Turning Twenty Seven

Friday, October 26, 2018


It's true what they said. Semakin kita bertambah usia, yang namanya "ulang tahun" menjadi suatu hari raya yang biasa. It's like "oh this is just another regular day." Bedanya, banyak ucapan dan doa yang berdatangan. 

Sepuluh tahun yang lalu mungkin aku lebih excited menerima kado berupa fisik dari orang-orang. Kalau sekarang ini, terima ucapan doa di chat aja udah seneng banget. Rasanya bersyukur ada yang mendoakan kita. Btw, ini baru sehari ngelewatin usia 27 tahun aja udah berasa agak dewasa ya ngomongnya. Beda banget sama kisah birthday di tahun lalu πŸ˜…


So, how did I spend my birthday yesterday?

I started the day with... hmmm.. how to put this right yaa. Jadi, aku terbangun dengan mood yang berada di garis rata-rata; nggak di bawah, tapi juga nggak di atas. Semua karena malam sebelumnya, Josh sempat tantrum waktu aku mematikan lampu remang di kamar. Aku ketiduran dengan kondisi lampu masih menyala. Ternyata anaknya sadar donggg tetiba kamar jadi gelap. Padahal udah jam 12 malam, kirain udah pules. Nangis heboh lah. Aku berusaha sabaaaaaar, nggak mau marah. Biar aja nangisnya berhenti sendiri. Nyatanya, anaknya baru diam waktu mamanya mengeluarkan suara tinggi di atas 1 oktaf πŸ˜‘ 

Aku pun berusaha tidur kembali sambil ngelus-ngelus dada. Waktu sikon hati masih agak 'panas', tiba-tiba ada yang ngebisikin, "Happy birthday sayang.". Nggak usah mikir aneh-aneh ya siapa yang bisik-bisik tengah malam. Udah pasti itu suami eike yang ngucapin, hahahaha. Seketika hati pun adem, walau muka masih jutek karena ngantuk berat. Ehhh, nggak berapa lama kemudian doi ngomong, "Sorry, aku mules." Ngacir lah ke kamar mandi... dan entah berapa kali Andreas bolak-balik ke toilet karena emang lagi diare plus agak demam sejak pagi. Kaciannnn banget. Istrinya ultah, kitanya juga anniversary-an ketiga, malah terkapar. But he's doing well today. Thank God! 

Pagi hari itu pun sebisa mungkin aku mengumpulkan mood baik. Apalagi aku harus bawa Josh ke dokter untuk konsultasi soal makannya. Udah terlalu lama aku galau soal BB-nya yang stuck sejak dia berusia 1 tahun. Daripada aku nerka-nerka sendiri, googling cari penenangan diri, tapi tetep aja jiper kalau liat anak orang lain yang seumuran kok badannya lebih besar. Memang udah waktunya harus ketemu dengan profesional.

Baca: Joshua Eats #2: Masih Susah Makan Nggak?

Selesai dari dokterdan bawa pulang tips yang cukup melegakan hatiaku mampir ke kedai bakmie yang nggak jauh dari RS untuk bungkus makan siang. Di situ ada jual nasi tim ayam juga yang mayan enak. Siapa tau Josh doyan. Eh ternyata bener. Sebungkus nasi tim habis dimakan pisah jadi 2x. Mama terharu sekali. The best gift ever dari Josh, hahahahaha. Mungkin tau kali ya abis dapet ceramah dari dokter, makannya langsung pinter. Mudah-mudahan berkelanjutan deh.

Tiba di siang hari, waktu Josh udah bobo, aku nge-Gofood es kopi susu dari coffee shop favorit, setelah itu ngaso sambil nonton Book Club.

And that's it. Anak pinter makan, minum kopi, nonton film, sukses bikin mood baik kembali.

Malamnya, Ncus bikin mie goreng ultah. Katanya, "Tadi pagi si Andreas nitip pesen bikinin mie goreng, istrinya ulang tahun soalnya." Buat orang lain, mungkin ini cuma hal kecil, ya. Tapi buatku pribadi, ini kayak semacam random little acts of sweetness. Jujur lho, senyum ngembang banget denger ini. Receh banget, kan, gue? Umur udah 27 nih padahal πŸ˜‚

Karena Andreas masih nggak enak badan, dia nggak turun ke bawah untuk makan malam bareng. Papa mama mertua yang nemenin aku makan mie goreng, nggak lupa didoain juga.

Sungguh, what a low-key birthday 'celebration' yesterday. Bersyukur banget aku bisa ngerasa hepi dengan hal-hal kecil. Nggak ada kue ulang tahunwhich is great, karena sadar badan udah makin melar dan susah kurus, lebih baik nggak usah makan kue. Nggak ada kue berarti nggak niup lilin juga. Pokoknya bener yang kayak aku bilang di awal postingan ini, hari ulang tahun kemarin dijalani seperti melewati hari-hari biasa. But my heart is full, so blessed in many ways. 

Pelajaran di usia yang baru: never take anything for granted. Never take your health for granted. Never take your family for granted. Never take your time for granted. Selama dikasih kesempatan untuk hidup, harus bisa menjalaninya dengan sebaik mungkin.

Thank you Lord for another year. 

27, bring it on!

7 comments:

  1. Happy Birthday, Jane! Sehat selalu dan bahagia. Pas ultah ke 27, gue malah baru putus sama pacar terakhir sebelum suami, masih ga tau soal pasangan ke depannya. Hahahaha. Terus brasanya masih "muda" jadi tiap birthday masih excited ngerayain. Ayo jangan cepet2 brasa bday jadi regular day donk hehe. Tetep harus ada spesialnyaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha spesialnya masih terasa sih, cuma karena emang kemarin nggak ada acara jadinya ngerasa hari biasa aja. Thank you so much ucapannya ci Le! (:

      Delete
  2. Happy birthday!! Semoga panjang umur dan sehat selaluπŸŽ‰

    ReplyDelete
  3. Happy belated birthday Jane :) all the best from the Highest place upon you and your family :) God bless you!!!!!! :) bakmi goreng for lyfe ya!!!!

    ReplyDelete

Thank you for reading and dropping your comments! All comments are moderated and I will reply each comment daily, so please check back. Nice to chat with you!