Road Trip Bogor-Denpasar: Day 1 (Bogor-Sidoarjo)

Wednesday, January 17, 2024


Day 1 (13 Desember 2023): Bogor-Sidoarjo

Hari keberangkatan kami sebetulnya agak rempong.

Karena suami tetap harus ngurus kerjaan dulu sebelum liburan, mau tak mau akulah orang terakhir yang berangkat dari rumah. Otomatis, aku jugalah yang harus memastikan semua barang sudah terangkut ke dalam mobil. Isi mobil hari itu benar-benar kayak toserba! 

Nggak terhitung berapa kali aku bolak-balik dari teras masuk rumah lagi, begitu terus. Hadeh, padahal udah bikin daftar, tetap aja anxiety-ku suka kumat kalau urusan begini. 

Oh, belum bilang, ya. Hari itu aku ada acara natalan bareng emak-emak sekolah. Kebetulan juga aku harus beli kue di bakery, karena sekalian merayakan dua teman yang berulang tahun. Jadi, ruteku di hari itu: rumah-rumah mertua (titip Krystal)-bakery-sekolah-tempat natalan-balik sekolah lagi.

Baru selesai drop Krystal, aku dapat kabar kalau tempat natalannya pindah lokasi. Agak kaget, sih. Karena sejujurnya aku masih kurang pede nyetir ke lokasi yang dituju. Akhirnya, aku minta nebeng sama teman yang lain aja dari sekolahan. Bilangnya, sih, karena mobilku ribet banyak barang. Padahal nggak ada hubungannya juga XD

Natalan selesai, kami kembali ke sekolah untuk jemput anak-anak. Sebelumnya, aku sempat mampir ke food court untuk beli makan siang di mobil. Kami nggak mau buang waktu lagi untuk makan siang di luar karena road trip tuh every second counts! Menu makannya tentu saja yang gampang dan cepat dilahap bocil, tak lain tak bukannn... nasi goreng! *prok prok prok* Terbukti lhooo, langsung ludes dalam beberapa menit 🤣

Road trip kali ini terasa berbeda walau bukan yang pertama kali. Josh yang sebelumnya pernah "menikmati" road trip di usia 3 tahun kurang sebulan dan sekarang yang udah berusia 7 tahun, tentu saja anaknya yang paling excited dengan perjalanan ini. Bahkan dia bawa peta Indonesianya (bukan yang asli, ya!), ngukur jarak Bogor sampai Banyuwangi itu seberapa jauh. Padahal nggak kelihatan juga itu di petanya, huahaha. Dia bawa tas sendiri yang isinya bukan baju, tapi mainan seabrek! Aku nggak berani komentar karena memang itu kebutuhannya, sih. Kalau dia bosan, setidaknya ada mainannya. Mamak mau santai menikmati perjalanan juga, dong!

Perbedaan kedua adalah kami nggak hanya bawa satu tapi dua anak, satunya balita pulak! Bukannya Krystal merepotkan, tapi memang anaknya tuh lebih kinestetik dari kokonya. Butuh ruang gerak supaya dia nggak rewel. Makanya, aku sempat nunda berkali-kali untuk road trip, karena nggak sanggup meladeni si bungsu. Kali ini, aku lebih percaya diri. Selain anaknya sudah agak lebih besar (paham instruksi), berkat bapake yang kreatif juga yang mengatur jok mobil supaya ada ruang buat Krystal gerak-gerak, biar nggak bosan duduk terus. 

Mohon maap... apa itu car seat? Skipppp! 😂

Dari sekolah Josh, kami mampir dulu ke rest area untuk isi e-money, isi bensin, dan beli kopi. Setelah itu, langsung meluncuuuuur ke Sidoarjo! 

Kami berangkat sekitar pukul 11.30. Kondisi perjalanan biasa aja, nggak terlalu padat. Cuaca hari itu cerah nan terik. Anak-anak masih semangat banget, ketawa-ketiwi, yang satu ngitungin mobil di luar, yang satu bantu bapake lihatin jalan, mamake tentu saja sibuk dokumentasi. Beberapa jam kemudian, anak-anak pun bobok, zzzz. 

Noh, udah manjat-manjat, kan.

Menikmati bekal perjalanan dan masih pakai seragam sekolah 🤣

Peta Indonesia yang dimaksud...

Ngemil duluuu~

Sekitar pukul 16.00, kami keluar Pekalongan untuk isi bensin sebentar. Pas keluar tol, terheran-heran kenapa banyak mobil berhenti di jalan, serta banyak mobil polisi! Kuperhatikan satu per satu, eh ada mobil dengan plat RI, yang ternyata mobil Menteri Pertanian. 

Karena kepo dengan keramaian ini, suamik pun nanya ke petugas SPBU saat isi bensin. 

"Oh, itu ada Jokowi, Mas. Lagi ada di kantor kecamatan, mau nanam padi," bacanya pakai logat Jawa, ya! 😁

Owalaaaaah. Di Bogor sering ketemu mobil RI 1, sampai Pekalongan pun "ketemu" juga. Ya, nggak ketemu juga, sih... cuma norak aja, kan, ada presiden, hahahaha. 

Nggak sempat salim sama Bapak Presiden, perjalanan pun dilanjutkan. Karena tiba di Sidoarjo pasti di malam hari, kami memutuskan untuk makan malam di rest area saja. Suamik nanya rest area yang terkenal bagus arah Semarang-Solo itu ada di KM berapa. Aku pun lupa. Mana yang bagus itu ada beberapa. Nanya-nanya Mbah Gugel, nggak pakai lama langsung ketemu jawabannya, Rest Area KM 429A!

Kami tiba pas di waktu maghrib, jadi rest area cukup ramai karena banyak yang mampir untuk sholat dan tentunya sekalian makan malam. Cuaca mendung banget dan benar aja nggak berapa lama turun hujan cukup deras selama beberapa menit. Kami makan malam di Solaria aja, yang lagi-lagi menunya paling "aman" untuk anak-anak. Kalau udah di Solaria, kayak wajib makannya nasi gorengnya nggak, sih? Hihi. Josh makan mie, suamik makan kwetiau kuah. Katanya, sih, enak. Mungkin kelaperan kali, yaaa. 

Masjid ini kalau dilihat dari atas bentuknya unik dan cantik.

Nasgor never fails!

Sembari nunggu makanan datang, aku melakukan reservasi hotel di Sidoarjo melalui aplikasi Traveloka. Kami pilih hotel yang paling dekat dengan tol saja supaya praktis. Pilihan pun jatuh kepada Hotel The Sun Sidoarjo

Selesai isi perut, kami pun tancap gas kembali untuk ke kota tujuan pertama. Targetnya, sampai sebelum pukul 22.00. Dan benar aja, kami tiba di hotel pukul 21.30. Krystal tertidur pulas dalam perjalanan sampai hotel. Begitu turun mobil, anaknya melek. Aku sempat deg-degan kalau susah bobo lagi. Syukurlah nggak berapa lama setelah mandi dan main-main bentar, anaknya pun terlelap lagi, begitu pun kami bertiga. 

Total perjalanan kami dari Bogor (start dari rest area pertama untuk isi bensin) sampai Sidoarjo adalah 9 jam.

Hari pertama pun selesai! 

Review The Sun Hotel Sidoarjo 

Hotel bintang tiga ini sekilas dilihat di Traveloka nggak masalah. Hotelnya biasa banget, memang hotel lama, sih. Kami dapat di harga Rp396.000 untuk deluxe room, tanpa sarapan.

Anehnya, begitu selesai reservasi, aku baru melihat review hotel melalui Google. Hasilnya... alamakjang. Rata-rata bintang 2-3, paling bagus kayaknya cuma 4. Mana isi review-nya kebanyakan sama, kalau nggak bau rokok dan AC yang nggak dingin. Bahkan ada yang bilang sempat "diganggu", tapi itu justru bukan yang menyita perhatianku. 

Hotel dengan AC bermasalah sungguh sangat membuat mood drop seketika. Pikiran ini langsung berkecamuk, mulai overthinking. Maklum, anaknya kemakan review banget, huhu. Seperti biasa, suamik hanya bisa menenangkan, walau mungkin doi ketar-ketir juga, sih, soalnya dia yang merekomendasikan hotel ini.

Memikirkan kami hanya numpang tidur semalam aja, rasanya nggak perlu musingin hotelnya begimana-begimana. Berdoa saja AC kamar nanti HARUS dingin, amin! 

Begitu masuk lobi hotel... mak, panas, sih. Ini AC-nya kagak nyala apa begimane? Belum-belum aku udah resah, hahahaha. Lobinya aja panas begini. Sampai bertanya-tanya dalam hati, apakah petugas resepsionisnya tidak kepanasan memakai blazer tebal begitu? Apakah ini hanya sugestiku saja?!

Kondisi hotel juga sedang dalam renovasi. Area lobi pun nggak begitu luas, cenderung sempit karena ada area yang ditutup. 

Setelah  mendapatkan kunci kamar, kami buru-buru menuju kamar. Nggak sabar ingin mandi karena lepek banget! 

Kesan pertama saat masuk kamar, waw luas juga, ya! Kami request ranjang berukuran queen, yang mana pas banget untuk kami berempat. Kamar mandinya pun ada bath tub. Yaa, memang terlihat hotel lama, sih. Mulai dari wallpaper yang udah agak terkelupas, tembok yang kotor. Namun, selama sprei dan sarung bantal bersih, aku nggak masalah.

Di saat lagi mengagumi tipis-tipis tentang kamar, tiba-tiba keinget harus nyalain AC. Aku langsung mengatur suhu paling rendah, nggak lupa setting turbo. Baru nyala lima menit, aku udah ngoceh. "Ini kok nggak dingin-dingin, sih?" Suamik nyahut, "Sabaaaar, baru juga lima menit. Ini kamarnya gede, lho." Oh, ya. Yaudalah, yukslah kita mandi dulu. 

Dannn... begitu keluar dari kamar mandi, aku pun disambut dengan hembusan angin semriwing AC yang sejuk. Puji Tuhan, malam ini bisa tidur nyenyak, hauhahaha. 

Not bad, kan? Kami nurunin bantal sendiri biar bobonya lebih nyaman.

Sarapan "mewah" 🙈

Makan mie instan di hotel itu terasa berbezaaa ya, Ko 😁

Awalnya, aku nggak niat untuk review hotel ini, jadi fotonya pun nggak banyak. Karena kelelahan juga, nggak ada niat untuk foto-foto, maunya bobo ajah. Buat yang ingin lihat keseluruhan kamar, bisa cek aplikasi di mana kalian melakukan reservasi. Ngggak jauh berbeda, kok.

Semoga selesai renovasi, hotelnya bisa makin nyaman, ya. Dari segi lokasi, ini cukup strategis. Pemandangan jendela kamar kami aja gedung mall. Yap, The Sun Hotel Sidoarjo ini tetanggaan dengan Suncity Mall. Lumayan banget, kan, kalau nginap lebih dari semalam, butuh sesuatu atau malas cari makan keluar, tinggal ke sebelah aja, deh!

Some tips for packing and while on the road
  • Sediakan camilan yang banyak saat perjalanan. Percayalah, di mobil itu gampang ngantuk. Untuk mengurangi rasa kantuk, ngunyah camilan adalah kunci. Aku prepare some chips dan kacang. Snack anak-anak seperti cookies, susu, roti juga kusediakan semua. As I said before, mobil kami tuh kayak toserba 😂
  • Karena kami transit di beberapa kota, packing baju di tempat terpisah supaya nggak repot keluar-masuk koper gede setiap check in hotel. 
Sampai ketemu di cerita selanjutnya, dari Sidoarjo sampai Banyuwangi! ✨

10 comments:

  1. Baru perjalanan hari pertama tapi lumayan berkesan yaaa krena persiapannya cukup rempong + first time roadtrip sama 2 anak 😆
    Mayan degdegan bgt kakk pas baca bagian review hotel. Untungnya tetep nyaman yaaaa 😅

    Ditinggu lanjutan ceritanya kak 🥰

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haii, Mba Nadya!

      Hahaha aslikk, perkara hotel ini sempet bikin aku khawatir. Soalnya aku gampang bete kalau AC nggak dingin, syukurlah ternyata AC di kamar kami malam itu dingin sempurna 😆

      Delete
  2. Ci Jaaane aku tadi mau komen: "Nanti jarak Bogor-Banyuwangi diitung pake penggaris ya Josh, habis gitu minta ajarin mama ngitung pake skala." Taunya petanya gak ada skalanya. xD

    Btw ituuu Princess udah mau manjat-manjat pintuuu ya ampun gemesss. >.< Enerjik sekali anaknya. <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. LAAH IYA BISA PAKE SKALA. Ah, itu sih biar nanti aja belajar di sekolahan sama bu guru ya, Josh 🤣

      Sungguh, si inces ini enerjik sekali meski di dalam mobil. Kalau road trip pake kendaraan pribadi masih aman, kalau naik pesawat itu aku belum berani euy, wkwkwk

      Delete
  3. Aku juga ga ngenalin car seat ke anak2ku Jane 😂. Fylly sempet sih, tapi pas mulai road trip bye ajalah itu 😅. Lgs aku ksh ke adekku pun. Untung skr udh pada gede, jadi memang ga pusing lagi kesana.

    Hotel kalo AC ga dingin serius bikin emosi memang. Yg ini untungnya oke lah yaa. Makanya aku ga pernah skip baca testimoni, dan ada 1 ajaaa yg bilang AC ga dingin, biasa lgs byeeeee 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu road trip pertama, Josh masih pake car seat. Sesekali dia keluar dari car seat-nya biar nggak pegal, tapi tiap bobo pasti di car seat. Adeknya mah kenal car seat cuma sebentar banget abis itu byeee, nggak betah 😂

      Review di aplikasi tuh oke, Mbaa. Beda banget sama review di Google, makanya aku syokkk. Untunglah AC malam itu bekerja dengan baik dan bisa bobo nyenyak, huahahaha.

      Delete
  4. Oot dulu pas liat dashboardnya kayaknya ini Brio, tapi pas liat tengahnya ada blower AC-nya, mungkin ini BRV ... kalau ternyata salah dimaklumin ya Ci 😄

    Btw, itu suami nyetir full ya? Mantapp ya... keren , tapi pasti lumayan pegel itu punggungnya 😁

    Untung hotelnya nggak ngecewain ya, AC-nya nggak kayak di review-review yang pada bilang nggak dingin.

    Saya juga pengen bisa road trip sama keluarga gini, tapi ya itu masih mikir-mikir sama nyetirnya yang pasti melelahkan juga suka ga apal jalan walaupun ada google maps, suka gampang panik 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, Mas Edot jago lho nebaknya, benerrrr mobil kami BRV 😆

      Iya suami nyetir full, memang hobi nyetir makanya senang banget ngajakin road trip begini. Pegel pasti, sih. Makanya dihajar makan enak terus selama liburan dan tidur cukup, hahaha.

      Hayukk road trip bareng keluarga, Mas. Seru banget pastii. Kalau takut capek, gapapa banyakin berhenti aja supaya bisa istirahat. Ini kami agak kelampau semangat aja road trip-nya sat set, hahahaha. Nggak usah takut nyasar karena Google maps selalu bisa diandalkan!

      Delete
  5. aku langsung googling hotel the sun, soalnya rada-rada lupa inget, duluuu banget pernah nginep di hotel di daerah Sidoarjo pas acara kantor, dan seingetku ada kata-kata "sun", ternyata bukan hotel ini yang aku inapi

    kalau dilihat dari tampilan luar hotel, terlihat guede mewah gitu ya, tapi ternyata ehmmm, kalau udah booking mau dicancel juga sayang.
    Bogor Sidoarjo 9 jam menurutku cepet, mungkin karena sekarang sudah ada jalan tol. Dulu waktu aku SD roadtrip sampe jakarta bogor bisa berhari-hari soalnya banyak mampirnya :D

    ReplyDelete
  6. Aku seumur-umur belum pernah ketemu mobil RI 1 di Jakarta, Ci 🤣. Nampaknya Pak Presiden lebih sering main di Bogor ya wkwk. Ci Jane termasuk hoki juga karena sampai Pekalonganpun masih bisa ketemu, meski mobilnya ajaa, tapi ini sesuatu yang sangat langkaaa 🤣

    Makan di Solaria tentu saja harus pesan nasi gorengnya!! WKWK. Sangking cintanya dengan nasi goreng Solaria, tiap lihat menu langsung mata menuju kolom nasi goreng 🤣. Kayaknya nasi goreng di sana nggak ada yang nggak enak, Ci 😭

    Setuju sama Josh! Makan mie di kamar hotel itu rasanya bezaaaaa sekali 🤣. Entah kenapa rasanya beberapa kali lipat lebih enak huahahaha

    ReplyDelete