan (dan kalau bisa sehat) di luar jam makan.

Josh memang nggak terlalu banyak makan makanan berat, tapi doi kuat ngemil.

Menu sarapan yang nggak habis, roti panggang misalnya, kalau aku tawarin di jam-jam ngemil juga dia tilep. Aku juga sering kasih cemilan biskuit, buah (biasanya anggur tanpa biji), yogurt atau susu cokelat. Sejauh ini, sih, cemilan apapun nggak pernah ditolak. Kadang anaknya bisa minta sendiri dengan nunjuk lemari pantry (he knows where I hide the snacks hahaha) atau minta dibukain kulkas. 


Bisa minta makanan itu udah huge achievement untuk Josh. Karena sebelumnya dia musuhan banget sama makanan. I don't even know when he's hungry. Dulu mah kayaknya dia nggak pernah laperan, deh. Sampe aku suka tanya ke Andreas, "Anak kamu nyimpen cadangan makanannya di mana, sih? Kok nggak pernah minta makan, ya??". Sekarang mamanya ngemil apa, malah ikut rebutan. Ya kerupuk, ya milk tea, ya cookies... ketahuan, kan, emaknya ngemil nggak sehat, HAHAHA.

Well, we are still proud of you, son! 

5. Nggak usah maksa anak menghabiskan makanannya. 

Untuk bekgron anak susah makan, mau makan setengah porsi itu aja udah LUMAYAN banget. If they finish all their meal, that's good. If they don't, that's good too. Kita bisa sekalian nakar porsi anak sekali makan itu segimana. Rencananya, sih, kalau Josh makannya udah lancar, baru diajarin pelan-pelan makan haru dihabiskan. As for now, nyantai dulu, deh. 

Tips for mommy #1: Nggak usah peduli apa kata orang, you know what best for your kid(s)!

Aku orangnya cukup sensitif dan sangat mudah 'menyerap' omongan orang lain sampai masuk ke hati. I take every words personally. Salah satu kelemahan yang harus diubah, I know.

Akibatnya, masa-masanya Josh susah makan, aku cepet tersinggung dengan komentar orang-orang yang sama sekali nggak kasih solusi. Termasuk kalau itu datang dari anggota keluarga.

Paling sebel kalo denger komentar, "Kok anaknya nggak makan?", padahal si anak lagi lahap makan bihun atau mie. Susah, sih, orang endonesiah kalo nggak makan nasi dianggapnya nggak makan. Emang mie itu bukan karbo? Dan nggak tau aja si Josh ini setengah bule, kadang menu dinner-nya aja cuma french fries plus sayuran lainnya 😅

Di sini aku belajar banget untuk nggak terlalu baperan. Sebisa mungkin komentar yang asbun itu masuk kuping kiri keluar kuping kanan aja. Ada kalanya aku woles, but if I'm in my not-very-good-day, level kebaperannya tinggi banget dan berakhir pasang muka asem. Jadi ini PR-ku pribadi untuk lebih santai dalam menerima omongan orang lain.

Tips for mommy #2: Nggak usah pusing sama berat badan anak.

Sejak selesai vaksin 1 tahun, aku juaaaarang banget nimbang berat badan Josh. Do I want to know? Not really. Karena... buat apa? Yaa, sesekali nimbang untuk tau progres aja. Cuma menurutku untuk seusia Josh, aku nggak mau terlalu pusingin angka timbangan. Sing penting anakku sehat, ceria dan aktif. Biar mamanya aja yang sering nimbang biar cepet kurus, HAHAHA. 

***
Ngadepin anak makan memang challenging. Kalau anak kalian gampang makan, good for you! Good for the kid! Tapi if you like me, ya mungkin harus kerja ekstra keras aja. Nyebelin emang... tapi ya begitulah parenting *halah nggak nyambung*

Aku orangnya seneng banget makan. Lagi seneng, makan. Lagi susah, makan juga. Alangkah bahagianya kalau suatu hari nanti bisa kulineran bareng dengan anak sendiri. Mudah-mudahan Josh tancap gas terosss makannya sampai dia gede.


Semoga buibuk yang sedang mengalami pergumulan anak susah makan, semangat, ceu! Pastikan kita kenyang dulu sebelum ngasih anak makan, biar nggak kena sindrom hangry, hungry and angry 😆

Buat yang sudah berhasil melewati badai tersebut, monggo di-share tips suksesnya. Siapa tau kita bisa saling bantu di sini :D

3 comments:

  1. Yang penting asupannya cukup, ga usah berlebihan, dan anak sehat. Kalau komentar orang mah adaaaa aja hehehe. Selama makanan masuk ke mulut, disyukurin. Soalnya pernah ngerasain anak GTM yang apapun ditolak, itu sedihhhh...

    ReplyDelete
  2. Anak aku demen banget makan noodle. Jadi meski di kasih makan apapun nasi/brokoli/ayam/ato apa aja, begitu di telepon sama omanya "Hai abis makan apa?" dia jawab noodle... wekkk mamih kena marah sama oma

    ngadepin anak susyeh makan + harus sabar itu emang uji mental banget... >.<

    ReplyDelete
  3. emang setelah umur 2 tahun, urusan makan jadi lebih mudah sih... cuma bedanya ama josh, jayden ga suka ngemil hahahaha, tapi kalo makan berat pasti abis, dan makan apapun juga hayo... urusan berat badan mah gua uda kenyang dikomentarin orang, lama2 uda kebal hahahaha...

    ReplyDelete

Thank you for reading and commenting here. All comments are moderated and I'll reply to your comments daily, so please check back. Nice to chat with you (: