Books I Read in October 2023

Saturday, November 18, 2023


Setelah berkoar-koar di IG story kalau bulan Oktober berhasil menyelesaikan lima buku, kurang afdol dong, ya, kalau nggak ditulis sekalian di blog, hihi. 

Seperti biasa, review buku di blog ini sangat subjektif. Buat pembaca lain mungkin oke, tapi ternyata kurang cocok di aku, begitu pun sebaliknya. Namun, untuk lima buku hari ini kebetulan semuanya sangat memuaskan! Lucunya, saat aku baca beberapa buku di bawah ini, beberapa orang di linimasa juga membaca buku yang sama. Serasa punya teman baca bareng :D 

Yukslah, buku apa aja, sih?

1. Yellowface by R.F. Kuang


"Pada malam aku menyaksikan Athena Liu tewas, kami sedang merayakan perjanjian pembuatan film TV-nya dengan Netflix."

Kalimat pertama di bab pertama aja sudah menarik banget! Dan tenang aja, ini bukan spoiler kok. 

Yellowface bercerita tentang dua orang penulis, Athena dan June. Athena yang keturunan Asia, karir menulisnya jauh lebih sukses dibandingkan June yang seorang kulit putih. Bertahun-tahun June merasa kalah saing dengan rekan penulisnya itu, dia merasa nggak akan pernah ada yang menyukai karyanya. Sampai suatu hari, ada kesempatan terbuka baginya untuk melejitkan namanya sebagai penulis best seller, walau dengan cara yang tidak bisa dibenarkan. 

Menyelesaikan Yellowface ini nggak butuh waktu lama. Plotnya menarik dan segar, membaca dari satu halaman ke halamannya lain pun nggak terasa. Meski di pertengahan mulai bosan dan keki banget sama June, "Duh, lo maunya ape sih, Junnnn...". Namun, justru itu serunya. Nggak ada satu pun karakter yang "likeable" di sini dan itu yang menjadikan novel ini terasa realistis. Apalagi June ini punya banyak konflik batin yang sangat manusiawi. 

Poin menarik lainnyayang juga udah banyak disebut oleh para pembaca di luar sana, Yellowface mengupas sisi gelap penerbit yang mengutamakan cuan, cuan, cuan. Penulis dijadikan alat cetak uang. Kontroversi? Netijen nyinyirin karya? Sikaaaat! Bisa jadi duit! Ih, kirain Indonesia aja yang begitu 😝

Walau ending-nya (bagiku) kurang memuaskan, but still this is a super exciting-enjoyable book! 

2. Perkumpulan Anak Luar Nikah by Grace Tioso



Dari judulnya udah mengundang kontroversi, ya? But no no, bukan novel yang seperti kalian kira.

Siapa yang sangka kalau Perkumpulan Anak Luar Nikah-selanjutnya kusingkat PALN, ya!ini adalah sebuah buku berlatar belakang sejarah. Sejarah masyarakat Tionghoa Indonesia yang keberadaannya pernah tidak diakui sebagai WNI, maka itu mereka diharuskan memiliki SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Indonesia), juga mengungkit sejarah kelam bagi etnis Tionghoa di tahun 1998. 

Martha yang sejak kecil selalu dinasihati mamanya untuk baik-baik sama tetangga, nggak usah cari masalah, nggak usah ikut-ikutan politik, karena dirinya berbeda, karena dirinya Cina. Dia merasa cintanya dengan Indonesia seperti bertepuk sebelah tangan. Sampai suatu ketika, sebuah tragedi mengguncang hidupnya dan mempertanyakan identitasnya sebagai WNI. 

Selesai baca buku ini, emosiku dibuat bergejolak. Begitu memasuki konflik cerita, tiap balik halaman aku kayak harus ambil jeda dulu. Tarik napas, terus lanjut baca lagi. 

PALN ini nggak hanya bercerita tentang Martha, tetapi juga orang-orang yang ada di sekitarnya. Para sahabatnya, suaminya, bahkan orangtuanya. Nggak bisa nggak berempati dengan semua karakter dan cerita masa lalu mereka. 

Kebetulan banget selesai baca buku ini, aku ikutan diskusi buku yang diadakan oleh @kebabreadingclub. Senangnya, Ci Grace sang penulis pun turut ikut serta, jadi ngobrolnya seru banget! Ditambah mendengar banyak cerita pengalaman dari teman-teman lainnya. Hal menarik yang kudapat dari sesi ini, bahwa Ci Grace sempat ragu ada yang mau menerbitkan PALN ini. Karena premisnya SARA, sementara banyak syarat penerbit yang tidak memperbolehkan cerita mengandung SARA. Syukurlah Noura sukses menerbitkan PALN dan kita bisa menikmati karya emas ini. Setuju dengan @imgriss, PALN kayaknya underrated, belum banyak yang bahas. Buat kalian yang belum baca, yuk ramaikan! 

3. Teka-Teki Rumah Aneh - Uketsu


Percaya nggak kalau aku baca novel ini dalam sekali rebahan??

Novelnya sendiri emang nggak tebal, cuma 220 halaman dan fast-paced! Berbeda dari novel biasanya, Teka Teki Rumah Aneh ini bercerita dengan dialog antar tokoh. Font-nya juga besar dan dilengkapi ilustrasi denah rumah benaran. Cucok banget, lah.

Plotnya tuh simpel, dimulai dari percakapan random dua bapak-bapak soal denah rumah yang aneh. Si bapak yang satu (tokoh utama yang tidak diberi tahu namanya) adalah seorang penulis spesialis hal-hal ghoib. Si bapak yang satu adalah arsitek dan pencinta misteri. Dari awalnya ngomongin denah rumah yang nggak biasa, eh si bapak arsitek malah berimajinasi bisa aja rumah ini adalah rumah pembunuhan. Dari imajinasi liar, mereka malah mulai menemukan keanehan lainnya dan akhirnya menjadi kenyataan. Serem nggak, tuh?? 

So, yes, novel ini adalah novel thriller misteri, salah satu genre favorit aku karena nagih! Kalian bakal dibuat ternganga saat tiba di akhir cerita. Literally, jaw-dropping! Sebuah bacaan yang sukses jadi "pemantik" buat aku yang udah berbulan-bulan nggak baca buku ✌🏻

4. If I Had Your Face (Wajahku Bukanlah Takdirku) - Frances Cha


Sejujurnya, aku bingung nge-review novel ini. Bukan karena nggak bagus, hanya nggak meninggalkan kesan yang dalam seperti empat buku lainnya. Aku baca ini bertepatan setelah selesai Teka-Teki Rumah Aneh yang fast-paced. Jadi agak dragging bacanya, hahaha. Maafkan, tapi diselesaikan, kok! 

Novel ini full drama, nggak ada si jahat si baik, setiap bab bercerita tentang empat tokoh yang berbeda. Kisah empat wanita muda tinggal di Seoul yang punya standar kecantikan yang hampir mustahil. Nggak asing, lah, ya, gimana operasi plastik itu sangat normal di negara ginseng. Keempat wanita ini mencoba untuk bertahan hidup dalam society yang menuntut mereka menjadi ini dan itu, harus punya ini dan itu. Hidup dalam stigma masyarakat itu syulit, gengs. Kerja di bar, berarti bukan cewek baik. Lu oplas, berarti lu sedang berusaha mengubah nasib. Terobsesi dengan K-Pop, berarti delusional.

Sadar nggak, kalau belakangan ini baik drakor maupun novel Korsel, mereka sedang mencoba menyampaikan realita yang dialami masyarakatnya. Nggak semua lovey-dovey seperti drakor yang bikin baper, ditatap abang ucup langsung meleleh, padahal budaya patriarki tuh masih melekat banget lho di masyarakat mereka. Punya paras cantik aja nggak menjamin hidup jauh lebih baik. Kalau lagi apes, ya apes aja. 

Aku sempat nanya Lia yang ikutan diskusi buku bareng penulisnya langsung, message apa, sih, yang sebetulnya ingin disampaikan. Penulis ingin menyampaikan sisi ekstrem kehidupan di Korsel masa kini yang terus berusaha agar survived. Pesan itulah yang memang kudapatkan selesai baca (:

5. The Seven Husbands of Evelyn Hugo - Taylor Jenkins Reid


Nahhh, ini dia gongnya penutup bacaan bulan Oktober. Salah satu bacaan favoritnya Jenn Im yang bikin aku maju mundur untuk memulai. Bener kata Lia, kalau aku paksain baca di saat itu, mungkin nggak dapet momentumnya (duileee...). 

Garis besar novel ini memang menceritakan ketujuh suami Evelyn Hugo. Iya, tujuh suami. Terserah kalian mau bilang dia apa. Evelyn Hugo ini adalah bintang Hollywood terkenal di era 50an sampai 80an. Cerita dimulai saat dia sudah tua dan hidup sendirian. Suatu ketika, dia siap membagikan cerita kehidupannya yang penuh skandal, spicy, semuanya diceritakan gamblang, nggak ada yang ditutupi. Mungkin pikirnya, "Gue udah tua, udah siap mati, ini saatnya gue beberin semua yang lo pengen denger." Mungkin, lho, yaaa. 

Bisa dibilang novel ini sebetulnya bukan "gue banget", tapi entah mengapa karakter Evelyn Hugo ini sangat engaging dengan kisah hidupnya. Bahkan begitu selesai baca, aku merasa Evelyn Hugo ini sosok yang nyata. Hebat banget, lah, TJR bisa menulis kisah kayak gini. Aku teringat novel pertama TJR yang kubaca, After I Do, benar-benar berbeda dengan ini. Hampir nggak percaya kalau ini ditulis oleh orang yang sama. 

***
That's all my readings in October! Nulis postingan ini pun sekali duduk, untung masih inget semua karena melekat di hati, haha. Oh ya, kalau ngeh kenapa aku beberapa kali sebut nama Lia, karena dialah yang ngeracyun semua buku di atas. Warbiasak, ya! Semuanya sukses, lho, di aku. Sungkem dulu sama Lia 🀝🏻

Baca buku apalagi, ya, sekarang? Mau lagi dong diracun lagi! :D

11 comments:

  1. Mantap nih mbak, 1 bulan bisa selesai 5 buku.. produktif sekali 😁
    Dari kelima buku yang diulas, saya jadi tertarik sama Teka-Teki Rumah Aneh. Sepertinya bakalan selesai dibaca satu kali duduk kalau liat dari ulasannya, kebetulan saya juga suka baca bovel genre horror sama thriller.
    Habis ini langsung checkout😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, Mas Edo! Iya nih, pas banget cocok sama semua bukunya, seru! :D

      Nah, bener banget. Dijamin sekali duduk beres karena kita bakal dibuat penasaran terus tentang apa yang sebenarnya terjadi sama isi rumahnya. Mudah-mudahan bisa ikut menikmati bukunya ya, Mas 😁

      Delete
  2. bisa-bisanya aku langsung googling Evelyn Hugo, karena mempunyai 7 suami. Awalnya aku kira kisah nyata, ternyata fiksi ya.
    Racun buku buku Lia dan Mbak Jane memang warbiyasak bisa bikin pembaca jadi terinflunce gitu hehehe, minimal kalau aku ke gramedia, ga buta buta banget soal pajangan buku di sana hahaha

    Yellowface ini menarik tema ceritanya, intinya soal persaingan di dunia kerja gitu ya, tapi ini di bidang kepenulisan. Kalau tema kayak gini relate banget sama karyawan macam aku wkwkwkw, dunia politik kerja emang "sejahat" itu menurutku, senggol kanan senggol kiri pokoknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dikira biografi ternyata novel fiksi ya, Mba, hahaha. Setelah baca pasti makin ngerasa karakter Evelyn Hugo ini real, deh. Jago banget penulisnya bikin karakter kayak gini.

      Betul banget, sekarang ke Gramedia kudu bawa rekomendasi buku karena buku-buku di sana buanyaaaak banget! Kebetulan waktu belanja buku-buku di atas, aku sambil DM-an sama Lia, direkomendasiin langsung baca yang mana aja, terbhaique lah Lia πŸ˜†

      Yellowface boleh dibaca, Mba Ainun. Iya betul, tentang persaingan gitu. Pokoknya senggol bacok yang penting duit, hahaha.

      Delete
  3. yeay! akhirnya naik juga tulisannya di blog πŸ™ˆ. btw, aku baru-baru ini selesai baca If I Had Your Face lho, Ci~ suprisingly, aku cukup enjoy bacanya berkat wanti-wanti dari Cici soal bukunya yang slow paced wkwk. Kalau nggak diwanti-wanti, kayaknya aku bisa berhenti di tengah jalan sebab nggak biasa baca yang Character Driven plot gini. Meski nggak ada main plot, aku cukup kehooked bacanya karena banyak hal yang bikin penasaran dari awal πŸ˜‚. Agak greget dengan endingnya, bisa dibilang open ending nggak sih, Ci? Aku pengin endingnya lebih panjang dan lebih jelas si A,B,C,D gimana nasibnya wkwk, tapi sebenernya ditutup di situ juga nggak apa sih, pas juga *lah, gimana sih si Lia ini 🀣*. Kalau ditanya soal karakter/cerita favorit dari buku ini, Cici paling suka yang mana?

    Bulan ini aku belum nemu novel yang bagus banget nihhh πŸ˜‚. Nanti antara bulan ini atau bulan depan bakal ada 2 buku seru yang rilis! Bukunya Keigo Higashino dan Akiyoshi Rikako. Oiya, kalau Cici mau baca mystery lagi, baca Holy Mother - Akiyoshi Rikako aja! Cici udah pernah coba bacaa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nihhh, sang penebar racyun bukunya hadir! Kangennn ngobrol, Liii! XD

      Wah, syukurlah selesai juga dengan lancar, yaaa. Konflik personalnya cukup seru ya, Lii. Aku ngerasa benang merah dari persoalan mereka tuh di patriarki nggak, sih? Rata-rata punya background masa kecil yang serupa. huhu. Soal ending, menurutku malah udah pas dan sangat hangat. Akhirnya mereka "ketemu" semua πŸ˜‚

      Holy Mother tuh kayaknya kamu pernah bahas di story bukan, sih, Lii? Itu menakutkan nggak misterinya? wkwkwk coba ah aku ulik-ulik, nabung untuk bacaan liburan XD maacih, Lii! <3

      Delete
    2. Kangen ngobrol dengan Ci Jane juga huhuhu. Aku udah hampir 2 minggu detox IG nih, Ci πŸ˜‚ lebih tepatnya karena joy main IGnya sedang hilang. Semoga bisa segera kembali πŸ˜‚

      Dari Woona dan Kyuri kayaknya iya ada berbau patriarki, kalau Miho sama Ara kayaknya beda atau mungkin aku yang nggak ngeh 🀣. Background story mereka semuanya seru sih!! Wkwk iya sih, pada akhirnya mereka ketemu semua ya, aku kira hanya akan papasan aja sampai akhir 🀣. Endingnya hangat banget betul! cuma aku ngarepnya ada kejelasan Kyuri dapat kerjaannya kah sama Miho berhasil kah balas dendamnya 🀣 *banyak mau

      Nggak serem!! itu soal ibu yang mencari pembunuh gitu, Ciii. Plot twistnya sih yang bikin orang-orang shock 🀣. Sama-sama, Ci! Semoga cocok~

      Delete
  4. Waw, keren banget mbak Jane bisa baca 5 bukuuu 😲 honestly aku lg stuck bgt baca buku hehe. Kyknya terakhir aku baca Keajaiban Toko Kelontong deh. Udh baca blm mbak? Itu baguuuss banyak pesan moralnya gtuu.

    Anw, 'Teka Teki Rumah Aneh' itu udh masuk di list akuuu tp masih blm beranjaaak juga haha. Suka nih aku kalo cerita thriller mistery gini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Dea kalau lagi stuck langsung baca Teka Teki Rumah Aneh, deh. Pasti abis itu semangat membacanya membara kayak aku 🀣 Aku belum pernah baca Keajaiban Toko Kelontong, udah banyak review-nya tapi belum kesentuh sama aku, kayaknya belum tertarik πŸ™ˆ

      Delete
  5. Pantesan buku diatas rasanya familiar semua, ternyata rekomendasi dari Liaaa toh. Gak heran sih wkwkkwwk πŸ‘

    Paling kepo sama Yellowface krn emang udah ada rencana mau beli bukunya dalam waktu dekat. If I had ur face juga terlihat menarik. Tema patriarki dalam sastra korea kayaknya lagi menjamur bgt ya KakπŸ‘€.

    Btw udah baca Lies hidden in my backyard kah? Kayaknya udah ya? Itu juga sarat patriarki

    Btw lagi udah lama banget aku gak mampir kesini, Halo Kak Janeeee πŸ‘‹πŸ˜ƒ

    ReplyDelete
  6. Duuuuuh semuanya KK menarik Jane. Tapi aku ga bakal baca yg ttg perkumpulan anak luar nikah πŸ˜”. Duluuu pernah baca buku dengan tema masyarakat Tionghoa. Apalagi ttg peristiwa 98 pula. Yg ada nangis bacanya. Sejak itu ga mau baca lagi, terlaku dark banget, nyeseek bangeet 😭

    Teka teki rumah aneh juga kayaknya seru yaaa. Ga kebayang aja dari imaginasi malah nyata πŸ˜…

    Masalahnya THN 2023 ini aku memang ga buat target membaca. Baca masih, tapi ga ditargetin. Alhasil 1 buku aja bisa 1 bulan hahahahah. Tiap hari bacanya cuma per bab 😁.memang mau fokus ke blog sih.

    Moga2 THN depan bisa mulai rutin lagi

    ReplyDelete