Turning Twenty Eight

Saturday, October 26, 2019


Waktu baca ulang cerita ultah tahun lalu, kok kayak nggak lagi ulang tahun, ya. Bingung juga kenapa tahun lalu itu aku berasa "biasa" aja melewati hari spesial. Padahal setiap tanggal 25 Oktober itu, selain merayakan hari ulang tahun aku juga merayakan wedding anniversary kami. Thank God this year we celebrated in more special and meaningful ways. 

Sebetulnya jadwal kemarin itu cukup padat. Pagi-pagi musti bangun untuk menyiapkan perintilan acara UN DAY di sekolahnya Josh. Siangnya kami berencana untuk pergi ke open house sekolah di mana Josh bakal melanjutkan jenjang TK (dan mudah-mudahan) sampai SD. 

Aku nggak sempat mikirin mau ngapain aja di hari ulang tahun itu. Tapiiii, suami udah cukup bawel dari minggu-minggu sebelumnya, nanya-nanya aku mau ngapain pas ultah, anniversary-an mau dirayain seperti apa, mau kado apa, mau makan apa, mau kue apa nggak, macem-macem deh. Jujur, aku seneng banget dibawelin gini. Karena suamiku bukan tipe yang merayakan ulang tahun, hari jadi, apapun itu deh. Kalau yang masih inget, ultah dua tahun yang lalu kami bahkan sempet berantem nggak jelas gara-gara aku pengennya ultah tuh dirayain, sementara buat dia itu nggak necessary

Kemarin seharian suami nemenin aku dan Josh dari pagi. Selesai acara di sekolahan, suami mampir beli kue dulu, terus makan siang bareng di sebuah restoran mainstream di Bogor. Kayaknya tiap orang yang main ke Bogor pasti pernah mampir ke sini, sih. Coba tebak di mana. 

Josh yang udah ngerti ulang tahun sejak bangun tidur ngucapin mamanya happy birthday terus. Aku nggak yakin dia ngerti-ngerti amat, sih, cuma diucapin anak sendiri berkali-kali hati rasanya hangat dan adem πŸ˜Š


Kue pilihan suami enak banget lho, aku cuma rikues pengen cheese cake aja. Ini kedua kalinya sejak kami menikah dia beliin kue ulang tahun. Kado ultah kali ini juga dia yang beli sendiri via online. Seumur-umur suamiku tuh nggak pernah belanja online. Melihat usahanya untuk lebih romantis tuh lagi-lagi bikin aku meleleh. Bukan soal hadiahnya, ya, tapi usahanya supaya bikin istri hepi itu yang amat sangat aku hargai. Iya, Jane mah gitu... dibeliin kue sama kado aja udah klepek-klepek. 


Kebetulan malam itu juga kami ada komsel. Nah, bingungnya tuh kenapa nggak ada satu pun teman-teman komsel yang ngucapin, bahkan ketuanya sendiri. Biasanya kalo ada yang ultah pasti diucapin gitu lho di grup WA. Cuma kebetulan ketua komsel kami lagi ada urusan keluarga yang cukup rempong, jadi aku maklum-maklum aja kalo mereka lupa. Lucunya nih, aku jadi bingung sendiri mau nge-post momen ultah dan anniversary di sosmed bertepatan dengan hari kami komsel (dan NGGAK ada yang ngucapin) kayaknya aneh. Ya, kan, dikira mau pengumuman banget nih lagi ulang tahun terus minta diucapin. Padahal ya intinya begitu juga, sih HAHAHA Ya, pokoknya aneh aja lah perasaanku hari itu. Salah nggak, sih, kalo kepengen diucapin? πŸ˜‚

The situation was getting awkward waktu kami bertemu dengan beberapa teman komsel di open house sekolah yang sama. Jadi, anak-anak kami secara kebetulan dimasukkin ke sekolah yang sama tahun depan. Ketua komsel pun ada di sana. Tapi yaa gitu-gitu aja. Nggak ada ucapan, nggak ada apa-apa. Tapi ya itu, karena aku tau mereka lagi rempong, sekali lagi aku maklum aja, sambil membatin dalam hati, "Ini beneran pada lupa ultah gue?" LOLOL 

Long story short, ternyata mereka udah kongkalikong untuk nggak ngucapin kami apa-apa, baik secara langsung maupun di sosmed, katanya nge-like pun nggak boleh. Malamnya, sebelum komsel dimulai, tau-tau dibawain kue dan dinyanyiin happy birthday huahahaha kaget campur seneng, karena ternyata gue nggak dilupain hoahahahaha 

Lupa foto bareng dengan keluarga komsel, untung sempat foto kuenya :P
Terima kasih kalian yang udah niatin banget buat surprise in akohhh

Di usia yang mendekati kepala tiga ini, aku nggak akan pernah berhenti mengucap syukur pada Tuhan yang selalu menyertai dan memberkati. Mengucap syukur untuk pembelajaran hidup yang boleh dilewati, mengucap syukur atas kesehatan, mengucap syukur dengan keluarga kecil dan anak yang bahagia. Tiap bangun pagi aku selalu ngerasa masih jauhhhh banget dengan impianku. Tapi aku terus berusaha untuk maju satu langkah demi satu langkah dan dengan harapan bahwa Tuhan selalu pimpin dan masa depanku cerah karena Tuhan yang pegang kendali. 

Dan untuk usia pernikahan kami yang keempat, mungkin kami masih dibilang "lucu-lucunya" karena belum merasakan pahitnya pernikahan. Mudah-mudahan, sih, kami nggak sampai merasakan "pahit" itu, tapi kalaupun ketemu dengan masalah kami berdua bisa terus bertahan dan sama-sama berjuang. Two always better than one. Together we are stronger. 

Happy birthday to me and happy anniversary to both of us πŸ’•

8 comments:

  1. Happy Birthday and Happy Anniversary Jane...selalu diberikan yang terbaik GBU

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you so much cici! Amin amin, God bless you too and family ya (:

      Delete
  2. Happy Birthday and Happy Anniversary, Jane! Seneng ya dapet kuenya berkali2. Makin banyak berkat dr Tuhan untuk diri sendiri dan dan juga untuk keluarga kecilnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you ci Leony! Iya seneng banget, kesampaian juga tahun ini ultahnya ada kue dan tiup lilin hahaha semoga kalian sekeluarga juga selalu diberkati ya!

      Delete
  3. ci janeee happy birthdayπŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰ /telat/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank youuuu Endah! Better late than never kan hahahaha :P

      Delete
  4. Happy belated birthday and anniversary Jane! Semoga bahagia selaluuu.. The cake looks yummy :D

    ReplyDelete
  5. happy belated birthday jane... wish you all the best...

    ReplyDelete

Thank you for reading and dropping your comments, it means a lot to me. All comments are moderated and I will try to reply to each comment as soon as I could, so please check back.

All spams and comments that contain ads are gonna be deleted. I'm trying to make this blog a pleasant place where we can communicate with each other.

Once again thank you and see you around!