Road Trip Desember 2023: Day 4-6 (Kuliner di Bali)

Monday, March 11, 2024


Langsung hajar tiga hari biar hemat utang blog post liburan road trip ini. Karena sejujurnya, aku mulai lupa dan bingung nulisnya, plus kayak keburu basi nggak, sih? 🀣

Karena cuma punya waktu singkat di Bali, kami nggak berniat untuk coba kuliner baru. Kami cuma kepingin makan seafood di Jimbaran dan makan babi guling favorit. Semuanya udah pernah aku bahas di blog ini, jadi di sini aku bakal numpang taruh foto-foto aja, ya.

1. Bendega Restaurant, Renon

Makan siang di hari pertama di Bali kami pasrahkan kepada mama. Belio tahu semua yang kekinian dan yang enak-enak, hahaha. Mama merekomendasikan sebuah restoran di Renon yang ada tempat main anak-anak. Sebenarnya bukan jadi prioritasku untuk cari tempat makan dengan playground. Mungkin dalam rangka nenek sayang cucu, jadilah kami berangkat ke restoran yang satu ini. 

Kids playing happily with their uncles. Enak, deh, ke Bali banyak yang jagain bocil
*papa mama nyantai minum kopi* 

Sebetulnya area outdoor ini cukup nyaman, sayangnya hari itu panaaas sekali. Mungkin kalau cuacanya adem, aku nggak nolak untuk duduk di sini.

Siang itu restoran cukup ramai, beruntung mama sudah reservasi lebih dahulu. Jadi, penting banget, ya, kalau mau makan di Bendega, kudu telepon untuk reservasi tempat, khusunya kalau ingin duduk di area indoor. Kalau nggak, siap-siap aja dehhh kipas-kipas duduk di luar. 

Seru, yaaa. tiap hari Minggu anak-anak bisa makan gratis :D

Karena aku berusaha untuk tetap jaga makan sewaktu liburan, aku pesan nasi merah. Walau sebetulnya lebih enak nasi putih, sih, huahahaha.

Nasi Goreng Lapchiong (non halal) buat neng Krystal. Rasa nasi goreng ini nyaman sekali di mulut dan nggak berminyak. Jadi ingat almarhum Popoku dulu suka banget masakin nasi goreng lapchiong buat bekal sekolah. Nikmat!

Sop Buntut pesanan papaku. Kalau dilihat dari foto, isinya banyak, kan? Realitanya, memang banyak! Mana enak pulak. Papaku sampai berulang kali bilang, "Enak lho ini, rasanya pas banget, nggak terlalu medok." Soalnya menu Sop Buntut di mana-mana agak mehong, ya, mana seringnya ketemu yang nggak enak. Untunglah ini yang ini aman banget. 

Aku lupa pesanan siapa ini, antara Josh atau jangan-jangan buatku, ya?! Nasinya, sih, nasi merah, ayamnya tetap goreng 🀣 Disajikan dengan tiga sambal berbeda yang selalu jadi khas kalau makan di restoran di Bali. Selalu ada sambal terasi, sambal matah, satu lagi lupaaa.

Selain menu makanan di atas, ada yang kelupaan difoto, seperti ikan bakar dan lainnya. Oh, Bendega juga punya menu kopi. Aku nggak sempat cobain karena sebelum ke sini kami udah ngopi dulu di Fore. Overall, makanan yang kami pesan di Bendega sukses semua! Senang banget kalau nyobain makanan baru dan rasanya benar-benar enak. Definitely will come back again (for the coffee too!).

2. Jimbaran Seafood - Intan Sari


Urusan seafood di Jimbaran, kami nggak pernah pindah ke lain hati, selalu di Intan Sari ini. Selain sudah kenal lama dengan owner-nya, Bli Ketut, menurut kami harga seafood di sini sangat masuk kantong dan rasanya pun enak. Ya emang, sih, rata-rata semua seafood di sini pasti dibakar, tapi bumbunya itu lhooooo yang bikin balik lagi dan lagi 🀀

Pertama kali makan di sini di tahun 2012, aku masih ingat tempat mereka nggak seramai sekarang ini. Tiap kali kami ke sana, meja-meja dipenuhi oleh tamu mancanegara. Pokoknya kalau ke sini, jangan lupa pesan kerang bakarnya, ya!


Terakhir kali makan di sini, Krystal belum bisa ikutan makan. Jadi aku harus pesan pasta carbonara di kafe sebelah dan diantar ke meja makan kami. Tapi kemarin ini, anaknya udah next level karena bisa menikmati nasi dengan ikan bakar serta cumi goreng tepung! Curiga karena udah dapet hormon endorfin dari main pasir, makannya pun lahap, hihi. 

Oh ya, ada cerita menarik saat anak-anak main pasir di sini. 

Seperti biasa kalau main ke pantai, Josh selalu bawa mainan mobil-mobilannya. Waktu lagi asik main bareng Krystal, tiba-tiba datanglah seorang anak bule laki-lakiyang kuketahui setelahnya kayaknya orang Latin?yang usianya lebih besar dari Krystal sedikit. Tanpa minta izin, dia ngambil mainannya Josh dan ikutan nimbrung bareng mereka. Josh yang syok cuma bisa diam mainannya diambil, sementara adeknya langsung protes dan bilang "NOOO THAT'S MINE!" 🀣 Maksudnya, ini mainan kita, kok lu ambil-ambil aja, sehhh?! Aku dan mama yang melihat langsung melerai dan meminta si anak bule untuk minta izin, yang mana dicuekin, tetap aja dia main di sana hadeh πŸ˜‚

Anak bule itu main asikkk banget. Dia excited dengan mainan milik Josh sampai beberapa kali ingin mencoba membawa "kabur" mainan tersebut bersamanya. Ya, aku otomatis bilang, "You can play it together here, okay?". Sampai di sini, aku notice Josh udah hilang mood untuk main. Mendadak dia diam dan nundukin kepala. Wah, kayaknya anaknya bete, deh. Naluriku sebagai ibu memberi tahu kayaknya ini kesempatan untuk ngajarin Josh sesuatu yang penting. 

"Josh, kamu kenapa?" 
*masih diem*
"Josh, kamu marah? Sedih?"
*anaknya ngangkat kepala, eh air matanya keluar😒*
"Coba jelasin ke mama, apa yang kamu rasain sekarang?"
"I'm sad but also angry, dia ambil mainan aku."
"Oh, okay. Itu wajar banget, karena mainan ini punya kamu, terus dia ambil tanpa izin, ya?"
*ngangguk*
"Josh, perasaan kamu itu wajar. Kalau kamu nggak senang, kamu bisa bilang sama dia. Ini mainan kamu, jadi kamu ada hak untuk kasih atau nggak ke orang lain. Kalau kamu diam saja, orang lain nggak akan mengerti." 

Ini pengalaman pertama Josh berhadapan dengan orang asing (literally) dan mungkin itu yang bikin dia nggak nyaman. Padahal biasanya adiknya ambil mainan dia pun bisa protes. Sama teman di sekolah pun nggak ada masalah. 

Saat aku lagi sibuk nenangin Josh, mamaku celingukan ke sana ke mari terus bilang, "Eh, kayaknya ini anak kepisah sama orang tuanya nggak, sih? Kok dia sendirian di sini nggak ada yang cari?" 

Aku pun baru tersadar. Wah iya juga, ini anak datang dari mana? Kok dia sendirian? 

Aku dan mamaku akhirnya mulai mencari orang tua yang kira-kira lagi dalam kondisi mencari anak hilang. Diam-diam aku deg-degan juga, sih. Kalau aku jadi orang tua si anak ini, pastilah panik dan nangis. Masalahnya ini di tempat umum yang besaaaar banget, di luar negeri pulak. 

Nggak berapa lama tamu di sebelah kami manggil dan memberi tahu sepertinya ada keluarga yang lagi sibuk mencari anak, mungkin itu orang tuanya. Aku samperin deh ke meja tamu yang dimaksud dan bener dongggg, mereka lagi nyari anak bule ini. Setelah aku beri tahu anaknya bersama kami, mereka sampai say thank you berulang kali dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia πŸ˜‚ Entah leganya seperti apa saat mendengar bahwa anak mereka berhasil ditemukan. 

Masalah belum berhenti, saat orang tua si anak menjemput, ehhhh anaknya teriak nangis-nangis nggak mau ngikut orang tuanya karena keasikan main. Yaah, sedih juga denger anaknya tantrum nangis-nangis. Namanya juga anak-anak, ya πŸ˜‚ Semoga setelah itu dia juga bisa have some fun time bersama keluarganya. 

Setelah insiden ini berakhir, makanan kami pun datang. Josh pun sudah lebih tenang dan berjanji bahwa dia akan lebih berani untuk say no terhadap sesuatu yang mengusik batinnya. Yesss, mama senang sekali dengarnya. Makan malam kami menjadi jauh lebih enak setelahnya (: 

Liburan dapat pelajaran baru, ya, Ko <3

***
Abis ini, utang cerita road trip hampir selesai, tinggal dua kota lagi yang akan kubahas. Mungkin akan kujadikan satu blog post juga supaya nggak keburu lupa lagi 🀣

Thank you for reading, see you in the next post!

3 comments:

  1. selain dapet makanan-makanan enak, dapet suasana... dan dapet pelajaran berharga yaa :') keren Josh!

    tapi, jangankan anak-anak...
    kadang orang dewasa juga suka susah untuk say no *yah, malah tsurhat

    can't wait to read your next road trip stories-nyaaa :D

    ReplyDelete
  2. surprise apa lagi ini?! aku kira cerita road trip Cici udah selesai, ternyata masih ada sisa 2 lagi setelah ini?! YAY! can't wait!! πŸ˜†.

    lagi-lagi dapat rekomendasi resto enak di Bali dari Ci Jane, thank you for sharing, Ci!
    btw, tempat makan seafood ini yang sederetan sama Menega Cafe itu ya, Ci?

    adem banget baca percakapan Cici dan Josh πŸ₯Ί good job, Ci Jane! πŸ₯Ί semoga next time Josh berani say no bahkan ke strangers sekalipun.

    ReplyDelete
  3. Josh mirip anak bungsuku yg cendrung diam kalo mainannga diambil, tapi untungnga fylly mirip krystal, yang langsunh defense kalo ketemu begini πŸ€­πŸ˜‚.

    Gapapa udah lewat lama jane. Trp masib menarik kok, apalagi kamu kalo nulis selalu enak dibaca.

    Lah aku lbh banyak tulisan lama yg udah lewat dari setahun sampe 5 thn malah 🀣🀣.

    Cuma aku msh ingat krn semuanya aku share dj IG stories kan. Jadi kalo lupa, tinggal buka highlight nya πŸ€­πŸ˜„

    ReplyDelete