JanexLia Answered #2

Thursday, December 10, 2020


Holaaa! Kembali lagi di edisi lanjutan JanexLia Answered part two! 

Setelah edisi pertama diluncurkan, ternyata sambutan dari teman-teman sekalian cukup hangat dan malah sampai ada yang memberikan daftar pertanyaan lanjutan. Daripada sayang dianggurin, yaudah deh, kami berdua memutuskan untuk bikin part kedua aja! 

10 pertanyaan di bawah ini diberikan oleh Endah (MAACIH YAA ENDAH *kecup*), sisanya adalah dari teman-teman yang bertanya di blognya Lia, and we had so much fun answering these questions! Pertanyaannya jauh lebih seru dan menantang dari yang sebelumnya πŸ˜†

1. Ada nggak tempat khusus untuk membaca?

Nggak ada, euy. Aku tipe yang bisa baca di mana pun, asal di tempat yang nggak terlalu ramai atau banyak distraksi. Karena suka males kalau lagi baca terus jadi kepotong-potong πŸ˜‚ 

2. Buat nandain buku, lebih suka bookmark atau kertas random?

Dulu aku selalu pakai bookmark (pembatas buku). Sekarang malah cuek banget, kadang-kadang malah aku dog-eared (melipat ujung halaman buku). Tolong pecinta buku jangan timpuk aku, huahahaha. Tapi ini jarang, sihhh. Biasanya aku hafalin aja halaman terakhir yang kubaca. Kalau takut lupa, ya paksain baca satu chapter, jadi lanjutinnya gampang. 

Eh tapi sekarang banyak terbitan buku yang sudah include pembatas bukunya, kan. Biasanya kalau terbitan Gramedia pasti ada tuh. Jadi nggak perlu susah-susah cari pembatas buku sendiri :D 

3. Kalau lagi baca terus pingin berhenti, berhentinya seketika itu atau nunggu dulu misal nunggu ganti bab atau nunggu halaman sekian dulu? Lebih suka baca skip-skip atau berurutan? Membaca seharian atau berhari-hari?

Nah, ini seperti yang kujelaskan di atas. Paling sering nunggu ganti bab aja biar nggak nanggung-nanggung amat. 

Kalau soal skip atau berurutan, tergantung buku bacaannya sendiri 😁 Alasanku pribadi kenapa suka nge-skip halaman buku, biasanya karena isinya bertele-tele atau udah nggak sabaran aja, sih, dengan ending-nya huahahaha. Korban novel yang aku skip belakangan ini adalah Shopaholic and Sister, karena menurutku konfliknya nggak butuh selama itu untuk diselesaikan, akhirnya aku lewatin beberapa chapter deh. 

Tapi lebih sering baca berurutan kok (nggak mau ditimpuk sama penulis dan pecinta buku πŸ˜†), apalagi kalau ceritanya memang seru dan banyak detil cerita yang harus diperhatikan. Contohnya, waktu baca Bird Box. Meski udah nonton filmnya, namun aku berusaha untuk baca berurutan dari halaman awal sampai akhir. Karena versi buku jauh lebih dark ketimbang filmnya, aku jadi bisa merasakan intens yang berbeda antara buku dan film. 

Membaca seharian atau berhari-hari, balik lagi deh ke bukunya itu sendiri. Aku baca Bird Box hanya dalam semalam lho. Hari itu beli, malam itu juga baca habis πŸ˜‚ Kebetulan karena hari itu hari Minggu, waktu luangnya lebih banyak. Kalau baca buku di hari biasa, tentu lah aku butuh berhari-hari untuk menyelesaikannya. 

4. Cara menyisihkan waktu untuk membaca?


Hmmm menurutku baca buku itu memang perlu sedikit komitmen, sih. Karena kalau nggak ada niatnya, mau ada waktu luang pun buku nganggur nggak akan disentuh juga. 

Coba sisihkan aja waktu beberapa menit sebelum bobo malam untuk baca buku. Pilih aja buku yang nggak terlalu menstimulasi otak kita dan pasang target untuk baca satu chapter, misalnya. Kebiasaan baca buku sebelum tidur juga membantu kita untuk mengurangi pemakaian gagdet

Kalau manteman ada tips lainnya, boleh lho dibagikan :D 

5. Waktu baca suka disambi ngemil atau minum nggak? Ada cemilan khusus atau minuman khusus buat nemenin baca?

Sejak awal terima daftar pertanyaan ini, udah ngebet pengen jawab pertanyaan yang satu ini wkwk *cium Endah* 

Jawabannya, ada dong! 

Kalau soal minuman, tentu saja kopi. Mau judulnya nulis, blogging, nonton, me-time, baca buku, semuanya paling asik ditemenin kopi. 

Aku jarang ngemil, sih, kalau lagi baca buku. Alasannya karena nggak kepengen bikin buku kotor aja. Kan gimana gitu yaa kalau sambil ngemil sambil balik-balik halaman buku. Yaa, kecuali kalau ngemilnya pake sendok garpu. Tapi eike makan cheetos mana mungkin pake garpu?? Eh, apa pake sumpit aja, ya, kapan-kapan... πŸ€”

6. Baca bukunya sambil dengerin musik, suara TV, atau hening?

Hening. Nggak sampai sunyi banget, sih. Yang penting nggak sambil nonton apalagi denger musik. Bisa salfok! 

7. Baca tanpa suara atau bersuara?

Berdasarkan kesadaranku pribadi, aku selalu baca tanpa suara. Tapi menurut suami, katanya terkadang aku mengeluarkan suara kalau lagi baca buku atau pun ngetik sesuatu di handphone/laptop. Suami suka mendadak nanya, "Kamu lagi ngomong sama siapa, sih?". Terus aku kayak yang, "Hah? Kagak ngomong sama siapa-siapa." Ternyata yaa aku tuh lagi bersuara apa yang aku baca atau apa yang sedang ingin aku ketik wkwkwk 

Teman-teman ada yang punya kebiasaan "aneh" yang samaan nggak kayak aku gitu? πŸ˜‚

8. Suka nulisin buku nggak? Nandain quote-quote favorit?

SUKA. BANGET. 

Khususnya kalau lagi baca buku non fiksi, biasanya banyak coretan di dalam bukunya. Entah itu stabilo, coretan pake pensil dan sebagainya. Baca novel fiksi kadang-kadang suka begitu juga, apalagi kalau nemu kalimat dengan gaya penulisan yang menarik. Nah, biasanya aku suka tandain juga tuh. Buat referensi untuk menulis ke depannya hihi 

9. Biasanya lebih tertarik cover yg seperti apa? Ilustrasi simpel kah atau bagaimana?

Karena aku tim baca sinopsis di belakang buku, jadi aku nggak punya preferensi khusus perihal cover sebuah buku. Tapi kalau ditanya, aku lebih suka cover yang nggak terlalu banyak warna dan ada ilustrasinya nggak terlalu ramai. 

Saat mengunjungi Gramedia BSD World beberapa waktu lalu, aku cukup terkesima dengan sampul buku-buku terbitan Gramedia yang kece-kece. Minimalis, tapi cukup menggambarkan keseluruhan isi novel. Coba deh bedain sampul baru novel Dimsum Terakhir - Clara Ng dengan yang lama, lebih menarik yang mana? :D

10. Apakah kakak pernah membanggakan sebuah buku lalu menceritakan nya kepada mantan, eh pada teman maksudnya. Bahkan dengan cara terbaik kakak agar dia tertarik untuk membaca buku yang kakak rekomendasikan. Trus apa bukunya kak?

Ini pertanyaan dari siapa, ya? Kok kamu bawa-bawa mantan? πŸ˜‚

Hmmm, buku apa yaaa. Bingung, karena aku baru sadar jarang sekali dengan sengaja merekomendasikan buku bagus ke teman-teman. Oh tapi inget deh. Waktu Kim Ji Yeong Born 1982 lagi ramai dibicarakan akhir tahun lalu, aku sempat meminjamkan buku ini ke seorang teman dan menurutnya lebih bagus versi buku ketimbang film. Terus, buku Magic Shop milikku pribadi kupinjamkan pada sang adik karena menurutku dia bakal suka, apalagi ceritanya seputar dunia kedokteran. Bahkan, aku juga pernah mengirimkan versi terjemahan kepada salah satu teman baik juga karena dia seorang Army XD

11. Apakah pernah terjadi sesuatu hal yang sama terhadap kisah/cerita pada kehidupan nyata kakak setelah beberapa banyak buku yang kakak baca?


Sepertinya nggak ada deh. Seringnya tuh malah kebawa mimpi wkwk 

12. Dari sekian banyaknya buku yang pernah dibaca, adakah buku yang bergenre sci-fi kalau ada judulnya apa, pengarangnya siapa, lokal kah atau non lokal?


Genre sci-fi itu paling jarang aku pilih untuk dibaca, karena menurutku lebih seru nonton filmnya langsung (kalau ada). Tapi ada satu judul buku sci-fi yang pernah aku baca tahun lalu, yaitu The Hunger Games - Suzanne Collins

Eh, kalau genre dystopia itu termasuk sci-fi nggak, ya? 

13. Jika suatu saat kamu menulis buku fiksi, di mana lokasi cerita berada dan kenapa?

Boleh ngaku nggak. Sebetulnya tuh aku udah nulis beberapa draft cerita fiksi, namun belum ada yang selesai πŸ™ˆ

Lokasi ceritanya macem-macem, kebanyakan fiksional, sih. Lokasi-lokasi ini hasil imajinasi campur aduk dari beberapa tempat yang memang pernah aku tinggali. Contohnya, Bali, Guang Zhou dll. Kalau ditanya kenapa, nggak ada alasan spesifik. Kayaknya lebih mudah menceritakan sesuatu dari latar belakang tempat yang memang sudah dikenal aja. Tapi kadang-kadang aku juga membayangkan tempat yang fiktif, alias murni imajinasiku sendiri. 

14. Siapa tokoh fiksi yang bisa membuat kalian kagum? (dilihat dari sifat/ kepribadiannya)


Aduh, siapa yaaa. Banyak, nih. Ada Jo March, si kakak kedua dari March Sisters (yang ternyata MBTI Jo sama lho kayak aku!).  Terusss... nggak tau kepikiran siapa lagi saking banyaknya πŸ˜‚ 

15. Kamu baca fanfiction nggak? Kalau iya, biasa baca dalam bentuk buku fisik atau online (Wattpad, forum, dll)? Kalau nggak baca, alasannya kenapa?


BACA DONGGG. 

Sejak jadi bucin Kpop belasan tahun yang lalu, aku hobi sekali baca fanfiction (biasa dikenal sebagai FF atau fanfic). Buat yang belum tahu, fanfic ini adalah sebuah fiksi yang dibuat oleh penggemar berdasarkan tokoh, kisah dan setting yang sudah ada. Konsepnya sederhana, hanya butuh imajinasi penggemar untuk menciptakan sebuah cerita fanfic

Fanfic ini cocok banget buat para bucin oppa-oppa yang ingin menyalurkan kehaluannya. Daripada halu sendiri, mending dijadikan karya, kan wkwkwk 

Zaman dulu aku baca fanfic ya di forum-forum penggemar. Di situ banyak banget para fans yang membagikan karya tulisan mereka. 

Kalau sekarang seringnya baca di Wattpad. Serius deh. Wattpad itu gudangnya para fans halu tingkat dewa. Saking halunya, karya fanfic mereka kece-kece lho. Bukan yang cheesy-cheesy gimana gitu. Sampai seperti ada yang menciptakan universe mereka sendiri melalui fanfic mereka. Padahal para tokohnya itu ya beneran ada, cuma ceritanya aja yang fiktif. 

Sekian untuk jawab-jawaan kali ini. Terima kasih yaaa yang udah baca dari awal sampai selesai! Terima kasih juga untuk teman-teman yang sudah memberikan pertanyaan untuk edisi kedua ini. Boleh kali yaa sering-sering bikin beginian *ditoyor Lia* πŸ˜†

Jangan lupa mampir ke blognya Lia Si Pemimpi Nan Imut untuk melihat jawabannya yang nggak kalah seru, ya! 

πŸŽ„
Eits, jangan buru-buru tutup window ini. Karena kami masih ada berita baik yang ingin disampaikan :D 

Bulan Desember ini adalah bulan spesial untuk kami berdua. Maka dari itu, aku dan Lia memutuskan untuk mengadakan giveaway satu buah buku untuk satu teman yang beruntung sebagai hadiah penutup tahun 😁

Caranya mudah kok. Sebutkan saja satu judul buku yang pernah aku sebutkan atau review di blog ini (silakan cek label Books Love untuk mencari judul yang kalian inginkan ya!) dan sertakan alasan mengapa kalian ingin memiliki buku tersebut.

Giveaway akan berakhir di 15 Desember 2020 dan pemenang akan diumumkan di 17 Desember 2020, yaa. Semoga kalian beruntung dan bisa memulai tahun yang baru dengan buku yang diimpikan πŸ€—

41 comments:

  1. Kim Ji Young Born 1982, udah nonton filmnya.. penasaran sama novelnya yg menginspirasi filmnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo, Mbaa (:

      Iyaa, filmnya cukup menarik yaa. Aku juga sampai nonton dua kali, yang kedua kali karena setelah baca bukunya sih. Saranku coba baca bukunya juga deh, soalnya ada beberapa plot di buku yang nggak diceritakan di film dan menurutku itu yang membedakan antara buku dan filmnya sendiri 😊

      Delete
  2. Hola mba Jane,

    Saya langsung salfok makan Cheetoz pakai sumpit karena itu yang saya lakukan hahahaha, saya selalu makan snacks pakai sumpit, dari mulai Chitato, Lays, sampai kacang-kacangan dan snacks lainnya. Jadi bisa tetap snacking while blogging or reading or even watching something hahahahaha 🀣 Padahal dulu saya paling nggak bisa pakai sumpit, tapi karena si kesayangan ajari, alhasil bisa dan mahir πŸ˜†

    Ohya, kita sama persoalan berhenti setelah Bab-nya habis, mba. Paling enak begitu soalnya buat saya, jadi nggak gantung bahasannya dan nggak kepikiran hahahaha. Terus, saya pribadi suka banget baca buku sambil dengar musik, kalau terlalu hening justru nggak fokus, yang ada mengantuk entah kenapa. Aneh, ya? πŸ˜…

    Yaaay, seru bangetttt series bulan ini, mba. Jadi nggak sabar mau baca versi Lia 😍 Eniho, untuk memeriahkan giveaway-nya, saya pilih buku Men Without Women, mba πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Holaa Mba Enoo πŸ˜„

      Seriussss Mba Eno ngemil chips pake sumpit? Wkwkwk soalnya aku jarang bangettt nemu orang yang suka ngemil ciki-cikian menggunakan media lain selain tangan πŸ˜‚ tapi sejujurnya itu ide brilian yaa, tangan jadi nggak kotor dan nggak usah repot cuci tangan hauahaha Btw, sumpitnya pake yang kayu atau stainless, Mba? *penting dibahas* πŸ˜†

      Hihi memang setiap orang ada caranya masing-masing untuk belajar atau baca buku yaa. Temenku ada tuh baca buku sambil denger lagu sambil nyanyi juga. Bingung aku dia bacanya gimana yaaa kalau sambil nyanyi πŸ˜‚

      Yaaaay thank you so much Mba Enoo sudah ikut memeriahkan event kami berdua kali ini πŸ˜šπŸŽ‰

      Delete
  3. Dah baca dua versi tulisannya, lucu.. habis baca di Lia dan baca yang versi Jane, terasa sekali kayak pindah dunia.. wakakakakak...

    Dari gaya penyampaian, sampai isinya, ada yang berbeda / bertentangan. Tidak seperti sebelumnya yang tidak bersinggungan, kali ini justru ada yang tubrukan atau senggolan.

    Fun Jane.. kolaborasi yang bagus dan lucu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hauhahaha maka dari itulah kami berdua memutuskan untuk bikin kolaborasi ini, Mas Anton, tapi saya juga berasa sih makin ke sini perbedaannya makin terlihat 😝 tapi itu kan serunya hihi *colek Lia*

      Terima kasih banyak Mas Anton untuk dukungannya πŸ˜†

      Delete
  4. Wah samaan dong kita kak, kadang aku suka melipat pinggiran buku tapi sekarang mah udah gak bisa deh palingan aku catat hlm terakhir yg aku baca di notes. Eh aku justru suka dengerin lagu pas lagi baca buku, mengusir ngantuk πŸ˜†

    !! Aku mau ikutan giveaway nya, walau gak pernah beruntung sih hehe. Aku kepengin buku I want to die but I want to eat tteokpokki. Aku tertarik sama buku ini gara2 tau kalau ternyata buku ini membahas soal depresi. Karena aku juga punya latar belakang di bidang Psikologi 😁 aku kepengin tau gimana cara penulis bisa menuliskan pengalamannya sendiri lewat buku apalagi isinya ditulis dalam bentuk sesi konseling, aku bisa belajar juga dari buku ini. Salut juga sama penulisnya bisa berani menerbitkan buku ttg pengalamannya sendiri yang mana depresi juga persoalan sensitif untuk bisa di bagikan ke orang-orang :(

    Good luck for me! Sukses dan lancar selalu ya buat kak Jane dan Lia!! Aku tunggu sesi JanexLia berikutnya πŸ‘πŸ»

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi kadang-kadang melipat ujung itu paling ringkas yaa 😝 dan ternyata kamu samaan dong dengan Mba Eno, kalau baca buku harus ditemenin musik, biar nggak sepi-sepi amat yaak πŸ˜„

      Nisaa, terima kasih banyaaak yaa udah ikutan event-nya! ❤️ Waktu baca buku itu aku juga nggak berekspektasi isinya percakapan antara penulis dengan terapisnya. Detil sekali. Dan betul yang kamu bilang, needs courage untuk bisa membagikan itu semua 😒 Btw, semoga kali ini kamu beruntung, Niss! 😘😘

      Maacih banyaaak untuk dukungan dan doanya yaa! πŸ’–

      Delete
  5. Yg part baca tanpa bersuara ato pake suara, akutu ternyata suka ga sadar juga loh kalo baca kdg ngeluarin suara Jane :D. Tapiiiii setelah aku perhatikan, itu hanya ke buku2 yg alurnya agak berat ato berbelit, jd bikin puyeng. Nah yg begini biasanya aku baca hrs pelan2, dan kdg pake suara kecil, biar jd jelas :D.

    Trus kalo melipat buku ato pake pambatas, jujurnya aku LBH sering melipat hahahahha. Abis gimana yaa, pembatas buku itu nth kenapa suka bgt ilang. Ga ngerti lagi aku.

    Dan juga, aku tipe yg ga terlalu mentingin fisik buku sih Jane. Buatku, sepanjang itu buku lengkap halamannya, mau kotor, dekil, terlipat, ato baru, ga ada masalah :D. Kecuali halamannya ga komplit, baru deh aku sebel .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah berarti Mba Fanny samaan dengan Lia dan Mba Phebie. Aku juga baru ngeh, iya yaa tanpa sadar aku juga bersuara kalau lagi baca paragraf yang sulit dipahami. Harus dibaca berulang-ulang sampai masuk ke kepala πŸ˜‚

      Huahaha selipan buku suka lari entah ke mana memang. Aku juga jarang banget pake bookmark kalau nggak memang dapet gratisan dari bukunya langsung πŸ˜†

      Setujuuu! Waktu aku masih suka pinjam buku online, aku malah seneng gitu lhoo kalau dapet pinjaman buku dari owner-nya langsung yang kondisi bukunya banyak guratan, halamannya agak lecek dan kuning, banyak coretan, malah kesannya buku itu spesial sekali buat dia 😁

      Delete
  6. Saya mba, mau nnya.. posisi baca buku seringkali pke gaya apa mba?? πŸ˜„

    Tim wedang jahe mana suaranya??
    Kayanya cuma saya doank yg baca buku sambil minum sari jahe.. hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang pewe ajalah pokoknya wkwkwk kalau lagi baca di tempat tidur sih biasa suka-suka, ya selonjoran, ya angkat kaki, ya telungkup apa aja deh *TMI* 🀣

      Tuh manteman ditanyain Mas Bayu, mana suara tim wedang jahe?? Suami saya tuh, Mas, sumbang suara huahaha eh tapi dia sukanya wedang ronde sih, sama nggak? πŸ˜‚

      Delete
  7. Maaf mba.. lanjut sini yah. Tadi nggk sengaja mencet publish.. hahah 🀣

    Saya juga kalau nandain buku dilipat mba.. malah kdang lipatannya setengah lembar gtu.. *please jangan ditimpuk saya ya... πŸ˜…

    Kalau saya baca buku seringnya pas libur kerja.. soalnya khawatir kebawa suasana terus lanjooot terus smpe tengah malam.. kan bisa berabe kalau besoknya kerja masuk pagi.. hehe

    Ikutan giveaway ahh...πŸ˜†

    Saya mau buku "Tak Mungkin Membuat Semua Orang Senang - Jeong Moon Jeong" karena betul kutipan dari Lia. Baca buku seperti sedang dinasehati kakak perempuan.

    Well, saya punya kakak perempuan tapi semenjak beliau nikah dan ikut tinggal sama suaminya. Saya dirumah jadi nggk punya teman ngobrol, yah dirumah ada bapak. Tapi jawaban laki2 agak sedikit bersifat rasional, nggak heran banyak yg bilang kalau teman curhat itu enaknya lebih ke perempuan karena jawaban mereka bisa lebih bagus karena ada unsur pemikiran dari perasaan.. heheh

    Kebetulan saya sifatnya nggak enakan sama orang. Paling susah buat bilang 'nggak' yg kadang bikin saya kesusahan karena kesulitan nentuin prioritas.. jadi mungkin buku ini bagus berdasarkan sinopsis yg mba jabarin.. hehehe πŸ˜†

    Sebenernya pengen juga yg ini mba.. Chicken Soup for the Soul: Kekuatan Bersyukur... karena isinya motivasi.. hehehe.. πŸ˜…

    Mba ada pertanyaan satu lagi :

    Mba pernah ada momen nggk? Minjemin buku ke orang tapi smpe skrang belum dikembaliin padahal udh lebih setahun?? 😢 terus tiba2 keinget dan nagih ke orangnya tapi orang yg dipnjemin malah lupa kalau dia mnjem buku kita... πŸ˜‚ soalnya saya lagi ngalamin kaya gini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahaha gapapa Mas Bayu :D

      Wah saya ngelipet ujung halaman aja udah diomelin Lia tuh, apalagi Mas Bayu, bisa ditimpuk beneran sama Peri Kecil wkwkwk soalnya kadang saya males juga cari pembatas buku, wis deh lipet aja paling cepet 😝

      Mas Bayuu, makasih banyak sudah berpartisipasi! πŸ™πŸΌ Itu yang saya rasakan juga waktu baca bukunya Jeong Moon Jeong, sambil baca sambil manggut-manggut nurut dengan isinya πŸ˜‚ dan Chicken Soup yang seri Bersyukur itu memang hangat sekali isinya. Banyak belajar dari pengalaman hidup orang lain melalui buku tersebut 😊

      Wah.. untung bukan duit yaa yang dipinjam 🀣 kebetulan belum sampai setahun sih minjemnya, tapi sudah cukup lama buku saya dipinjam seorang teman baik. Karena hubungan kami mayan dekat, jadi saya nggak sengaja buru-buru minta dibalikin sih. Tapi kalau Mas Bayu memang ingin dikembalikan, to the point aja dengan teman tersebut, "woy balikin buku gue" ahahahaha πŸ˜‚ karena kalau buku nggak sesensitif uang sih yaa jadi lebih mudah 'ditagih' 😝

      Delete
  8. Paling g bisa kalau lagi beraktifitas terus kudu makan, no no no!
    Aku sama kayak kamu Jane, kotor!! Selain ngotorin buku atau alat-alat lainnya, kan tangan jadi g bersih ya, terus masukin lagi gitu ke mulut.
    Parno aku tuh!!!! πŸ™ˆπŸ™ˆ

    Kalau ngomongin FF, aku jadi keinget gimana halunya aku sama pasangan Seulgi-Kai dan Wendy-Sehun. Di Harpot, aku juga ngehaluin Draco-Mione. Hampir tiap hari kerjaanku ngebaca wattpad cuman buat mantengin cerita mereka ini. Dan bener sih Jane, emang wattpad surganya FF, kehaluan kita-kita atas romansa para idol atau tokoh fiksi yang g kesampaian 😭🀣

    Btw, best of luck buat giveaway nya Jane dan Lia!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahahaha gengges kann barang kita jadi berminyak gitu, mana lagi begini dikit-dikit semprot hand sanitizer kalii ah 🀣

      Wihiii ada juga lhoo yang baca fanfic di sini! Tosss dulu, Pit! Aku tuh zaman masih main forum suka banget bacain ff. Halu-halu sampai kebawa mimpi wkwkwk eh, kok banyak yang nge-ship Draco-Hermione sih? Bukannya Draco benci banget sama Muggle?

      Maacih banyaaaak kakak Pipit sayang 😘😘😘

      Delete
  9. hai mabak jane, singgah di sini lagi setelah baca di tempatknya mbak lia :D
    pertanyaan yang sama, tapi jawabannya berbeda. Kalian berdua seru. Kolabnya dilanjutin yaa :D

    oyaa, hari sabtu kemarin aku ke gramedia dan mendapatkan buku seriesnya Agustinus Wibowo terbitan gramedia covernya ganti. Lebih simpel dibandingkan cover lama. Lebih fresh dan sangat berbeda dengan cover lama.

    Oyaa, mau tanya ke kalian berdua donk.
    Gimana cara Mbak Jane dan Mbak Lia untuk meminta buku yang sudah lama dipinjam..?
    mbka Jane dan mbak lia suka pinjam-meminjam buku dengan teman yang lainnya kah, atau lebih suka untuk beli sendiri...?

    hehhee...makasih mbak jane-mbak lia :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lohh kenapa pertanyaan kita sama Rivai?? Hahah πŸ˜†

      Kalau saya kemarin langsung tak minta... "Fal (nama samaran), ndaan buku saya yang setahun lalu dipinjam masih ada dikamu??" Gtu..
      tapi yg dipnjemin malah nggk merasa mnjem karena emnk ini udh terlalu lama.... πŸ˜” hahah. Akhirnya yaudah closed case. Heheh

      Delete
    2. Hi Kak Rivai, aku iseng ah ingin jawab :p

      Pakai alasan aja, Kak :p
      Like this "eh, buku yang kemarin aku pinjamkan masih ada di tempatmu? Ada temanku yang lain yang ingin pinjam, butuh cepat katanya. Tolong ya" πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

      Aku jarang pinjam-meminjam soalnya kalau pegang buku orang, bacanya nggak tenang 🀣
      Tapi kalau memang sang peminjam udah ikhlas dan percaya untuk meminjamkan, aku akan pinjam dan meminjamkan bukuku juga. Kayak barter pinjam supaya kedua belah pihak lebih tenang karena ada buku yang ditawan istilahnya 🀣

      Delete
    3. Hai Mas Rivai! Doain yaa kolab kami berdua langgeng, jadi bisa seseruan kayak gini terus 😁

      Terus iyaa dong saya kaget baca komentarnya Mas Rivai kok persis Mas Bayu, sampai saya kira ini komentarnya dobel apa gimana 🀣

      Saya udah jawab di komentarnya Mas Bayu, kalau saya sih lebih lihat relasi dengan si peminjam. Kalau misal nggak dekat-dekat banget, mungkin saya bisa pakai cara yang sama seperti Lia bilang. Tapi kalau sahabat dekat, saya lebih ikhlas aja sih. Paling diminta balik kalau emang lagi ingin baca ulang aja πŸ˜†

      Makasih juga sudah berkomentar di sini, Mas Rivai :D

      Delete
  10. Jane ternyata banyak hal soal buku antara kamu dan Lia yang beda yaaa wkwkwk dari JanexLia Answered sebelumnya jawaban kalian mirip-mirip, tapi di sini jawaban kalian banyak bedanya doong lucuuu

    Soal baca tanpa sadar bersuara kita samaaaa hahaha! Aku juga suka kadang ditegur temenku karena dikira ngomong sendiri padahal ga sadar nyuarain lagi baca buku πŸ˜‚πŸ˜‚

    Fangirling tanpa baca fanfic kayaknya kurang gimanaaa gitu yaa wkwwkwk kalau aku sukanya baca fanfic di AO3 (Archive Of Our Own) di situ surgaaaa banget, mungkin sejenis sih sama Wattpad juga tapi aku belum perna baca fanfic di Wattpad siih hehehe...

    Aku pilih buku Hidup Apa Adanya by Kim Suhyun deh buat giveaway-nya Jane! Pas kamu bahas itu soalnya tertarik sama cover dan ilustrasinya gemeess... plus, aku belum pernah baca buku self-help dari penulis Korea sebelumnya, jadi penasaran πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hoahahaha jadi banyak yang bilang aku dan Lia jadi kelihatan bedanya yaa gara-gara QnA ini πŸ˜† tapi justru seru sih, kalau samaan apalah tujuan dan arti dari kolaborasi ini *tsaaah* wkwkwk

      Fangirling tanpa baca fanfic kayaknya kurang -> sebuah statement yang TEPAT sekali 🀣 Waah aku malah baru dengar nih AO3, pankapan cek ahh. Soalnya tuh yang aku tahu banyak fans Kpop mainnya di Wattpad semua, wis deh nyangkutnya di sana πŸ˜‚

      Ilustrasi buku itu emang lucuk, dan kayaknya emang mirip-mirip style kamu sih ilustrasinya hihi maacihhh udah ikutan, Eyaa! ❤️

      Delete
  11. Mba Janee, seruu sekali postingannya JanexLia nyaa 😍😍

    Aku juga ga bs mba baca buku sambil dengerin musik, jd ga fokus πŸ˜† klo sambil tv nyala bisa, asal ga kenceng. Hehehe..
    Klo pembatas buku, aku jarang pake kecuali memang bukunya udah ada bookmark, klo ga ada, aku biasa nginget2 aja halamannya. Ga kaya mba jane yg stop di akhir bab, aku kadang klo udah ngantuk (krna bacanya sblm tdr pas bocah2 udah tdr), biasanya stop sekuatnya πŸ˜†πŸ˜†

    Wuaa giveaway. Walau aku ga tau bakal hoki atau ga, tp pengen bgd buku Don't Sweat The Small Stuff, and it's all small stuff - Richard Carlson. Pernh komen juga di postingan itu, krna memang lg butuh buku pengembangan diri nih.. hehehe.. πŸ˜†πŸ˜† tp ga mau yg berat2, apalagi buku itu bab nya ga panjang2 kaan.. 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah beneeer. Kalau sambil nonton TV/Youtube aku malah cenderung lebih fokus ngerjain hal lain aja. Tapi kalau denger lagu malah jadi ikutan nyanyi, entah kenapa otomatis aja gitu πŸ˜‚

      Oh yaaa, aku masih ingat Mba Thessa pernah bilang tertarik baca bukunya Richard Carlson itu yaa. Kebetulan memang yang kubaca itu singkat-singkat babnya, jadi cepet masuk ke otak :D Siapp, Mbaa! Terima kasih yaa sudah ikutan, semoga beruntung hihi 😘❤️

      Delete
  12. Eh blm selesai ngetik udah ke enter πŸ˜†πŸ˜‚
    Ayo mba jane dipublish cerita fiksi yg dibikin, penasaraan. Pasti kecee deh 😍

    At last, terima kasih udah bikin postingan ini mba, bonus ada giveaway nya lagi πŸ’–πŸ’–

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Thessaaa, aku belum pede entah mengapa πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ tapi kapan-kapan aku send draft-nya ke Mba Thessa boleh kah? Siapa tau dapet masukan langsung dari penulis handal 😝 Aku baru iseng tes ombak aja publish cerpen di blog hihi

      Macamaa, Mba! Maacih juga udah baca yaa πŸ’•

      Delete
    2. Boleeh bangeet Mbaa.. Walau aku ga jago nulis, tp aku seneng bgd kasi tanggapan sama cerita temen2.. Beberapa temen aku juga ada yg suka minta aku baca tulisan mereka di wattpad buat dpt masukan2. Hehehe.. Ditunggu ya Mbaa. Semangaat beresinnya 😍

      Delete
    3. Aaaah baiklah! Semoga awal tahun depan bisa kembali fokus meneruskan draft ceritanya πŸ˜† terima kasih sebelumnya, Mba Thessa! Hihi πŸ’•

      Delete
  13. Kemarin habis nengokin punya si Lia, sekarang mampir ke tulisan Kak Jane.hihihi..

    Setuju banget sama kak Jane, membaca butuh niat dan komitmen. Aku akhir-akhir ini susah banget membangkitkan mood baca buku.. kayaknya emang harus dipaksa gitu ya sebelum bobo :'(


    Hahhaa sama banget Kak Jane, aku suka ngumpulin quotes-quotes dari buku.biasanya difoto atau diberi Mark stabilo aja sih.

    Btw.. mau ikutan giveawaynya.. hihihi Pengen bukunya Henry Manampiring yang Filosofi Teras. Hehehe


    Btw seru banget bacainnya.. semoga next ada lagi ya tulisan edisi kak JaneXLia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Rie! Makasih sudah mampir ke sini juga yaa :D

      Oh ya, kalau foto quotes gitu biasa kalau buku yang dibaca adalah pinjaman, jadi mau gak mau kufoto aja deh biar ada memori juga 😁

      Betulll. Kadang aku juga suka hilang mood baca, tapi kalau dipaksain malam hari gitu seringnya sukses sih hihi coba pickup buku yang menarik ajaa, siapa tahu mood bacanya bisa kembali ☺️

      Terima kasih banyak sudah ikutan giveaway-nya yaa! Ditunggu aja untuk tulisan kami berikutnya ❤️

      Delete
  14. Hi Ci Jane! Maaf ya πŸ˜‚ Kemarin udah baca postingan ini, tapi baru sempat berkomentar sekarang huhuhu.

    Pertama, ingin timpuk Ci Jane karena suka melipat ujung kertas! 🀣. Selain buku pelajaran, aku nggak pernah melipat ujung kertas soalnya sayang πŸ˜‚. Jangan di dog-eared lagi, Ci. Nanti kertasnya nangis lho 🀣

    Kedua. Kita sama-sama harus membaca di tempat yang hening πŸ™ˆ sebab kalau berisik, otak malah jadi nguping kejadian di luar dibanding fokus membaca WKWKWKWK.

    Ketiga. Buku Into The Magic Shop bagusss πŸ˜† tapi aku belum selesai bacanya, baru setengah. Sejauh ini, aku suka karena meskipun ini cerita berat, namun digambarkan secara ringan sehingga malah menyenangkan membacanya πŸ˜†. Karena aku sekarang lagi senangnya fiksi, baca non fiksi jadi lelet huhuhu.

    Dystopia tergantung, ada bahas science juga nggak diceritanya? Kalau iya, kayaknya bisa masuk sci-fi juga, Ci 😁

    Dannnn aku belum pernah baca Fanfic karena asumsiku kalau Fanfic kebanyakan full romance dan aku lagi nggak terlalu senang full romance πŸ˜‚ jadi nggak tertarik ke sana. Fanfic beneran full romance nggak, Ci?

    Anyway, aku jadi ingin ikutan giveaway 😝😝 pengin Men Without Women jugaaa! HAHAHAHAHA

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haiii Peri Kecil kesayangan! 😘

      AHAHAHAHA ampooooon, mak! 🀣 Iyaaa nda lagi lipet-lipet ujung halaman buku huhu sebisa mungkin pakai bookmark dan kalau nggak ada yaa ngafalin aja deh udah baca sampai bab mana πŸ™ˆ

      Tulll! Aku pernah coba baca buku di coffee shop, entah mengapa aku malah fokus ngeliatin orang yang lalu lalang wkwkwk emang paling enak di tempat hening, terutama kamar tidur 😚

      Oh iya sih, kalau lagi keseringan baca fiksi atau sebaliknya, pasti bakal susah untuk menyelesaikan salah satu genre tersebut yaa. Tapi si Magic Shop so far so good kan, Lii? Ceritanya hangat sekali itu hihi

      Nah iya juga. Yang penting ada mengandung science-nya yaa. Eh tapi jarang sih aku nonton atau baca genre distopia yang ada unsur science-nya, kebanyakan malah lebih ke thriller mystery gitu sih.

      Wkwkwkw ya sihh fanfic kebanyakan romance-nya, maklum kan pada bucin 🀣 cuma ada juga sih yang tentang persahabatan gitu, kalau genre lainnya aku malah belum nemu, seringnya memang romance bahahaha

      Ahsiyap! Makasih sudah ikut meramaikan giveaway ini ya, sis! πŸ˜†

      Delete
  15. AAAAAA akhirnya rilis juga edisi kedua >.< makasih kembali buat Ci Jane dan Lia, duo kece penebar ratjun buku :3 *kecup balik*

    Anyway aku takjub Ci Jane sampe hafalin halaman mana terakhir baca, biasanya orang kan hafalin bab ya ini hafalin halaman sungguh daya ingatnya patut diacungi jempol di tengah kesibukan lain yang ngurusin Josh sama sekolahnya, nulis blog dengan topik selain buku, dll dll.

    GILAAAA BIRD BOX DIBACA SEHARI SEMALAM WAKAKAKAKAK emang sih ceritanya kayak ngalir enak gitu dan bener-bener dibikin tegang sama disturbing banget waktu yang chapter akhir-akhir pas Malorie melahirkan itu lho Ci hhhhhhh aku sampe capek sendiri :(

    Setuju banget sama target baca satu chapter, biasanya aku sehari harus habis satu chapter, kadang bacanya kepotong sama kegiatan lain gapapa yang penting sehari satu chapter wkwk. Pernah juga sehari satu jam baca, cuman lebih efektif kalo targetnya chapter. Dan yes setuju lagi kalau baca buku fisik itu menjauhkan diri dari ulik-ulik sosmed atau aplikasi lain di ponsel.

    WKWKWKWKKW bisa nggak sadar gitu Ci Jane ngomong sendiri xD kalau aku biasanya kalau baca nggak bersuara gitu suka tiba-tiba Rrrr Rrrr kalo misal baca kata yang ada R-nya wkwkwk, mulut tetep nutup tapi, sampe sodaraku males kalo ada di sebelahku soalnya annoying katanya.

    Baru googling covernya Dimsum terakhir, ada tiga nggak sih? Yang merah kelihatan kaki, vas bunga, sama yang orang-orang ngobrol? Buatku yang menarik yang gambarnya orang ngobrol, yang terbaru kan itu?

    MARI BERPELUKAN TIM SUKA BACA FF HALU DI WATTPAD WAKAKAKAKKAKAK asli deh beneran imajinasi orang-orang tuh luar biasa banget kalo udah menyentuh perbiasan xD bener banget kehaluan ini harus dijadikan karya agar tidak menguap begitu saja HAHAHAHAHHA

    Duh aku kayaknya pingin bikin postingan sendiri deh, pertanyaannya ngambil JanexLia edisi satu sama dua, biar lega nulisnya, aku lemah sama tema QnAxD

    Anyway aku ikutan giveawaynya juga xD pingin buku nikah muda karena penasaran banget sama endingnya wkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nahhh ini diaaa yang nyumbang pertanyaan edisi kedua ini, nggak nanggung-nanggung langsung 10 pertanyaan ya, Ndahh wkwkwk 🀣 eh iya donggg, kamu jawab pertanyaan ini juga di blog, pasti seru deh! ❤️

      Oh tenang, ngafalin halaman buku itu sering ya lupa juga kok HAHAHA padahal udah sengaja bacanya sampai di halaman angka bulet (50,55,60 dst). Tetep paling manjur yaa selesain aja langsung satu chapter biar nggak nanggung πŸ˜†

      Novel Bird Box SESERU ITU SIH. PARAH emang pas yang Malorie melahirkan itu. Aku sampai ikutan capek, sedih, mau nangis, marah, takut, gilaaak sih. Lebih dark kan daripada filmnya 😭😭

      Wkwkwk apaan sih Rrrr Rrr kok aku ngebayanginnya kayak hape lagi geter 🀣 tapi lucu kan ternyata kita punya kebiasaan yang nggak kita sadari 😝

      Gara-gara komentar kamu aku jadi nge-google juga soal cover Dimsum Terakhir, karena setahuku cuma yang versi lama itu yang vas tanaman aja, dan ternyata bener deh ada satu lagi. Tapi yakann, bagusan yang paling baru? ❤️

      TOSSSS! Prinsipnya bucin boleh, halu apalagi, yang pasti tetap berkarya dongg wkwkwk aku salutt sama dedikasi fangirl yang rutin nulis fanfic sampai bisa diterbitin oleh penerbit besar, kan hitung-hitung bisa ada kesempatan di-notice bias nggak sih? *ELO HALU JENN* 🀣

      Ahahahahaha biar bisa nentuin masuk TimKeno atau TimAji ya? πŸ˜† Siplah! Terima kasih sudah ikutan, Ndaaah hihi πŸ€—

      Delete
  16. Aku bingung juga The Hunger Games masuk sci-fi atau bukan. Berarti Kak Jane itu INFJ, ya? Aku baru tahu.

    Omong-omong, seperti yang kutanya di komentar untuk Lia, apa boleh aku juga menjawab daftar pertanyaan ini di blogku untuk review buku? Aku jadi pengen ikut jawab pertanyaan di sini.

    Untuk giveaway, aku mau buku The Mum Who'd Had Enough.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau The Hunger Games sepertinya masuk sci-fic dehh, karena zaman yang diceritakan itu melibatkan banyak teknologi baru kann. Eh tapi CMIIW yaaa, jarang baca buku sci-fi soalnya πŸ˜‚

      Iyaa aku INFJ nih πŸ™ˆ

      Tentu saja bolehhh! Ayooo ayoo dijawab, nanti aku baca yaa :D

      Delete
    2. Oke, makasih Kak Jane.

      Oh ya, aku lupa memberikan alasan kenapa ingin bukunya. Karena penasaran dengan ceritanya, kurasa itu.

      Delete
  17. Saya juga bukan tipe pembaca yang mesti harus berada di tempat khusus, tapi lebih ke suasananya. Mesti sunyi, atau paling tidak musik yang dimainkan itu yang instrumental saja. Makanya, tempat paling enak untuk baca itu di perpustakaan dan kamar sendiri.

    Kalo untuk cemilan pas makan, saya juga jarang menyiapkan apa-apa. Kopi sendiri bukan teman terbaik untuk saya pas baca buku. Soalnya pernah keasikan baca, dan kopinya jadi kelupaan diminum sampai dingin. Kalo pagi, saat ngeblog atau nulis, saya paling menyediakan kopi dan roti telur saja.

    Kalo pas baca, saya seringnya tidak bersuara. Tapi kalau ada bacaan yang mengganjal, biasanya dengan baca bersuara bisa membuat saya mengerti. Atau begitulah.

    Sekarang, waktu membaca dimalam hari sebelum tidur saya gunakan untuk nonton Start Up πŸ˜‚ Kayaknya, mesti nyeting waktu lagi biar bener. Ha ha ha.

    Ohya, karena kak Jane sempat nyinggung, saya pengen I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki. Dulu kak Jane pernah bilang jangan tertipu dengan covernya, karena isinya cukup gloomy. Karena itulah saya tertarik πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti sama ya kita, harus baca buku di tempat yang hening dan minim distraksi. Kalau soal kopi dingin itu, saya udah terbiasa sejak punya anak, Mas Rahul. Baru bikin kopi, anak manggil, balik-balik kopi saya udah suam-suam kuku hoahahaha jadinya sekarang kopi dingin pun saya teguk juga πŸ˜‚ btw, tadi saya kira alasan nggak minum kopi sambil baca karena takut tumpah πŸ™ˆ

      Wah berarti teorinya sama nih, kebanyakan dari kita tanpa sadar bersuara saat membaca jika ketemu kalimat yang sulit ya. Menarik hahahaha

      Saya malah belum nonton Start Up juga nih, keduluan Mas Rahul πŸ˜‚ gapapa, emang kalau udah nyangkut di drakor begitu lah wkwkwk

      Wahahaha ingat aja saya pernah mention begitu πŸ˜‚ terima kasih Mas Rahul sudah ikutan event ini ya! πŸ™πŸΌπŸ˜

      Delete
  18. Aku mau ikut giveaway! hehehe..
    Aku pengen baca buku New York bakery, yg kumpulan cerpen penulis Korea.
    Setelah kufikir, kayaknya blm pernah baca buku dari penulis orang Korea, gaya bahasanya seperti apakah? jadi penasaran
    lalu karena aku paling suka baca cerpen yg mana bisa kubaca dalam sekali duduk, jadi New York Bakery ini akan jadi buku yg sempurna untuk mengenalkanku dengan para penulis dari negeri Ginseng itu.

    Kak Jane, Terimakasih!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haii, Ady! Aduh maafkeun aku baru sempat balas komentar ini ):

      Sayangnya karena harus diterjemahkan ke bahasa Indonesia, kita nggak bisa menilai secara langsung sih gaya menulis aslinya seperti apa. Tapi setelah baca beberapa buku pengembangan diri penulis Korea, saya bisa bilang kalau mereka sangat blak-blakan dalam menyampaikan sesuatu, which is I love hahaha 😁 serasa ditegur langsung oleh kawan atau kakak sendiri hihi

      Terima kasih sudah mengikuti event giveaway kami ya! Semoga Ady beruntung 😊

      Delete