Diary of the Month: May 2021

Wednesday, June 2, 2021


Wadidawww udah bulan Juni aja nih! Gimana kabar kalian semua? Buat yang habis libur Lebaran, yang habis pulang ngumpul dengan keluarga, semoga semuanya tetap sehat-sehat, ya. Agak ngeri-ngeri juga melihat angka Covid-19 mulai meningkat lagi karena liburan kemarin hiks. 

Bulan April-Mei itu sebetulnya cukup hectic buat kami. Sebelum lahiran aja suami udah sibuk banget dengan kerjaan. Ditambah harus bolak-balik rumah sakit waktu itu untuk nemenin sekaligus nganterin bekal makanan dari mama buatku. 

Seminggu setelah papa mamaku pulang, situasi di rumah juga mayan chaos. Entah berapa kali aku harus menghela nafas cukup kencang untuk mencoba mengendalikan emosi saat menghadapi drama si bocah. Belum lagi raut wajah suami tiap pulang kerja tuh kayak apa yaa... pokoknya lelah banget deh. Komunikasi kami berdua pun udah hampir nggak nyambung karena kecapekan. Di sini lah terbesit untuk ngajakin suami staycation saat libur Lebaran yang akan datang. Dengan harapan setelah liburan singkat tersebut, kami kembali "waras" dan mengumpulkan energi baru untuk menjalani rutinitas. 

Apakah staycation bulan lalu membuahkan hasil manis? 

Best Memories 


Jadi sebetulnya ide staycation ini udah ada sebelum Krystal lahir. Ceritanya pengen liburan bertiga untuk terakhir kalinya (duh, sentimental banget). Eh, ternyata memang rezeki liburannya setelah melahirkan. 

Staycation dimandose, sih? Di Jakarta aja kok. Seperti biasa, yang namanya libur Lebaran penduduk ibu kota biasa lari ke gunung, dan yang dari gunung kayak kami turun ke kota. Sebetulnya pengen banget ke Bandung, cuma karena ada larangan mudik, yaudeh kita manut aja. Apalagi masih pandemi gini mungkin jalanan maupun hotel tempat kami menginap juga nggak rame-rame amat. Yang penting prokes nggak boleh kendor! 

Berangkat dari asumsi tersebut, tibalah kami dengan selamat di hotel. Begitu kaki menginjakkan di lobi hotel, seluruh jiwa dan raga ini mendadak langsung plong. Nggak lebay lho. Rasanya aku bisa mendengar tiap sisi dinding hotel tuh ngomong, "Haloooo, selamat datang dan menikmati liburan kalian, ya!"

Begitu selesai check in dan mendapat kunci kamar, hal pertama yang aku lakukan adalah... ROOM TOUR! 🀣 Dih, anak konten banget dasar wkwkwk. Itu juga buat laporan ke grup keluarga aja, sih. Sekalian bikin mupeng maksudnya HAHAHA. 

Karena kami masuk sekitar pukul 1 siang dan kebetulan juga udah lunch seadanya di mobil, kami pun goler-goleran di dalam kamar. Josh udah ribut banget pengen berenang, sementara kebijakan hotel di tengah pandemi ini, pemakaian kolam renang dibatasi dan harus reservasi terlebih dulu. Ketika check-in sebelumnya, aku udah booking untuk jam 3 sore. Yaudah deh, selama hampir dua jam di dalam kamar, cah lanang ngoceh terus dengan kalimat yang sama: "Udah jam 3 belom? Kok lama, sih?" 😀

Selama dua malam di hotel, aktivitas kami gitu-gitu aja. Tiduran, nonton, makan, ngemil, tiduran lagi, on repeat. Suami dan Josh sempat main ke mall yang ada di sekitaran hotel untuk makan siang dan bungkusin buat aku yang nggak ngikut. Lah, sama aja dong kayak di rumah aja? Buatku, sih, nggak sama. Staycation di hotel gini membuatku lebih leluasa. Dan yang penting, mama nggak perlu pusing mikirin mau masak apa. Plus, AC kamar dingin banget, mak! Enak banget buat selimutan terus. Apalagi kasur, bantal, selimut hotel itu nyaman banget nggak, sih? Krystal aja yang masih bayik menikmati banget lho, tidurnya pules banget! 

Segala sesuatu ada masanya, dan liburan kali adalah masanya kami untuk menikmati berkat Tuhan. Bersyukur banget pokoknya bisa recharged sekeluarga kali ini. Pulang ke rumah bawaannya udah seger lagi deh! 

Jadiii, next kita ke hotel mana lagi, suamik? *lah seenaknya* 😜

Eniwei, berikut beberapa cuplikan dari staycation kemarin, ya. 

Sambil ngemil kue sambil melihat pemandangan... kemudian Josh pun membatin: "Gedung mana yang bisa aku beli, ya?" 🀣

Kasurnya empuk yaa dek hihi 

Dua hari berturut-turut anak ini memilih menu sarapan yang sama: pancake and waffles. 

Croissant ini enaaaa banget. Sampai sekarang masih kebayang-bayang enaknya huhuhu


Something I've Learned 


Salah satu afirmasi yang aku lontarkan ke diri sendiri setiap hari: Belajar untuk menikmati rutinitas yang baru dengan hati bersyukur. Not easy (at all), tapi bisa kok dilalui (: 

Food/Drinks I've Tried 


Gara-gara waktu mama masih di Bogor dan beli banyak camilan dari salah satu toko roti lokal, Michelle Bakery, aku jadi tertarik untuk mencoba lebih banyak varian roti yang mereka punya. 

Bagi pecinta roti (yuhuuu Mba Fanny XD), kayaknya musti coba Michelle deh kalau main ke Bogor. Sebetulnya aku jarang beli roti di sini. Biasanya cuma beli roti tawarnya aja. Kebetulan aja kemarin lagi kepingin beli jajanan donat dan chocoballs favoritnya Josh, eh sampai di sana mamanya kalap. Kemarin ini aku lebih banyak jajan varian roti manisnya, sih, di antaranya ada coffee cream, roti sisir mentega dan satu lagi penampakan dan rasanya persis cinnamon rolls tapi versi roti. Tiga-tiganya sukses jadi favorit akohhh! Pada dasarnya aku memang lebih suka roti manis ketimbang asin, sih, hihi. Rasa rotinya mereka ini lembut dan empuk, enak banget pokoknya *duh nggak bakat jadi food blogger, deskripsinya kalau bukan "enak" ya "enak BANGET sampai mau meninggoy* 🀣

Fun fact: aku baru tau dari suamiku kalo pemilik Michelle Bakery adalah seorang dokter. That's why sejak pandemi ini di toko mereka prokesnya lumayan ketat. Jumlah pengunjung yang masuk dibatasi, sebelum masuk kita wajib pake hand sanitizer dan petugas mengukur suhu badan kita. Jika biasanya kita bisa mengambil roti sendiri dengan tray dan tongs, di new normal ini kita akan diberi nomor masuk oleh seorang pramuniaga, kemudian kita tinggal menunjuk roti apa saja yang diinginkan dan si mbak pramuniaga yang akan membantu kita mengambilkan roti atau kue. Bak makan di warteg gitu deh yaa nunjuk-nunjuk lauk. Oh ya, rak display rotinya pun ditutup seluruhnya oleh sejenis plastik bening (apa sih namanya, plastik mika?). Jadi kita sama sekali nggak bisa menyentuh produk yang ada. Overall, aku cukup merasa aman belanja roti di sini. 

Music/Song I've Listened To 


"Smooth like butter, like a criminal undercover..." *you sing, you lose* 😝


Btw, mau ngucapin selamat dong ke tujuh pemuda tampan iniii. Baru comeback aja udah borong piala di BBMA, terus hari ini sukses nangkring cantik di urutan pertama Billboard Hot 100. Ini kalo boleh tau pada makan apa, sih? Kok kerja kerasnya menginspirasi amat πŸ’œ

Movie/Video I've Watched 


Okay, bear with me. Karena list tontonan di bulan ini juga cukup panjang. 

Go Ahead (Chinese Drama) 
Salah satu isi dalam daftar 30 before 30, aku menulis keinginanku untuk mengasah kemampuan bahasa Mandarin yang selama ini hanya dipakai untuk ngomong sehari-hari. Itu juga udah mulai kagok karena yang diajak ngomong cuma Josh dan mama kalo telponan. Salah satu metode latihan terbaik (dan yang paling kusuka) adalah dengan nonton serial drama. 

Pas lagi nyari tontonan Chinese drama di Netflix, pilihanku mendarat ke salah satu drama yang berjudul "Go Ahead". Terus mamaku nggak sengaja lihat trailer-nya, kemudian mendadak heboh. 

"Ehhhh, nonton ini deh! Bagusssss. Tentang keluarga. Aduh, kamu pasti nangis deh nonton ini. Bagus banget!" 

Wah, kalau tema besarnya keluarga, I'm sold! 

Go Ahead ini bercerita tentang tiga anak yang tumbuh dewasa bareng tanpa adanya ikatan darah. Ada Li Jian Jian, putri tunggal pemilik sebuah kedai mie, Li Hai Cao. Kemudian ada Ling Xiao, si anak tetangga yang papanya adalah seorang polisi dan memiliki ibu yang punya gangguan mental sehingga kondisi keluarga ini tuh tiap hari berantem terus, antara suami dan istri, ibu dan anak. Yang terakhir ada He Zi Qiu, seorang anak laki-laki dari seorang perempuan bernama He Mei yang hampir menikah dengan Li Hai Cao. Suatu ketika, demi mencari uang He Mei pergi ke luar kota dan meninggalkan Zi Qiu di kampung halaman. Karena nggak tega, Hai Cao akhirnya menjemput Zi Qiu untuk tinggal bersamanya. Alhasil, Jian Jian pun punya seorang kakak yang nggak sedarah tinggal bersamanya sampai remaja. Sementara itu, karena keluarganya berantem terus dan sang ayah yang sibuk bekerja jarang pulang ke rumah, Ling Xiao pun lebih banyak menghabiskan waktu di rumah Hai Cao, bersama dengan Jian Jian dan Zi Qiu. 

Mereka bertiga tumbuh menjadi anak remaja yang sangat bahagia. Sampai suatu ketika mereka harus dihadapkan realita dan berbagai masalah, yang akhirnya membuat ketiganya bertanya-tanya: Apa makna keluarga yang sesungguhnya? 


Serial ini totalnya 40 episode dan percayalah, nggak akan berasa sama sekali dan begitu tamat, kalian pasti akan berseru: "WE WANT MOREEE!" *sambil gebrak meja biar dramatis*

Kisah keluarga dan pertemanan yang disuguhkan di serial ini nagih banget! Meski bukan saudara kandung, ikatan persaudaraan antara Jian Jian dan dua kakak laki-lakinya tuh bikin iri maksimal. Yaaa gimanaaa nggak iri. Ada apa-apa langsung deh dua kakak ini maju di depan untuk melindungi sang adik. Apalagi Zi Qiu yang sebetulnya hampir menjadi kakak tiri Jian Jian (kalau He Mei jadi menikah dengan Hai Cao) tuh sayaaaaaaang banget dengan Jian Jian. Padahal waktu kecil dia sering banget dijahili dan dijutekin oleh Jian Jian, lantaran dia nggak mau punya ibu tiri. Kocak banget deh lihat episode mereka waktu kecil. Mendadak ngebayangin kalo Josh dan Krysal udah sebesar mereka, terus Josh dijahili adiknya sendiri tapi tetep sayang dan ngemongin adiknya, uwuuuu. 

Di samping itu, karena kepingin punya kakak laki-laki, sejak kecil juga Jian Jian udah suka banget dengan Ling Xiao. Meski Ling Xiao cenderung pendiam dan nggak banyak ngomong (ada alasannya kenapa dia begini, tonton saja ya!), Jian Jian kecil nggak menyerah untuk mendekati dan mengajaknya untuk makan bareng di rumahnya. Pasalnya, karena orangtuanya sering berantem, Ling Xiao kecil suka duduk di tangga depan rumahnya (ini cerita mereka kayak tinggal di gedung apartemen gitu) sambil baca buku. Terus, Jian Jian suka ngajakin ngobrol. Meski dicuekin, Jian Jian pepet terossss sampai suatu hari si Ling Xiao mengiyakan ajakannya. Asli deh, dari kecil aja si Jian Jian ini udah agresif banget bahahaha. 

Selain fokus dengan ketiga tokoh ini, sebetulnya kita nggak boleh mengabaikan karakter papanya Jian Jian, yaitu Li Hai Cao. Entah berapa kali aku dibuat nangis karena si ayah satu ini. Ibunya Jian Jian udah meninggal, Hai Cao pun membesarkan dan mengurus Jian Jian sendirian sebagai single parent. Sepanjang nonton serial ini aku terus-terusan dibuat kagum oleh kebaikan hati sekaligus kerapuhan sang ayah. Meski dari luar terlihat kuat dan tabah, namun sebenarnya Hai Cao punya pergolakan batinnya sendiri. Sedih banget deh waktu nonton "pengakuan" Hai Cao saat ketiga anaknya menghadapi persoalan hidup. Jangan-jangan orangtua kita diam-diam menangis juga yaa di saat mikirin kita... TT___________TT

Dari 1-10, aku bakal kasih 11 untuk serial ini. Buat yang udah nonton dan suka vibe serial Korea Reply 1994, mungkin akan suka juga dengan serial ini. Coba simak trailer-nya dulu aja. Kalo cocok, cusss nonton, ya! 


Girlboss (Netflix Original Series)
Sebagai pembaca dan pernah mengidolakan sosok Sophia Amoruso, rasanya nggak boleh melewatkan serial yang juga diadaptasi langsung dari buku memoar miliknya ini, deh. 

Basically, serial ini hampir sama dengan isi bukunya. Jadi buat yang belum baca bukunya, nonton serialnya aja lebih seru. Walau harus banyak mengelus dada karena banyak kata-kata kasar dan eksplisit di dalamnya, hahaha. 

Habis nonton ini rasanya mengingatkan gimana rasanya mempunyai gejolak anak muda yang hampir nggak takut melakukan dan mencoba apapun. Yaa, meski di masa 20an dulu eike nggak seberani dan senekad Sophia. Maklum, anaknya banyak pertimbangan hidup πŸ˜‚

Oh ya, serial ini girl power vibe banget, sih. Cucok untuk nobar bareng sohib-sohib ciwik kamu. 

Knives Out
Nggak sengaja nonton ini di kamar hotel waktu staycation kemarin. Sayangnya pas nonton udah di tengah cerita, alhasil bingung dengan alurnya. Apalagi setelah tau ini adalah film misteri dan plotnya cukup menarik. Padahal aku jarang banget nonton film dengan genre ini. Memutuskan untuk nonton ulang karena yakinnnn ini nggak ada unsur thriller maupun horor sama sekali. Dan juga karena ada Steve Evans yang ternyata karakternya jerk banget minta digaplok hahahaha. Bertolak belakang banget lah dengan Captain America. Serta ada si agent 007, Daniel Craig, berperan sebagai detektif yang agak nyentrik. 

The Final Table
Nonton ini juga iseng lantaran nggak bisa lanjut nonton Masterchef Junior Australia yang sempat ditonton waktu staycation juga. Formatnya sedikit berbeda dengan Masterchef karena peserta The Final Table adalah para chef yang udah mempunyai beberapa restoran di berbagai negara, bahkan ada yang udah berhasil mendapatkan Michelin. Kemudian task mereka adalah memasak hidangan khas sebuah negara yang ditentukan. Jurinya pun berbeda-beda di setiap episode. 

Kali ini nontonnya nggak sendirian, ada suami yang ikut seseruan bareng hahahaha. Jarang-jarang doi bisa ketagihan nonton acara begini. Ikut tegang bareng, ikut sok-sok analisa masakan para chefs, tebak-tebakan peserta mana yang bakal keluar duluan dan seterusnya.

Berharap ada season lanjutan, sih. Karena masih banyak negara yang belum dipilih untuk dimasak hidangan khasnya lho. Indonesia aja belum. Pengen tau aja chef non Asia masak rendang atau opor ayam jadinya kayak apa πŸ˜†

Books I've Read


Cuma baca satu buku dan udah diulas di What We Read in May, ya. Ayooo ramaikan kalau yang belum baca postingannya! 

***
How's your May everyone? 

17 comments:

  1. Apakah pertama??? *jeng2...
    πŸ˜…πŸ€£

    Mei'ku... hhhmmm so so aja si Mba.. tapi tetap bersyukur karena dikelilingi orang2 baik dan segala sesuatu yg terjadi... πŸ˜‡

    Mba Hotelnya tinggi beud ya.. viewnya bagus.. itu kalau aku disana tiap malem pasti ngejogrog kaya Josh di depan jendela ngeliatin gemerlap lampu kota jakarta sambil dngerin Lagu galau.. wkwk 🀣🀣🀣

    Butter bagus banget ya mba. Tapi mau komplain.. kok 7 sih Mba membernya.. kan skrang udah official jadi 8 orang.. wkwk *halunya mulai πŸ˜›πŸ˜›

    Wahh, dari baca reviewnya Go Ahead ini sepertinya menarik dan bagus ya, dan yg pasti mengharukan juga.. mau ahh tak masukin ke List....

    kemarin aku nyoba nonton 2 episode dorama judulnya Kantaro hasil rekomendasi Mba Hicha dan Mba Eya.. Ya Ampunn ngakak aku mba πŸ˜‚πŸ˜‚.

    Salam dan sehat selalu untuk Dek Krystal, Josh, Mba Jane dan Mas Andreas ya... 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamaaat Anda berhasil menempati urutan #1! πŸ˜†πŸŽ‰

      Aku barusan main ke blognya Mas Bayu ternyata bulan lalu itu bulannya Mas Bayu ya! Happy birthday sekali lagi yaa! Semoga impiannya menjadi member kedelapan BTS bisa terwujud *dan ternyata memang terwujud meski di mimpi ya HAHAHAHA* sehat terusss, Mas Bayu!

      Iyaaa memang tinggi bangetss. Katanya sih ini hotel tertinggi di Jakarta hohoho si Josh betah banget lho nongkrong di jendela kamar kayak gini selama dua hari. Bengong-bengong, nyanyi sendiri, enjoy banget anaknya hahaha. Duh, bahaya ah denger lagu galau di jendela gedung setinggi ini πŸ™ˆ

      Mas Bayu HARUS nonton Go Ahead deh! Jarang banget bisa nemu drama keluarga kayak gini. Serialnya hangat, lucu dan bikin haru biru huhuhu

      Aku baru baca review-nya Kantaro dan ternyata emang kocak banget yak! XD aku baru masukkin ke list, mudah-mudahan ada waktu untuk nonton :D

      Salam sehat juga untuk Mas Bayu dari kami berempat! πŸ™πŸ˜

      Delete
  2. Jane baca cerita staycation kamu, aku jadi teringat rencana staycation alone yang belum terwujud sampai sekarang hahaha. Harusnya kemarin yaak pas libur lebaran, lumayan ada libur 5 hari, kok ya ga kepikiran si eya dongdong 😌

    Suka banget foto Josh menghadap jendela ituuu kayak beneran lagi contemplating mau beli gedung yang mana nanti ahahahaa aaminin dulu aja ya Josh 😊

    Btw Jane Knives Out kudu nonton dari awal karena seseru ituuu.. Sayang kayaknya belum ada di streaming service dia hemm... Chris Evans di situ memang minta ditampol, tengil bangeeett tapi jadi seger liatnya karakternya beda banget sama Captain πŸ˜„ btw di netflix ada filmnya Chris Evans yang bagus banget juga, judulnya Gifted. Cobain deh Jane kalo belum nonton 😁

    Aku masukin list aah Go Ahead walaupun ga tau kapan nontonnya, kayaknya bakal menguras emosi nih nontonnya πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ide bagus ya padahal πŸ˜‚ kalo nggak salah Chivie kemarin pas Lebaran juga staycation alone, Ya. Kayaknya asik banget ngegoleran di kamar hotel sendirian. Tapi kamu kemarin sempet pulang Bogor ya jadinya ngumpul keluarga. Itu juga udah seru banget pasti hihi wiss, kapan-kapan dijadwalkan saja staycation alone-nya. Semoga terwujud!

      WHOA AMINNN JOSH BISA BELI GEDUNG! Atau bangun gedung baru juga oke yak. Anaknya bercita-cita jadi kontraktor soalnya bisa naik excavator katanya 🀣

      Eyaaaa, ada kokkk di streaming service, ilegal sih tapi πŸ™ˆ aku udah nonton dari awal dan memang keren banget ya filmnya! Scriptwriter-nya jago banget nulis cerita. Dan aku kagum sekali dengan para aktornya yang nyentrik-nyentrik. Haishhh si Capt pengen aku tabok di film ini HAHAHA

      Gifted udah ada di list aku, Ya! Nanti aku tonton ah, apalagi setelah baca review kamu :D

      Banget banget! Siap-siap kebawa emosi deh nonton Go Ahead. Tapi memang bagus sekali serialnya 🀧

      Delete
  3. I feel you Jane!!!
    Aku minggu kemarin baru staycation juga, rasanyaaa.. ah mantap!
    G jauh, hotel di Kota Kediri yang jaraknya cuman 10km an dari rumah. Dan aku mengamini apa yang kamu tulis, g bingung mikirin mau beres-beres, suasana baru yang cozy, buffet yang selalu jadi favorit kalau sarapan (paling suka ambil salad, kentang, sosis, sama omelet), kasurnya empuk dan AC yang adem.
    Bisa males-malesan seharian di hotel, keluar hotel paling pas laper. Dan jalan kaki soalnya mau main jadi turis XD

    Kayaknya bakal ada agenda lagi buat short escape selanjutnya deh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haseeeek ternyata ada yang abis staycation dalam kota juga! Duh, kita sama banget, Pit. One of the best and favorite thing nginep di hotel itu adalah BREAKFAST BUFFET! Dan menu faavorit kita persis! Hahahaha sayangnya kemarin di hotel nggak ada menu salad, tapi kesampean banget makan ala-ala English Breakfast gitu πŸ˜†

      Aminnn! Maybe after the wedding war? *itu sih judulnya honeymoon yak bahahaha*

      Delete
  4. Ci Janeee, bener banget deh! Mau dibilang apapun, staycation itu rasanya beda sama di rumah doang. Hawa liburannya tuh terasa banget dan jadi sueger rasanya wkwk. Dulu waktu kecil sering diajak staycation sama saudaraku, aku malah bingung ngapain buang duit nginap di hotel padahal rumah tinggal ngesot doang πŸ˜‚ tapi sekarang pas diingat kembali masa-masa itu, aku baru ngeh sama efeknya 🀣 sekarang malah pengin lagi staycation gitu tapi belum kesampaian 😭. Semoga Ci Jane bisa staycation lagi, soon! Hihihi. Btw Ciii hotelnya bagus deh! Apa akan direview di post mendatang? Aku mau dong lihat roomtournya πŸ˜† aku selalu suka deh nonton/lihat roomtour gitu wkwk

    Anyway, aku suka banget buku Girlboss dan waktu baca buku itu beneran terasa semangatnya Sophia πŸ˜†. Recommended nih buat temen-temen baca atau tonton wkwk

    Soal Butter, nggak akan ada habisnya kalau bahas lagu + mv ini 🀣🀣🀣 setiap performance selalu ada hal yang mengagetkan deh. Kayak kemarin itu V tahu-tahu rambutnya dikuncir di GMA pas nyanyi Butter, yaampun aku meleleh 😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kaaaaan. Dulu waktu kecil aku juga suka diajak staycation sama papa mama, Lii. Karena papa suka dapet voucher nginap gitu dari partner kerjanya. Tiap kali ke hotel nggak mau pulang, soalnya ranjangnya nyaman banget wkwkwk 🀣

      Sayangnya nggak ada rencana review hotelnya nih di sini πŸ™ˆ soalnya kemarin itu judulnya emang pengen mager-mageran aja hihi udah bawa kamera padahal, tetep aja motretnya males πŸ˜‚ aku juga suka nontonin video roomtour. Rasanya kayak beneran lagi ada di sana langsung hahahaha

      Aku juga sempet suka bukunya Girlboss! Abis baca rasanya pengen curi girl power-nya Sophia yang keren banget hahahaha. Kamu udah nonton serialnya, Lii?

      TOLONG YAA TAEHYUNG JANGAN NGADI-NGADI! Kayaknya BTS totalitas banget di era Butter ini. Totalitas bikin ARMY kejang-kejang 🀣🀣🀣

      Delete
  5. Waah hotelnya bagus banget Tante Jane, namun terlalu tinggi . Duh dedek Cristal pules banget tidurnya sedangkan kakak Josh menikmati banget makananya. Kalau tari sendiri gak kemana - mana sibuk bantu pernikahan kakak yang sebelumnya juga habis kehilangan ayah tercinta .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Tari, turut berdukacita atas kehilangan Ayah tercinta, ya. Semoga Mba Tari dan keluarga besar dikuatkan ya πŸ™

      Iya Mbaa, hotelnya memang tinggi sekali. Aku juga agak ngeri awalnya lihat pemandangan ke bawah πŸ˜‚ tapi lama-lama kagum juga dengan keindahan ibu kota apalagi pas malam hari hihi

      Delete
  6. IYA AKU KALAH AKU NYANYI! *urgent, dikomen duluan* BTS nih lagu-lagunya masuk ke selara aku terus akhir-akhir ini HAHAHAHAHAHA anaknya lemah sama lagu cerah(???).

    Btw Josh jadi beli gedung yang mana? :p

    Aku kemarin-kemarin mau staycation tapi sodaraku nggak mau, parno dia. xD Yaudah nggak jadi. :)))

    Wow kalau yang punya dokter emang beda ya, prokesnya lebih ketat. Seandainya orang-orang di sekitarku kayak gitu juga. *MULAAAAIIII CURHAAAAT* xD

    KRYSTAL LUCU BANGET!!! >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. YHAAAA. Hukumannya NYANYI DARI AWAL SAMPE AKHIR! 🀣 mereka kayaknya emang sengaja bikin lagu dengan summer vibe gini deh. Filosofinya sih supaya menghibur rangorang di tengah pandemi biar tetap semangat because Life Goes On *cailahh* πŸ˜†

      Ngomongin orang lain yang nggak prokes ketat mah nggak ada habisnya. Yang penting kita jangan kendor yak! *pasang masker berlapis-lapis*

      MAACIH TANTE! 😘

      Delete
  7. Selamat atas lahiran dedenya, semoga jadi anak yg berbakti pada orang tua.

    Ah, entah mengapa saya sedang merasa jadi orang kudet yang tak paham beberapa kosakata. Tapi saya bukan orang yang malu bertanya.
    Jadi staycation artinya apa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak Mba atas ucapannya! Amin amin ❤️

      Gapapa dong, Mbaa. Jadi staycation itu semacam istilah liburan singkat di sebuah tempat yang nggak jauh dari rumah atau dalam kota :D

      Delete
  8. yampunn pipiiiiiiii tolonggg..... pengen aku ciumi tuh pipi mbak hahahaha
    view hotelnya kece juga mbak, liat gedung gedung di sekitar hotel kayak gini aja, aku juga seneng

    knives out kayaknya pernah nonton, inget dari judulnya dannnn baguss nih, aku kalau nemu film bagus, suka hapalin judulnya meskipun kadang lupa. diingetinnya sama potongan filmnya atau sekilas dari judulnya

    go ahead ini lumayan juga kayaknya ya, 40 episod banyak juga ternyata, apa aku sanggup hehehe. kayaknya kalau nonton ini slow aja kali ya, sambil disambi ngapain gitu
    drakor rata rata 20an episode kadang berasa panjang bangett


    dannn girlboss ini baru tau kalau difilmkan, bukunya bikin penasaran kalo pas ke Gramed, tapi belum kebaca juga. Menarik nih.noted dulu ahh

    ReplyDelete
  9. Duh, lama ngga main lagi jadi rindu sama Diary of the Month-nya kak Jane. Saya bukan pecinta roti, tapi kalau disuruh pilih antara roti manis atau asin, kayaknya akan lebih milih roti asin. Sekarang, sudah jarang senang makan yang manis-manis. Apalagi semenjak minum kopi, rasanya kalau mau ngemil itu yang rasanya tidak terlalu kuat.

    Pilihan tontonan kak Jane cukup bervariatif. Saya salah satu penggemar Knives Out. Lagi ngga sabar untuk nunggu sekuelnya yang katanya punya cast yang lebih menarik. Saya sendiri sudah dengar series Go Ahead itu dari beberapa waktu lalu. Kebetulan, beberapa hari yang lalu langganan Netflix lagi karena mau nonton Vincenzo. Abis ini, bisa jadi tontonan alternatif

    ReplyDelete
  10. CATEEEET, nama bakerynyaaa ;D. Udh lamaaa ga ke Bogor. Aku pasti datangin kalo kesana. Bosen juga kalo ke Bogor beli rotinya selalu di roti Unyil wkwkwkwkw. Eh Bogor msh pake pembatasan sesuai plat mobil ga sih Jane? Kmrn kan sempet tuh... Makanya aku blm berani book hotel di Bogor karena itu.

    Itu staycation ya di mana?? Kenapa croissantnya menggoda sekaliiiiii wkwkwkwk. Ga akan prnh bosen Ama croissant di manapun aku sih. Mau ada roti yg lain, tp croissant jadi menu utama sarapan :D.

    ReplyDelete