Diary of The Month: November 2020

Friday, December 4, 2020


Tadinya aku ingin menggabungkan DOTM bulan November dengan Desember ini. Tapi, biar edisi DOTM tahun 2020 ini lengkap dari Januari-Desember, diputuskan lah untuk ditulis terpisah seperti biasanya πŸ˜† *penting dibahas*

The Life I've Had 


New *kinda-failed* haircut. Sejak pandemi ini aku absen ke salon untuk perawatan maupun potong rambut. Alhasil, rambut tebalku mulai tumbuh kering dan nggak beraturan. Maklum gengs, sejak punya bayi aku nggak pernah lagi manjangin rambut melebihi batas bahu. Selain dulu Josh bayi suka ngejambakin rambut mamanya, rambutku rontok paraaah dan aku gampang gerah. Suami juga udah mulai bawel nyuruh aku ke salon aja untuk potong rambut karena dia ikutan riweuh lihat istrinya kepanasan muluk πŸ˜‚ 

Atas amanat suami, maka di suatu siang hari melipirlah aku ke salon dekat rumah. Sebetulnya biasa aku selalu ke salon di mall, yang cabangnya menjamur di mana-mana itu lhooo hahahaha. Ini pertama kalinya aku ke salon rumahan dan agak deg-degan. Mendengar beberapa review orang yang pernah potong di sini lumayan oke, yaaudah deh cobain aja. Lagipula, yang namanya potong rambut rasanya sama aja deh, kan aku juga nggak minta dimodelin macem-macem πŸ™ˆ

Di tengah mas-masnya motongin rambut, aku random nyeletuk, "Mas, kalau saya pake poni, keliatan makin chubby nggak, ya?" Terakhir aku pake poni tuh setelah lulus kuliah, jadi nanya dulu ke ahlinya biar nggak nyesel. Secara nggak pake poni aja muka eike bulet kayak bulan πŸ˜† Masnya menganjurkan untuk poni samping aja, okelah setuju. 

Selesai dipotong dan di-blow kering, aku menatap cermin dalam waktu yang cukup lama.

ADUH INI PONI KENAPA JADI BEGINI YA? 

Aslik, aku agak nyesel sih potong poni... HAHAHAHA. Kibas sana, salah. Kibas sini, salah. Aneh banget pokoknya. Udah gitu aku rikues potong pendek bob, kenapa ini rambut jadi tipis begini yak?? 

Tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. Kabar baiknya, meski bubur tidak mungkin menjadi nasi kembali, tapi rambut pasti akan tumbuh panjang kembali. Jadi yasudalah... mudah-mudahan rambut ini cepat panjang dan aku bisa mengembalikan potongan rambut seperti sedia kala. Untuk urusan poni, thank God dengan sesuatu yang bernama jepitan rambut dan bandana cantik buat menutupi kegagalan tersebut bahahaha πŸ˜†

Breakfast @ 1/15 Coffee, Kemang. Suatu hari di penghujung bulan November, seperti biasa jadwal di hari Sabtu itu kami memikirkan aktivitas apa yang harus dilakukan di hari Minggu. Karena suami harus bekerja Senin-Sabtu, jadi hari Minggu itu memang didedikasikan untuk family time. Buat dia, sih, mau ngapain aja terseraaah, yang penting bertigaan hihi 

Karena belakangan ini aku kangen banget sama Bali dan rutinitas brunch date sama suami, ditambah pengen cari suasana baru juga, yaudah deh kucetuskan ide untuk sarapan pagi-pagi di daerah Kemang. 

Sebetulnya si 1/15 Coffee ini cabangnya ada beberapa dan semuanya ada di daerah Jakarta Selatan. Tapi karena aku jarang banget ke Kemang, pengen tahu aja rasanya jadi anak hip Kemang itu kayak apa LOL. Terakhir aku ke Kemang tuh pas SMA, naik busway bareng teman-teman. Niat banget itu naik bus dari JakBar sampai JakSel, panas-panasan pulak. Semuanya demi apa coba? Mencicipi Burger Blenger yang hits di masanya XD 

Kenapa jadi bahas burger. Ok, back to topic

Eh iya, sebelumnya mau ngejawab pertanyaan, "kok rajin amat, sih, Jane dari Bogor ke sana ke mari?". Jawabannya: udah biasa. Tepatnya suami yang udah biasa aku repotin nyetir ke sana ke mari dan karena dia hobinya nyetir, yaudah nggak protes juga, sih. Asal dikasih asupan iced black coffee aja udah anteng doi 🀣

Ok, kali ini bener-bener balik ke topik awal. 

Pukul tujuh pagi kami pun berangkat dengan perut kosong dan hati gembira meluncur ke daerah Kemang. Senang banget 1/15 Coffee ini bukanya dari pukul tujuh pagi, di mana jarang sekali aku menemukan coffee shop Bogor yang buka sepagi itu. Sampai di lokasi, kami agak kaget karena ternyata yang nongkrong di depan kafe cukup ramai. Siapa lagi kalau bukan kumpulan anak gaul sepedaan. Demam sepedaan itu ternyata seserius itu, ya. Dari sekian banyak tamu yang masuk ke dalam kafe ini, lima puluh persennya adalah pesepeda lho. Ada geng bapak-bapak, ibu-ibu bahkan ayah ibu anak pun juga ada. Senang juga, sih, lihatnya. Mereka pagi-pagi udah berolahraga dan sarapan bersama. Lihatnya hangat aja gitu.  

Sebelum pesanannya datang, punya emaknya disambar dulu :D 

Mine and his


Josh senang sekali begitu hidangan pancake disajikan di hadapannya. Suapan pertama masuk, anaknya langsung berkomentar heboh, "This is so tasty, Maaa! Waw enak banget! I like this!" sambil ngacungin dua jempol πŸ˜† pancake segede gaban itu pun ludes setengah porsi oleh Josh sendirian. Mayan juga ini anak perutnya, hahahaha. 

Karena tamu yang berdatangan semakin banyak, kami pun bergegas pulang supaya nggak menuh-menuhin tempat. Soalnya di kafe ini entah mengapa nggak melakukan social distancing dengan mengurangi meja makan. Jadi, yaa, ada meja kosong, orang masuk-masuk aja huhuhu. 

Suasana jalanan Kemang di pagi itu mirip-mirip dengan Kuta, Bali. Bedanya, nggak ada pantai aja πŸ˜‚ melihat suasana pagi yang cukup ramai, aku agak was-was juga. Ini pada ngejalanin protokol kesehatan nggak, ya?? Pada sehat-sehat nggak, yaa? Yah, semoga semuanya sehat walafiat deh, ya! 

Food/Drinks I've Tried 


Setelah melalui akhir Oktober yang cukup hecticsuami sibuk kerja, urusan domestik mendadak membludak dllkami pun menyambut awal November dengan makan bakmie di daerah Kelapa Gading. 

Iya kan, keluarga Jane emang se-random itu. Ya, cari buku di BSD, ya cari makan ke Kemang, sekarang makan bakmie di Kelapa Gading 🀣 *belum wacana nyamperin peri kecil nan imut aja nih di Bekasi*

Kebetulan waktu itu kami rindu sekali makan bakmie pork yang topping-nya melimpah ruah. Sementara di Bogor nggak ada bakmie non halal yang enak, atau setidaknya yang masuk ke selera kami. Kami keingat sebuah gerai bakmie yang cukup terkenal di Kelapa Gading, yang sebelumnya juga pernah dicoba, yaitu Bakmi Asiu

Bakmi Asiu ini dikenal dengan bakmie karetnya, tapi bagi yang nggak suka tekstur bakmie karet, bisa memilih bakmie lainnya kok. Untuk isiannya sendiri ada macam-macam, mulai dari yang paling basic sampai paling komplit. Porsinya pun bisa pilih mau yang reguler atau large

Karena nggak berminat untuk makan langsung di tempat, kami akhirnya makan di dalam mobil. Setelah pesanan diantar, wangi bakmie serta penampilan isi mangkuk sangat sangat mengundang selera. Bahkan Josh aja yang ngakunya nggak laper, begitu lihat makanan favoritnya datang langsung berubah pikiran, "Ma, aku mau juga." Terus aku iseng aja balas, "Ini buat papa mama, kamu katanya nggak laper." Terus dijawab lagi, "Ya sekarang laper, Ma." Lapar bisa mendadak datang dalam beberapa menit saja ya, Josh 🀣

Gimana, udah tergoda belum? 😝

Kuliner kedua yang ingin kurekomendasikan selanjutnya adalah soto kuning khas Bogor. Hayooo, penggemar soto mari merapaaat! 

Soto A'Adam ini lokasinya di Jalan Pahlawan, Bondongan, sederetan dengan Domino's Pizza. Ini bukan pertama kalinya kami makan ke sini, cuma karena baru kali ini sempat foto penampakan sotonya, diputuskanlah untuk dipajang di sini :D 

Soto kuning ini dapet approval dari suami si penggemar soto kuning dan dari aku sendiri. Jarang-jarang aku bisa merekomendasikan soto, karena soto enak buatku itu cuma Soto Betawi πŸ˜‚


Tapi si soto kuning A'Adam ini enak sekali lho. Kuah santannya harum banget, udah gitu taburan bawang dan seledrinya nggak pelit. Buatku soto enak itu harus banyak bawang dan selederinya, karena itu yang bikin rasa kuahnya makin nendang. Terus kemarin ini aku cobain perkedelnya juga, dan ternyata perkedel dicampur ke dalam kuah soto itu enak sekaliii 🀀 Siap-siap kalap, ya. Suami nggak pernah nggak nambah nasi kalau makan siang di sini 🀣

Things I've Watched 


The Princess Switch (Netflix) 
Masuk bulan November biasanya aku mulai sibuk cari tontonan dengan suasana Natal. Mulai deh, ngubek Netflix untuk cari rekomendasi film yang cocok, dan pilihanku jatuh pada sebuah film drama komedi The Princess Switch yang dibintangi oleh Vanessa Hudgens. 

Seorang baker berbakat dan pemilik toko kue asal Chicago, Stacy dan sahabatnya, Kevin, yang juga merangkap partner bisnis, mendapatkan sebuah undangan kompetisi baking di Belgravia. Awalnya Stacy ragu, namun akhirnya dia, Kevin serta Olivia (putrinya Kevin) pun berangkat beberapa hari menjelang hari Natal. 

Sampai di Belgravia, saat Stacy bersiap-siap di belakang panggung acara, tiba-tiba ia berpapasan dengan seseorang yang mempunyai wajah identik dengan dirinya. Usut punya usut, si 'kembaran'nya ini adalah Lady Margaret, Duchess of Montenaro

Ceritanya Margaret ini akan segera menikah dengan seseorang yang dijodohkan dengan dirinya. Karena ingin menikmati masa-masa sebagai masyarakat biasa sebelum menikah, ia pun mengusulkan untuk bertukar tempat dengan Stacy, dengan perjanjian dua hari lamanya, tepat sebelum kompetisi baking dilaksanakan. Tanpa sepengetahuan siapa pun, kecuali asisten pribadi Margaret, mereka berdua pun bertukar tempat dan menjalani kehidupan yang berbeda. 

Masalah muncul ketika Margaret naksir dengan Kevin (padahal dia udah berstatus tunangan orang bok) dan dia sangat menyukai kehidupan yang biasa-biasa aja. Demikian juga Stacy yang jatuh cinta dengan Pangeran Edward (tunangannya Margaret). Belum lagi orang-orang di dalam istana mulai curiga dengan gerak-gerik Stacy selama bertukar peran dengan Margaret. 

Kalau boleh jujur, aku gregetan bangetttt dengan ending film ini. Sampai-sampai aku kesal sendiri semalaman karena nggak terima dengan akhir cerita Stacy dan Margaret. Happy ending, sih... tapi ya kok begitu πŸ€”

Buat yang penasaran, cus langsung nonton aja ya! Oh ya, The Princess Switch ada sekuel lanjutannya yang baru dirilis oleh Netflix kemarin ini. Aku belum niat nonton karena masih kesal dengan sekuel pertamanya ahahahaha πŸ˜‚

The Holiday (Netflix)
Mengobati rasa kesal setelah nonton Princess Switch, aku memutuskan untuk nonton drama romantis lainnya yang juga bernuansa Natal, yaitu The Holiday

Mungkin beberapa teman di sini udah pernah nonton film yang dibintangi oleh aktris cantik Cameron Diaz dan Kate Winslet ini. Seingatku pernah nonton bareng Mama, tapi udah lamaaaa banget dan aku lupa ceritanya seperti apa. 

Menceritakan dua wanita bernama Iris dan Amanda yang sama-sama lagi patah hati menjelang liburan Natal. Karena keduanya butuh liburan dan melupakan rasa sakit hati, mereka memutuskan untuk bertukar tempat tinggal selama dua minggu lamanya. 

Beda dengan film sebelumnya, mereka nggak sampai bertukar peran. Jadi tuh ceritanya si Iris memasukkan rumahnya di situs tukar rumah gitu. Terus Amanda yang tinggal di California menemukan rumah Iris yang berada di Inggris melalui situs tersebut. Biar nggak ribet, coba aja bayangin aku tinggal di rumahnya Lia yang ada di Bekasi, sementara Lia tinggal di rumaku yang ada di Bogor, dan kami bertukar rumah selama dua minggu. Kira-kira begitu lah πŸ˜‚

Selama dua minggu, kedua wanita ini hidup dalam suasana dan latar belakang kehidupan yang berbeda yang akhirnya malah membuat keduanya menemukan kehidupan (baca: cinta) yang baru. Amanda yang berkenalan dengan seorang pria yang ternyata adalah kakak kandung Iris. Sementara, Iris pun dekat dengan seorang pria yang masih merupakan rekan kerja Amanda.

Untuk pecinta film romantis, khususnya ciwik-ciwik, kemungkinan besar akan jatuh cinta dengan film ini. Selain dibintangi oleh aktris ternama, salah satu aktor yang memerankan kakak Iris ini adalah Jude Law. The freaking handsome Jude Law! Astagaaaa... ke mana aja aku selama ini baru menyadari betapa mempesonanya seorang Jude Law 😭 senyumnya doi manisssss banget. Manisnya gula mah lewat deh. Aku sampai ikut senyum-senyum sendiri tiap kali dia muncul. Mana ceritanya dia duda beranak dua lagi, kan gimana gitu yaa πŸ˜†

Things I've Listened


Karena baru menyelesaikan drama Hotel De Luna, aku pun sempat rutin mendengar satu album soundtrack drama tersebut. Tiap dengar judul lagu yang berbeda, aku malah membayangkan scene-scene drama tertentu dan mendadak kok ujung mata basah, ya? πŸ˜‚

Salah satu lagu favoritku by Taeyeon. Kalau mendadak ikutan nangis jangan salahkan aku yaa 😁

Selain itu, aku juga mulai pasang playlist Christmas Jazz di Spotify! Senangggg banget rasanya menyambut Desember dengan lagu-lagu bernuansa Natal. Meski nggak turun salju di Bogor, yaa hujan rintik-rintik cukup oke lah menemaniku saat mendengar playlist ini πŸ˜†

Books I've Read


Silakan tengok di tulisan Buku Rekomendasi Penulis Perempuan yang baru saja di-post beberapa waktu lalu, ya :D 

***
That's all about November's story! 
Untuk teman-teman yang ingin berbagi ceritanya selama bulan November kemarin, waktu dan kolom komentar dipersilakan πŸ₯°

24 comments:

  1. Aku jadi inget terakhir ke Kemang pun kayaknya pas kelas 3 SMA buat foto buku tahunan di salah satu tempat main paint ball gitu (lupa namanya) hahaha. Kejauhan banget sih soalnya dari Jakarta Timur kalau main ke Kemang πŸ˜‚πŸ˜‚

    Jane entah kenapa kalau kamu nulisin dialognya Josh, aku nyuarain dia kayak anaknya sahabatku, persis kalau ngomongin makanan enak suka begitu, disebut berkali-kali pakai bahasa campur-campur πŸ˜‚ Apa emang semua anak-anak begitu kali yaa? πŸ˜‚πŸ˜‚

    Aku malah tahu Princess Switch setelah ada notifikasi soal lanjutannya wkwkwk.. Daripada ini aku kayaknya lebih tertarik Holidate, yang mainnya Emma Roberts. Kalau lihat trailernya lucu siih, romcom juga. Memang yaa entah kenapa kalau mendekati natal tuh mood-nya nontonin film-film yang bertema natal πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagai anak JakBar aku selalu merasa Kemang adalah kawasan elit anak galau yang sulit dijangkau, Eyaa. Makanya sekali ke sana rasanya bangga banget (sama norak beda tipis yee πŸ˜†) wkwkwk soalnya suasannya beda, kelakuan orang-orangnya pun berbeda entah mengapa hihi

      Anak zaman sekarang kayaknya emang hobi nyampur bahasa kalau ngomong 🀣 dan soal makanan enak, Josh selalu begitu memang, diomongin terus sampai di rumah pun masih dibahas wkwkw

      Nahhh, daripada Princess Switch coba nonton Holidate aja, Eyaa. Aku nonton tapi banyak skip-nya, jadi yang masuk review si Princess Switch deh πŸ˜‚

      Iyaa kann, biar makin berasa aja suasana Natal dan liburannya ❤️❤️

      Delete
  2. Potong rambut memang sangat krusial. Saya kadang lebih milih potong rambut sama orang yang sudah saya kenal, ketimbang ke barber shop. Alasannya sederhana. Saya bisa ngobrol sambil silaturahmi, dan saya bisa rewel kalo masih ada potongan yang tidak saya suka.

    Ohya, terimakasih kak Jane untuk foto bakminya malam ini. Saya sukses ngiler dan bingung mau cari bakmi dimana saat malam 😫

    Saya tertarik dengan premis film The Holiday. Saya liat ternyata film lama, rilisan tahun 2006. Film romance memang asik diajak untuk santai. Noted dulu lah 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya saya juga tipe yang lebih suka balik ke salon langganan. Sayangnya karena salon itu di mall, saya nggak berani ke sana dulu. Tau hasilnya begini saya nekad aja deh nyamperin salon mall πŸ˜‚πŸ˜‚

      Wahahaha maafkann yaaa kayaknya saya selalu bikin Mas Rahul ngiler dengan penampakan mie di blog ini 😝

      Yess! The Holiday rilisan 2006, tapi filmnya okee banget ditonton di musim liburan seperti sekarang. Mudah-mudahan nanti bisa enjoy ya dengan filmnya 😁

      Delete
  3. Mba Jane, aku ngakak baca yg bagian keluarga Jane emang se-random itu. Ya, cari buku di BSD, ya cari makan ke Kemang, sekarang makan bakmie di Kelapa Gading πŸ˜‚πŸ˜‚ Klo lagi ga covid, mungkin termasuk nyari branch di Bali ya Mba 😁😁

    Mba Jane, itu pancakenya enak bgd kayanya, fluffy. Pantesan aja Josh sampe abis banyak yaa..

    Aku film skip, makin ke sini makin kudet sama film krna jarang nonton πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwwk baca komentarnya Mba Eno di bawah, mungkin setuju deh. Kalau nggak ada covid, kita brunch bareng aja yuks di Bali, Mbaa. Sekalian Mba Thessa cari inspirasi nulis buku πŸ˜†πŸ˜

      Waah sibuk yaa, Mbaa? Nonton filmnya yang ringan-ringan aja, dua judul di atas cukup fun kok. Siapa tau bisa buat refreshing 😚

      Delete
  4. Siaaaappp mbak Jane, sebagai pecinta mie, itu mienya udah membuatku tergoda pake bangeeeet🀀 panteslah Josh lapernya jadi cepet🀣 aku juga pasti bakal langsung laper kalo liat mie baru dihidangkan panas² hmm yummy🀀

    Btw, kebetulan sekali aku lg galau ingin potong poni, mbak Jaaaane. Soalnya terakhir punya poni tuh tiga atau empat tahun deh kayaknya, dan selalu gagal. Ditambah skrg tiba-tiba ingin potong poni karena rambutku yg bagian depan ini (karena panjangnya udh sama dengan rambut yg lain) kadang suka jatoh kedepan terus dan jadi nggak bagus kelihatannya kalau mau dibikin gaya atau dibikin curly gituπŸ€”wwkwk. terus setelah baca cerita mbak Jane malah jadi lebih besar keputusan buat nunda huahahaha. Kenapa yaa potong poni sama potong rambut keseluruhan malah lebih takut potong poni🀣🀣

    Hmm pas pertama baca The Holiday kok kayak gak asing yaa, kayak pernah nonton tapi kujuga lupa kapan dan gimana ceritanyaπŸ˜† ternyata memang film rilis tahun 2006 yaa, thanks Rahul untuk tambahan informasinya, jadi sukses mengingat-ingat film ini, walaupun gak ingat juga detail ceritanya selain muka Cameron Diaz, Kate Winslet, dan Jude Law yg duren ituu🀣 tapi kayaknya dulu mah belum kenal sih sama Om Jude jadi masih biasa aja, wkwkwkw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertahanan dirinya Josh runtuh seketika kalau ada sajian mie favorit di hadapannya wkwkwk mie never fails him sih 😝

      NAH BENER. Waktu aku potong rambut kependekan pun nggak sepanik waktu nyesel potong poni kemarin ini. Woles aja gitu padahal kan yaa rambut keseluruhan lebih lama lagi yaa nunggu panjangnya. Tapi si poni baru ini bener-bener bikin gengges πŸ™„ daripada nyesel juga, mending urungkan niatmu kembali, Awl wkwkwk tapi yaa mungkin ini aku lagi apes aja sih yang motong kurang pinter, siapa di kamu malah jadinya kece hihi

      Hahahaha iyaa film lamaa. Dulu banget pernah nonton sama Mama, makanya nggak ada ingatan apapun. Setelah nonton ulang sendirian lah kok bagusss. Mana Om Jude Law ganteng pisan 😌

      Delete
  5. Hahahahaha (ketawa dulu), soalnya saya pernah punya kejadian sama persoalan poni, mba πŸ˜‚ Awalnya ingin poni yang turun ke mata itu lho, tapi setelah dipotong, kok rasanya ada yang nggak pas, ada yang kurang, aneh, bla bla. Akhirnya jadi rajin ngeroll biar poni tetap paripurna. Habis itu menyesal, karena tambah-tambah kerjaan πŸ€ͺ

    By the way, mba keluarga mba Jane ini memang jetset sekaliiii yah, cari buku ke BSD, makan Bakmie ke Gading. Macam mamak-mamak socialite, yang sarapannya di Singapore terus Dinnernya di Jepang 🀣 Tapi menurut saya, hal itu justru serunya, padahal rumah mba Jane di Bogor lhooo which is menurut saya jauuuuh banget πŸ™ˆ Kalau mba Jane finally ketemu peri mungil cabang Bekasi Barat, fixed saya nobatkan sebagai blogger jetset, mungkin besoknya bisa brunch di Bali sama mba Thessa πŸ˜‚

    Eniho, bulan Desember ini, bulannya dengar lagu-lagu jazz, ya mba 😍 Dan setuju, meski nggak ada salju, jujur saya berharap hujan selalu turun, biar tetap berasa saljunya hahahaha. Untung saya belum sampai niat pasang coding salju di blog πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa kannnn. Bikin poni malah nambah kerjaan. Tiap keramas biasa aku nggak selalu ngeringin rambut, sekarang gara-gara ponian harus rajin ngeblow, kalau nggak acak adul deh ini rambut πŸ˜‚

      Wkwkwkwk jadi apakah aku resmi menjadi blogger jetsetter? 🀣 Aku kasih tau suami soal istilah ini dia malah ketawa-ketawa, Mbaa πŸ˜† awal-awal aku juga ngerasa ke mana-mana jauhhh kalau dari Bogor. Tapi di Bogor tempat mainnya itu-itu aja, Mbaa. Makanya kami bosenan akhirnya ke sana ke mari deh cari hiburan πŸ™ˆπŸ™ˆ

      Wahahaha aku langsung ngebayangin blog Mba Eno ada efek-efek salju turun. Sepertinya boleh dicoba, Mbaa. Minta tolong si kesayangan segera eksekusi πŸ€ͺ

      Delete
  6. Aku juga kayaknya udah lama banget nggak pake poni, baru kepikiran habis baca ini hahaha. Dulu suka pake poni karena nggak pede sama dahi yang selebar lapangan bola ini tapi terus lama-lama kok ribet pake poni mana rambutku keriting kan poninya nggak bagus xD
    Aku bayanginnya poni Ci Jane kayak poninya Josh di foto atas itu, bener nggak? Sotoy banget nebak-nebak xD

    Btw ini aku baca dalam posisi belum sarapan :))) makin laper jadinya :))) oh kalau di Bogor masih banyak yang sepedaan ya, di Malang udah berkurang kayaknya hypenya hahaha ganti lari-lari.

    Film The Holiday itu aku suka banget!!! Lucu gitu tukeran rumah haduh Inggris dan US kan emang negara maju ya jadi kayak nggak kuatir gitu soal kriminalitas, Indonesians can't relate. Scene yang paling aku inget waktu Iris (bener ya ini yang Cameron Diaz?) nyetir mobil di Inggris di jalan bersalju terus papasan sama truk gede dia takut wkwkwkwk, letak setirnya beda di Inggris sama US.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya karena jarang pake poni jadi sekalinya ponian aneh banget, Ndaah. Malah kayaknya poninya Josh lebih bagus dari aku sekarang ini wkwkwk

      Bogor masih rameee yang sepedaan. Malah tuh mobil plat B suka menuh-menuhin jalanan Bogor sambil bawa sepeda ckck

      Hahahahaha exactly Indonesians can't relate LOL boro-boro orang asing, sodara jauh yang jarang ke rumah tiba-tiba nginep aja gelisah minta ampun 🀣 si Cameron Diaz yang jadi Amanda, iyaaa bener dia parno banget waktu nyetir itu wkwkwk aku jadi ikutan teriak pas dia nyelip truk gede di jalanan sempit πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  7. Hahaha.... 🀣 saya jadi keinget waktu bulan lalu. Gegara waktu potong rambut, saya sempet batuk terus ada spot yg pitak gitu mba... πŸ˜‚ jadi rambutnya di gundul abis deh.. hahaha

    Aduhh ya ampun mba.. LAPERRR.. saya pecinta Mie model karet gini.. nyari dimana yah disini.. hehe

    Princess Switch sama The Holiday.. saya udab nonton semua.. hahah 😁 mantepp..

    Lohh mba baru selesai nnton Hotel De Luna? Wahhhh.. samaan brrti kita.. xixi
    Lagu yg paling memorable menurut saya, lagu si Ha Yea Song judul Say Goodbye..

    ReplyDelete
    Replies
    1. HOAHAHAHAHA maap Mas Bayu saya ngakak bacanya 🀣 daripada pitak mending gundulin aja yaa sekalian wkwkwk lesson learned: jangan batuk saat pemotongan rambut LOL πŸ˜‚

      Wuihhh mantap sekali semuanya udah ditonton, yang lanjutan Princess Switch udah dilahap juga, Mas? 😁

      Iyaa baru aja kelar bulan lalu, tapi masih ada sisa-sisa kangennya sampai hari ini πŸ™ˆ yang Say Goodbye itu juga auranya sedih ya, pokoknya satu album OST ini bikin mellow πŸ˜₯

      Delete
  8. Ci, aku pernah juga salah potong rambut dan kali itu benar-benar membuatku menyesal pakai banget 😭 habis pulang dari salon, tiap kali bercermin jadi kesel banget terus jadi terobsesi cari cara biar cepat panjangin rambut sampai coba hairmask yang katanya bisa cepat panjangin tapi nggak panjang-panjang 🀣 akhirnya pasrah dan jadi kapok. Btw, saat itu aku juga dipotong hampir bob di atas bahu tapi jatuhnya kayak ibu-ibu dah πŸ˜–

    Anyway, aku malah belum pernah ke Kemang seumur hidupku wkwkwk. Dan setelah membaca post ini, aku jadi semakin penasaran ingin lihat Kemang seperti apa karena katanya mirip di Kuta 😝

    Cici jalan-jalannya jauh aja ya sampai ke Kelapa Gading!! Huahahaha. Nanti tiba-tiba udah di Bekasi aja 🀣🀣🀣🀣.
    Bakmienya gimana nggak bikin Josh ngiler atuuuuuu. Bakmienya menarik bangetttt, lihat samcannya dong! Banyak banget 🀀 aku jadi keroncongan sekarang, Ci wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. "Derita" perempuan kalau salah potong rambut tuh nyeseq banget yaa, karena lamaaaa banget nunggu panjangnya πŸ˜‚ ini juga pasrah deh aku jepitin poni all the time untuk sementara waktu πŸ˜”

      Ayooo ke Kemang, Lii. Masa kalah sama warga Bogor yang udah ke sana duluan πŸ˜† harus ke sananya pagi-pagi sih, suasananya mungkin nggak bakal se-hectic kalau udah siang hari hihi

      Nanti jangan kaget yaa kalau aku mendadak depan pintu rumah kamu terus manggil "Liaaaa main yoksss" 🀣🀣🀣

      Delete
  9. Bunda Jane aktif sekali ya bulan ini?πŸ˜†

    Aku suka sekali sama acara kulineranmu Jane, sarapan di coffee shop, terus beli bakmie, lanjut soto kuning. Uhm.. yummy! Tapi yang bikin ceritanya makin aku suka tuh karena kalian perginya bertiga, family date gitu. Jadi makin gemeeesshh!!!

    Itu yang ditonton lumayan ya Bund?
    Aku bulan ini g nonton apa-apa Jane, udah belibet sendiri sama urusan kantor. Eh tapi sempet ngintip Hotel Del Luna gara-gara postinganmu kemarin. Cuman ya gitu, aku g nontonin sampai tamat, soalnya udah sanksi duluan sama tampang roh-rohnya itu. Dan udah bisa di skip juga kan, apalagi di youtube nya tvN ada cuplikannya juga πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaah kakak Pipit lebih aktif kok, nulisnya tiap hari lhoo 😝

      Emang se-random itu kita kalau urusan perut, Pitt wkwkw untungnya Josh itu udah biasa ngikut kami ke mana-mana sejak kecil, dan kebetulan dia suka banget liatin kendaraan di jalan raya, jadi tiap keluar itu semua senang deh πŸ˜†

      Lanjutin Pittt Hotel De Luna! Abaikan saja si roh-roh setan itu, soalnya pada akhirnya mereka bakal cantik dan ganteng saat menuju akhirat wkwkwk

      Delete
  10. Gara-gara baca pengalaman kak Jane, bulan lalu sempet kepengin potong poni yang lagi hits di drakor itu lho yang tipis-tipis san jarang wkwkwk, tapi keburu gak pede serasa gak cocok aja gitu. Iya vanessa hudgens ya ampun terakhir kali aku nonton dia itu ya high school musical ,jadi rindu masa-masa sekolah dulu kak πŸ˜†

    Dan ngerasa gak sih kak kalo soundtrack drakor itu lagunya sedihnya ngena banget, dari segala aspek mulai dari nadanya, suaranya, liriknya, iramanya aaakh semuanya deh, bahkan kadang aku gak nonton dramanya aja udah bisa sedih :/ whehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nahhh tadinya aku juga pengen minta model poni seperti itu, Niss. Ehhh poni biasa aja gatot, jadi sanksi kalau beneran rikues potong ala onnie-onnie Korea itu wkwkwk

      Iyaa aku juga terakhir liat penampilan Vanessa Hudgens itu yaa zamannya Gabriella and Troy πŸ˜†

      Setuju soal OST drakor! Menurutku jalan cerita drama yang bagus akan semakin kece karena didukung soundtrack-nya. Dan OST Hotel De Luna itu ciamik banget 😒😒

      Delete
  11. salon ini cocok-cocokkan memang ya mbak, aku kalau udah cocok di satu salon itu, yaudah selanjutnya kesana lagi, terutama soal potong rambut, pernah salah potong dan nggak sesuai keinginan, rasanya nyesel wkwkwkwk
    tapi kalau treatment masih bisa di salon mana aja
    aku termasuk penggemar soto, soto kuning baru tau nih. duh ada nggak ya di Jember hahaha.

    aku termasuk suka sama actingnya vanessa hudgens, dari awal dia main film musical, jadi ngefans gitu, udah cantik stylish, wahhhhh hahahaha
    oke,aku noted dulu film ini, secara netflix udah mati masa nya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener, Mba Ainun. Makanya nyesel banget tau gitu aku melipir ke mall aja deh sekalian buat potong di salon langganan πŸ˜‘ tapi yasudalaah, hanya bisa berdoa agar poni cepat panjang lagi wkwkwk

      Eh, kalau di Jember itu ada soto khasnya juga ya, Mba?

      Iyaaa! Aku juga ngefans waktu dia main di HSM, sama siapa tuh satu lagi namanya, Ashley Tisdale ya? Hihi

      Delete
  12. Aghhhhh aku telat baca ttg soto kuningnya. Kan Minggu kemarin staycation di Bogor. Tapi gara2 bukaaaan trus, jujurnya jd banyakan mager sih Jane. Nyobain makan cuma di kedai kita, kini BISTRO, Ama pintu rasa hahahahah. Tadinya mau cari soto kuning, tapi kok ya krn ujan ngerasa ga nyaman aja. Soto yg di kedai Rahayu aku takut rame.

    Jauh juga yaaaa jalan2 kalian :p. Aku sendiri jaraaaaaaang loh ke Kemang. Lumayan soalnya dr Rawamangun hahahaha. Si Raka paling sebel kalo udah daerah selatan. Macetnya ga ketulungan :D. Padahal makanan di sana memang kebanyakan enak ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gapapa Mba Fanny, yang penting kimbab tuna kesampaian kan? πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† Soto kuningnya masuk wishlist untuk trip berikutnya, jadi ada alasan lagi kembali ke Kota Hujan hihi

      Eh Pintu Rasa itu unik yaa konsepnya! Aku malah baru dengar lhoo.

      Nah iyaa, kalau bukan pagi-pagi juga ke sana suami juga ogah nyetirnya, muaceeet πŸ™ˆ mana jalanan Kemang agak kecil gitu kann. Tapi kafe-kafe di sana emang bikin tempting sih 😝

      Delete