Life Goes On

Saturday, December 12, 2020

Photo by Markus Winkler from Pexels

Sebetulnya nggak ada rencana untuk update tulisan di blog hari ini. Barusan iseng main ke blognya Devina karena udah lama nggak baca tulisannya. Padahal hampir dua hari sekali gitu pasti ada tulisan baru Devina muncul di Reading List. Ini kenapa, sih, pada rajin-rajin amat nulis blognya?! Kan, saya jadi bingung harus blogwalking ke mana dulu 🀣 *ditoyor* 

Meski belum sempat meninggalkan jejak, namun terkadang aku udah menyempatkan baca tulisan baru manteman kok. Jadi maafkeun kalau belum sempat berkomentar, yaa. 

Eniwei, back to topic. 

Karena banyak tulisan baru di blognya Devina, aku random aja deh ngeklik judul "The One Hundred". Nggak disangka, pilihan acak ini malah membawa kehangatan dan kebahagiaan tersendiri buatku. Di dalam tulisan tersebut, Devina bercerita singkat bagaimana tahun ini dia lebih produktif menyampaikan isi hati melalui tulisan blog. Juga disebutkan bahwa Devina mampu berdamai dengan dirinya sendiri dengan lebih aware dengan kesehatan mentalnya. 

Cerita dikit, yaa. Aku baru 'kenalan' dengan Devina melalui blognya di tahun ini dan tulisan-tulisan yang pertama kali kubaca memberikan kesan yang cukup dalam buatku. Mungkin manteman bisa baca langsung ke blognya Devina tentang grieving, ya. Meski berstatus sebagai ibu, apa yang dialami Devina tentu nggak bisa kupahami. Namun, aku belajar banyak dari apa yang disampaikannya. How she was coping with grief, gimana akhirnya dia memutuskan untuk bangkit kembali dan mengganti rasa dukanya dengan melakukan hal-hal positif, salah satunya dengan berbagi melalui tulisan. 

Minggu lalu, aku dan suami bertemu muka dengan sahabat pasutri yang juga kami anggap sebagai kakak pembimbing rohani. Mereka berkunjung ke rumah dan kami menghabiskan waktu untuk ngobrol sambil ngeteh nggak lupa martabak telur Aphin yang endul *penting banget di-mention, Jen?* 

Sepanjang sesi ngobol malam itu, aku dan suami cukup tercengang dengan pengalaman yang mereka lalui di tahun 2020 ini. Struggle yang dialami di awal tahun, then pandemic hit them hard, sampai mereka merasa ingin menyerah saja (bukan dalam arti yang negatif, ya), membuatku merasa, "2020 is really a roller coaster journey". Eh, bukan roller coaster, deh. Lebih kayak wahana apa tuh, yang kita dibawa naik sampai tinggi banget, terus dijatuhin tiba-tiba, kemudian naik lagi, terus dijatuhin lagi. Kira-kira 2020 seperti itu lah untuk pasangan kakak rohani kami ini. 

Bukan cerita perjuangan mereka aja yang bikin kami bengong, tapi juga dengan penutup manis yang mereka terima menjelang akhir tahun ini. Mereka bilang seperti ini. Walau masalah yang dihadapi belum sepenuhnya kelar, namun mereka bersyukur karena mereka bisa merasakan mujizat Tuhan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. They tried to obey little things that God asked them to do. And when they did, miracle happens. Amazing, right? 

And how's 2020 for us? 

Rasanya naif kalau bilang 2020 itu baik-baik saja untuk kami sekeluarga. Tapi dengan restu dan izin Tuhan, aku bisa yakin mengatakan bahwa 2020 is really a good year for us

Yes, rintangan dan batu kerikil tetap harus kami lalui. 

Di awal bulan Maret, sebelum pandemi dinyatakan resmi di Indonesia, ada sebuah bencana kecil terjadi di keluarga kami. Sore hari saat menunggu suami pulang kerja, mendadak aku terima chat dari suami kalau dia baru aja diserempet angkot dan tangannya terluka cukup parah. Dia lagi duduk di tepi jalan sambil nungguin si supir angkot yang menyerempet membelikan perban. Baca pesan itu seolah-olah kesamber geledek tepat di atas kepala. Aku panik bukan main. Biasanya suami selalu pulang pergi menggunakan mobil, tapi di sore itu dia harus naik motor dan terjadilah bencana ini. Singkat cerita, suami harus mendapatkan beberapa jahitan di bagian siku lengannya dan nggak boleh nyetir dulu. Beberapa hari setelahnya, suami lebih banyak beristirahat sambil bekerja di rumah. 

Saat mengalami kejadian tersebut, jujur aku nggak paham apa rencana Tuhan di balik ini semua. Sampai akhirnya Presiden mengumumkan pandemi dan mengharuskan warga Indonesia diam di rumah untuk sementara waktu. 

Mendengar berita ini, suami malah nyeletuk becanda, "Tuh, beb. Aku memang udah disiapkan untuk work from home, kan." Aku langsung menepuk lengan doi, "Ya tapi nggak harus dapet tujuh jahitan dulu juga kali!". 

But I can't help to wonder. Jangan-jangan memang rencananya seperti itu. Mendadak aku berpikir, kecelakaan kecil yang dialami suami sebetulnya nggak seburuk itu. Si supir angkot masih mau membantu suami untuk membelikan hansaplast. Coba kalau dia langsung kabur gitu aja, sorry to say kadang supir angkot itu agak-agak nyebelin, kan. Dan suami yang selama ini nggak pernah kerja di rumah, sekarang dia lebih banyak 'menjemput' rezeki di rumah. Sungguh sesuatu yang nggak biasa, tapi Tuhan masih melindungi kami semua. 

Beberapa bulan setelah itu, lagi-lagi suami tertimpa bencana, kali ini kasus penipuan online. Aku pernah cerita sedikit di postingan Lia tentang online scam yang kami alami. Suami tuh paling jarang belanja online, sekalinya belanja malah kena tipu. Benar-benar apes. Waktu itu suami cukup terpukul. Dia bilang sulit sekali untuk bisa bersyukur karena kejadian itu. Gara-gara itu lah aku membuat tulisan tentang being thankful when feels impossible. Karena menurutku, situasi nggak melulu bisa membuat kita merasa hepi or thankful. Ada kalanya kejadian nggak enak harus dihadapi, dan setelah itu baru bisa dipetik hikmahnya. 

I think what makes 2020 is not that bad for us, ditentukan dengan bagaimana respon dan kedewasaan kami berdua saat melaluinya. Bisa aja, kan, kami memilih untuk mengeluh dan diam di tempat saat bencana terjadi. Well, that wud be a different story. Rencana Tuhan pasti indah, namun kembali lagi pada manusia. Apakah kita bisa bekerja sama untuk mewujudkan rencana baik tersebut? 

Baru aja beberapa hari lalu suami bertanya seperti ini, "How do you feel about your second pregnancy?". Aku jawab jujur dan mantap, "I feel great." Meski harus melalui morning sickness yang nggak pernah dialami sebelumnya, badan lebih terasa jompo dan cepat lelah, tapi mentally I'm happy. 

Pandemi ini membawa dampak yang berbeda-beda untuk setiap kita. Buat Devina, buat kakak rohani kami, buat kami sendiri dan juga teman-teman blogger sekalian. Aku nggak tahu apa yang kalian rasakan dan apa yang kalian lewati sepanjang tahun ini. Mungkin tahun 2020 bukan tahun yang ingin kita tengok kembali di masa yang akan datang. Tapi aku berharap, tahun 2020 nggak berlalu begitu aja tanpa mengajarkan sesuatu yang berharga untuk kita semua. 

Adakah hal yang ingin kalian sampaikan untuk tahun 2020 ini? (: 

Sebagai penutup, aku ingin menyelipkan sebuah lagu dari grup kesayangan yang berjudul "Life Goes On". Lagu ini berpesan meskipun hidup sepertinya sedang berhenti dan kita nggak tahu apa yang akan terjadi di depan sana, but remember life goes on. Tetap melangkah, tetap melakukan apa yang membuat kita lebih bersemangat dan tetap berpengharapan πŸ€—

"Like an echo in the forest, 
the day will come back around. 
As if nothing happened, 
yeah, life goes on."

37 comments:

  1. Terimakash kak Jane untuk menuliskan hal ini

    closing statement-nya sungguh membuatku makin bersemangat, tetap positif, karena apapun yg terjadi, life goes on!

    2020 is really something for all of us, and hopefully we are not taking it for granted.
    semoga 2021 berjalan hanya menuju ke yang lebih baik.

    Thank you kak Jane!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Ady. Kuncinya adalah never takes everything for granted, termasuk tahun 2020 yang udah kasih banyak pengalaman dan pelajaran berharga untuk kita semua ya (:

      Semangat juga untuk Ady untuk memasuki tahun 2021 ya!

      Delete
  2. Terima kasih sharingnya Jane.

    Ayoo, mengapa kita tidak tahu apa yg akan terjadi dan bersyukur karenanya? Karena kita masih manusia yg punya keterbatasan dan keinginan akan kenyamanan.

    Lalu mengapa kita bersyukur setelah terjadi dan mengetahui ada kebaikan atasnya? Ternyata itu juga manusiawi yg percaya dan bersyukur setelah mengalami.

    Ahhh, kl begitu bagaimana kita utk masa depan yg tidak kita ketahui?
    Ini juga manusiawi, yg punya keinginan dan harapan.
    Gak ada cara lain sepertinya, hanya satu jalan. Percaya kepada DIA Pencipta yg telah merancang kebaikan buat kita semua manusia ciptaan-Nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, terima kasih sudah membaca yaa. Btw, kenapa anonymous? Tapi sepertinya kenal dengan gaya tulisannya 😁

      Iya betul, satu-satunya cara terbaik adalah tetap percaya dan berserah pada Yang Maha Kuasa. Dengan demikian, nggak ada penyesalan di balik setiap kejadian yang ada ya (:

      Delete
  3. Habis baca postingan mba Eno tentang Life is Funny kemudian mampir ke sini itu rasanya bikin double hangat :)

    Dan... setuju banget dengan bagaimana 2020 itu bisa banget ga melulu isinya jelek, tergantung bagaimana respon dan kedewasaan kita dalam menyikapinya. Karena memang cuma itu yang berada dalam kontrol kita kan, ya... mau ngutuk2 si korona juga ga mengubah keadaan, yang ada hati tambah sepet, pikiran makin njelimet.^^"

    Thanks untuk insight-nya, mba Jane... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belakangan postingan teman-teman emang bikin hati hangat, malah sampai bikin mata berkaca-kaca 🀧

      Wow it rhymes! Bikin hati sepet, pikiran njelimet πŸ˜† meski awalnya ngerasa ribet dengan segala new normal yang dijalankan sekarang ini, tapi mau nggak mau deh yaa. That's the only best thing we can do. Daripada ngomel-ngomel terus tapi ngelanggar protokol juga ya buat apa πŸ˜‚

      Maacih juga udah baca dan komentarnya, Mba Hicha! Semoga Mba juga sehat-sehat terus dan tetap semangat yaa untuk 2021! :D

      Delete
  4. Tahun 2020 ini memang tahun super unik! Bisa dibilang, ini pertama kali aku melalui tahun yang seperti ini sepanjang hidupku. Campur aduk banget rasanya di tahun ini~ terlalu banyak kesedihan yang ditebarkan oleh masyrakat, khususnya di awal tahun πŸ˜–.
    Namun, banyak hal juga yang bisa aku syukuri, salah satunya karena bisa mengenal Cici dan teman-teman blogger lainnya di tahun ini πŸ€—. Kalau nggak karena kegabutan saat pandemi muncul, mungkin aku nggak akan kenal dengan teman-teman semuaaa dan melewatkan momen-momen bahagia saat bisa berbagi dan cerita-cerita seperti sekarang ini πŸ˜–.
    Dan yep, life goes on. Karena manusia hanya bisa berharap dan berusaha, maka mari kita berharaplah supaya tahun depan menjadi awal yang baik untuk kita semua. Tahun ini, kita kayak dipaksa untuk me-reset ulang semua rutinitas yang biasa kita jalankan ya. Semoga ini bagian dari perjalanan menuju ke arah yang lebih baik. Amiiinnn.

    Btw, lagu Life Goes On by BTS enakkkkk banget ya, Ci πŸ˜†. *Tida lupa buka lapak fangirling jika melihat BTS*
    Aku kalau pasang lagu ini pas lagi di perjalanan, rasanya seperti sedang berjalan bareng BTS di dalam mobil, kayak adegan di MV-nya 😝 *halu*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju bgd sama Lia 😍 Kalau bukan karena pandemi, aku ga akan ketemu sama temen2 blogger yg mewarnai hari2 dg lbh cerah kaya gini.. hehehe.. πŸ’–πŸ’–πŸ’–

      2020 memang roller coaster bangeet yaa..

      Ngomong2 tntng musibah, kita hrs prrcaya klo setiap musibah ada hikmahnya. Klo dlm agama aku malah saat dpt musibah sakit, bs jd penggugur dosa2. Tp namanya manusia, saat musibah datang pasti butuh waktu buat kita menyadari itu. Huhu.. Kaya aku yg ga lngsng bs melihat sisi positifnya, hrs menunggu waktu bbrapa saat kemudian dulu.. πŸ˜†πŸ˜†
      Tetap semangat Mba Jane, dg semua roller coasterny, semiga thn 2020 Mba Jane ditutup dg menyenangkan dan disambut 2021 yg lbh menyenangkan lg πŸ’–πŸ’–

      Delete
    2. @Lia: Hiks bener banget, Lii! Awal tahun 2020 dibuka dengan berbagai berita kesedihan, dilanjutkan dengan pandemi covid-19 ini 🀧 tapi aku setuju dengan Mas Anton, 2020 is just another year. Mungkin kebetulan segala "bencana" yang ada memilih untuk hadir secara bersamaan πŸ˜…

      Aku pun bersyukur sekali, Liii, pandemi ini malah membuatku lebih rajin ngeblog dan bisa menjalin pertemanan hangat dengan kalian semua πŸ€— never thought that blogsphere masih bisa seseru ini hihi *pelukkk virtual*

      Nah, setuju. Reset itu sepertinya memang kata kunci yang harus dilakukan oleh kita semua. Harapanku juga sama, semoga rutinitas dan new normal ini bisa mengantar kita ke tahun yang lebih baik yaa (:

      AHAHAHA ngebayangin semobil sama mereka yaa, Lii, terus yang bawa mobil si Taehyung 🀣 tiap kali dengar lagu ini di mobil aku juga otomatis liat keluar jendela, apalagi kalau pas hujan, wuih mantap.. serasa syuting MV beneran 🀣

      @Mba Thessa: Betul sekali, Mbaa! Bisa kenal Mba Thessa, Lia dan teman-teman lainnya tuh bikin hari-hari merasa lebih baik πŸ˜†

      Memang sulit untuk melihat good side saat tertimpa musibah. Biasanya ya aku hanya bisa menghadapinya dengan senyata mungkin. Setelah semuanya berlalu, baru deh bisa terlihat hikmah di balik itu semua.

      Semangat jugaa untuk Mba Thessa yaa! Lancar-lancar untuk semua mimpinya Mba Thessa dan keluarga, 2021 siap menyambut kita semua! πŸ’•πŸ˜Š

      Delete
  5. Jane thank you for writing this, hangat bacanya πŸ₯°

    Memang bener yaa 2020 adalah tahun yang bener-bener berkesan. Kayaknya dalam beberapa tahun ke depan nanti bakal jadi cerita tersendiri dari 2020 tuh.

    Setuju banget, 2020 bukan tahun yang mudah tapi masih banyak hal yang bisa disyukuri dari semua yang udah terjadi. Apalagi untuk diambil pelajaran, banyak banget pasti!

    Life goes on, walaupun berat, tapi hidup harus terus berjalan πŸ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you for reading too, Eya! <3

      Banget! Bahkan mungkin anak seusia Josh pun bakal punya ingatan yang namanya "corona" menyebabkan dia nggak bisa main ke playground manapun wkwkwk πŸ˜‚

      Kalau denger dari cerita teman-teman di blog maupun di kehidupan nyata, 2020 ini memang membawa banyak sekali pelajaran buat kita semua. Bentuknya beda-beda, namun bersyukurnya semua itu bisa membuat kita lebih dewasa lagi ya 😊

      Yeaah life goes on, harus tetap semangat untuk menggapai impian! :D semoga kamu sehat-sehat selalu, Eya! *hugssss*

      Delete
  6. Banyak kejadian yang mengejutkan memang pada era tahun 2020. Tetapi apapun itu kita meski tetap optimis melaluinya walau terkadang sesuatu yang terjadi tidak meski melulu selalu sama dengan yang kita harapkan.😊😊

    Intinya semangat yang tinggi untuk melangkah kedepan mungkin bisa jadi kunci sukses agar kita bisa menyambut harapan yang lebih baik diawal 2021 yang hanya tinggal menunggu beberapa minggu saja.😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Mas Satria. Kita nggak bisa memilih kejadian apa yang mampir ke dalam hidup, hanya bisa menerimanya dan mengambil hikmah dari itu semua. Jujur, saya pun nggak menyangka 2020 bisa membuat saya seoptimis ini, karena sebelumnya saya orang yang cukup menye-menye menghadapi realita πŸ˜‚

      Iya, hanya dalam beberapa minggu kita sudah berganti tahun. Semoga kita semua bisa menutup 2020 dengan senyuman dan menyambut 2021 dengan semangat yang baru ya! 😊

      Delete
  7. Begitulah. Saya juga sudah mengeluarkan kerasahan saya soal ini yang kebanyakan cuma karena kebanyakan tugas dan kuliah online yang tidak begitu efektif. Kalo masalah finansial, saya lebih kasihan sama orangtua saya diawal pandemi yang mulai kebingungan. Alhamdulillah semua sudah berlalu, situasi sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Aamiin.

    Dan benar, life goes on. Life must go on!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau bagaimana lagi ya, Mas. Saya juga awalnya mengeluh tentang PJJ yang dilaksanakan di sekolah Josh. Mungkin memang berat karena semuanya ini adalah sistem baru, pihak sekolah juga mencoba untuk melakukan sebaik mungkin. Pas banget hari ini sekolah libur dan akhirnya saya bisa bebaaaas tugas dalam beberapa waktu πŸ˜‚

      Ikut senang mendengarnya, Mas Rahul, kalau semuanya bisa menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu (:

      Semangaaaaat untuk 2021 ya!

      Delete
  8. Ciciiii,aku speecheless baca tulisan ini. Makasih sudah menjadi supporting system untuk ku yaaa. Bagaimana cici tetap memberikan semangat melalui komen dan tulisan2 cici.

    Emang tahun ini sesuatu sekali. Ga pernah terbayangkan tahun ini sungguh memberikan kesan sedih utk kita semua. Cuma yg cici bilang Life Goes On. Rasanya aku pengen skip aja tahun ini, tapi yaa ga bisa. Satu2nya yg bisa di lalui yaa melewatinya. Walaupun hati dan diri tersayat2 macem penuh luka melewati tahun penuh tangisan ini.

    Tapi yaa perlahan semua membaik. Aku pun berharap Cici dan suamu juga membaik dan bisa melewati hal-hal sulit yg sempat terjadi. Mungkin jadi pelajaran untuk kita bersama.

    Makasih juga cici mau berbagi pengalaman buruk yg dialami. Kita jadi bisa sama2 belajar agar lebih baik lagi nantinyaaa.

    Once again, thank you yaa Ci Jane atas perkenalan dan pertemanan online selama ini. Semoga kita langgeng yaa 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Virtual hugs dulu kita, Devvv! πŸ€—πŸ€—πŸ€—

      Terima kasih juga cerita dan semua pengalaman yang kamu bagikan di blog untuk banyak menguatkan aku secara nggak langsung. Cuma bisa ikut mmerasakan kesedihan yang kamu alami, tapi juga ikut senang dan bersyukur dengan proses yang kamu alami ke arah yang lebih baik hingga hari ini. So proud of you! ❤

      Aminnnn! Semoga pertemanan online kita dan juga teman-teman lain bisa menjadi support system satu dengan lainnya yaa πŸ₯°

      Delete
  9. Semoga Andreas cepat pulih kembali ya Jane.

    Well, everyone has their own struggle. Iya nggak sih? Hahahahah.. Saya memilih untuk mengatakan, it's just another year. Tahun tahun yang memang harus dilewati dan dijalani setiap manusia sampai tugasnya sebagai manusia usai.

    Berat ringan, bagus buruk hanyalah sekedar persepsi saja. Hahahahahaha.. walau ada masa dimana tahun ini terasaa beraat sekali sampai saya melupakan ada bagian juga dimana saya merasa bahaaagiaaa sekali.

    It's just another year dan tidak berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, penuh tantangan, hambatan, dan juga kebahagiaan.

    YNWA Jane...:-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mas Anton! Untungnya dalam beberapa bulan sudah pulih dan sekarang bisa beraktivitas kembali seperti sedia kala :D

      Iya banget dong. Apalagi setelah mendengar berbagai versi dari manteman sekalian tentang 2020 ini. Betul, it's just another year. 2020 nggak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kebetulan aja pandemi memilih 2020 sebagai tahun di mana hampir seluruh manusia di bumi ini 'dipaksa' untuk reset ulang kehidupan masing-masing hahahah πŸ˜‚

      Terima kasih sudah berbagi insight, Mas Anton! Tetap semangat menyambut 2021 ya :D

      Delete
  10. Awalnya aku kira Devina ini Devina Yo yang sering aku lihat di twitter ternyata bukanπŸ™ˆ
    Semoga papanya Josh semakin membaik tangannya, rezeki yang hilang diganti sama hal-hal yang lebih baik untuk Ci Jane sekeluarga.
    Aku suka tulisan yang seperti ini karena selalu ngingetin aku untuk tetap bersyukur, pernah baca di suatu website kalau grateful is underrated apalagi di masa sekarang dan society masa kini, thank you Ci for sharing this❤

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahahaha ini Devina teman blogger kita XD tapi aku jadi kepo dong siapa itu Devina Yo, emang dia siapa sih? 😁

      Yes, being grateful is underrated di situasi seperti sekarang ini. Kalau lagi kena musibah, mau bersyukur gimana pun ya tentu aja sulit πŸ˜‚ tapi setelah melalui proses merenung, ya ternyata ada aja yang bisa disyukuri. Luar biasa ya memang hihi <3

      Thank you so much and your welcome, Ndah! Kamu juga sehat-sehat terus yaa, tetap semangat untuk menyambut tahun yang baru nanti πŸ€—

      Delete
  11. Untukku pribadi, tahun ini memang super duperrr keren. Sampai lelah rasanya tangan ini menumpahkan banyak pikiran soal 2020, baik di buku harian atau di blogπŸ˜‚ Jadi, sekarang aku sedang berusaha untuk memilah-milah, apa aja hal yg bikin aku bahagia dan bersyukur sepanjang tahun ini, supaya nggak terjebak dengan perasaan negatif dan "bencana" yg datang bertubi-tubi.

    But other than that, aku pingin berterima kasih mbak Jane sudah menuliskan pemikiran yg hangat ini. Setidaknya kembali mengingatkan aku untuk keep walking, keep going, keep doing what i supposed to do cuz life goes on, dan kita semua bergerak forward. Karena kebetulan lagi merasa ngedown banget dan enggan melakukan ini itu😫 Jadi, tulisan ini setidaknya memberi motivasi aku untuk bergerak sedikit demi sedikit. Thank u mbak Jane! My prayers are on you and your familyπŸ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whatever you're going through right now, just remember there's always hope ya, Awl! Semoga setelah ini udah lebih semangat untuk maju kembali *peluk*

      Huahahaha entah jurnal kita sepenuh dan selecek apa ya tahun ini πŸ˜‚ but I hope it was filled with lots of lessons and happy things. Biar jadi pengingat juga di masa depan, bahwa 2020 ini pernah ada dan mengajarkan banyak hal dalam hidup hihi

      Thank you so much, Awl! Doa yang terbaik juga kuhaturkan untukmu yaa πŸ₯°

      Delete
  12. Tahun 2020 memang menjadi tahun yang sangat berbeda di karena ada wabah Corona tetapi kita harus tetap optimis menjalaninya karena hidup harus tetap berjalan,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Kang El. Roda terus berputar dan kita nggak bisa memilih untuk skip bab kehidupan yang ini. Hanya bisa dilalui dan mencoba untuk tetap bersyukur dengan apa yang sudah dilewati sepanjang tahun ini (:

      Delete
  13. eh buset ci... Diserempet sampai dapat 7 jahitaaan. 😨

    Nama permainannya Hysteria gitu bukan ya ci? Yang bikin jatung ketinggalan di atas #eh

    anyway makasih ya ci buat tulisannya! Bagus πŸ₯°πŸ₯° Langsung aku share ke adek biar ikut dapet maknanya jugaa hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Iya kayaknya Hysteria deh. Maklum, aku bukan pecinta naik wahana yang begitu-begituan, ngebayanginnya aja udah jantungan apalagi naik beneran 🀣

      Ahhh terima kasih banyak sudah di-share ke si adek hihi semoga kalian juga tetap semangat yaaa! πŸ€—

      Delete
    2. Sama ciii!!!TOSSS! Aku juga ga berani kalau diajak naik itu. Mending nunggu tas aja di bawah hahaha 🀣🀣

      Sama-sama ci... ^^

      Delete
  14. Ya ampun Mba Jane...
    Kok mataku berlinang nginget tahun 2020 yg terasa berat banget khususnya buat keluarga aku, terlebih Bapak..

    Beliau sakit.. bahkan sepanjang tahun ini saja beliau masuk rumah sakit smpe lebih dri 4 kali... Aku nggk bisa ngebayangin apa yg dirasa sama bapak selama ini..

    But its okay.. Tuhan Maha Baik.. lambat laun aku bisa melihat perubahan bapak yg makin positif perkembangannya. yg terpenting kita yg sehat nggk nyerah..

    Sekarng tinggal beberapa hari untuk 2020. Berharap semuanya bakal berjalan dengan baik. Aminn

    Yapzzz lagu BTS Life goes on ini jadi soundtrack buat penghujung 2020.. 😊Semangat buat kita semua.. Semoga pandemi cepat berakhir dan keadaan Indonesia semakin baik...πŸ™‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Bayu, semoga kondisi Bapak sekarang ini sudah jauh lebih baik yaa. Betul sekali, kalau kalian keluarga sehat terus, bisa jadi penambah semangat bagi Bapak juga ya. Yang penting kalian juga tetap kompak (:

      Aminnn aminn! Whatever happens, God is good. Semoga tahun 2021 pun bisa jauh lebih baik dan mengantarkan kebahagiaan untuk kita semua yaa.

      BTS emang pinter nih merilis lagu di saat yang tepat #eh πŸ™ˆ

      Delete
  15. Tulisannya keren banget Jane!!
    Dari ceritamu aku jadi keinget sama ig story nya Bang Jon. Waktu itu dia bikin open question.

    "Kamu habis liburan dan persiapan pulang, ternyata pas menuju bandara kena macet, terus ketinggalan pesawat, padahal besok ada meeting penting juga, gimana tuh kalian?" Dan hampir yang ikut open question ini jawabannya marah-marah dan misuh-misuh dengan situasi yang demikian.

    Next question, "Setelah ketinggalan pesawat, beberapa jam kemudian ada kabar berita, bahwa pesawat yang seharusnya kamu naiki tadi terjatuh. Gimana reaksimu?". Semua jawaban bilang, selamat, bersyukur dan sebagainya.

    Dari open question ini, aku belajar bahwa sebenernya kejadian-kejadian tadi tidak memiliki emosi. Yang memberikan label bahwa kejadian tadi negatif atau positif adalah kita sendiri, manusia. So, dari cerita suamimu membuktikan kalau, kejadian kecelakaan itu tidak berarti apa-apa, karena tidak ada afirmasi negatif yang dia rasa. It's ok, it's part of our life, sekarang tinggal PR nya di kita, untuk melatih diri supaya responsif, ketimbang reaktif.

    Once again, thank you for writing this Jane!

    ReplyDelete
  16. Mba Janeee baca ini bener2 jadi mikirin banget arti 2020 ini. Diluar sana masih banyak orang yang bener-bener terkena dampak parah gara2 pandemi ini ya. Bener-bener ngajak kita harus banyak-banyak bersyukur dan sabar banget di 2020 ini.

    2020 ini emang jadi tahun yang bisa dibilang menyebalkan ya... karena aku juga jadi gak bisa pulang ke rumah dan dampaknya orang tua yang dateng kesini tapi gak tega karena biaya yang dikeluarkan jadi lebih banyak, tapi kalo gak berkorban gini malah gak ketemu selama setahun jadi serba salah tapi tetep ambil hikmah aja.

    Dan setuju banget sama Lia, kalo gak ada pandemi ini mungkin aku gak aktif di blog dan gak ketemu temen-temen blogger kece yang banyak banget share cerita-cerita unik dan inspiratif setiap harinya. Semuanya selalu di syukurin aja ya Mba.

    Semoga 2021 semuanya jadi lebih baik lagi ya Mba πŸ˜‡

    ReplyDelete
  17. Kayak naik hysteria ya Jane :D. Di naikin ke atas, jatuhin dulu, trus naikin lagi.-_-

    Aku juga ngerasa THN ini beraaat banget. Terlebih kehilangan mama Krn covid, itu sih yg bener2 bikin kami terpukul. Tapi di lain pihak , jujurnya 2020 juga memberikan banyak kebaikan trutama dlm hal financial. Iyeees, Krn situasi pandemi yg sempet ngebanting semua sektor termasuk IHSG ke jurang, tapi layaknya naik hysteria, di akhir tahun malah diangkat lagi semuanya, dan jujur kenaikannya melebihi saat jatuh :).

    Makanya 2020 sbnrnya bikin bingung. Kita dikasih cobaan bertubi2, tapi juga ada rezeki lain dibaliknya. Ibaratnya kayak hitam putih sih. Dan bikin aku makin percaya, Tuhan itu beneran adil :D.

    ReplyDelete
  18. Mba Jane, thank you sudah menjadi bagian terindah di tahun 2020 saya 😍 hehehe, betul bangettt, life goes on, dan semoga kita bisa keep growing dari setiap kejadian yang ada di hidup kita 😁 Seperti kata pepatah lama, semua ujian diberikan sesuai dengan kemampuan masing-masing dari kita, so I believe mba Jane bisa overcome every single hard situation dalam hidup mba πŸ₯³πŸŽ‰

    You goooooo, girl! Wk. By the way, semoga pasangan mba bisa cepat sehat, dan semoga uang yang hilang karena kelalaian dalam membeli barang bisa diganti berlipat 😁 Once again, thank you sudah membuat dunia blogging saya superrrr berwarna πŸ˜πŸ’•

    Semangat, mba. All the best for you πŸ₯³

    ReplyDelete
  19. Betul banget ya, apapun yang terjadi, hidup akan terus berjalan :)

    Saya juga suka baca-baca pengalaman Devina tentang mentalnya, sangat paham sih, betapa beratnya hal yang dia pikul, kehilangan bukanlah sesuatu yang mudah dilupakan dan didamaikan begitu saja.

    Dan akhir-akhir ini main ke sana memang jadi lebih senang, melihat Devina udah bisa lebih semangat lagi.

    Btw shock juga dong ya dengar papanya Josh kayak gitu, syukurlah si angkot berbaik hati, dan memang udah jalannya ya, setelah Maret terpaksa semua WFH :)

    ReplyDelete
  20. nggak nyangka udah hampir setaun kita hidup ditengah pandemi
    kalau dibilang apa yang terjadi di taun 2020, aku senndiri nggak nyangka kalau bakalan batal trip, musibah yang nggak terprediksi sebelumnya dan positifnya baru kali ini ikutan join kelas online baik gratisan maupun berbayar, lagi lagi dapet ilmu baru

    ReplyDelete