Eat in Bogor: Puyuh Goreng (Kopi Gratis)

Friday, December 18, 2020


Menjelang masuk Desember kemarin, hati ini mendadak menjerit minta liburan. Nggak usah jauh-jauh deh, staycation tiga hari dua malam di hotel aja cukup. Yang penting bisa leha-leha sejenak. Apalagi Josh juga mulai libur akhir tahun dan anaknya gabut banget di rumah. Kalimat favorit Josh akhir-akhir ini adalah: "Maaaa, Josh bosen nih. Boseeeeen". Nggak lupa pakai muka manyun dan melipat tangan di dada πŸ˜‚

Sempat mengajukan 'proposal' liburan ke pak suami. Pilihannya antara di Bogor aja atau ke Bandung. Pengen, sih, road trip lagi ke Jawa (sekalian ke Bali 😝). Cuma karena angka kenaikan Covid belakangan ini naik drastis kembali, kami pun mengurungkan niat. Meski hati ini mencak-mencak melihat beberapa orang di IG story yang bergantian road trip sampai ke Bali, menikmati pemandangan pantai, makan seafood dan sebagainya. Belum lagi orangtua di sana yang udah kangen berat dengan cucu (iyeee, anaknya mah kagak dikangenin sekarang), aku pun kangen masakan Mama, hiks. Namun, mengingat diri ini sedang berbadan dua, ada bocil pulak yang harus diajak, sepertinya bukan ide yang bagus, lah. So, see you another time, Bali!

Melihat istri dan anak yang mulai suntuk, akhirnya suami pun mencetuskan ide untuk mengambil day off dan mengajak kami jalan-jalan. Kalau dipikir-pikir lucu juga. Saat aku yang mati-matian bujukin doi untuk pergi liburan dan seringnya ditolak (selain karena alasan kesehatan juga karena kerjaan), begitu menyerah eh undangan pun datang dengan sendirinya πŸ˜† Gapapa lah walau belum menginap di hotel, diajak jalan-jalan gini aja udah seneng. Maacih, ya, suamik! 😘

Jadi, diajak ke mana, sih, Jane? 

Ke sebuah tempat yang bisa dibilang hidden gem di Bogor bernama Puyuh Goreng Kopi Gratis. Hah, kopi gratis? Wait, I'll tell you soon. 

Sepanjang tahun ini, suami sering bolak-balik Bogor-Sukabumi untuk urusan pekerjaan. Gara-gara harus melalui rute yang sama 2-3x dalam seminggu, doi pun notice sebuah tempat kece (menurut dia LOL) di daerah Cihideung. Tempatnya terbuka, bisa lihat pemandangan hijau-hijau sambil ngopi. Setelah sekian bulan purnama, kesampaian juga deh dia ajak aku dan Josh mendatangi tempat ini. 


Tempatnya sederhana namun cukup luas karena konsepnya langsung ke alam terbuka. Sesuai namanya, Puyuh Goreng Kopi Gratis ini mempunyai dua makna. Mereka menyajikan Puyuh Goreng (dan bakar) sebagai menu utama dan kopi hitam GRATIS tanpa syarat. Pecinta kopi hitam, mari merapat! 

Begitu turun mobil, hal pertama yang mama Jane lakukan adalah... tentu saja mengeluarkan kamera! πŸ˜† Kameraku senang banget kayaknya bisa diajak motret-motret di luar lagi. Kebetulan kami datang bertepatan di jam mereka buka, jadi masih sepiiii banget. Puas deh jepretin pemandangan ke sana ke mari. Saat duduk dan memesan makanan, suami nyeletuk, "Kayak di Ubud nggak?". Aku pun balas, "Yaaaa, Cihideung rasa Bedugul lah." 🀣

Puyuh Goreng hanya menyediakan beberapa menu berat, sisanya adalah camilan ringan serta minuman. Harusnya kalau ke sini cobain puyuh, yaa. Tapi karena setelah ini kami mau makan siang, jadi kami hanya pesan minuman dan camilan aja. Suami akhirnya pesan ayam bakar juga, sih. Aku protes, kenapa nggak pesan puyuh. 'Kan itu khasnya. Dia bilang, "Kecil, ah." Namanya juga puyuh, bro! Emang mau segede apa? 

On the table: Cane Keju (15k), Cireng Saus Rujak (10k), Es Cokelat (15k), Teh Susu Panas (10k).
 Yang nggak masuk frame: Ayam Bakar tanpa nasi (20k) dan Kopi Hitam yang tentunya gratis 😁

Mohon maap, kenapa ini posenya bareng gini? πŸ˜†


Kami menghabiskan waktu sekitar 40 menitan di sini. Kurang puas memang. Next time, suami janji bakal balik lagi ke sini, berdua dengan aku. I don't mind at all with that idea, sounds perfect to me πŸ˜œ

Josh pun hepiii banget, mungkin karena dia juga udah lama nggak lihat pemandangan alam. Fyi, perjalanan dari rumah menuju ke sini sampai ke daerah kabupaten Sukabumi (untuk makan siang, nanti fotonya nyusul di DOTM December, ya!), kami melewati beberapa proyek jalanan tol. Di mana ada proyek dikerjakan, di situlah ada berbagai macam heavy construction vehicles dan yang pasti selalu ada di sana adalah excavator! Aku pernah bilang kan yaa, kalau Josh itu hobi banget lihat kendaraan berat. Kemarin itu dia girang banget karena lihat banyaaaak sekali excavator yang sedang on duty. Ekspresinya Josh itu lho, priceless! Tiap kali lihat excavator, matanya berbinar-binar dan menunjukkan mainan excavator yang dia bawa juga. "Maa, paaa, look! Samaaaa kayak punya Josh!" πŸ˜†

Puyuh Goreng Kopi Gratis 
Jl. Raya Cihideung No. 151, Kecamatan Cijeruk, Bogor
Open hours: (Senin-Minggu) 10:00 AM- 10:00 PM 

Buat teman-teman yang suka pemandangan alam seperti ini, kalau ke Bogor jangan lupa mampir, ya! So, tell me, what's your plan for holiday? 😊

27 comments:

  1. Akhirnya Cici Jane bisa keluar kandang πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³. Pasti senang sekali setelah sekian lama ngendog di rumah kan πŸ˜†

    Joshhhh, kamu kenapa lucu sekaliiiii πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† cute banget dengan pose seperti itu! Di foto ke-3 juga ada cameo Josh lagi pose pegang pipi depan papinya tuh 😝 gemesh!

    Anyway, tempat makannya asik banget pemandangannya, Ci 😍 untuk foto-foto pasti bagus karena terbuka dan teranggg. Rasa makanannya gimana, Ci? Okai kah?

    Liburan kali ini aku belum tahu akan kemana, kemungkinan besar di rumah aja, tapi kalau bisa jalan-jalan, tentu akan aku tulis di blog, lumayan kan konten 😝

    Happy holiday Cici Jane, Josh and Ko Andreas 🀸🏻‍♀️🀸🏻‍♀️🀸🏻‍♀️πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa Liiii. Akhirnya bisa menghirup udara segar di alam ijo-ijo kayak gini, so happy! πŸ˜†

      Maacihhh onti! Itu posenya nggak tau siapa niru siapa... jangan-jangan bapaknya yang pose duluan terus anaknya ngikutin wkwkwk 🀣

      Untuk rasa makanannya sendiri dengan harga yang ditawarkan ya seimbang, sih. Tapi yang kusuka bersih aja cara penyajiannya. Penampakan cireng dan canenya lumayan, kan?? Aslinya juga seperti itu hihi dan kayaknya karena sambil lihat pemandangan jadinya makin enak aja sesi ngemil dan ngopinya 😝

      Tim anak konten blog mari merapat! Huahahaha sejak pandemi ini bisa kesempatan keluar aja aku pasti foto-foto, Lii. Mayan lah buat konten blog, biar nggak sepi-sepi banget wkwkwk

      Semoga rencana akhir tahun kamu berjalan lancar dan menyenangkan, ya! Happy holiday tooo Lia sayang! ✨πŸ₯°

      Delete
  2. Aduuuh ada cireng, jadi mau makan cireng bumbu rujak 🀀 Agak tricky tapi cari di Bali, susah hahahahaha. By the way, Puyuh ini mengingatkan saya sama simbah saya mba, soalnya beliau pelihara banyak puyuh, ternak begitu dan ternyata rasanya nggak beda jauh sama ayam cuma beda ukuran doang 🀣 *kudet saya, baru coba setelah besar*

    Untuk pemandangannya cakep yaaa, hijau asri, cocok buat yang suntuk setiap hari di rumah, dan butuh yang segar-segar hehehe. And josh looks really happy, too cute! πŸ₯³ Eniho, saya nggak ada plan untuk holiday, kemungkinan besar akan di rumah saja mba. Sambil harap-harap cemas, semoga ada yang seru untuk ditonton hahahaha πŸ˜†

    Happy holiday mba Jane and family πŸ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iya yaa, di Bali mau cari jajanan cireng di mana πŸ˜‚ eh tapi Mba Eno, kalau lagi kepingin banget bisa minta Mbak Chef di rumah bikinin. Setahuku cara bikinnya lumayan mudah (belum pernah bikin sendiri juga sih) :D tapi kalau kepepet banget, beli aja Mbaa yang frozen di supermarket, kalo nggak salah namanya cireng crispy atau rujak cireng bungkus warna hijau. Itu mayan enak 😝

      Wah iyaah kah? Aku malah belum pernah liat Puyuh yang masih hidup itu kayak apa, Mbaa. Tapi kalau rasanya sebelas dua belas dengan ayam, harusnya kemarin kami coba aja sekalian wkwkwk

      Bangettt, Mba Enooo! Setelah sekian lama ngendon di rumah, kalau keluar pun hanya untuk makan atau belanja di supermarket, lihat pemandangan ijo-ijo gini langsung seger total hihi

      Apapun rencana liburan Mba Eno nanti, semoga berjalan baik dan menyenangkan yaa! Dan semoga Netflix ada tontonan seru untuk akhir tahun nanti πŸ˜†

      Happy holiday too Mba Eno and Mr. Moonlight! πŸ₯°

      Delete
  3. Aku pas baca judulnya yang kebayang itu telur puyuh wakakakak terus pas baca bisa digoreng atau dibakar aku makin ngiler, terus baca lanjutannya yang namanya juga puyuh ya kecil. BARU SADAR YANG DIMAKSUD BURUNG PUYUH BUKAN TELURNYA🀣🀣🀣
    Itu Josh dan papanya lagi pose centil yaπŸ˜†
    Tempatnya jadi ngingetin aku waktu ke Leke-leke Bali dulu, sama-sama ijo, pingin liburan :((( tapi apa daya miss coronces ini nggak selesai-selesai world tournya hadeeerhπŸ˜‘
    Btw aku liburan di rumah aja Ci wkwkwkwkkwkπŸ™ˆ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga kepikirannya TELUR PUYUH, Ndaah waktu pertama kali dikasih tau tempat ini 🀣 sampe bingung telur puyuh aja resto khususnya yaa wkwkwk tapi emang kecil kurus gitu lhoo penampakannya, mungkin itu kenapa suamik akhirnya milih makan ayam aja πŸ˜‚

      Iya kan yaaa hijau-hijau asri gituu. Enak banget kemarin suasananya, malab agak mendung jadinya adem ❤️

      Semoga si coronce segera pergi deh, sedih akutu makin ke sini jadi banyak yang positif T_T

      Kamu sehat-sehat yaaa di sana bareng keluarga πŸ’• Iya dah duduk manis baca buku aja kita yaa di rumah 😌

      Delete
  4. Hi mbak Jane :)
    Hihi emang ya mbak kalau capek ngajak nanti malah diajak haha jadi mendingan jarang ngajak aja mbak biar sering diajak πŸ˜‚

    Akhirnya bisa menikmati alam ya mbak.. seger gitu ngeliat pemandangan hutan-hutan hijaunya. Nama tempatnya lucu juga ya dan bisa makan cireng sama telur puyuh lagi yummy banget 🀀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo Marina! (eh aku enak panggil Agma atau Marina yaa?)

      Ahahaha sepertinya harus begitu untuk ke depannya πŸ™ˆ soalnya memang waktuku lebih flexibel daripada hubby, jadi tunggu diajakin aja biar seneng 😝

      Iyaa cozy banget memang tempatnya. Buat ngobrol sambil ngemil asik bangett hihi harus datang pas jam buka jadi nggak terlalu ramai juga :D

      Delete
  5. Wuaa cane kejuu 😍😍 Eh aku awalnya oas baca judulnya, kirain nama menu di sana doang, ternyata itu nama tempatnya ya Mba. Hehehe.. Seruu yaa, Josh juga seneng bgd yaa di sana dg pemandangan alamnya πŸ’–πŸ’–

    Aku udah lama ga kemana2, aku yakin klo kesana juga pasti kesenengan liat yg hijau2 gt. Makasi rekomendasi tempatnya Mba Janee πŸ’–πŸ˜Š

    ReplyDelete
    Replies
    1. Unik yaa Mbaa nama menu dijadikan nama restorannya, mana ada embel-embel kopi gratisnya biar menarik perhatian πŸ˜†

      Josh sama kayak mamanya udah jarang liat pemandangan ijo-ijo, jadinya hepi banget πŸ˜‚

      Sama-sama, Mba Thessa! Semoga suatu hari bisa main ke sini juga yaa ☺️❤️

      Delete
  6. Wah tempatnya bagus seeekaaaleehh...
    kalo ngelihat tempat bagus kayak gitu teh suka pengen motoin juga euy,

    hhehehe...

    dan dari sekian tulisan, paling tertarik dengan kopi hitamnya, pertama karena memang aku penyuka kopi hitam, kedua karena ada kata gratis yang mengikutinya *duh, jiwa anak kosan masih melekat nih.. maaf ya...

    Tapi telur puyuh kayaknya mantep nih,tapi 10 biji telur puyuhnya biar agak kenyangan dikit :D


    and my plan for this holiday atau weekend adalah... nonton film aja ah, udah banyak list film yang perlu diceklis nih, haha..

    Tapi kalo weekend dihabiskan untuk diem aja tuh biasanya jadi bingung mau nulis blog apaan soalnya jadi ga ada foto baru yang bisa dishare, hehe..

    Kak Jane, Selamat berlibur!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nahh, cocok nih kalau Mas Ady bawa kamera jepret-jepret di sini, pasti lumayan puas :D

      Kopi hitam gratisnya memang menarik perhatian banget bagi yang suka kopi hitam (dan gratisan 😝). Kata suami kopinya pun enak, mayan nendang. Kalau soal puyuh, maksudnya ini daging puyuh, Mas Ady, bukan telurnya πŸ˜‚ memang banyak yang salah kaprah termasuk saya huahaha

      Berarti plan liburan kita kurang lebih sama nih, beraktivitas di rumah aja. Mumpung banyak waktu bisa menyelesaikan tontonan atau bacaan ya 😁

      Selamat berlibur juga, Mas Ady! Semoga sehat selalu ya πŸ˜‰

      Delete
  7. Ah, konsepnya menarik, tau aja mayoritas orang senang atau paling tidak minum kopi πŸ˜†

    Kalo perginya pagi, bisa sekalian sarapan sambil makan puyuh goreng itu. Saya cari di google, ternyata memang bentukannya kecil sekali. Pantas saja mas Andreas lebih pilih ayam. Jangankan puyuh, bebek saja belum pernah saya rasa πŸ˜… Maksudnya, bebek yang benar-benar digoreng ato dibakar. Kalo dijadikan dangkot mah sudah sering. Rasa pedasnya bikin saya susah ngingat rasa bebeknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nahhh, Mas Rahul kan suka kopi hitam yaa, cucok banget lah kalau nongkrong di sini apalagi bareng para sohib 😁

      Saya browsing dulu apa itu dangkot, ternyata daging itik yang dipotong-potong kemudian dimasak pedas yaa. Kalau bebek goreng saya pernah makan tapi juga nggak begitu doyan πŸ˜… padahal puyuhnya bisa disantap dengan nasi supaya kenyang, tetap aja suamik nggak mau πŸ˜‚ mungkin next time saya bujukin dia untuk cobain aja hahahaha

      Delete
  8. Enaakk bangett liat yang ijo-ijo 😍 bikin sejuk mataaa. Walaupun bukan staycation, setidaknya rasa bosan terobati yaa cii dengan jalan2 singkat.

    Waah papa aku bakalan happy kalo kesana. Karena dia suka minum kopi hitam hhha..

    Cirengnya menarik tuuh dan sambal cocolannya mantep bangett kayanyaa 🀀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, Dev. Walau nggak staycation tapi cukup hepii bisa diajak ke tempat refreshing seperti ini :D

      Wah iyaaa kaum bapak-bapak pasti hepi deh diajak ke sini, aku pun juga langsung inget papaku yang suka kopi hitam πŸ˜†

      Cirengnya enakkkk huhuhu panas-panas gitu nampol banget rasanya 🀀

      Delete
  9. Duuh adikku happy nih kalau diajak ke sini, secara hobi banget minum kopi hitam wkwkwk

    Roti Cane dan Cirengnya sungguh menarik ya Janeeee... aku paling suka makan cireng di tempat-tempat gini, enak tapi juga bersih cirengnya πŸ™ˆ tempatnya juga cakeeepp pemandangannya kelihatan adem banget yaa?

    Josh ngajakin papanya pose centil yaak wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyaaak sekali yaa penggemar kopi hitam πŸ˜† walau mungkin refill-nya nggak berkali-kali kayak minum teh, tetep aja judul gratisan itu selalu menggoda ya πŸ™ˆ

      Nah benerrr banget, Eya! Cirengnya bersih dan enak! Overall penyajian makanannya lumayan bersih, karena kebetulan konsepnya juga open kitchen jadi kita bisa lihat persiapan mereka hihi

      Entahh siapa ngajak siapa nih posenya wkwk 😝

      Delete
  10. Huwaaaa??? Mama Jane yang cantik, itu lokasi wisatanya bagus banget lho?? Makasih atas rekomendasinya. Dan ??? Selamat juga atas kehamilan keduanya , semoga Mama Jane dan si dedek dalam kandungan sehat selalu hingga proses kelahiran tiba. Dan ??? Dedek jost , kamu lucu banget ??? Kak Tari gemes deh ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminnn! Terima kasih banyak Mba Tari ❤️😊

      Iyaa tempatnya memang cantik dan nyegerin mata banget. Semoga kapan-kapan bisa main ke sini ya, Mbaa (:

      Delete
  11. Senangnyaaaa... akhirnya Mama jane jayan-jayan.
    Seringnya gitu ya, saat kepengen dan minta malah nggak dikasih, giliran udah dilupain terpaksa, eh malah dikasih hahaha .
    tempatnya kece dan viewnya asyik ya, dan itu cirengnya menggoda banget, saya mah pecinta cireng banget :D

    Oh ya, Jane padahal ada ortu di Bali ya, tapi memang kudu nunggu dulu, bentar lagi kok udah mau jalan vaksinnya, biar bisa jalan-jalan sepuasnya, apalagi kalau dedeknya Josh udah nongol :D

    Sehat-sehat selalu ya bumil dan juga Josh serta papa Joshnya juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha lucu yaa memang. Makanya sekarang ini nggak mau terlalu ngebujuk, biar aja doi yang spontan ngajakin 😝

      Wah kalau suka cireng cucok Mba Rey nongki di sini. Cirengnya enakk, mana murah lagi πŸ˜‚

      Iya betull. Yang penting sehat dulu deh, liburan benerannya nanti aja kalau semua udah kondusif :D

      Sehat-sehat juga untuk Mba Rey sekeluarga yaa πŸ€—

      Delete
  12. Hufh, saya sampai sekarang ini belum berani kemana-mana. Apalagi kasus harian di Jakarta belum juga mereda. Bahkan gubernur dan wakilnya baru saja ketularan Covid-19. Jadi, jangankan ke luar kota, ke luar rumah pun kami memilih untuk tidak. Hehe.

    Kecuali saat sudah merasa bosaaaan sekali, kami bertiga memberanikan diri bersepeda motor mencari/membeli makan siang atau makan malam. Untuk dibawa pulang tentunya, belum berani makan di tempat. Kami berkeliling naik motor, bisa ke Kelapa Gading, ke Harapan Indah di Bekasi, atau ke Buaran dan Klender di dekat apartemen.

    Memakai masker dan menjauhi kerumunan, itu saja yang menjadi pegangan hidup kami saat berada di luar rumah. Serta berbekal senjata semprotan hand sanitizer dan desinfektan.

    Sehat-sehat terus ya, Ci Jane, bersama keluarga tercinta.

    ReplyDelete
  13. Akhirnya yah mba... keluar rumah juga.. Saya geh bosen tiap hari kerja-balik-kerja-balik.. Kalau libur kerja pling ngeblog, rebahan, ngemil, tidur.. wkwk badan makin gendats.. Tapi yah gimana, mau nonton WW1984 tapi khawatir..

    Wahhh tempatnya enak banget.. Sederhana tapi cukup instagrammable.. hehe
    Puyuhnya enak nggak mba???? Saya tuh kalau makan puyuh kadang nggak tega soalnya ngeliat bentukannya kaya anak ayam gtu.. heheh Padahal paling demen makan sate telor puyuh semur.

    Si Josshh lucu beud.. gayanya.. keliatan seneng banget.

    ReplyDelete
  14. Josh hepi bener, asikkkk
    kalau tempatnya oke begini, aku juga mau datengin mbak, puas menghirup udara bebas begini
    pluss ini nih harga menunya murah bener ya

    aku juga kalau pergi ke tempat yang lumayan hips, mending milih awal awal biar nggak terlalu rame dan kalau mau poto poto bisa puas
    kalau diajakin temen keluar ke tempat kayak gini plus makan makan mulu mana aku bisa nolak :D

    ReplyDelete
  15. aduh... puyuh goreng.. 🀀 terakhir makan puyuh goreng gini di sebuah angkringan di Solo.. sambil ngobrol sama teman-teman.. paling enak memang buat lauk sih, atau camilan juga boleh.. plus sate telor puyuh.. hadeeh.. 🀀

    lalu ingat kolesterol.. πŸ˜”

    ReplyDelete
  16. Isssssh, lgs aku catet dulu Jane :D. Maret ato akhir feb aku mau staycation lagi daerah Bogor. Ntr mau ah nyobain makanannya di sini. Puyuh memang kecil sih, tp aku lumayan suka rasa dagingnya. Cuma ya ituuu, suka kalap jd makan banyaaak hahahah

    ReplyDelete