3 Coffee Shop Favorit di Bogor untuk Me Time (mini giveaway announcement!)

Wednesday, July 29, 2020


Salah satu aktifitas favorit me time aku adalah nongkrong di coffee shop sendirian. Setelah pernah membagikan rekomendasi es kopi susu favorit di Bogor, kayaknya seru juga, yaa, membahas kafe favorit yang sering aku kunjungi. 

Setiap coffee shop pasti punya ciri khas masing-masing yang ingin ditonjolkan, entah itu desain interiornya, makanan atau kopinya atau bahkan ada yang 'menjual' service.

Kebetulan aku selalu senang ke coffee shop untuk kebutuhan me time atau kerja, maka dari itu aku pun punya kriteria khusus. 

Pertama, tempatnya kudu sepi atau nggak terlalu ramai, dan jarak meja dengan yang lain agak berjauhan (social distancing maksudnya?). Soalnya suka sebel kalo deketan bisa jadi ada yang iseng ngintip-ngintip laptop eike. Padahal siapa juga yang mau kepo, gue aja yang insekyur πŸ˜‚

Alasan kedua, tentu aja kopinya harus enak! Minimal, menu Hot/Iced Latte di coffee shop tersebut harus memenuhi standarku sebagai penikmat cafe latte πŸ™ˆ Latte enak versi aku adalah without foam (wajib jika disajikan panas), kopinya sendiri bold dan sedikit asam. Kalo ditambahkan es pun nggak akan terlalu encer. Nanti aku kasih tau di bawah, ya, latte dari coffee shop mana yang layak dicoba. 

Ketiga, jaraknya nggak terlalu jauh dari rumah (dan sekolah Josh dulu). Di blogpost sebelumnya aku udah cerita, yaa, kalau sering colongan me time ke kafe setelah nganter Josh ke sekolah. Sengaja cari tempat yang nggak terlalu jauh, supaya ketika waktu jemput nggak terlalu buru-buru. 

Last but not least, koneksi Wi-fi harusss kenceng! *sekian terima kasih* 

Nah, berikut aku akan berbagi rekomendasi coffee shop favorit aku di kota Bogor, ya. Siapa tau ada yang mau iseng main ke sini jika ada wacana ke Kota Hujan. Here you go!

COHERE
Jl. Ciheuleut No. 21C, Baranangsiang, Bogor Timur

Tempatnya agak 'ngumpet', patokannya nggak jauh dari Bank Panin di Pajajaran (Ciheuleut), sebelahan dengan Indomaret. Cohere, coffee shop yang merangkap sebagai coworking space ini buka dari jam 8 pagi sampai jam 9 malam.

Tempatnya lapang dan terkesan private. Tapi entah, yaa, di siang atau malam hari kondisinya seperti apa. Kebetulan setiap kali ke sini aku selalu pagi sebelum jam 12 siang. Biasanya di jam segitu hanya ada 1-3 pengunjung termasuk aku. Dan mereka pun datang juga untuk meeting, kerja dan bukan untuk ngumpul-ngumpul. Aku pernah sekali, sih, datang bareng geng ibuk-ibuk sekolahan. Karena pasti berisik, kami milih untuk duduk di ruangan agak dalam yang dibatasi jendela kaca besar. Supaya nggak terlalu ganggu orang-orang yang kerja, kan hihi. 

Setiap ke sini juga pesanan kopiku selalu sama: Iced Latte. Taste-nya cukup masuk di lidahku dan nggak encer. Ini penting. Soalnya aku tuh lambretaaa sekali dalam minum kopi. Kebiasaan ini sering dikomplain suami πŸ˜‚ Namanya es kopi kalo kelamaan es batunya pasti akan mencair dan mengubah rasa si kopinya sendiri. Kebetulan, Iced Latte Cohere nggak terlalu hambar meski esnya sudah meleleh semuanya. 

Untuk makanan, ada kue-kuean dan juga beberapa makanan berat. Korean Chicken Wings mereka enak, deh. Tapi makannya harus ramai-ramai biar seru, seru rebutan maksudnya hahahahaha. Kentang gorengnya juga lezat lho. Aku juga pernah makan Vietnamnese Salad yang ternyata porsinya SUPER GEDA. Kaget banget begitu dihidangkan di atas meja. Ceritanya pengen makan ringan, ujung-ujungnya kenyang puol πŸ˜‚

Penampakan si salad yang ngenyangin banget! 

Apapun makanannya, minumnya tetep es latte πŸ˜‚

Menu makanan dan minuman di Cohere agak lebih mahal, kopinya sendiri sekitar 30 ribuan, sementara untuk makanannya starts from 35 ribu-60 ribuan (kalo nggak salah ingat). Nggak bisa sering-sering ke sini deh, kecuali sedang benar-benar butuh fokus. 

KALA SENJA
Jl. Pulo Armin No. 50A, Bogor Timur

Buat yang udah lama baca blog ini, pasti udah tau, kan, Kala Senja adalah kafe (dan kopi) favorit aku di Bogor. Secinta itu sama Kala Senja, nggak paham lagi *udah mirip selebgram ibu kota belum akuh?* 

Sebenarnya aku jarang sekali dine in di Kala Senja, lebih sering delivery order. Tapi sejak Josh sekolah, beberapa kali aku absen ke sini untuk numpang menyelesaikan kerjaan. 


Yang kusuka dari Kala Senja, meski nggak begitu luas, tapi homey. Mungkin karena didominasi warna putih dan aksen kayu serta dinding yang berlukiskan daun-daun palem yang menjadi ciri khas mereka. Pernah suatu kali aku ke sini di saat cuaca di luar lagi berangin dan hawanya dingin. Persis musim gugur di Jepang tapi ini di Baranangsiang 😝 Gara-gara efek cuaca tersebut, aku terbawa suasana deh. Melihat hot latte yang hampir kandas di dalam cangkir hijau di sebelah laptopku, aku pun menghampiri barista kembali, "Kak, pesan hot latte-nya satu lagi, ya. Minum di sini." Seumur-umur aku pantang sekali pesen kopi sampai dua kali di sebuah kafe. Udah kubilang, kan, di awal. Cintaku pada Kala Senja tidak main-main. 


Aku memang penggemar es kopi susunya Kala Senja (namanya Kopi Dilema), tapi varian latte-nya juga enak-enak. Palm Sugar Latte, Cafe Latte biasa, Butterscotch Latte semuanya enak! 

Sayangnya, pilihan cemilan di sini kurang beragam. Light bites yang mereka punya hanya fries, donat kampung, risoles, soft baked cookies dan brownies. Sedangkan untuk yang lebih berat ada mac n cheese yang jadi favoritnya, kemudian pasta serta toast. Pengen ngide untuk bikin cireng bumbu rujak gitu cocok nggak ya dengan konsep mereka? Atau tahu kriuk mungkin? Kayaknya enak deh untuk teman ngopi. 

But anyway, if you ever come visit to Bogor, jangan lupa melipir ke Kala Senja, ya ❤

STARBUCKS SUPERINDO PAHLAWAN
Jl. Pahlawan No. 78, Bondongan, Bogor Selatan

Secara interior, Starbucks Pahlawan tentu bukan yang terbaik. Ada Starbucks Botani yang jauhhh lebih kece dan nyaman, nggak lupa suhu dingin AC (yang kadang-kadang bikin aku mendadak bersin-bersin saking dinginnya) juga musik jazz yang mereka putar sangat sangat eargasm

Namun, secara efesiensi waktu, Starbucks Pahlawan ini lebih sering dikunjungi karena: satu, sangat sangat dekat dari rumah maupun sekolah Josh. Kedua, satu area dong dengan Superindo. Jadi, kan, mamak bisa sekalian belanja atau cuci mata. 

Tempatnya kecil dan agak panas. Mungkin karena jendela besar yang mengelilingi kafe. Tapi kalo malem nongkrong di sini kayaknya nyaman deh. Sayangnya belum pernah aja. Padahal pengen cobain area tempat duduk dengan kursi tinggi yang langsung menghadap jendela. 

Beberapa kali ke sini untuk journaling atau baca buku. Pernah bawa laptop tapi rempong beut, karena mejanya mungilll sekali. Jadi biasanya aku hanya bawa diri, pesen New York Cheese Cake dan kopi 😌


Oh ya, kopi Starbucks yang belakangan suka kupesan adalah Asian Dolce Latte atau Vanilla Iced Latte. Keduanya cocok sekali untuk menyegarkan diri namun tetap ada sentuhan manis supaya nggak pait-pait banget. 

So, tell me, apakah kalian punya coffee shop favorit (di kota masing-masing) untuk sekedar nongkrong atau me time? πŸ˜Š

***
Sesuai janji, saatnya pengumuman mini giveaway! 

Sebelumnya mau ngucapin terima kasih atas komentar dari teman-teman sekalian. Senang banget bisa baca pengalaman me time kalian yang seru-seru! Ada yang samaan denganku, ada juga yang beda jauh. Bahkan aktifitas me time yang berbeda-beda ini pun mengajarkan aku bahwa setiap orang punya CARA unik untuk menghabiskan waktu dengan diri sendiri. Good job untuk kalian yang nggak pernah lupa me time! 

Pemenang giveaway ini aku undi dengan wheelofnames dan siapakah yang beruntung?? 

 CONGRATS ANDHIRA! πŸŽ‰

Mohon infokan nomor akun Ovo atau Go-Pay (pilih salah satu yaa, tulis di kolom komentar aja dan nggak akan aku publish) untuk segera aku kirimkan saldo sebesar IDR 100,000!

Terima kasih sekali lagi untuk teman-teman yang boleh berpartisipasi. Buat yang belum beruntung, kapan-kapan coba lagi di giveaway dadakan selanjutnya πŸ˜†

See you in next post folks!

30 comments:

  1. Sebagai mantan pelajar yang pernah 3,5 tahun mukim di Bogor (bagian kampungnya, bukan kotanya yang deket tugu kujang baranangsiang atau daerah padjadjaran yang banyak cafe2 dan rumah makan cozy), aku ngerasa takjub pas balik ke sana lagi dalam keadaan uda berkeluarga, pasalnya mainku udah yang di kotanya dong sekarang haha #lebey...ya karena dulu jaman ngampus kan ga kenal main di kotanya becoz of kudu ngangkot 2 kali dan aku selalu mabok nahan muntah hoho
    Jadilah pas ada acara keluarga, dan kebetulan aku dan kakakku yang jadi seksi ribetnya, kami milih bogor sebagai basecamp ngumpulnya, nah pada saat itu kami sempat ceki-ceki juga tuh resto yang sekiranya cucok buat kumpul2. Kala senja salah satunya yang dari review banyak mengatakan tempatnya asyik, atmospherenya tenang, ga berisik...enak lah buat leha-leham walaupun snacknya cukup mehong..hihi...ohiya, samaan akupun suka konsep tempat duduk yang spacenya ada jarak, biar enakeun buat foto-foto makanannya #eeeetdah

    Tapi akhirnya ga jadi ke situ karena bawa bapak ibu yang ga paham menu-menu modern, walhasil jadi lah kami makan-makannya warung makan sunda aja yang ala-ala ikan bakar gitu deh yang sekiranya cocok dengan lidah mamiku hahah...

    Meski begitu, ngebaca deskripsinya mba jane akan cafe-cafe ngupi di atas, aku jadi ikutan takjuuuuuuub ntah mengapa..
    Soalnya caranya dikau mendeskripsikan suasana cafenya bikin aku sangat menikmati ibarat aku ikutan nongkrong di situ sambil nyemil mac n cheese anget yang wangi keju, sementara di luar jendela angin bertiup kencang bagaikan musim gugurnya jepang padahal ada di baranang siang #aaaah aku jadi kangen baranangsiang kan....kangen jalan jalan ke boker (botani square), eka los, atau sekedar pgb dan liwat asinan gedung dalem :D lalu melipir sejenak ke kebon raya hihi
    Makasih ulasannya mba jane, jadi bikin aku bernostalgia dengan kota kesayanganku Bogor ^______^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Astaga Mbul, kungiler mac n cheese :D

      Delete
    2. Wah, aku kira Mba Mbul sempat tinggal bareng keluarga di Bogor, ternyata dulu kuliahnya yaaa di sini. Pasti banyak memori dan tempat nostalgia dong kalo balik ke kota Hujan ini hihi

      Kalau begitu masih ada alasan untuk kembali ke Bogor dan menyambangi Kala Senja ya. Kayaknya lebih cocok buat tempat dating deh XD kalo bareng keluarga dan teman-teman rasanya memang lebih seru makan kuring-kuringan, apalagi sambil lesehan. Makan ikan bakar cocol sambel cobek pake tangan. Wah mantap!

      Hihi sama-sama, Mba Nittt. Kapan-kapan main ke Bogor kabar-kabari yoo :D

      Delete
  2. Apakah itu buku journal Lavendaire yang ada di foto terakhir ci?! #salfok

    Wah, aku setuju sama kata-kata cici tentang Kala Senja mengusung konsep homey karena memang dari fotonya kelihatan seperti itu. Pasti nyaman kalau berlama-lama di sana deh :D
    Dan tetap ya Starbucks masuk ke list coffee shop favourite, apakah karena wifinya yang super kencang? *wink wink*

    Karena aku bukan penyuka kopi, karena kalau minum kopi, kepalaku sakit :( aku pasti kalau ke tempat kopi-kopi gini, pilih minumannya yang lain. Walaupun begitu, aku tetap suka pergi ke coffee shop karena suka sama suasananya :D

    Btw, waktu aku ke Bogor beberapa tahun lalu, sempat pengin ke Cohere juga walaupun akhirnya malah ke Foresthree huahahaha. Melipirnya jauh sekali dari tempat ngopi, ke tempat makan. Btw, cici udah pernah ke Foresthree?

    Terima kasih informasi coffee shopnya ya ci! Maybe next kalau ke Bogor, aku bisa menjadikan review cici ini sebagai rekomendasi tempat tujuan :D

    Oiya, selamat buat Andhira yang udah menang giveawaynya ya! Congrats Andhira :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi bukan, Liaaa. Ini jurnalnya Chic and Darling yang collab dengan Alodita :D

      Betulll! Hahahaha tapi sebenarnya aku cari suasana sih dan Starbucks itu memang dikenal "mahal" karena kita beli pengalaman saat nongkrong di sana kan. Tapi jujur secara kondisi dompet, minuman mereka makin lama makin mahal, terus entah kenapa beda store rasa minumannya pun beda juga πŸ™ˆ

      Setelah baca komentar teman-teman lainnya, ternyata banyak juga yang bukan peminum kopi hahaha tapi selain kopi, minuman coffee shop itu juga banyak macamnya nggak sih? Meski aku jarang coba selain kopi, namun yang suka juga banyak :D

      Aku pernah ke Foresthree sekaliii. Entah waktu itu karena musim libur atau gimana, tempatnya penuh dan crowded πŸ˜₯

      Sama-sama Lia! Kalau butuh temen nongkrong, boleh lho ngajak-ngajak πŸ˜†

      Delete
    2. Eh aku kira itu jurnal Lavendaire, habis penampakannya mirip, jadi malu πŸ™ˆ

      Iya sih ci, kalau dibanding dengan kopi-kopi lainnya, Starbucks ini termasuk paling mahal sih πŸ˜‚
      Oh yaa? Setiap gerai beda rasanya? Kok aku nggak ngeh ya! Ketahuan nih jarang nongs di Starbucks 🀭

      Banyak ci yang non-kopi kalau di kopi shop gitu. Misalnya greentea atau matcha latte, ada juga red velvet, cookies&cream, dan sejenisnya. Nah, aku lebih suka minum-minuman yang seperti ini kalau di coffee shop 😁

      Cii kapan-kapan kalau ke foresthree, cobain cream soupnya kalau suka dan omurice-nya, itu porsinya banyak banget bagiku πŸ˜‚

      Boleh!! Kapan ya aku ke Bogor lagi 😭

      Delete
  3. Itu salad Cohere banyak bangattts porsinya. Habis nggak, mba? 🀣 wahaha. However, it looks delicious λƒ λƒ !

    Kalau ditanya coffee shop favorit apa, di Bali nggak ada, paling itu tuuuh sister-nya Kitchenette yang ada di Beachwalk Mall 🀣 itupun kalau ke sana yang dipesan nggak jauh-jauh dari menu tea, orange juice atau ice chocolate πŸ™ˆ karena saya memang bukan pecinta kopi hahahahaha entah kenapa suka mulas.

    Eh tapi ada denggg 1 kopi yang nggak buat saya mulas, mba. Namanya Toffee Coffee with ice cream dari Mcdonalds. Wk. Ini satu-satunya yang bisa saya minum tanpa harus ke belakang πŸ˜‚

    Eniwei, congrats untuk mba Andhira πŸ₯³πŸŽ‰

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tenti saja tidak habis! 🀣 kubungkus dan dihibahkan kepada perut suami wkwkwk tapi rasanya memang enakkk, seger-seger savoury hihi

      Aku langsung nge-google dong Toffee Coffee yang dimaksud Mba Eno, ternyata di McD sini ada! Boleh ah kapan-kapan cobain. Kayaknya cocok banget deh diminum di tengah cuaca panas begini πŸ™ˆ

      Delete
  4. Dari tempat ngopi diatas cuma yang pertama pernah aku singgahi yaitu Cohere Coffee. Kalau tempatnya sebenarnya bukan agak tersembunyi, Tetapi lebih menjorok kedalam dari ruko2 yang ada mungkin.😊😊 Tetapi masih tetap kelihatan kok.

    Kalau untuk tempat dan suasananya cukup nyaman, bahkan asik juga kalau buat urusan bisnis atau membicarakan tentang bisnis di Cohere Coffee tersebut.😊😊


    Berhubung agak jauh dari tempatku yang berada ditaman yasmin jadi aku kesana baru 4 kali, Bukan jauh juga sih karena macet kali yaa jadi agak malas kalau cuma sebentar ke Cohere, Coffee.

    Banyak sih tempat menarik untuk santai dan ngopi sekarang dikota Bogor. Karena efek Corona kemarin mungkin banyak yang enggan kumpul dicafe2 dikota bogor, Dalam artian tak semeriah sebelum Corona datang.😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho, Bang Satria urang Bogor juga kah? Wah iya sih, kalau dari Yasmin lumayan jauh ya ke Pajajaran. Saya aja sampai sekarang belum pernah ke daerah Yasmin lho hahaha

      Ah iya betul, tepatnya aak menjorok ke dalam ya. Maafkeun belum pandai menjelaskan sebuah lokasi dengan kata-kata πŸ˜…

      Iya betul, tapi sepertinya dua minggu belakangan ini di wilayah sekitar tempat tinggal saya cukup ramai. Apalagi kalau hari Minggu depan rumah macet total. Terus Sabtu malam melewati restoran di jalan besar Pajajaran rata-rata ramai dengan parkiran mobil. Sepertinya sih sudah banyak yang butuh piknik ya πŸ˜‚

      Delete
  5. Selamat untuk pemenang giveaway. Aku belum pernah ke Bogor dan semoga segera ada rejeki biar bisa liburan ke Bogor suatu hari nanti. Aku pernah nih ke Starbucks Paragon Mall Semarang bersama sepupuku. Karena Starbucks cuma ada di Semarang maka aku pun lebih suka bikin kopi sachet aja di rumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminnn! Semoga Mba Siti bisa segera jalan-jalan ke Bogor ya! Banyak yang bisa dilihat-lihat termasuk kuliner yang menggiurkan :D

      Kopi sachet juga nikmat sih diseduh dan dinikmati di rumah hihi

      Delete
  6. Lagi shock..makannya Jane ternyata banyak juga 😲😲😲😲😲

    Kayak si Mbul Nita..

    Saya bukan kopi-er sih, ga punya langganan. Cuma seringnya ke Popol sama yg deket rumah, Rumah Kopi Bogor..

    Nggak punya kopi paporit yg penting ngobrol ma temen..mau kopi apapun ditelen semua 😜😜😜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahahaha kenyataannya nggak kok, itu akhirnya sebagian dibungkus buat suami aja, nggak kuat aku nampung sebanyak itu 🀣

      Rumah Kopi Bogor tuh di mana yak, Mas Anton? Kalo Popolo saya agak jarang, soalnya kalo pergi di jam pagi menjelang siang, suka banyak mak-mak arisan ngumpul... mohon maapp ketenangan pun tidak bisa kudapatkan πŸ™ˆπŸ˜…

      Hahaha persis suamiku ini mah. Apapun kopinya (yang penting hitam), spasti ditenggak sampai tandas hahahaha

      Delete
    2. Yah... pake bantuan suami teryata, tidak seru.. seruan ngebayangin Jane ngabisin semua.. :-D

      Rumah Kopi Bogor itu di Bukit Cimanggu City, deket rumah. Konsepnya sederhana sih, tempatnya nyempil, cuma keistimewaannya karena dia memakai kopi yang ditanam di Bogor... Nah kerennya, sebelahnya kuburan, jadi banyak yang ga mau kesana.. hahahahahaha... Konsepnya non modern sih...

      Iya sih kalo Popolo memang ramai terus... Jadi kalo buat me time mah ya susah..

      Nah, berarti sealiran ma suamimu... ada diminum deh pokoknya

      Delete
  7. Aku bukan penggemar nongkrong di kafe sih sebenernya...
    Lebih seneng mbungkus makanan terus dimakan sambil baca atau nonton.
    Tapi itu mungkin karena masih ngekos sendiri, jadi belum butuh rehat dari status sebagai istri atau ibu untuk sejenak-dua jenak. Belum butuh me time karena every time is my me-time hehe.
    Meskipun begitu, selalu suka melihat postingan interior kafe-kafe yang instagrammable. Orang-orang dapet ide di mana dah, bisa pada cantik-cantik gitu...

    Untuk makanannya juga, kadang suka out of the box, fusion sana-sini tapi rasanya tetap oke dilidah. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo Hicha (panggilannya benar tidak ya? :D)

      Hehehe ini paham sih. Waktu dulu masih kuliah, aku juga lebih suka bungkus makanan makan di kamar sambil nonton serial :P tapi kadang-kadang kalo lagi mager keluar rumah kayak masa-masa sekarang dan bosen masak di rumah, akhirnya ngegofood/grabfood, duduk manis deh depan TV hihi

      Delete
    2. Halo mbak Jane!
      Bener kok, panggil aja Hicha 😊
      Aku lupa sebelumnya pernah komen atau belum. Maapkeun selama ini hanya SR πŸ™ˆ

      Bener banget, mbak...
      Nonton sambil makan itu salah satu kenikmatan duniaaaa 🀣

      Delete
  8. Wah.. Me timenya mbk jane. Bikin pengen. Saya bukan pecinta coffe mbak. Tapi dari dulu kalau membayangkan saat paling santai dalam hidup yang pengen saya lakukan. Ya persis kayak mbk jane gitu. Minum kopi hangat atau dingin, ditemani buku atau sambil nulis gitu😊
    Sederhana tapi menenangkan.
    Saya sendiri kalau me time, sukanya nonton film atau malah tidur he..he...😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha indahnya hidup yaaa kalau seperti itu. Nggak lupa sambil memandangi pemandangan hijau-hijau yang nyegerin mata πŸ™ˆ

      Sebenernya aku paling anti tidur, Mbaa. Kok rasanya sayang aja waktu luang saat si kecil bobok aku malah ikutan bobok. Tapi kadang rasa ngantuk dan lelah yang nggak tertahankan, akhirnya ikut merem juga dehh πŸ˜…

      Delete
  9. Seumur-umur, kayaknya yang saya ingat baru 2 atau 3 kali ya nongkrong di kafe.
    Pertama sama bos saya, kedua sama teman, ketiga sama teman (kalau nggak salah, maklum orang tuwah, pikun huhuhu)

    Sekalipun nggak pernah sama pasangan hahaha.
    Apalagi sendiri, kalau sendiri, saya lebih suka ke mekdi, pesan es krim berkali-kali lalu sekrol hape.

    Tapi membaca deskripsi jane tentang coffe shop gitu, saya jadi pengen deh sesekali, saat corona pergi, mau nongkrong seorang diri gitu, bawa laptop, anak-anak nggak ikut.

    Duh rasanya damai juga ya, apalagi sambil makan salad dan minum jus hahahahahahah.

    Suka kopi sih, tapi kalau sama salad, enakan jus aja hahahaha

    Btw, selamat kepada Andhira :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baca komentar Mba Rey aku baru ngeh, iya yoo kok aku bisa-bisanya makan salad ditemenin kopi. Dipikir-pikir lagi agak kurang nyambung wkwkwk

      Wah ke mekdi sendirian boljug tuh, Mbaa. Aku pernah zonk ke Mekdi dengan keinginan blogging sambil liatin anak main di area perosotan. Yang ada akhirnya aku sibuk ngejagain anakku ketimbang ngeblog, karena pas hari itu banyak anak gede yang mainnya grusukan huhuhu

      Mudah-mudahan setelah ini bisa kesampaian yaa, Mba Rey agenda nongkrong sendiriannya. Dijamin enak deh rasanya (:

      Delete
  10. omaigod porsi saladnya luar biasa mbak, mantap banget itu. rekomendasinya oke oke nih, apalagi kalau suasananya homey banget dan nggak terlalu rame
    berhubung aku stay di Jember, awal awal duluuuu banget susah nyari tempat beginian yang suasananya enak, sekarang udah makin banyak bermunculan
    ada bainley kopitiam, disini ada coworking spacenya juga, cuman harus share dengan pengunjung lain, jadi kurang private
    kalau meja pengunjung yang biasa, mejanya kecill, agak susah kalau bawa laptop plus yang dipesan banyak hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantap warbiasak memang porsi saladnyaa wkwkwk next time kalau pesan salad ini harus sharing berdua atau bertiga deh, perut nggak sanggup πŸ˜†

      Wah di Jember mulai banyak juga yaa tempat nongkrongnya. Iya betul, kadang kalau di Coworking Space harus share meja panjangnya itu ya. Aku juga lebih suka duduk di meja sendiri ketimbang bareng orang asing. Asal mejanya cukup besar aja, kalau terlalu mini bingung yaa mau ditaro di mana barang-barang kita plus makanannya πŸ˜‚

      Delete
  11. Berhubung Bogor itu luar kota dengan aroma dalam kota dari Jakarta, seringkali kunjungan dinas/pribadi ke Bogor saya jalani pulang-pergi, tanpa berlama-lama apalagi menginap. Jadi tidak terpikir untuk hangout di sana.

    Jadi saya tidak tahu banyak coffee shop di sana. Mungkin lain kali, kalau ada kesempatan, boleh saya coba. Saya juga termasuk orang yang suka kopi, tapi tak terlalu suka minum di kafe atau kedai kopi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau begitu boleh dibuat wacananya untuk staycation di Bogor bareng keluarga, Mas Agung. Soalnya beberapa teman dekat saya suka sekali staycation di sini, biasanya bukan di kotanya sih, di area Ciawi ke atas alias Puncak. Kalau untuk kulinerannya, boleh deh main-main di kota. Banyak yang enak dan wajib dikunjungi (:

      Delete
  12. Waaah mbaaa,aku save nih kafe kopi enaknya :D.aku jarang sih ke Bogor, Krn lumayan jauh aja dari Rawamangun hahahahah. Tp trakhir ke Bogor bareng temen2 kantor, aku ngopi di POPOLO. Affogato, bailleys latte Ama nutellachino nya aku sukaaa :D. Saling icip Ama temen2.

    Sbnrnya aku bukan pecinta kopi. Kopi yg aku suka pun hrs manis, pake susu dan creamy :p. Itupun ga tiap hari, kalo diajakin temen2 aja. Makanya aku ga terlalu punya kafe kopi favorit.

    Kalo Starbucks sbnrnya aku ga terlalu suka Krn menurutku cuma menang suasana :D. Tapiiii ada 1 menu kopi mereka yg aku ga akan pernah lupa order tiap kesana.kalo sampe ga ada,aku batal ngopi :p. Itu green tea latte + 1 or 2 shots espresso :D.udah itu Thok. Makannya bareng quiche :D.

    Aku tambah 2 shots espresso kalo sdg ngantuk berat, dan 1 shot aja kalo cuma mau nyantai :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rawamangun ke Bogor kira-kira sejam kali yaa, Mbaa, kalau tanpa macet? Hahahaha

      Wah seru sekali nongkrong bareng teman kantor. Popolo kopinya enak juga, sih ya. Nah, Popolo sama Cohere sebelas dua belas deh mulai dari rasa kopi dan range harganya. Kalau soal interiornya, mungkin selera masing-masing orang :D aku suka kepengen nongkrong di area luarnya yang ada ayunannya itu lho. Sayangnya, tiap kali ke sana pasti dehhh jadi area photoshoot emak-emak dan anak-anak sekolahan 🀣

      Betulll! Suasana ngopi di Starbucks itu menang dari yang lain. Makanya kalau lagi benar-benar butuh ketenangan sambil kerja, aku pasti ke Starbucks hahaha

      Woww mantap sekali itu! Pasti nendang ya :D astagaa, mendadak pengen cheese quiche ><

      Delete
  13. Wah, selamat buat yang menang giveawaynya nih...

    Eh, Kapan ya terakhir nongkrong sendirian gitu? Duh, lamaaaaa banget kayaknya. Atau malah ga pernah kalo nongkrong kayak Mbak Jane nih. Aku termasuk kuper dalam hal nongki-nongki cantik nih, kurang temen gaul dulu pas kuliah.

    Tapi, yang ku inget ttg kafe itu pas KKN dlu, orang mh lagi pada terawih kita malah umpet-umpetan demi nongkrong di kafe. itu jg awal2 saya kenal kafe. Enak bgt ternyata ngafe tuh yaaa. Semoga nanti kapan2 ada kesempatan buat me time di kafe kayak mbak jane, hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminnn! Semoga ada waktu yang pas untuk ngopi atau me time di kafe ya, Mba Ghin :D

      Waktu awal-awal tinggal di Bogor aku juga kuper Mbaa perkafean di sini. Begitu mulai kenal beberapa teman baru, diajakin deh melancong ke kafe ini ke kafe itu. Karena pada dasarnya lumayan suka nongkrong sendirian, aku memberanikan diri mencoba beberapa kafe yang belum pernah aku datangi hahaha

      Delete

Terima kasih sudah mampir dan membaca tulisanku di sini (:

Jangan ragu untuk berkomentar supaya kita bisa saling kenal dan ngobrol bareng, ya. Mohon maaf untuk komentar dengan link hidup dan iklan otomatis akan aku hapus demi kenyamanan bersama.

Jangan lupa checklist 'Notify Me' sebelum publish komentar supaya mendapat notifikasi balasan dari aku yang akan dikirim ke email kalian.

Have a great day!