How It Feels to be a Stay At Home Mom

Tuesday, February 13, 2018


Per hari ini, udah 1,5 tahun lamanya aku memegang status sebagai ibu rumah tangga, atau bahasa kerennya stay at home mom. Ini merupakan keputusan pribadi yang aku ambil sendiri dan disambut baik oleh suami. Puji Tuhan, pekerjaan suami masih bisa menanggung kebutuhan sehari-hari keluarga kecil kami dan nggak pernah kekurangan.

Alasanku kenapa pengen jadi IRT, pertama karena pengen melewati periode golden ages bersama Josh. Apalagi katanya dua tahun pertama itu krusial banget untuk seorang anak. Memori otak mereka  konon seperti spons, cepat menyerap informasi apapun yang diterima. Jadi aku dan suami memastikan apa yang dia serap adalah hal-hal yang positif dan baik. Kami sepakat suami yang bertanggung jawab sebagai pencari nafkah, then I stay at home. 

Alasan yang kedua, ini sebenarnya unplanned, tapi terjadi begitu aja, yaitu menyusui Josh selama 2 tahun. Sejak Josh nolak botol dotnya mentah-mentah, di hari itu juga aku sadar harus siap breastfeed anak ini sampai waktu yang ditentukan. Bukan perjalanan yang mudah, but I'm glad we still doing it until today. 

Karena itulah, hari ini aku ingin coba menjawab sejujur-jujurnya tentang pertanyaan-pertanyaan yang biasa ditujukan pada seorang IRT atau yang sering aku dapatkan. 

1. "Ngapain aja di rumah?"

Ini pertanyaan paling standar dan yang pertama ditujukan pada IRT, bahkan dari orang-orang terdekat kita, seperti orangtua dan sodara. 

Awalnya, aku agak insecure kalau ditanya seperti ini. Berharap bisa memberikan jawaban yang cukup oke dan nggak menurunkan citra diri. Kasarnya, aku tahu banget kok jobdesc sehari-hari IRT itu bisa dibilang 'nggak ngapa-ngapain' untuk segelintir orang, selain ngurus anak dan rumah. Ya, males aja, kan, kalau pandangan orang lain ke aku jadi agak gimana gitu. So, sometimes I spice up my mundane life a lil bit. Supaya meningkatkan ekspektasi orang sedikit tentang gambaran seorang ibu rumah tangga atau setidaknya tentang seorang Jane Reggievia. 

Namun, makin ke sini aku sadar akan satu hal: people doesn't really want to know about your life. Kita juga nggak perlu menjelaskan semuanya karena, ya itu... orang nggak begitu peduli dengan jawaban kita. 

Jadi sekarang ini aku lebih woles aja, sih, kalau ditanya orang "ngapain aja di rumah." Orang yang tulus bertanya dengan yang hanya sekedar basa-basi itu bisa dibedakan. Pinter-pinter jawab aja dan jangan baper! Menjadi seorang ibu rumah tangga itu bukan sesuatu yang bikin kita 'rendah' kok. 

2. "Sayang banget udah kuliah jauh-jauh, S1, ujung-ujungnya di rumah aja."

Heran memang, mau jadi apapun tetep aja ada orang yang komentar bawa-bawa gelar sarjana. Lucunya, waktu aku masih jadi barista dan pernah bantu suami jaga toko, beberapa orang juga menanyakan hal yang serupa. Sebenarnya mereka berharap aku tuh ngapain, sih? 😅

Gelar sarjana yang aku punya itu bisa jadi bekal untuk ngajar anak-anak di rumah lho. Seperti sekarang ini Josh bisa belajar Mandarin gratis sama mamanya. Mayan, hemat biaya kursus di luar.  

3. "Bosan nggak di rumah terus?"

Karena dari dulu aku memang anak rumahan, aku selalu enjoy dengan apa yang bisa dilakukan di dalam rumah. Tapi yang namanya manusia, pasti lah bosan berada di situasi yang sama terus-menerus, apalagi kalau udah terlalu nyaman, alias kejebak di comfort zone.

Kalau udah bosan, biasanya aku cari aktifitas lain atau baca buku dengan genre yang nggak aku banget. Or just literally go out for a minute or hour. Keluar untuk grocery shopping aja, sih, udah cukup mengembalikan mood buat aku. Paling sesekali ngajak suami makan malam di luar. Belakangan ini, suami juga suka ngambil day off untuk ngajak anak istri jalan-jalan :D

4. "Nggak kepengen coba kerja di luar?" 

Kalau maksud dengan kerja di luar itu adalah kerja kantoran, mungkin nggak ya. Aku memang pengen bisa produktif di luar rumah, bertemu dengan orang-orang baru dan mencoba hal-hal baru. Tapi kalau soal kerja, lebih ingin merintis bisnis sendiri, sih. Hanya sekarang timing-nya belum tepat. Kalau memang udah waktunya, pasti kesempatan itu datang. 

5. "Kamu punya banyak waktu me time dong?" 

Iya dan tidak.

Banyak pandangan yang berubah setelah menjadi seorang ibu. Contohnya, tentang me time ini.

Dulu, kalau ngomongin soal me time aku selalu membayangkan yang enak-enak. Ngopi di kafe berjam-jam, pergi spa atau nyalon, books hunting di toko buku, brunch date sama teman-teman dll. Emangnya setelah jadi ibu nggak bisa melakukan itu semua? Bisa, tapi dibutuhkan efforts

Tahun pertama menjadi ibu, boro-boro mikirin me time. Bisa mandi atau BAB tanpa dipanggil-panggil anak aja udah aku sebut me time. Baca novel bisa selesai 1 bab aja udah kusebut refreshing. Mau lebih bebas, tunggu anak bobo. Tapi biasanya, sih, malah ikutan molor. Ngurus new born itu capekkk banget, jenderal!

Kalau memang ada kesempatan untuk benar-benar me time selama 1-2 jam, sendirian, aku bakal memanfaatkannya sebaik mungkin. Esensi me time itu, kan, untuk mengurangi stress dan restore energy. So, me time is a must for a mom... especially for a mom! Karena dengan melakukan hal-hal yang kita sukai, yang bisa bikin kita lebih hepi dan rileks, akan membawa kita berada di level waras. Kalo mama waras, semua waras. Kalo mama gila? Ngebayanginnya aja udah horor, hahahaha.

***
Orang-orang akan selalu berkomentar nggak peduli apa yang kita kerjakan. Terserah kita, mau menanggapinya dengan serius atau hanya dijadikan angin lalu.

Nggak perlu juga membanding-bandingkan diri dengan ibu lainnya, mengadu siapa yang lebih sempurna. Ada quote seperti ini, "There's no way to be a perfect mother and a million ways to be a good one. (Jill Churchill)".

Semoga kita bisa selalu berusaha untuk jadi yang terbaik buat anak-anak kita, ya.

Stay awesome, mommies!

7 comments:

  1. Totally agree :)
    I am happy and I don't compare myself with other mommy.

    ReplyDelete
  2. aku sungguh salut dan angkat jempol sama ibu2 rumah tangga... waktu lebaran kemaren juga dua minggu sama jayden terus, terlintas di pikiran untuk di rumah aja ngurusin jayden... tapi untuk sekarang, kondisinya belom memungkinkan... jadi sekarang ya dinikmatin dulu aja hehehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pun salut banget sama ibu2 pekerja atau yang masih bisa berkarir sambil ngurus anaknya. Memang setiap ibu itu punya pilihannya masing-masing, ya. Iya bener, enjoy the moment aja (:

      Delete
  3. yess.. tos dulu donk kita..semangat juga ya Jane. iya tuh lumayan bisa ngajarin josh mandarin tanpa perlu les hihi. dan setuju juga, definisi me time setelah jadi ibu berubah 180 derajat ya. sekarang barang 1-2 jam bisa ngelakuin sesuatu yg menyenangkan juga uda bagus yaa.. hehe. semangat jane!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang ya sejak jadi mama itu banyak hal yang baru dan juga berubah. Mau nggak mau harus dinikmati aja tiap momennya, karena nggak akan balik hahaha. Semangat juga Ci Dea! Kiss kiss for Axel :*

      Delete
  4. Cuma mau bilang


    Selamat, Mbaakkk


    Ikut seneng


    Zaman sekarang justru pada banyak yg pengin kerja dr rumah sebenerny y. Cow2 juga xixixi
    Jadi, kita beruntung bgts hahah

    ReplyDelete

Thank you for reading and dropping your comments! All comments are moderated and I will reply each comment daily, so please check back. Nice to chat with you!