Melawan Penyakit Eksim (Dermatitis Atopik): Apa aja yang dilakukan untuk perawatan kulit eksim

Wednesday, July 15, 2020

picture credit: pinterest

Setelah dua tahun lamanya, I'm backkk with my eczema story update! 

Biar lebih jelas, aku coba ngulang, ya, tentang apa itu eczema atau eksim. 

Eczema atau dikenal juga dengan nama medisnya, dermatitis atopik adalah suatu kondisi kulit yang sangat kering dan teriritasi, sering timbulnya radang yang ditandai ruam dan gatal-gatal. Kondisi ini seringnya dialami oleh anak-anak dan akan terus kambuh-kambuhan hingga dewasa. 

Dalam kasusku sendiri, aku baru mengalami eksim sekitar dua tahun yang lalu. Eksim yang kualami adalah bawaan genetik dari orangtua (mama). Kedua adikku sudah battling with eczema since they're young. 

Btw, sebelum lebih lanjut aku ingin memperingatkan, akan ada beberapa foto kondisi kulitku yang mungkin aja menganggu pandangan kalian. 

Eksim itu awalnya kering, lama-lama menimbulkan rasa gatal yang kadang-kadang ruar biasak sampai ingin digaruk terus. Kalau udah digaruk, yaudah deh. Tinggal tunggu berdarah, kemudian menyisakan luka seperti sayatan yang perihnya aduhaiii... )': 

Sejak mengalami eksim, aku nggak pernah ke dokter untuk memeriksa keadaan kulitku. Alasannya murni malas aja. Lagipula, mama dan kedua adikku udah terbiasa menjalankan perawatan eksim, aku cukup tanya-tanya dengan mereka termasuk konsultasi salep obat yang bisa  dipakai. 

Harusnya aku curiga kenapa kulitkuterutama area kakisangat kering sampai bersisik sejak kecil. Aku pikir ini karena keseringan di ruangan ber-AC dan dulu memang jarang makan sayur. Pakai pelembab pun bolong-bolong. Setelah kena beneran, baru deh sadar kulit kering ini cikal bakal eksim yang kualami sampai saat ini. 

Kondisi eksim bisa berbeda-beda di setiap kulit. Ada yang hanya berupa ruam kemerahan, ada juga yang kering mengelupas dan lain-lainnya. Eksim ini bisa muncul di area kulit mana pun, suka-suka dia lah pokoknya. Eksim yang paling sering aku alami adalah seperti luka sayatan kecil dan selalu berada di area jari-jari kedua tanganku. Kira-kira seperti ini: 

Kondisi kulitku sekitar bulan September 2019. As you can see, kulitku super duper kering. Nggak usah ditanya sakitnya kayak apa (':

Seperti yang kubilang, pemicu utama eksim adalah kulit yang sangat sangat kering. Itulah sebabnya kenapa penderita eksim harus sering-sering memakai pelembab, supaya kondisi kulit tetap terjaga dan eksim nggak sering kambuh. 

Sejauh ini, aku udah melakukan beberapa upaya untuk mengatasi problema kulit ini, salah satunya adalah dengan memilih beberapa produk skincare yang ramah dengan kulit eksim: 

1. Sabun mandi bayi 

Setelah eksim kian membandel, kulitku udah nggak sanggup bersentuhan dengan sabun mandi pada umumnya. Kena guyuran air aja mau nangisss kalau tangan sedang luka, gimana mau oles sabun mandi biasa? Untung punya bayi di rumah, jadi bisa nebeng deh dengan sabun mandinya. 

2. Pelembab (moisturizer)

NAH INI YANG PENTING. 

Penderita eksim atopik harus harus HARUS berteman baik dengan pelembab. You have to apply moisturizer all-the-time. Khususnya setelah mandi dan cuci tangan, atau jika kamu sering beraktifitas dalam ruangan ber-AC seperti aku. 

Selama dua tahun ini, aku bolak-balik mencoba beberapa produk losion, mulai dari yang dijual di supermarket sampai yang mahal. 

Akhir tahun 2018, kondisi kulitku sedang parah-parahnya. Ruam hampir di seluruh area tangan sampai di bagian dekat siku. Area jari nggak usah ditanya deh, kulitnya mengelupas dan gatalnya minta ampun. Aku pun iseng curhat tentang kondisi kulit saat itu melalui snapgram. Di luar dugaan, beberapa teman merespon tentang produk-produk yang mungkin bisa aku gunakan, salah satunya ada yang menyebutkan losion mehong dari Perancis, yaitu La Roche-Posay

Si La Roche ini terkenal di kalangan orang-orang yang bermasalah dengan kulit kering, prone skin, berjerawat dan termasuk eczema. Temanku memberikan referensi beberapa akun instagram yang sering me-review produk ini. Aku nggak pernah berani membeli produk mahal karena sayang uang dan kuatir efeknya nggak seberapa. Namun, karena saat itu lagi capek-capeknya dengan si eksim yang meradang dan nggak kunjung sembuh, aku memutuskan untuk beli losiong La Roche ini via Shopee. Mindset-nya saat itu "ada harga, ada barang, ada kualitas". Yaudalah, kali emang gue cocoknya sama produk mahalan. Maybe this worth to try. Maka demikian, melayang lah uang 300an ribuku 💸

Gimana hasilnya? 

To be honest, produknya memang sangat gentle di kulit keringku. Ada sedikit bau yang khas keluar dari produk ini. Tapi aku nggak begitu terganggu, sih. Setelah beberapa bulan memakai rutin, kulitku nggak sekering sebelumnya. 'Sisik' mulai terlihat samar meskipun masih terlihat kalau terpapar langsung oleh sinar matahari. 

Namun, aku memutuskan untuk nggak menghabiskan losion ini dan menghibahkannya pada mamaku. Setahuku waktu itu mama memang nggak memakai losion khusus kulit kering. Karena kondisi eksimnya jauh lebih parah dari aku dan lebih tergantung pada obatnya. 

Produk yang kupakai selama tahun 2018-2019 untuk perawatan eksim

So, I began to find another good lotion for myself again, dan pilihanku pun jatuh padaaa... Derma365!

Aku beli ini di Guardian aja kok, harganya affordable, di bawah 100k malah. Kayaknya waktu itu lagi diskon, sih. Bahkan harganya lebih murah dari Cetaphil. Good deal banget, kan. Sebelum beli pun aku sempat lihat review di salah satu blog, dia pun swears by this product. Okelah, let's give it a try

And how was it? 

It was pretty great! Tekstur dan 'baunya' tetap khas gentle lotion, tapi nggak sekuat La Roche. Terus yang kusuka, langsung menyerap ke dalam kulit jadi nggak lengket. Btw, later did I know, losion La Roche yang kubeli itu bukan khusus yang eczema, melainkan produk losion yang biasa untuk kulit kering. Jadi rupanya mereka ada produk khusus namanya Lipikar Eczema Cream yang bisa digunakan sebagai alternatif krim yang mengandung steroid. 

So far so good with this current moisturizer. Kemungkinan besar aku akan repurchased

3. Salep obat 

Last but not least, untuk beberapa kasus eksim yang agak parah, mau nggak mau harus bergantung pada salep/krim obat. Atas resep dokter, ya, tentunya. 

Sejak salep Inerson ku habis, aku nggak pernah beli salep apapun lagi. Selain dirasa nggak begitu cocok dengan obat tersebut, aku mau coba treatment alami aja alias tanpa obat-obatabn. Ceritanya sok, kan. Nggak mau ah ketergantungan dengan obat dokter. Aku pasti bisa! 

Nah, entah kebetulan atau gimana, tahun 2019 itu eksimku jarang kambuh. Kalau kambuh pun, nggak separah sebelumnya. Ya, tetap gatal, sih. Tetap merah-merah meradang juga, khususnya kalau kena paparan sinar matahari, perihnya banget nget nget. Apalagi tahun lalu aku lebih sering keluar rumah karena harus nganter Josh sekolah, dan mobilitasku pun kebanyakan menggunakan ojol. Bandelnya lagi, aku jarang pakai jaket atau pelindung tangan.

Tiap kali gatal, aku diamkan aja dan pakai losion yang banyak. Perlu diingat, pengaplikasian losion  sebanyak apapun sebenarnya nggak akan meredakan rasa sakit eksim yang sudah terlanjur luka. Tapi karena akunya bebal, ya pake aja terus sampai tanganku licin. Malah pernah aku nekad mengusapkan VCO pada jari yang luka. MAKNYUS YAAA PERIHNYA ((''''': 

Gatal pun semakin terasa ketika malam menjelang tidur. Biasanya aku minta suami untuk bantu usap-usap supaya gatalnya mereda. Suami tuh gemes tiap kali ngusapin jari-jariku yang semakin kasar, "Kamu pake obat gih. Ini kasian banget kamu tiap gatal harus kayak gini", dan kujawab santai, "nggak ah, udah biar aja." Padahal dalam hati ingin berteriak, "INI GATAL BANGETTT NDA KUATT LAGI!"

Sampai tiba-tiba pandemi ini datang, kita semua tak terkecuali harus rajin cuci tangan dan menggunakan hand sanitizer jika berada di luar. Aku pun turut protokol (dan karena parnoan juga, sih), di awal masa-masa swakarantina itu aku cuci tangan hampir tiap beberapa menit. 

Then, the nightmare has come. 

Suatu hari, entah mengapa jari-jari tanganku ruam lebih parah daripada biasanya. Ujung-ujung jari dekat kuku mulai mengelupas dan timbul rasa gata yang minta ampun. Yang tadinya nggak mau menggaruk, akhirnya kugaruk juga sampai aku bisa merasakan seluruh tubuhku merinding karena rasa gatal yang menggila tersebut. Josh pun bingung melihat emaknya yang kayak cacing kepanasan tiap kali gatal menyerang, "Mama, are u okay? Mama gatal ya?", yang kujawab dengan air muka ingin menangis. 

I can't take this anymore. 

Akhirnya, aku menghubungi salah satu dokter kulit melalui aplikasi Halodoc. Pecah telor juga deh gue ke dokter kulit, meski nggak secara langsung, sih. Malah milih dokternya random, yang penting dapet resep obat supaya bisa mengatasi eksimku ini. 

Setelah konsul dan memperlihatkan keadaan kulit saat itu melalui foto, dokter pun meresepkan dua salep obat, serta satu jenis obat minum. Kebetulan obat minumnya kosong di apotek, jadi aku perawatan hanya dengan salep obat. Dokter juga menganjurkan untuk tetap rajin memakai losion setiap selesai cuci tangan, kemudian menghindari sementara daging ayam dan telur supaya meredakan inflamasi pada kulit eksim. Sedihhhh, aku cinta ayam banget padahal. Huhuhu. 

My current holy grail

Entah sugesti atau memang obatnya cocok, gatalnya langsung mereda lho! Keesokan harinya pun, ruam-ruam di jari tangan mulai 'kalem'. Kulit yang mengelupas masih ada, sih, tapi udah nggak begitu gatal. Tadinya kupikir ini hanya efek sementara, namun sampai hari iniudah sebulan lamanya sejak pakai salep tersebut-obat ini bekerja dengan baik di bagian yang sedang meradang. 

But then you may ask, apakah dengan bergantung pada produk-produk di atas cukup untuk mengatasi problem kulit eksim ini?
 
Jawabannya, tentu saja nggak (: 

Produk skincare sampai obat salep yang kugunakan sampai hari ini hanya faktor pendukung supaya kulitku lebih bekerja maksimal dan meredakan rasa ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Lebih daripada itu, masalah kulit ini tentu harus dibenah dari 'dalam'. Mulai dari pola makanan sampai kesehatan mental. Inget, kan, pemicu eksim ini ada banyak. Bukan cuma soal kulit kering, alergi debu atau makanan tertentu. 

Dua tahun mencoba berdamai dengan eksim, aku bolak-balik mencari tau pemicu utama penyakit ini. Ternyata bukan dari makananwell, beberapa ada sihmelainkan faktor pikiran alias stres! 

Diingat-ingat kembali, saat pertama kali aku mengalami eksim itu bertepatan dengan momen proses menyapih Josh. Iya, sih, itu lagi di puncak stres sepertinya. Pusing anak mau lepas nenen, pusing pola makan dia yang sangat picky. Alasan faktor stres ini semakin kuat di saat aku kembali mengingat beberapa masalah dan pikiran yang menganggu ketenangan hati beberapa waktu yang lalu. Di situ lah eksimku mulai kambuh. Radang lagi, luka lagi, gatal lagi. Gitu aja terus. Wah ternyata benar, mental yang lagi drop sangat mempengaruhi kesehatan. Dalam kasusku, ya si eksim ini. 

Kondisi kulitku hari ini. Sooooo much better than before, meski ada luka seperti sayatan kecil yang sedang dalam proses healing. Sejak rutin memakai pelembab lagi, kedua salep obat yang kupakai di atas serta makan sayur lebih banyak, my skin condition is getting better. Not perfect, but better. 

Next chapter of this eczema story, aku bakal cerita gimana rasanya menjadi penderita eksim. So until the next post and thank you for reading this article

P.S. untuk teman-teman atopik seperjuanganku, you got this. We got this. ❤

24 comments:

  1. Mba Jane, it must be hard 😰

    Saya bacanya ikut berasa gatal apalagi waktu baca cerita yang kambuh saat Corona, sampai merinding sebadan. Jadi kebayang segatal apa meski saya tau pasti jauh lebih gatal karena mba yang merasakan langsung di badan ☹

    Eniho, saya pernah punya pengalaman kulit kering, waktu itu munculnya saat musim dingin. Kulit kaki saya kering kerontang. Padahal biasanya nggak sampai sebegitunya. Mungkin karena suhu udara drop total jadi berefek ke kulit. Terlalu keringnya sampai ada tekstur pecah di kulitnya 😓

    Itu saja nggak enak banget rasanya padahal nggak gatal, cuma memang nggak enak dilihat 🤧 alhasil saya kasih lotion organik dan hilang sampai sekarang untungnya sudah nggak pernah keulang 😂 semoga atopik mba Jane jarang kambuh yah, kalau bisa sekali per-1000 tahun saja kambuhnya 😍 sehat selalu, mba 😁💕

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh iya, Mba. Gatal beberapa waktu lalu itu dahsyat sekali, nggak betah sekali rasanya 😥 thanks to technology yaa bisa konsul dengan dokter dan mendapatkan resep obat kapan pun. Entah gimana ceritanya kalo nggak ada Halodoc, bingung banget harus pake obat apa waktu itu huhu

      Iya betul, Mba. Biasanya pergantian cuaca (ekstrim) itu sangat mempengaruhi kondisi kulit ya. Waktu musim dingin kulit aku pun kering kerontang, harus apply lotion setiap saat. Tapi syukurlah Mba Eno nggak pernah mengalami kering lagi, thanks to that organic lotion yaa hihi. Btw, lotion organik yang dimaksud apa tuh Mba? Bahannya natural ya berarti? Siapa tau aku bisa coba-coba hihi

      Aminnn aminnn. Terima kasih doanya Mba Eno 😘 semoga Mba Eno juga sehat-sehat selalu yaa! <3

      Delete
  2. Saya pernah liat penyakit macam ini. Mirip yang dialamin Raditya Dika, setahun sekali pergi ke Bangkok untuk suntik vitamin.

    Tapi ngeri juga sih jenis penyakit kulit. Apalagi yang sampai sekering itu. Sehat-sehat yah kak Jane 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bisa sih rasanya ingin menghindari penyakit apapun ya, Mas. Perawatannya mahal, kalau sakit ampun-ampunan. Semoga kita semua diberkahi kesehatan selalu deh. Makasih yaa doanya! Sehat-sehat juga buat Rahul :D

      Delete
    2. Iya kak Jane, seperti kata pepatah, "mencegah lebih baik daripada mengobati"

      Aamiin

      Delete
  3. Ci Jane, pasti gatel dan sakit banget ya pas lagi luka gitu. Di foto pertama, kelihatan sampai retak gitu, pasti sakit sekaliii. Cici kuat sekali bisa melewatinya 😭
    Jangan stress-stress ya ci, biar nggak kambuh lagi sakitnya. Sehat terus mommy Josh!

    Lega juga bacanya bahwa obat-obatan luar yang dikasih sama dokter lumayan ampuh, berarti dokternya nggak kaleng-kaleng ya 🤭 jangan lupa bintang 5nya qaqa hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu lagi parah-parahnya, Liaa. Biasanya aku suka foto kondisi tanganku kalau lagi kambuh jadi tau perkembangannya gimana. Kaget juga sih tahun lalu tangannya sampai kayak gitu. Lihat kondisi yang sekarang lagi mulus rasanya ingin begini aja teruss huhu tapi puji Tuhan berkat teknologi, jasa dokter dan obat-obatan aku cukup perawatan di rumah. Tenangg, dokternya langsung kukasih bintang lima begitu gatalnya hilang mendadak setelah diolesi obat wkwkwk

      Maacih Lia! Kamu juga yaa sehat-sehat 🤗

      Delete
  4. Janee that's look so painful :( Kulitku juga kering banget walau ga pernah sampe luka-luka, dan itu rasanya ga enak banget apalagi di masa kita harus sering cuci tangan begini.. Aku ga kebayang gimana rasanya jadi kamu cuci tangan dengan luka-luka begitu :( Semoga dengan adanya salep dan lotion bisa membantu yaa biar ga sering-sering banget kambuhnya.. Thank you for sharing this :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Eyaa. Sesi cuci tangan dan mandi di saat kambuh begitu rasanya kayak ditusuk-tusuk TT___TT tapi syukurlah sekarang udah ketemu obat yang cocok dan sedang mempertahankan diet sehat supaya eksimnya nggak kambuh lebih sering (:

      Sama-sama, Eya!

      Delete
  5. Melihatnya aku merinding Ci Jane :(
    Aku dulu pernah kena eksim juga, lumayan lama. Perih dan gatel sekali sampe akhirnya aku ke rumah sakit.
    Sama dokter dikasih salep aja sih trus ga berapa lama sembuh.

    -Fajarwalker.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah pejuang eksim juga, yaa. Dokter memang malaikat penyelamat di kala kita hopeless dengan kondisi kesehatan kita yaa. Syukurlah udah ketemu obat yang cocok ya (:

      Delete
  6. Mbak Jane, aku baru tau kalau itu dermatitis atopik. Soalnya aku juga sudah mengalami yang Mbak Jane alami bahkan sejak aku masih SD dulu. Tapi sayangnya dari dulu sampai sekarang aku mengiranya itu gatal-gatal biasa, soalnya ayah dan adekku pun mengalami hal yang sama..😟

    Jadi aku juga sering mengalami kering di beberapa bagian tubuh. Saking keringnya sampai timbul rasa gatal yang berasa gatal banget, sampai gak kuat kalo gak garukin. Lalu setelah itu luka dan gatal, dan aku garuk, dan lukanya membuka lagi, dan selanjutnya dan seterusnya. Selama ini gak aku obati sama sekali, paling cuma aku kasih bedak dan aku tahan-tahan supaya gak garuk. Jadi sembuhnya juga lumayan lama. Beberapa waktu yang lalu si dermatitis atopik ini ada di tangan kiriku. Sekarang sudah sembuh, tapi ganti timbul di kaki kiri. Kyk nya harus mulai coba body care ala Mbak Jane juga nih. Thanks banget sudah share infonya ya, Mbak.😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kayaknya iya deh itu atopik juga, Mba Roem ): apalagi ternyata ayah dan adik mengalami hal yang sama ya.

      Kalau udah luka, sebaiknya memang diobati, Mba. Biar sembuhnya cepat dan kita juga nggak menderita dengan rasa perihnya itu. Kalau lagi luka, cuci tangan atau cuci piring itu rasanya nyesss banget.

      Sippp, sama-sama, Mba. moga-moga bisa membantu perawatan kulitnya Mba Roem juga yaa (:

      Delete
  7. I feel you!!! Pernah sampai parah banget dan harus disuntik beberapa kali supaya luka dan gatalnya mengering. Cairan cuci piring yg jadi pemicu eczema ku. Walaupun pakai sarung tangan tetap aja gatal. Entah kenapa bisa begitu.

    Selama pandemi, sering pakai handsanitizer juga bikin kulit tangan mulai kering, gatal dan perih. Salep yang biasa aku pakai: Bravoderm N. Harus selalu punya stok ini dirumah.

    Sedih sih dengan eczema ini karena takut utk coba2 skincare. Mandi dan cuci muka cuma pakai sabun bayi hihihi... Kadang iri sama orang-orang yang gampang ganti-ganti skincare dan makeup hehehhe.

    Thanks for sharing your produk ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo ci Jo, salam kenal yaa :D

      Aduhhh iya bener banget itu deh si sabun cuci piring. Tapi bandelnya aku masih suka nggak pakai sarung tangan pas cuci piring, setelah itu kudu apply cream agak banyakan biar nggak kering huhu

      Kandungan Bravoderm itu kayaknya kurang lebih sama dengan Kloderma yang kupakai ya?

      Betulll banget! Aku kalo mau coba skincare, harus diteliti dulu satu-satu kandungannya apa, takutnya malah memicu si eczema. Yang direview orang bagus, belum tentu cocok di kita ya. Makanya aku pun skincare nya itu-itu aja sih, makeup untungnya karena jarang pakai juga jadi itu-itu juga 😂

      Sama-sama ci! Makasih juga udah sharing pengalamannya di sini ya (:

      Delete
  8. Halo mbak, sudah lama tidak berkunjung ke sini.

    Hmm,, kali ini masalah mbak sama seperti yang dialami istri saya. Kulit tangannya juga menderita eksim. Agak merepotkan sih, apalagi situasi sekarang membuatnya sering bersentuhan dengan hand sanitizer terutama yang berbahan alkohol, jadi perih sekali.

    Sejauh ini dia memakai campuran oil lavender, copaiba dan vco, lalu dioles di sekitar kulit yang sakit.

    Katanya sih lumayan mengurangi kering dan terkelupasnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mas Agung! Wah, ternyata sang istri mengalami hal serupa ya ): iya betul, kondisi sekarang yang mengharuskan cuci tangan tiap saat itu memicu kambuhnya eczema. Karena rasa sakit dan gatalnya nggak tertahankan lagi, mau nggak mau saya minta pertolongan dokter aja deh, bersyukur bisa cepat teratasi.

      Salam untuk Mama Kay semoga perawatan kulit eczema-nya lancar dan sehat selalu (:

      Delete
  9. oh nooo! Kak pernah sampai separah ini lohhh :( tapi adikku pun pernah kak sampai parah, walau gak separah sampai begini, tapi dia juga kena di bagian jari2nya mirip kayak gini. gatal, merah, keriput, meradang gitu. belum lagi, dia pernah kena zoster juga -____-

    Dan teman gerejaku pun bisa kambuh kalo dia super stress dan badan drop. jadi kondisi imun kita juga melemah kan tuh. huhuhuhu. walau aku penderita yang mild banget, tapi tau rasanya :'(

    Semoga kita happy selalu, sehat selalu yah Kak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa Janicee huhuhu menderita banget nget waktu itu ): *mulai deh lebaay*

      Zoster tuh cacar uler?? Aku baru googling tapi langsung tutup window takuttt huhuhu soalnya adikku waktu kecil duluuu sempat muncul gejala yang sama di jari kelingkingnya. Kita nggak tau itu cikal bakal eksimnya sampai hari ini T_T

      Nah betul, kondisi imun penderita eczema sendiri kayaknya agak kurang dibandingkan biasanya ya, jadi harus pilih-pilih makanan yang bantu meningkatkan imun dan JANGAN STRES ((:

      Yess, stay happy and healthy untuk kamu juga yaa! <3

      Delete
  10. Saayy, sini kita berpelukaaann, hahahaha.
    Saya juga punya masalah kulit, tapi baca ini jadi malu sendiri.
    Karena saat masalh kulit saya muncul, udah deh saya kadang sampai nangis, sungguh kucengeng dan lebayyyy, padahal ya nggak separah ini loh.

    Kalau saya kayaknya alergi matahari say, bilang kayaknya soalnya sama sekali belom pernah ke dokter, males banget saya ke dokter itu hahaha.

    Tapi saya amati sendiri, memang kulit bermasalah setiap kali kena matahari, paling sering tuh di punggung tangan, saya pernah tulis tuh di blog.
    Jadi semacam solar urticaria namanya.
    Masalahnya adalah dia gataaalllnyaaa minta ampun, seringnya saya nggak kuat, apalagi liat bintiknya rasanya merinding sendiri saya, makin gatal deh rasanya.
    Semakin digaruk, bintiknya pecah, malah menulari kulit lainnya.

    Sejak kuliah deh kalau ga salah saya alami hal itu, dan bertahun-tahun kemudian saya bersahabat baik dengan Inersooonnn hahaha.
    Duuhh liat gambarnya tuh macam ketemu sahabat baik mah.

    Pokoknya saya nggak berani ke luar ruangan atau jalan-jalan di tempat terbuka, kalau nggak bawa Inerson.

    Ampuh banget dong menyembuhkan kulit gatal saya.

    Dulu tuh saya dikasih tahu kakak saya, dia punya masalah kesehatan yang mirip lupus, tapi kayaknya bukan, karna kalau lupus pastinya lebih bahaya.

    Nah kakak saya itu, sering banget kalau stres sedikit aja, udah deh kulitnya bengkak, memerah bahkan melepuh.
    Serem banget liatnya.
    Udah bolak balik ke dokterm di test darah ini itu, nggak ada yang tau apa penyakitnya, akhirnya dokter cuman bisa kasih inerson, untuk mengurangi gejala kulitnya yang seram itu, dan memang ampuh banget.
    Sejak saat itu deh saya sahabatan banget ama inerson.
    Jadi setiap kali masalah kulit muncul karena abis kena matahari, cukup oles inerson, seketika adem nggak terlalu gatal, dan besoknya mengempes semua tuh bintik-bintik.

    Nah kalau yang saya liat di jari Jane itu, saya pernah kayak gitu, tahun lalu say.
    Di bagian ibu jari.
    Awalnya saya pikir karena kulit tangan kering.
    Udah saya rutin kasih ternder care kok ya nggak ngaruh.
    Dan makin hari tuh makin melebar dong.

    masalahnya adalah, saya sendirian di rumah, which issss kudu syusyi piling hahahaha.
    Astagaaa, saya sampai nangis setiap kali harus cuci piring dan masak.
    Dan memang seingat saya, sembuh karea rutin saya kasih inerson banyak-banyak tiap malam, terus saya bungkusin kassa gitu.

    Duuhh kebayang banget deh Jane gimana nggak nyamannya punya amsalah kulit itu, belum perihnya, gatalnya, dan insecurenya liat keadaan kulit kita kek orang jorok nggak pernah mandi hahahahaha.

    Dulu saya waktu masih kerja, dan belom kenal inerson sampai pakai kaos tangan gitu dong, saking malu kalau dliat orang huuuhuhu.

    Cuman saya kayaknya nggak separah Jane deh, karena faktornya dari luar semua, kalau dari dalam, biasanya jadi kusam ama jerawat doang :D

    Btw semangaaattt ya pejuang kulit agar selalu sehat :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbaa Reyy *berpelukannnnn*

      Huhuhu memang deh nih masalah kulit sangat bikin insekyur para kaum hawa ): nggak kebayang kalo kayak Mba Rey yang alergi matahari, pas lagi terik-teriknya harus di luar rumah pasti luar biasa yaa sakitnya ):

      Bukan hanya sakit dan gatalnya, kadang keluar rumah dalam kondisi kulit yang lagi kambuh (parah), rasanya sungkan sekali harus berinteraksi dengan orang lain. Takut dikira penyakit menular aja T_T untungnya sementara ini kita nggak diperbolehkan interaksi skin to skin ya, jadi amann hahaha

      Wah dapet salam dari Inerson, Mba! XD salep kulit emang cocok-cocokan ya, dulu waktu pake Inerson dampaknya nggak sehebat krim yang sekarang aku pakai. Tapi adikku pakai si Inerson ini juga untuk sehari-hari. Buat doi sih cocok-cocok aja.

      Yesss! Semangat untuk kita semua pejuang kulit sehat! Stay happy yaa Mba Rey :D makasih sudah berbagi di sini juga!

      Delete
  11. adikku parahh banget cuman waktu periksa ke dokter nggak dijelasin itu eksim apa bukan
    katanya alergi sabun dan sejenisnya, dikasih obat semacam salep dan cream cream aja
    kalo aku salaman sama dia geli hehehe

    ReplyDelete
  12. Saya ngerti banget gimana gatel dan perihnya kulit kakak soalnya saya eksim juga :" Dulu pernah muncul sekali di tahun 2015 cuma dalam bentuk bentol-bentol. Setelah pergi ke dokter, dokter cuma bilang "jangan stress ya." dan setelah dikasih obat akhirnya sembuh dan ga muncul-muncul lagi. Sampai akhirnya di bulan Desember 2018 saya stress banget sama urusan perkuliahan dan teman sekelompok yang susah diajak komunikasi. Muncul lagi deh si eksimnya. Mulai dari situ eksimnya merambat kemana-mana: tangan, kaki, punggung, leher. Saya juga baru tahu kalau eksim saya ini keturunan dari ayah saya huhu :"

    Sampai sekarang pun masih suka muncul. ini pun lagi gatel-gatel, padahal kayaknya lagi nggak stress wkwk. Pokoknya kalau kulit keliatan putih-putih atau kering langsung hajar pakai lotion aja. Biasanya saya pakai lotion shinzui atau the body shop yang almond & milk honey langsung reda gatelnya.

    Wah, saya seneng banget ketemu pejuang eksim juga. Semangat dan sehat selalu untuk kita berdua ya kak :)

    ReplyDelete
  13. Mbaa aku pun mengalami hal yg sama:"(( eksim di tangan sm perutku lg parah2nya, skrng lg berjuang diet menghindari makanan acidic pemicu gatal sm lg ngurangin obat kortiko topikal, emng obat kortiko dewa bgt 1-2 kali pake langsung lumayan reda radangnya tp takut bgt ketergantungan krna klo dipake berkepanjangan efeknya bisa bkin tambah parah:"( Btw untuk lotion sm sabun mandinya aku pake bioderma atoderm creme sm atoderm gel douche, itu hypoallergenic juga.
    Semangat ya mba, eksim emng ga akan bisa sembuh tp setidaknya semoga kita bisa meredakan eksim ini, sering2 sharing ya mba����

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir dan membaca tulisanku di sini (:

Jangan ragu untuk berkomentar supaya kita bisa saling kenal dan ngobrol bareng, ya. Mohon maaf untuk komentar dengan link hidup dan iklan otomatis akan aku hapus demi kenyamanan bersama.

Jangan lupa checklist 'Notify Me' sebelum publish komentar supaya mendapat notifikasi balasan dari aku yang akan dikirim ke email kalian.

Have a great day!