My Guek Lai Experience

Wednesday, June 23, 2021


Sewaktu mengetik kata kunci guek lai di kolom search engine Google, ternyata nggak banyak (malah hampir nggak ada) yang membagikan pengalamannya saat masa nifas ala Chinese. Karena udah pernah guek lai sebanyak dua kali, boleh kali, ya, aku share pengalamanku di sini. 

If you never heard about guek lai before, pada dasarnya ini hampir sama dengan tradisi masa nifas pada umumnya di Indonesia. 

Guek lai yang dalam bahasa Hokkien ini berarti sit-moon period, atau biasanya kalo dalam bahasa Mandarin juga disebut "zuo yue zi", adalah masa istirahat untuk para ibu yang baru aja melahirkan dan dilakukan selama 30-40 hari. Dalam jangka waktu tersebut, si ibu akan menjalani beberapa aturan yang cukup rumit, namun sebenarnya sangat sangat bermanfaat di kemudian hari. Will tell you more about this!

Nah, selama guek lai, biasanya ibu akan dibantu oleh ibunya atau ibu mertuanya. Tapi di era modern ini nggak jarang juga ada yang memanggil jasa confinement lady (biasa dipanggil guek lai ayi) untuk membantu si ibu dan mengurus bayi new born-nya. Menurut info yang pernah kudengar, jasa guek lai ayi ini nggak murah. Tapi akan sangat membantu si ibu kalau kebetulan nggak ada orangtua yang bisa membantu merawat pasca persalinan. Tentunya pilihan kembali pada masing-masing ibu, ya! 

Dua kali melahirkan, dua kali menjalani guek lai, dua kali aku dibantu dan diurus oleh mamaku sendiri. Uniknya, pengalaman guek lai saat lahiran kedua agak berbeda dengan yang pertama. Guek lai pertama kali akutu banyak nego sama mama tentang segala aturan yang ada. Terus, akunya bandel. Harusnya begini, aku malah begitu. Harusnya lakukan, aku malah cuek aja. Alhasil, setelah masa nifas selesai, energiku kayak cepat habis gitu lho saat beraktivitas. Jompo banget rasanya. 

Sebenarnya aturan guek lai itu apa aja, sih? Emangnya seribet itu? Manfaatnya apa aja? Dan apakah harus melakukannya? Kalau nggak, gimana? 

Yukslah, kita bahas dulu tentang peraturan yang harus dijalani. Daftar ini aku tulis berdasarkan pengalaman pribadi, ya. 

1. Nggak boleh kontak dengan air. 


Itu berarti nggak boleh mandi apalagi keramas. 

HAH? Jorok banget dong??

Jadi giniii. Peraturan ini didasari pengertian bahwa ibu abis melahirkan itu badannya sangat "dingin" dan banyak angin. Mandi atau keramas dengan air dikhawatirkan akan membuat ibu gampang masuk angin atau rematik saat tua nanti. 

Namun, di zaman sekarang tentu aja nggak memungkinkan untuk absen mandi berhari-hari. Maka demikian, peraturan ini pun dilonggarkan. Ibu tetap boleh mandi, namun harus dengan air hangat. Suam-suam kuku nggak boleh, ya! Setelah mandi harus buru-buru mengeringkan badan supaya nggak masuk angin. 

How I did: 
Ada cerita lucu saat aku lahiran pertama kali. Waktu itu aku belum tahu menahu banyak tentang guek lai, mama juga belum datang ke Bogor saat itu dan nggak memberikanku informasi apa pun; apa yang boleh dan nggak. Kebetulan aku mendapat voucher keramas pihak RS, yauda kupakai aja saat hari terakhir mau pulang. Biar segeeeer ceritanyaa, khannn. Rambut udah lepek banget, bund. Beberapa hari kemudian setelah mama datang, aku bilang: "Ma, aku keramas, ya." Langsung deh dese sewot, "Heh jangan dulu! Mandi aja!". Terus aku bilang dengan santai kalau di RS udah sempat keramas. Wis, mamaku misuh-misuh, wkwkwk. 

Dua kali menjalani guek lai, aturan mandiku adalah harus dengan air rebusan sereh. Tetap nggak boleh sering-sering keramas (that's why dry shampoo was my holy grail during guek lai!), tapi badan tetap wangi dan segar karena sereh. Tiap abis mandi kamar mandiku pasti wangi banget cem tempat spa. 

Aku nggak tahu mandi dengan air rebusan sereh ini wajib atau nggak, but this how my mom asked me to do. Jadi aku nurut aja, hihi.

2. Tentang makanan: yang boleh dan tidak. 


Ngomongin soal guek lai, tentu aja ada pantangan jenis makanan tertentu dan apa aja yang harus lebih banyak dikonsumsi. Masih merujuk pada aturan pertama berikut alasannya, ibu harus menghindari jenis makanan yang bersifat "dingin", termasuk jenis sayuran yang "dingin" seperti labu siam, kol, sawi putih, timun, pokoknya sayur-sayuran yang tidak berwarna hijau tua tidak diperbolehkan. Katuk and bayam are the best! 

Sebaliknya, ibu harus lebih banyak mengonsumsi makanan hangat, contohnya sup dan jenis kuah-kuah lainnya. Jahe, adalah salah satu bahan makanan yang paling sering dikonsumsi oleh ibu yang baru melahirkan. Pokoknya setiap makanan kalo bisa dipakein jahe, deh. Lagi-lagi karena jahe punya efek menghangatkan badan, maka dari itu dianjurkan untuk dikonsumsi lebih sering. 

Selain makanan "dingin", ibu yang melahirkan sesar tidak boleh mengonsumsi seafood. Alasannya karena luka jahitan belum kering sepenuhnya. Biasanya ibu yang lahiran sesar lebih banyak makan protein seperti ayam dan telur, supaya mempercepat pemulihan luka jahitan. 

Ada satu jenis makanan yang nggak boleh dilewatkan saat melakukan guek lai, yaitu kuah tim obat. Atau biasa orang-orang nyebutnya "ciapo". Secara harafiah, "ciapo" dalam bahasa Hokkien ni berarti makan (cia), po (kuat). Kesimpulannya, makan kuat atau makanan yang menguatkan. 

Kuah tim obat ini bukan kuah biasa, ada campuran obat-obatan tradisional Chinese di dalamnya. Ramuan obat ini bisa dibeli di toko obat-obatan Cina. Bilang aja untuk ciapo, ngkoh/nci yang jualan pasti udah tau, hahaha. Ciapo harus terus diminum sampai masa nifas selesai. 

Selain berguna untuk menjaga dan memulihkan kesehatan ibu, ciapo ini juga bisa menambah produksi ASI lebih banyak untuk si bayi. Nutrisi dapet, ASI pun lancar. 

How I did: 
Surprisingly, aku hampir nggak pernah protes tentang aturan makanan ini. Meski tetap aja nelen ludah waktu mama dan papa minum es cendol di tengah teriknya siang hari di Bogor. Tega nian emang, hiks. 

Bosen nggak, sih, minum ciapo terus-terusan? Jawaban jujur: nggak. Malah kemarin ini aku bisa minum sampai tepat 40 hari. Guek lai pertama boro-boro, deh. Mama pulang, minum kuah obatnya juga berhenti. Ada yang bilang takut kembung minum kuah terus. Nah, tips dariku. Kalo udah minum kuah, nggak usah minum air putih lagi. Nggak bakal kembung kok. Selama guek lai kemarin ini aku juga lebih sering minum kuah di pagi-siang hari. Air putih lebih banyak minum saat tengah malam, karena suka haus banget setelah menyusui. 

Selain kuah obat, aku juga minum arak obat. Ini beda lagi, yaa. Arak itu biasa harus diracik dulu sebelum ibu melahirkan. Aku lupa tepatnya berapa bulan sebelumnya. Kebetulan arak obatku diracik sendiri oleh almarhum popo (nenek dari mama) saat sebelum aku lahiran Josh. Kebetulannya lagi ada satu toples arak yang tersisa. So yes, aku meminum arak yang berusia hampir sama dengan Josh, yang mana khasiatnya tentu semakin besar 😁

Oh ya, karena alasan operasi sesar juga ciapo baru boleh dikonsumsi dua minggu pasca operasi. Sebaliknya, kalau kamu lahiran normal ciapo bisa langsung diminum, ya. 

Pokoknya jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk makan banyak selama guek lai! You won't gain any weights anyway (hope so!).

3. Nggak boleh keluar rumah. 


Kecuali untuk kontrol ke dokter atau bawa bayi untuk vaksin, ibu habis melahirkan sebaiknya di rumah aja. Kebetulan karena lagi pandemi juga, peraturan ini nggak sulit lah untuk dilakukan. Tapi selama masa nifas bawaannya tuh mager. Mana luka jahitan masih agak perih. Mau bangun untuk ke kamar mandi aja butuh sekuat tenaga, boro-boro keluar rumah. 

4. Pake stagen! (atau bekung, gurita, korset, apa pun itu pokoknya perut harus diiket). 


Alasannya, ya, biar perut kembali kencang seperti semula. Awalnya aku coba pakai korset dari Mama's Choice. Ternyata kurang kencang, sepertinya ini lebih cocok untuk pemakaian sehari-hari. Akhirnya aku balik lagi deh ke stagen dan gurita, ganti-gantian pakainya. Kalo siang aku pakai gurita, malam aku pakai stagen. Memang agak gerah, cuma ini nolong banget supaya mengurangi sakit pinggang dan pegal-pegal. Sekalian memperbaiki postur tubuh juga. Entah karena hamil atau apa, postur badanku sekarang agak membungkuk. Stagen dan gurita ini helps a lot!

Selain dari aturan yang disebutkan di atas, seperti mobilitas atau aktivitas di dalam rumah pun juga harus dikurangi. Inget nggak, aku pernah cerita turun ke lantai bawah untuk ambil minum pun nggak boleh sama mamaku. Jadiii, sebaiknya kalo sedang guek lai, ibu fokus menyusui anak aja. Nggak boleh angkat berat-berat apalagi gendong anak (gendong bayi ya gapapa). Karena pada dasarnya aku nggak bisa diem, suka kelupaan aja gitu pengen mengerjakan sesuatu sampai akhirnya diomelin mama πŸ˜‚ 

Meski kesannya ribet and so old school, manfaat guek lai ini akan terasa saat kita tua nanti. Terbukti mamaku yang jarang banget sakit karena setelah tiga kali melahirkan, mama nggak pernah menyepelekan guek lai yang dijalani. Demi kesehatan kita juga, wis nurut yaaa sama mama!

Satu lagi yang nggak kalah penting tentang guek lai. Selain kebutuhan fisik, jangan sampai lupa untuk menjaga kesehatan mental kita, ya. Apalagi abis lahiran itu bisa aja mengalami baby blues. Kalo merasakan sesuatu yang nggak enak di hati, langsung curhat sama orang terdekat, khususnya suami. Jangan dipendam-pendam. Takutnya, amit-amit, jika dibiarkan malah timbul depresi pasca melahirkan. Menurut Ibupediababy blues yang terus berlanjut hingga dua minggu, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter atau melakukan konseling. Jangan self-diagnose, seek help!

Cerita dikit, ya. Sama seperti Josh dulu, Krystal harus disinar selama 24 jam karena angka bilirubinnya melebihi dari yang seharusnya. Lebih dikit aja, sih. Tapi dokter menyarankan untuk tetap disinar. Padahal hari itu aku udah siap pulang ke rumah dengan hati gembira. Mendapat kabar ini mood-ku langsung drop. Setelah suami datang menjemput, aku ingin melihat Krystal sebentar yang sedang disinar. Saat melihat Krystal yang menangis mencari susu di boks bayi dengan sinar biru, aku mewek parah dong. Teringat perasaan yang sama saat Josh disinar dulu sebelum pulang. Sedih banget nggak bisa pulang bareng Krystal di hari itu. Padaha kakek neneknya juga udah nungguin di rumah. Mungkin emang hormon ibu lahiran gitu nggak, sih. Acak adul. Nangis lah aku di kamar mandi rumah sakit sampai muka jelek. Padahal paginya aku udah dandan simpel biar cantik kembali ke rumah. Begitu pulang ketemu mamaku, aku nangis lagi sampai sesunggukkan. Bener-bener sampe nggak bisa ngomong gitu nangisnya, hahaha. Ngeluh ke mama kalo aku sedih nggak bisa pulang bareng Krystal. Mama pun berusaha menenangkan. "Gapapa, gapapa. Krystal gapapa kok. Besok mama nemenin kamu jemput bareng, ya." Setelah itu dimasakkin yang enak-enak sama mama. A mother is always a mother. She always knows what best for me πŸ€§ *brb peluk mama* *eh mamanya lagi nggak di tempat* 

Karena masa nifas itu kesempatan kita untuk mengembalikan energi yang hilang selama hamil dan lahiran, sebisa mungkin kita lakukan yang terbaik. Gapapa deh repot dulu (nggak repot juga, sih, karena ada yang bantuin banget, kan), tetap sehat di kemudian hari. Amin! 

My fellow moms, adakah yang punya pengalaman guek lai juga? Atau ada yang menjalani tradisi nifas yang berbeda? Yuk ayuk cerita-cerita di kolom komentar! 

Tulisan ini diikutsertakan dalam blog competition Ibupedia - Share Your Parenting Story.

23 comments:

  1. Aku kira Guek Lai ini nama lain dari Baby Blues.. ahhaha 🀣🀣 *soktoy beud lu bay!!* Kalau baby blues tuh apa si Mba? Aku tuh baca tapi kesimpulan yg aku ambil kaya mood istri sering swing pasca melahirkan karena merasa tidak dicintai lagi.

    Wahhh, ribet banget ya Mba.. akan aku ingat selalu. Siapa tahu nnti berguna.. 😁 atau bisa jadi bahan topik obrolan hangat bersama buibu depan rumah. Who knows kan ya.. bisa sekalian berbagi insight.. πŸ˜…πŸ€£πŸ€£

    Terus Mba Jane.. kalau nggak boleh dingin2, makanan harus yg anget2.. tidur di AC atau ngejogrok di depan kipas juga nggk boleh dong ya? Apa ini masuk dalam pengecualian Mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahahaha yaa masih berhubungan dikasih nilai dikit deh πŸ€ͺ Baby blues itu iya berkenaan dengan mood swing, penyebabnya banyak salah satunya perubahan hormon dan adaptasi dengan si bayi. Jadi bukan merasa nggak dicintai lagi, lebih ke mood sihh.

      Mohon maap nih, aku mendadak ngebayangin Mas Bayu nimbrung ngobrol bareng buibu komplek sambil nyapu wkwkwk iya tuhh benerr. Bisa jadi bahan obrolan sore 😁

      Tidur di AC sih masih oke, walau suhu nggak boleh terlalu rendah karena newborn nggak tahan dingin. Ngedeprok di depan kipas sih...takut berakhir dikerokin 🀣

      Delete
  2. Ci Jane keren nggak pernah bolong πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ» beneran se-bermanfaat itu sih guek lai ini soalnya mamaku juga tetap sehat bugar karena 3x melahirkan tapi nggak pernah absen guek lai sama minum jamu-jamu-an juga. Waw nggak kebayang perjuangan seorang ibu tuh benar-benar yaaa 😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nahh, yang kedua kali ini entah kenapa lebih semangat Lii ngejalanin guek lai. Beda banget sama yang pertama suka madol πŸ˜‚ Waaah iya mama kita sama-sama lahiran tiga anak, ya (terus sama2 anak pertama kita dengan dua adik cowok πŸ˜† *penting*). Itu kenapa ibu zaman dulu badannya badak-badak, ya. Telaten banget memang mereka πŸ’ͺ🏼

      Btw, profpic baru nih ihiyyy

      Delete
  3. kebetulan sodara ada yang baru lahiran hari ini jadi aku kepo banget mengenai per-nifasan hehe
    dan, aku terwow-wow ria baca tulisan mbak Jane ini
    aku baru tahu ada istilah ini dan lebihnya lagi megenai arak yang seusi Josh? wowww 😱
    aku nggak bayangin gimana aku nanti ya? secara aku nggak bisa diem blas kayak mbak Jane juga haaha
    sehat-sehat ya mbak Janeeeee moga cepet pulih πŸ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi iyaa. Tapi setelah menjalani guek lai, ternyata ada beberapa aturan atau tradisi yang kurang lebih sama dengan di sini, kayak pake bekung. Setahuku kalo orang Jawa pake bekung tuh bener-bener kenceng dan telaten banget. Kalo soal arak warbiasak ya memang wkwkwk padahal akutu paling nggak suka minum arak atau alkohol. Demi biar sehat lagi (dan disuruh mama upsss) mau nggak mau harus neguk deh.

      Maacih yaa, Mba Dea! Puji Tuhan akunya sekarang udah kembali seperti semula :D BB-nya aja yang belum nih *lho dia curhat*

      Delete
  4. Hallo Tante Jane, ribet juga ya dengan syarat - syarat tersebut tapi mahu bagaimana lagi toh itu semua demi kebaikan . Eeeets? Tapi kebanyakan sih, orang jaman sekarang sudah mulai acuh tak acuh dengan peraturan tersebut yang akhirnya berdampak pada baby-nya misalnya yang gak boleh keluar rumah setiap mahu magrib dilangar juga akhirnya baby-nya sawanen, terus yang gak boleh makan makanan gorengan seperti ayam goreng, jerohan, dan semacamnya dimakan juga akhirnya bekas jahitan paska operasi Cesar terbuka , terus yang terakhir gak mahu bengkungan akhirnya perut meleber kemana - mana. Dan terima kasih sudah berbagi artikel bermanfaat ini Tante Jane ? Sehat selalu Tante Jane, salam untuk Josh dan si baby kecil yang cantik .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo juga, Mba Tari! (:

      Hahahaha aku termasuk golongan yang Mba sebutkan di atas waktu menjalani masa nifas yang pertama kali πŸ™ˆ dan nyesel karena kalo dijalaninya telaten pasti nggak akan merasakan kerugian yang ada. Untungnya pas yang kedua kali ini aku enjoy banget menjalaninya, sehingga masa nifas kemarin ini cepet banget pulihnya :D

      Makasih juga udah baca tulisanku, Mbaa. Salam balik dari kami juga untuk Mba Tari dan keluarga (:

      Delete
  5. Kayaknya pernah denger soal confinement lady ini series Crazy Rich Asian. Ternyata nama lain dari proses confinement itu sendiri Guek Lai, ya... Thanks mba Jane, jadi menambah wawasan. ^^

    Dan semoga menang juga, ya... ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mendadak aku langsung mengingat-ngingat di scene apa ada percakapan confinement lady wkwkwk soalnya aku lumayan suka re-watch CRA, Mba XD

      Yesss, ini diambil dari bahasa Hokkien. Mungkin akan ada sebutan yang berbeda di daerah lainnya :D

      Aaaa makasih, Mba Hicha! <3

      Delete
    2. Kalau ga salah aku baca di novelnya, mba...
      Beberapa kali disebut, pas ngomongin Astrid, apa yaa πŸ˜†

      Delete
  6. Seketika blank mengingat-ingat kalau ibu-ibu yang habis melahirkan di tempatku tradisinya kayak apa, bener-bener lupa deh. Apa nggak boleh keramas juga ya? Huhu nggak inget sama sekali :)

    Ingetnya kalau daun katuk bagus buat ibu menyusui karena katanya memperlancar ASI ya. Terus sama ini sih kalau buibu di tempatku bilang, marning jagung. Apa emping ya lupa wkwk. Konon cemilan itu juga bikin ASI lancar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba tanya mama, Ndah hahaha setahuku tradisi di Jawa sana lebih ketat, betul nggak yaa? Benerrr. Pokoknya tiap kali liat daun katuk mindset-nya udah ke "oh ini buat ASI lancar". Jadi kalo nggak lagi menyusui pun makan katuk suka guyon, ati-ati keluar susu deres 🀣 dan aku langsung browsing apa itu marning jagung, ternyata pernah makan deng. Kok asik banget boleh makan snacks beginian?? Belinjo manis pedes boleh juga dong? 😁

      Delete
  7. Wuaaa aku baru tau tntng Guek Lai ini mbaa 😍😍 Seru juga baca tradisi2nya yaa. Klo yg aku liat, kayanya ga ada yg terlalu memberatkan yaa, kecuali yg ga boleh keramas. Krna aku waktu abis lahiran dulu itu keramas adalah hal yg menyenangkan n relaxing bgd buat aku. Sekaligus me time sebentar sambil dengerin musik 😁
    Klo pake gurita, itu aku setuju bgd. Perut yg lg kontraksi buat balik ke bentuk semula jg kerasa lbh nyaman klo diiket kenceng gt. Mama aku jg sampe cerewet terus buat ngingetin pake korset atau ga gurita itu 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya nanti kita ke anak cewek juga gitu kali ya, Mbaa. Ngebawelin mereka pake gurita saat mereka lahiran nanti wkwkwk dan kayaknya emang perut kita ini mesti disayang-sayang, karena udah jadi "rumah" buat anak-anak kita selama hampir 9 bulan XD

      Waaah pas aku ketahuan keramas sama mama di RS itu langsung diceramahi A-Z, kapok deh 🀣

      Delete
  8. Guek Lai ini sekilas mirip juga kayak caranya orang Jawa paska lahiran. Mama ku dulu pernah cerita. Terus pas diterusin ceritanya ke anak dan mantu, masing-masing sudah punya caranya sendiri jadi gak begitu ngikutin. Misal soal pakai stagen atau kain bebet, terus soal mandi gak mandi itu, sama ada yang urusan bayinya juga kalau gak salah. Harus bedong kenceng, harus geser geser kepala pas bobok, apa lagi banyak banget.

    Mirip Mamanya Lia, Mama ku juga cenderung masih strong meski sudah lahiran 3 anak. Katanya ada yang ngikutin tradisi itu, ada juga yang gak sih. Katanya pas lahiran aku, Mama gak terlalu ngikutin karena riweuh dia ngurus dua anak kecil (kakakku beda setahun). Mungkin itu juga asal mula aku ini gampang masuk angin hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo menurut ART yang kebetulan kerja di rumah mertua dan melihat proses Guek Lai ini, katanya memang mirip-mirip dengan tradisi di Jawa, Mba. Malah katanya kalo di kampung tuh dulu mbake pake bekungnya di pohon, diiket sampe kenceng banget hahahaha. Soal bayi juga iya. Kalo pake confinement lady mungkin bakal lebih telaten sih. Cuma yang Mba Justin bilang soal cara sendiri itu juga bener. Buktinya Josh dan Krystal sama neneknya diurus biasa aja. Nggak dipakein gurita karena kata dokter sekarang udah nggak perlu. Paling dibedong biasa aja, tidur harus pake bantal biar nggak peyang, gitu aja sih :D

      Delete
  9. aku baru tau istilah Guek Lai mbak
    jadi belajar juga aku nih, rata rata kalau soal keramas itu aku pernah denger dari temen, banyak yang bilang jangan, lahh sekarang aja kalau lagi menstruasi nggak boleh keramas katanya padahal bukan untuk ibu habis melahirkan

    tapi kalau nggak keramas, lepek juga semingguan, masa semingguan pakai dry shampoo terus terusan.
    setagen masih tetep kayaknya digunakan sama beberapa orang ditempatku,kayaknya kalau ini dari zaman aku kecil udah pernah liat dan kayak semacam "wajib" gitu

    tapi sekarang juga masih ada yang nggak setagenan juga, mungkin tergantung individunya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya kalo stagen sih wajib banget yaa di mana-mana. Soalnya ini memang salah satu yang paling ngaruh gitu sih untuk apa ya istilahnya... membopong (?) badannya si ibu supaya kenceng lagi. Di aku juga ngaruh banget, Mbaaa. Maklum, umur baru mau kepala 3 tapi suka encokan hadehhh

      Hahahaha dulu mamaku juga suka bilang kalo lagi mens jangan minum es dan keramas. Sekarang malah aku suka keramas kalo mens, abis entah kenapa rambutnya suka lepek kalo lagi dapet wkwkwk

      Delete
  10. Beberapa aturan guek lai di atas, sebnernya ga jauh beda Ama aturan nifas yg mamaku ajarin Jane. Mama ketat juga kalo ttg itu. Tp akunya aja yg bandel :(.

    Cuma yg kuah dan arak, itu aku ga lakuin :D. Mama dulu juga larang aku mandi. Tp aku mana tahan kalo ga mandi yaaa. Dan jujur juga ga suka pake air panas :(. Gerah...

    Tapi bedanya Ama guek lai, aku diwajibin minum segala macam jamu nifas. Ama ramuan yg dioles2 di dahi. Katanya supaya mata tetep terang. Again aku ga rutin lakuin. Apalagi jamu yg minum, pait bangetttt. Kalo jamunya pil aku minum. Pilis kalo ga salah nama ramuan yg dioles di dahi.

    Trus stagen wajib lash. Naaah kalo ini aku suka. Krn ngerasa sih stagen itu bikin bdn tegak , dan kalo abis Cesar, rasa ngilu jahitan ga bgitu terasa . Kalo ga pake stagen, duuuh itu LBH sakit loh. Makanya aku rutin pake stagen. Mungkin Krn itu juga , perutku Cepet balik ramping. Walopun skr menggendut lagi Krn makan Mulu wkwkwkk

    Tp aku percaya sih guek lai ATO pantangan nifas itu bener khasiatnya. Cm mungkin bagi kota2 yg menganggap LBH modern suka ga rutin dan konsisten plus anggab remeh :(. Pdhl kalo dipikir, itu semua masuk akal kok larangan2nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soal stagen: lagi-lagi aku SETUJUHHH :D

      Nyesel banget waktu lahiran pertama aku nggak telaten pakenya. Untung yang kedua kali ini aku bener-bener nurut dan hasilnya cukup memuaskan hahaha. Cuma sekarang sama juga, Mbaa. Kelamaan di Bali makan masakan Mama perut membuncit lagi *upss* πŸ˜‚πŸ˜‚

      Kayaknya kalau kuah arak itu memang hanya ada di tradisi Chinese. Dulu mamaku juga pake jamu nifas, Mbaa. Mama sempet nawarin aku tapi kutolak karena udah kembung dan begah banget tiap hari disodorin minum kuah, arak, makan-makanan duh gak sanggup harus jamu-jamuan lagi πŸ™ˆ

      Delete
  11. Aku mau share sedikit pengalaman habis melahirkann Alm. Baby E. Bisa di bilang aku tidak menjalani masa guek lain ini ci. Hari ke-9 habis melahirkan, pulang dari rumah duka, aku langsung mandi dan keramas. Suegeeer nyaaa mintaa aampun. Sampai berkali-kali aku bilang ke si Koko kalau aku berasa terlahir kembali. Enaaak bangeet abis mandi dan keramas. Waktu itu mama ku uda pulang ke rumah, jadi aku cuma mandi pake air hangat biasa.

    Bisa di bilang aku cukup rutin keramas karena memang kebiasaan sih. Cuma sebisa mungkin aku keringin rambut pake hair dryer. Entah memang seharusnya 30-40 hari pasca melahirkan harus menjauhi dari air, sekarang aku suka merasa mudah masuk angin. Koko itu penyuka dingin, jadi sebisa mungkin AC nyala dengan suhu agak dingin. Aku suhu 24 derajat aja kadang masih kedinginan. Makanya jika nanti dapat kesempatan untuk kembali hamil dan melahirkan, masa-masa nifas bener-bener kayanya aku mau buat badan hangat.

    Waktu itu aku makan ayam tim obat, cuma ga rutin. Rajinnya minum air hangat aja dan sesekali pake kaos kaki. Sehabis nifas, baru ngeh kalau zaman udah canggih. Buktinya banyak catering-catering menu ciakpo yang bisa kita pesan daripada repot bikin.

    Kebetulan mama aku cuma tinggal bareng semingguan saja. Setelah Baby E meninggal, aku bilang ke mama untuk pulang aja. Toh aku saat itu memang pengen sendirian dan ngerasa ngurus badan sendiri masih bisa. Next kalau kembali melahirkan, mungkin sesekali aku mau pesan catering ciakpo ituuu.

    Awal-awal aku pake korset dari H+1 abis caesar. Pokoknya bius mulai hilang, aku uda disuruh pake korset. Waktu itu karena dadakn juga caesarnya jadi ga bawa korset. Untungnya di dekat RS ada toko baby, jadi si Koko beli aja sesuai dengan refrensi penjualnya. Lupa merknya apa cuma ada tiga perekat. Lumayan buat nahan perih efek bius uda ilang. Dua mingguan aku rutin pake itu. Kemudian pake korset dari Mooimom. Jadi gonta ganti aja korset yg pertama beli dan Mooimom deh. Aku lumayan lama pake korset, sampe dua atau tiga bulan pasca lahiran. Soalnya merasa terbantu, pinggang ga cepet pegel dan mayan nahan perut yang belom kenceng efek lahiran.

    Makasihhh Ci Jane atas sharingnyaaa. Aku jadi dapat info tambahan yang mungkin berguna untuk nantinya jika dapat kesempatan kembali untuk menjalani proses iniii hhhee..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hello Devinaaa, thank you bangettt udah share pengalaman masa nifas kamu ya! :D betul banget sih memang masa nifas ini kalo dijalani telaten manfaatnya akan terasa sekali. Pas lahiran kemarin ini aku bener-bener minum kuah obatya sampai 40 hari, badan langsung terasa 'badak' lagi πŸ˜‚ cuma memang pinggangku sih sekarang yang suka pegel, kayaknya karena udah epidural dua kali jadi begini hiks tapi yang penting kita semua sehat-sehat terus yaa. Baru ngerasain tuh jadi ibu segininya banget (':

      Hahaha jadi inget pas tiap abis keramas mamaku ngoceh-ngoceh suruh cepat keringin dengan hair dryer πŸ˜‚

      Oh ya bener, aku juga sempet denger adanya katering ciapo. Cuma sayangnya di Bogor jarang ada bahkan nggak nemu. Untung kali ini mamaku lamaan di Bogor jadi bisa bantu banyak.

      Aku turut berdoa supaya kamu bisa diberi kesempatan hamil lagi dan bisa menjalani proses guek lai ini yaa *aminnnnn* sehat terusss, Dev! 😘

      Delete