Brunch Date Well Spent at SOUQ Seminyak

Wednesday, February 20, 2019


Salah satu must to-do ketika pulang ke Bali kemarin adalah 'kabur' sejenak' alias nge-date berduaan bareng suami. 

Kenapa mesti ke Bali dulu baru bisa out pacaran? Pertama, karena di Bogor belum nemu tempat kencan yang enak, hahaha. Bukan deng. Emang belum pernah coba aja, karena aku masih nggak terlalu yakin untuk ninggalin Josh di rumah dan kadang anaknya malah minta ikut pergi. Kedua, Josh sekarang bisa ditinggal di rumah bareng popo dan kungkungnya dan nggak cari-cari mama lagi (YES!). Papa mamaku masih lumayan telaten urus cucu (mungkin cucu pertama kali yaa), jadi aku pun tenang.

Terus, kenapa mau pacaran aja ribet amat?

Coba deh tanya pasangan lainnya yang udah punya anak (dan tanpa pengasuh), pasti paham dengan kerempongan ini, hahaha.

Diary of The Week #22: My Personal Thoughts of Antologi Rasa The Movie

Monday, February 18, 2019


Beradaptasi dengan rutinitas setelah pulang liburan itu susah-susah gampang, ya. Jiwa masih melayang-layang di tempat liburan, kemudian seolah-olah dapet panggilan "earth to Jane, again... earth to Jane..." *reality slap*

Tapi minggu kemarin ini cukup lancar kok, udah bisa update blog lagi, ngurus perintilan domestik dan hal lainnya.

Don't Sweat Small Stuffs (lesson from my 2,5 yo toddler)

Friday, February 15, 2019


Dua hari lalu, setelah sekian lama anak lanangku tetiba tantrum kembali. Entah karena lagi nggak enak badan atau emang mood-nya lagi nggak enak.

He was angry almost about everything, mostly hal-hal kecil. He sweats small stuffs. Mulai dari sendok jatoh terus nangis minta diambilin, setelah diambilin malah jejeritan mau ambil sendiri aja *face palm*, sampai gongnya cerita di bawah ini.

Eat in Bali: Kuliner di Pasar Senggol Gianyar

Thursday, February 14, 2019


Yuhuuu, siapa yang kangen edisi eat in Bali terbaru? 

Pengennya bisa lebih sering nulis tentang topik ini, makanya setiap kali pulang ke Bali selalu diusahakan untuk cobain tempat kuliner baru yang seru.

Waktu itu sempat ada yang ngomong di kolom komentar, katanya bosen kebanyakan rekomendasi kuliner di Bali tuh kafe lagi kafe lagi. Pengen yang lebih 'membumi', tapi tetep enak. So here you go, my friend!