Worthy Monday #3: Start Making Your Own Not-To-Do List!

Monday, October 28, 2019


Salah seorang teman pernah memberikan ide untuk coba bikin "not-to-do list" dalam rangka menyusun prioritas dalam rutinitas sehari-hari. Kalau "to-do list" kita semua pasti sering bikin dong. Nah, ini idenya kurang lebih sama, tapi kebalikannya.

Sebelumnya, aku tuh baru inget belum menjelaskan tentang blog series yang baru ini, ya.

Singkatnya, aku cuma ingin ada satu topik rutin yang bisa dibahas di blog setiap minggu. Lumayan, kan, tiap minggu ada postingan baru. Terus, topiknya tentang apa dong? Tadinya mau nulis cerita tentang keseharian, tapi rasanya kurang oke. Bukan selebgram, bukan artis, bukan siapa-siapa, nggak ada yang ngurusin keseharian gue kayak apa hahahaha (even me sometimes think my life is boring lol). Mau bahas parenting juga nggak terlalu passionate. Diputuskanlah untuk membahas hal-hal produktif atau berfaedah versi aku yang berprofesi sebagai SAHM dan diposting setiap hari Senin. Dikasih judul "Worthy Monday" supaya hari Senin kita semua lebih semangat.

Sekian iklannya, kita kembali ke topik.

"Not-to-do list" ini ditujukan untuk kita-kita yang hobi procrastinate alias suka menunda melakukan sesuatu yang sifatnya itu high priority. Contoh kasusnya tentu berbeda-beda, ya, karena kita semua punya tanggung jawab yang berbeda-beda juga. Misalnya, aku harus menyelesaikan draft untuk postingan besok sebelum bocah bangun bobo siang. But instead, aku nonton Youtube. Bilangnya video terakhir tapi malah keterusan sampai akhirnya bocah keburu bangun dan nulis draft jadi keganggu karena ditarik-tarik bocah untuk nemenin main playdoh. Ibu-ibu, familiar nggak nih dengan cerita kayak gini?

Selain tentang procrastinate, not-to-do list ini juga bisa digunakan untuk kita yang suka melakukan semua hal dalam satu hari atau bahasa lainnya multitasking. Jeleknya multitasking itu biasanya berujung nggak ada satu pun yang kelar, jadi sia-sia juga tho?

Buat yang ingin coba bikin daftar ini tapi bingung harus mulai darimana, coba dipikirin hal-hal yang kira-kira bisa masuk ke tiga kategori di bawah ini:

1. Things that distract and waste my time.

Mungkin daftar ini paling gampang diisi, karena kita sadar banget saat procrastinate itu biasanya melakukan hal-hal yang sangat membuang waktu.

Contoh buatku itu apalagi kalau bukan sosial media dan Youtube. Anggap aja scrolling Instagram/Twitter setengah jam, nonton video di Youtube setengah jam (itu pun tergantung durasi satu video), total udah satu jam. Padahal dalam waktu satu jam itu bisa dipakai untuk melakukan hal-hal yang lebih penting dan berguna.

Satu hal lagi yang juga ratjunnnn banget buat para ibu-ibu yang kurang kerjaan seperti aku, adalah ngecekin aplikasi e-commerce untuk nyari barang-barang promo. Aku tuh kalau udah dapet notif promo diskon lah, cashback lah, gratis ongkir lah, pasti auto browsing barang-barang yang dirasa perlu (dan lagi pengen). Tapi biasanya juga window shopping ini berakhir di wishlist dan nggak beli apa-apa, dan waktu yang dihabiskan udah satu jam aja gitu hanya untuk cuci mata.

Makanya sekarang ini aku mematikan semua notifikasi dari aplikasi e-commerce yang ada di hape. Lumayan efek lho, jadi buka si ijo dan si oren kalau lagi butuh aja.

2. Things that give me stress and anxiety. 

Aku baru sadar belakangan ini suka banget ngecek email atau Whatsapp di gadget ketika baru bangun tidur adalah suatu hal yang bikin aku suka panik mendadak. Bawaannya pengen langsung dibalas satu per satu biar nggak jadi pikiran. Padahal, ya, sebenarnya nggak harus direspon saat itu juga karena sifatnya nggak urgent.

Untuk mengatasi hal ini, aku suka mengaktifkan fitur mute untuk beberapa grup Whatsapp supaya nggak muncul notifikasi. Mayan deh, hati adem nggak kalang kabut di pagi hari.

3. Things that dont't actually need to be done.

Sekilas poin ini mirip dengan poin pertama, tapi sebenarnya agak berbeda. Ini cocok banget yang hobi multitasking.

Coba deh lihat agenda/to-do list kalian sehari-hari, pasti ada satu atau dua hal yang sebenarnya nggak penting-penting banget dan kalau nggak dilakukan ngak ada efek apapun. Don't let your plans drains your energy. You know your own limit.

Oh ya, things like "delivery es kopi nanti siang" atau "beli cemilan di minimarket" adalah contoh hal yang sesekali boleh ada di not-to-do list ((:

Aku juga iseng bikin free printable template not-to-do list untuk kalian yang pengen coba bikin. Bisa ditempel di ruang kerja, di jurnal, di pintu kulkas, di manapun yang mudah dijangkau mata. Supaya jadi reminder dan lebih produktif. Hope it helps! 

Mohon maaf temanya pink banget, soalnya biar mecing dengan blog hahaha


***
Ada yang pernah coba bikin list ini? Tell me how this list makes any difference in your routine ya! 

1 comment:

  1. Semua yg di-list ini aku banget. Mirip-mirip lah ;D Main instagram/twitter itu menyita waktu buatku. Bisa lupa waktu!

    Kalo aku sekarang lagi membiasakan airplane mode pas mau tidur. Agak kurang bagus sih ya kalo ada telp penting masuk malem2 bisa ga tau. Tapi ada beberapa aplikasi yg dipakai sama kerjaan, ga bisa di mute. Jadi untuk sementara airplane mode dulu deh :p

    ReplyDelete

Thank you for reading and dropping your comments, it means a lot to me. All comments are moderated and I will try to reply to each comment as soon as I could, so please check back.

All spams and comments that contain ads are gonna be deleted. I'm trying to make this blog a pleasant place where we can communicate with each other.

Once again thank you and see you around!