Road Trip Bogor-Denpasar: Day 3 (Banyuwangi-Denpasar)

Saturday, February 3, 2024


Day 3 (15 Desember 2023): Banyuwangi-Denpasar

Hari yang dinantikan akhirnya tiba!

Sembari sarapan di hotel, aku dan suamik sibuk menyusun skenario apa yang akan disampaikan ke keluarga saat kami tiba di Bali nanti. Kami nggak ngomong sepatah kata apa pun, sengaja biar kejutannya maksimal. Biar aja sampai di Bali baru dipikirin gimana ngagetinnya, huahaha.

Josh pun baru kami beri tahu akan nyebrang ke Bali saat tiba di Banyuwangi. Doi senang bukan main! Takutnya kalau dikasih tahu jauh-jauh hari, bocor ke orang tuaku, karena mereka sering vidcall

Meski hati berat harus berpisah dengan Villa So Long secepat ini, tapi langsung hepi seketika karena destinasi selanjutnya bukan hanya ke Bali, tapi pulang ke rumah! 


Jarak dari Villa So Long ke Pelabuhan Ketapang nggak jauh, dekat banget malah, hanya butuh 10 menit kami sudah tiba di pelabuhan. Kami beli tiket pukul 11.30, pukul 11 sudah masuk ke dalam kapal ferry. 

Siang itu cukup ramai. Ada beberapa kendaraan pribadi, juga truk-truk besar yang masuk ke dalam kapal yang sama. 

Tadinya kami hampir nggak turun mobil karena Krystal ketiduran. Namun, rasanya mati gaya juga, sih, diam di dalam mobil, gelap-gelapan karena diapit kendaraan lainnya di luar selama 45 menit. Josh pun pengen banget lihat pemandangan laut dari atas kapal. Yowis lah. Bapake pun gendong inces yang pules dan duduk di area dalam kapal sambil ngurus kerjaan (office hour tetep jalan). sementara aku menemani Josh melihat-lihat di luar. Tentunya, aku sambil berdoa semoga nggak masuk angin... karena anginnya lagi kenceng banget!


Perjalanan hampir nggak terasa, tahu-tahu kami sudah sampai di Gilimanuk! Mungkin benar, ya. Waktu akan terasa cepat kalau sedang berangkat liburan, hihi. Rasanya surreal juga bisa kembali ke Bali via road trip ini. 

Hal pertama yang ingin kami lakukan sebelum ke rumah, tentunya makan siang dulu. Lagi-lagi susah banget nyari tempat makan proper sepanjang jalan Gilimanuk. Fast food terdekat ada di Tabanan dan masih harus menempuh jarak kurang lebih 100 km (3 jam perjalanan). Perut udah meronta-ronta Mana anak-anak juga lapar. Sebetulnya, kiri-kanan jalan tuh banyaaaak warung bigul bertebaran. Cuma agak was-was juga, yak, dengan higienitasnya, hahaha. 

Nggak berapa lama setelah nyari bantuan dari Gmaps, kami nemu satu restoran yang kayaknya cukup oke. Saat tiba, laaaaah restonya ruameeeee puol sama bus-bus wisata anak sekolahan! Mager banget lihat keramaiannya, akhirnya kami berhenti di Alfamart yang tetanggaan dengan si resto. Kebetulan Alfamart ini cukup besar dan menyediakan makanan siap saji seperti nasi dengan lauk, fried chicken, dan lainnya.

Jujur, aku jaraaaang banget jajan di Alfa. Aku, kan, ya anak Indomaret banget nih. Ekspektasiku pun nggak tinggi, apalagi saat masuk ke dalam dan melihat etalase makanannya... maap banget, kurang "mengundang", huhu. Namanya fried chicken harusnya terlihat krispi, yaa, ini mah nggak sama sekali. Jumlah yang dipajang pun hanya dua biji, yang kemudian dua-duanya aku bungkus juga untuk Josh, daripada nggak ada makanan. Puji Tuhan, masuk perut juga, sih. Lapar banget soalnya. Maaf, ya, Josh. Nanti malam kita balas dendam dengan makan enak, ya!

Sementara, aku dan suami makan nasi rendang. Ini tuh tinggal dipanasin di microwave aja, terus tinggal makan, deh. Rasanya, yaaaa... mayan, lah. Mirip makanan yang disajikan di dalam pesawat, bedanya lebih berasa aja bumbunya, hahaha. Tapi buatku ini lumayan pedas, jadi nggak berani menghabiskan semua mengingat perjalanan masih agak panjang. Sisanya, tentu saja masuk perut paksu.

Not bad, mayan lah buat ngisi perut. 
Tebak satu porsi begini kira-kira berapa harganya? :P

Perut kenyang, tancap gassss menuju Denpasar!

Selama perjalanan, lagi-lagi aku mencocokkan skenario surprise dengan suamik. Awalnya, aku mau langsung tiba di rumah aja, tapi suami bilang tanya dulu ada orang apa nggak di rumah. Jangan udah sampai, zonk pulak. Iya juga, sih. 

Maka demikian, aku bohong-bohong tipis ke papaku dengan alasan mau kirim hampers Natal ke rumah, wkwkwk. Klasik banget, yaaa. Cara paling mudah zaman sekarang nggak, sih, untuk memastikan ada orang apa nggak di rumah. 

Not our luck, kami dapat kabar mereka mau keluar rumah untuk dinner di pukul 18.00. Sementara, posisi kami saat itu terjebak macet bahkan belum sampai Tabanan kota. Perhitungan waktu pasti mepet kalau sebelum jam tersebut sampai di rumah. Padahal hari itu hari biasa, entah mengapa bisa macet. Suamik yang biasa jarang komplen, bisa-bisanya ngoceh kenapa jalanan bisa semacet itu. Soalnya titik macet yang kami jumpai nggak cuma satu, tapi ada beberapa. 

Plan B, kalau sampai nggak keburu kasih kejutan di rumah, yaudah kami samperin aja sekalian ke tempat tujuan mereka. Aku pun mencari tahu mau makan ke mana, tapi hasilnya nol. Nanya papa, katanya belum tahu. Nanya mama, chat di-read doang (turned out, mamake lagi sibuk kerjaan katanya), nanya adik, "I dunno, somewhere maybe." YA SOMEWHERE-NYA DI MANA? Big sis mendadak esmosi, mana kondisi masih macet, wkwkwk. Demi mendapatkan jawaban pasti, akhirnya aku nekad melakukan vidcall. Saat itu, waktu sudah menunjukkan hampir pukul 18.00. Begitu vidcall dijawab... lah? Masih pada baringan di ranjang? Masih pake baju rumah??

Perbincangan vidcall

Me: Lho, belom berangkat? Katanya mau keluar?
Papa: Iya nih, nggak tahu nunggu kabar aja. (menyipitkan mata) Kalian lagi di mobil? Lagi pergi?
Me: Iya, nih. Mau pergi ke mall. (halah 🤣)
Papa: Mana cucu? (biasa... cucu yang utama)
Me: (berusaha memposisikan hape supaya nggak nyorot jalanan di luar mobil LOL) Nih, ada Krystal. 
Papa: Mana Josh?
Me: Ketiduran di depan. (padahal anaknya nahan ketawa di jok depan 🤣) Eh, nggak ke sini aja (nyebutin sebuah tempat)? 
Papa: Nggak tahu, dah. Terserah yang punya acara.
Me: Emang dalam rangka apa? 
Papa: Adikmu kan ultah, mau traktir makan. 
Me: Ohh, oke. Yaudah deh pa, ini udah mau sampai. Nanti ngobrol lagi. Byeee.

Sip, lah. Situasi terbilang aman, prosesi kejutan bisa tetap dilangsungkan di rumah. Setelah berhasil melewati titik macet, suamik tancap gas lebih kencang supaya cepat sampai. 

Begitu mobil kami masuk ke dalam gang rumah, hatiku jujur mau pecah saking senang, deg-degan, dan excited luar biasa. Aku sigap mengeluarkan hape untuk merekam momen yang sebentar lagi akan menjadi unforgettable memory, sementara suami turun mobil bersiap untuk cosplay abang paket. Doi gedor-gedor pagar rumah sambil teriak dengan nada serendah mungkin, "PAKETTT~". Nggak butuh waktu lama, terdengar seseorang keluar rumah sambil mengenakan sandal untuk membukakan pintu.

Kalau kalian sudah nonton di IG story, baik aku maupun Josh sama-sama nggak bisa mengendalikan suara tawa kami. Apalagi saat adikku membuka pintu dan melihat kami semua, ekspresinya sulit dijelaskan antara terkejut, senang, atau mungkin bertanya-tanya dalam hati: "orang-orang ini siapa, ya? kek kenal" 🤣

Setelah kaget-kagetan, peluk-pelukkan, dan sahut-sahutan "hahhhh kok bisa di sini, sih? hahh kalian gila, ya?? (diprotes mamake gila karena kami datang tiba-tiba dengan mobil dan cuma stay dua malam di Bali XD), keputusan soal mau makan di mana pun baru disahkan ketika kami sampai di rumah. Mamaku ngeledek adikku, "Kita batal makan di luar beberapa kali, ternyata harus nunggu da jie (big sis) baru jadi, nih." Nah, setuju! Berangkatlah kami ke restoran malam itu, Lao Ta cabang Jimbaran. 

Bertahun-tahun bolak-balik Bali, aku hampir nggak pernah makan di Lao Ta, kecuali nyamperin teman. Malam itu rasanya pilihan tepat untuk makan di sana. Saat tiba di restoran, suasannya cukup ramai, kami juga sempat menunggu beberapa menit karena waiting list. Namun, setelah duduk dan memesan, makanan datang dengan cepat. Service-pun gercep, staffnya juga ramah meski restoran ramai. 

Entah karena kelaperan bangetmengingat makanan yang terakhir masuk perut kurang memuaskanatau suasana yang hangat, membuat kami makan super lahap! Kami sampai nambah porsi dimsum sembari menunggu makanan utama keluar. 

Nggak bakat jadi food blogger, karena fotonya di saat makanan udah disentuh tangan-tangan gragas yang kelaparan 🤣 Anyway, kalau makan di Lao Ta pesan dimsum siomaynya, ya! Buset dah, enak beneeeer.

Malam itu ditutup dengan perut kenyang dan hati gembira. Thank God, balas dendam untuk makan enak di malam hari, tercapai sudah, hihi. And of course, surprise succeeded! 

Blog post berikutnya, tentang makan-makan di Bali, ya! 

5 comments:

  1. AAA blogpost yang ditunggu-tunggu rilis juga!! ㄟ(≧◇≦)ㄏ aku mau coba tebak harga nasi rendangnya! 20ribu bukan, Ci? Hahaha. Jaman sekarang di minimart juga jual makanan cepat saji macam ini lumayan banget sih bisa jadi penyelamat di perjalanan, meski rasanya yaaa... yang penting kenyang ya, Ci 🤣.

    Kebayang deg-deg-annya sepanjang jalan pas dengar keluarga di Bali mau dinner di luar ditambah jalanan super macet pulaa! Pasti campur aduk banget perasaannya saat itu 😂. Emang yaa kadang kalau lagi buru-buru dikejar waktu tuh adaaaa aja penghalangnya 😂. Untung Cici tiba tepat waktu dan surpisenya berhasil!! Iih aku ikut senang deh dengarnyaa 🥺. Pas nonton IGS Cici itu aku sambil ikutan senyum-senyum sendiri karena aku suka lihat ekspresi orang dikasih suprise 🤣. Ditunggu cerita perjalanan Cici lainnya 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lii, nasi rendangnya lebih mahal lagi dari tebakanmu 🥲🥲🥲 Jujur bingung kemahalan apa gimana, yang penting kenyang dulu deh, huahahaha.

      Nah iya kan! Biasa tuh kalau nguber waktu, ada ajaaa deh dramanya. Tapi kalau kata orang mah, itu yang nambahin bumbu biar makin seru, yaa 😝

      Maacih sekali, Lii, udah ngikutin di IGS. Sungguh sebuah tantangan untuk nahan diri nggak upload apa pun selama perjalanan demi surprise berhasil 🤣

      Delete
  2. Sukaaaaaa baca kejutannya Jane 😍😍😍. Itu tuh vibe nya sampe berasa bangettt di pembaca 😄.

    Udah kebayang serunya keluarga yg kaget pas kalian datang 🤣.kalo aja JKT Medan Deket, mau juga sih aku ngejutin keluargaku gitu 😂.

    Laota ini tempat fav twmen2 kantor dulu. Tiap outing kami selalu ke Bali seringnya. Dan sampe Bali, biasanya mereka pada ke lantai. Aku Krn sering dpt flight trakhir Krn hrs tutup cabang, udh capek duluan kali makan di sana 🤣. Mndingan langsung hotel.

    Tapi memang katanya enaaak semua bubur dan dimsum.

    Ntr cobain deh.. eh JKT ada ga sih ?

    Aku malah jarang jajan makanan berat gitu di Alfa ataupun indomrt.

    Krn memang liat makanannya ga menggugah selera. LBH tertarik Ama Lawson 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nulis cerita kejutannya ternyata agak sulit, tapi syukurlahhh kalau vibe-nya nyampe di teman-teman dan Mba Fanny 😆 Eh, bisa aja, sih, Mbaa mau kejutan ke Medan langsung. Aku awalnya juga pesimis karena Bogor-Bali jauh banget, wkwkwk.

      Aku kurang tahu Lao Ta ada apa nggak di Jakarta, tapi waktu jemput papaku di terminal 3 CGK, ada Lao Ta express masaa. Siapa tahu memang ada ya, cuma nggak tahu enaknya sama apa nggak kalau buka cabang di luar pulau gini 😂

      Aduh, Lawson! Ini di WAG emak2 sekolahan Josh dulu sempat heboh karena katanya jajanannya enak-enak. Odeng sama tteokpokki-nya layak coba katanya, aku sampai sekarang belom coba padahal dekat sekolah Josh adaa 🤣

      Delete
  3. aku liat di story, aslik aku ikutan girang ketawa ketawa gitu, ngasih surprise ke keluarga dan bikin "shock", tapi kejutan kayak gini ini yang seru juga
    plus juga ga sering-sering banget kan :D

    kalau dipikir-pikir, kalau kita udah di Banyuwangi, terus ga nyebrang memang rasanya tanggung, apalagi kalau kita punya keluarga atau rumah di sana.

    menu makanan di Alfa kayaknya sekitaran 20-30an sih, di Indomaret aja cukup mihil juga soalnya

    ReplyDelete