Birth Story: Arrival of Krystal

Friday, April 23, 2021


Sejak awal kami berdua udah memutuskan untuk lahiran caesar aja.

Walau sempat terbesit pikiran untuk mencoba VBAC (yang nda paham Google yak!), namun langsung diprotes ibu negara aka my mama: "Udahlah operasi aja. Kamu mau sakit-sakitan lagi kayak waktu itu?". 

Ok deh, mami! 

Enaknya cerita dari mana yaa. Kita mulai dari H-1 aja deh. 

Tepat di tanggal kami menentukan untuk operasi, aku udah memasukki minggu ke-38. Pengalaman saat hamil Josh, aku mulai mules-mules di minggu yang sama. Maka dari itu lah aku mulai "bawel" memberikan afirmasi pada debay di perut supaya tetap anteng dan kita ketemuan di tanggal yang ditentukan ya, Dek! 

H-1 Krystal's Day

Hari ini adalah jadwal check in di rumah sakit. Di hari yang sama, kedua orangtuaku tiba di Bogor. 

Rasa senang saat mereka tiba di rumah tuh sampai susah diungkapkan oleh kata-kata. Terakhir ketemu itu Imlek 2020 lhoo, yang mana udah setahun lebih kami nggak ketemu. Udah nggak paham deh kangennya kayak apa. Josh pun tancap gasss ajak Kungkungnya main terosss (sampai detik aku mengetik cerita ini πŸ˜…). 

Langsung deh riweuh bantu papa dan mama unpacking, apalagi mereka bawa banyak oleh-oleh makanan! Mana mama sempat-sempatnya bungkus lauk Nasi Bigul Sari Kembar buat makan malam. Kata mama supaya kuat operasi keesokan harinya. Isn't she terbhaiqueee? 

Sambil makan, aku sambil bertukar cerita dengan papa dan mama. Momen di atas meja makan gini yang dikangenin banget. Seperti biasa kami ngobrol banyak hal, kebanyakan hal receh sampai gosip lokal. Udah lama banget kayaknya nggak ketawa lepas ngobrol bareng. 

Kebetulan orangtuaku sampai di rumah memang agak sore. Nggak berapa lama setelah makan bareng, aku udah harus beriap ke rumah sakit. Sebelum berangkat, sempat-sempatnya aku keramas dan nyatok rambut biar kece dongg. Soalnya malas bawa catokan ke RS (dan nggak akan terpakai juga). Mayan deh rambut kelihatan lebih rapi. 

Dan yang paling penting dibandingkan catok rambut adalah doa bersama untuk kelancaran operasi dan tentunya kesiapan mental aku. Selesai doa, aku spontan mencari Josh dan pelukan sama doi. Maklum, ini pertama kalinya mama harus ninggalin cah lanang selama beberapa hari. Rasanya campur aduk. Tapi aku juga percaya Josh bakal baik-baik aja (and he was!). Anaknya mah nggak galau, sih, sepertinya. Soalnya udah ribut pengen main terusss wkwkwk. Gagal deh melo-melo bareng mamanya lol. 

Tiba di rumah sakit, langsung deh ngurusin ini dan itu. Setelahnya aku diminta untuk ke ruang persalinan untuk melakukan observasi seperti pemeriksaan CTG, ambil darah, tensi dan sebagainya termasuk menjawab beberapa pertanyaan dari bidan. Kira-kira observasi berjalan selama 45 menit, setelah itu aku dipindahkan ke kamar. 

Sampai di sini, ada yang ngerasa bosen nggak dengan runtutan ceritanya? Hahahaha jangan, yaaa. Masih panjang lho ini, hihi.

Btw, para perawat dan bidan yang melayani di rumah sakit tempat aku melahirkan ini sangat sangat sangat ramah. They are so sweet and so helpful. Saat observasi berlangsung, kami sambilan ngobrol dan bercanda. Masa iyaa pas aku nanya soal bius spinal nanti sakit atau nggak ke salah seorang bidan dijawab gini: "Ahh nggak lah. Atau ibu minta kekuatan khusus dari Banten tuh biar nggak sakit." Hah? Kekuatan apaan dari Banten dah? 🀣

Anywhoo, keramahan para naskes di RS ini pun berhasil memecah keteganganku. Yaa sebetulnya aku juga nggak tegang amat, sih. Tapi makin rileksss aja bawaannya. 

Masuk ke kamar, ternyata aku dapat jatah makan malam lhoo. Mayannn. Terakhir makan bigul jam 4 sore, sekarang bisa lah makan lagi. Entah kenapa senang aja dapet makan walau makanan RS, kan, rasanya gitu-gitu aja, ya. Emang dasar tukang makan mah disodorin apa pun nggak nolak 😝


Dan lucunya nih. Setelah makan malam di kamar, perawat kembali untuk tes detak jantung si debay. Suara detaknya terdengar lebih heboh lho dibanding saat dites di ruang bersalin tadi. Sampai perawatnya pun bilang, "Wah, mamanya udah kenyang, dedek pun lebih aktif, yaa." huahahaha. 

Sebelum keluar kamar, aku diingetin kembali untuk makan menu sahur jam 12 nanti, setelah itu puasa makan dan minum sampai jadwal operasi tiba. Wah, harus stay awake sampai jam 12 demi menu bubur sumsum worth it nggak, yaaa? 

Selesai makan dan beberes, aku minta suami pulang aja supaya nggak kemalaman dan bisa nemenin Josh bobok. So, see you in the morning, hubs! 

THE BIG DAY

Aku kebangun sekitar pukul 5 pagi dengan kondisi badan keringetan parah. I barely slept at night. AC di kamar RS puanasnya minta ampun. Mana nggak ada remote jadi nggak bisa setel sendiri. Usut punya usut, kamar ini memang dikhususkan untuk kamar bersalin, di mana setelah melahirkan si bayi akan in-room dengan ibunya. Itu kenapa suhu AC nggak boleh terlalu dingin. Ya tapiii nggak segininya juga kali, yak. Bangun tidur kuterus lepek dong 😫

Nggak berapa lama kemudian, seorang perawat datang untuk membantuku bersiap. Operasi akan berlangsung pukul 7 pagi.  

Ngomong-ngomong, selama empat malam di RS, para suster dan bidan yang bertugas tuh silih berganti. Tapi ya orangnya itu-itu lagi, sih. Sayang banget aku nggak sempat menanyakan nama mereka satu per satu. Mau dihafalin juga bingung soalnya ketutupan masker semua hahaha. Merasa sayang karena lagi-lagi pelayanan mereka sangat terpuji alias membuat pasien nyaman banget. 

Balik ke cerita, yaa. 

Jadi perawat yang datang di pagi itu memberikan aku obat pencahar supaya bisa BAB, kemudian diminta untuk langsung mandi cantik sebelum dipasang infus

Fyi (and maybe this is a lil bit TMI), obat pencahar itu, kan, dimasukkan melalui dubur, yak. Perawatnya ini sempat nanya, "Masih ingat prosedur ini nggak, Bu?", yang mana kujawab lugu, "Nggak pernah malah, Sus." Eh, perawatnya malah ketawa. Intinya sih, sempat awkward gitu, deh wkwkwkw. Yang pernah pasti paham rasanya kayak apa. Cuma setelah itu beneran langung lancar lho. Padahal selama hamil tua aku langganan sembelit. Tetiba bisa "lancar" begini lega banget rasanya 🀣

Abis mandi disempetin gambar alis dan oles BB cream tipis-tipis biar kece ketemu perdana dengan dedek bayi hihi. Tapi setelah itu alisku ambyarrrr karena setelah operasi harus kembali ke kamar yang panasnya amit-amit πŸ™„

Setelah semuanya selesai, perawat yang berbeda datang dan meminta aku bersiap untuk dipindahkan ke ruang operasi. Lah, wait. Suamik belum datang nih! Buru-buru dah aku nge-WA bapake. Untungnya jarak dari rumah ke RS nggak terlalu jauh. Walau aku udah berbaring manis di ruangan operasi, suami masih diizinkan masuk untuk nemenin aku sampai dokterku datang. 

Saat dipindahkan ke ruangan operasi, aku sempat melihat pemandangan Gunung Salak dengan background langit cerah berawan dari balik jendela besar. Hati rasanya ademmmm sekali. Aku sampai nggak berhenti berucap "Makasih banget Tuhan buat hari yang indah ini" dalam hati. Walau cukup dugun-dugun menjelang operasi, setidaknya perasaan bersyukur ini lah yang berhasil menenangkan aku. 

Pukul 7 lewat dikit, seorang suster datang menghampiri untuk memasukkan aku ke dalam ruangan operasi. After a kiss of good luck, aku dan suami say dadah dan berjanji untuk ketemuan lagi bareng si debay nanti. 

If you're wondering, sebetulnya suami diperbolehkan masuk dan menemani di ruangan operasi lho. Karena sedang pandemi, pihak RS nggak mengizinkan adanya pendamping di dalam ruangan. Padahal kalau suami bisa masuk bareng, ada tim dokumentasi, kan, lumayan yeee bisa mengabadikan momen hahaha. But yasuteralah. 

Rasanya apa, sih, menjalani operasi lahiran di tengah pandemi gini? 

Ya itu lah, deg-degan, sis! No doubt! 

Salah satu sisi excited mau ketemu dedek. Salah satu sisi nervoussss karena bakal menjalani berbagai prosedur medis yang ada. Lho, kan udah pernah operasi caesar sebelumnya? 

Still, for me it was not the same experience. Operasi yang dilakukan dulu itu sifatnya emergency, alias nggak dipersiapkan samsek sebelumnya sejak awal. Saat itu aku udah merasakan sakit kontraksi yang warbiasak (udah pembukaan penuh lho!), sehingga aku sama sekali lupa dan setengah sadar saat menjalani berbagai prosedur sebelum operasi.

Itu kenapa saat seorang perawat bertanya, "Gimana, Bu? Siap?" sambil menyodorkan bantal dan membungkukkan badanku untuk dibius oleh dokter anestesi, aku cuma bisa senyum grogi karena secara sadar aku bisa melihat sekeliling ruang operasi dengan jelas. Lampu operasi yang menyilaukan, suara detak jantung sendiri yang terdengar dari mesin EKG dan suhu ruangan yang dinginnnnn banget.

But despite of all, aku kembali merasakan damai yang luar biasa. Entah kenapa rileks aja gitu. Aku bisa merasakan ada Tuhan yang ikut menemani di ruangan operasi. Plus, para dokter dan tenaga medis yang bertugas memberikan aura positif. Bawaannya santai dan menyenangkan. Bahkan selesai memberikan bius, dokter anestesi masih ngobrolin soal permainan Juventus semalam dengan rekan yang lain. 

Oh ya, ngomongin soal bius spinal epidural melalui punggung, ada yang penasaran rasanya kayak apa? Netijen menjawab: nggaaaaak. Tetep gue jelasin 'do amat 🀣 

Jadi konon katanya, bius spinal epidural ini agak-agak bikin ngilu. Secara operasi caesar sebelumnya aku nggak bisa ngerasain apa-apa, aku mencoba untuk cari tau "sakitnya" itu kayak apa. Tanya mamaku katanya, sih, nggak sakit, hampir nggak berasa. Tapi menurut pengakuan orang lain katanya sakit banget. So, mana yang benar? 

Yang benar adalah... tidak sakit samsek! Lebih sakit sewaktu ambil darah dan diinfus malah. Ini menurutku, sih, yaa. Saat bius dimasukkan, aku cuma bisa merasakan ada cairan hangat yang mengalir masuk ke dalam tubuh, dan dalam sekejap area tubuh bagian pinggang ke bawah pun mati rasa. Udah gitu aja kok. Walau aku parno juga saat mendengar komentar dokter anestesi katanya bentuk tulang belakang aku rada bengkok. Wadawwww. Pantes eike suka pegel-pegel bagian punggung ): 

Selesai dibius, aku dibaringkan perlahan dan beberapa menit kemudian terdengar suara dr. Viviobgyn kesayanganku selama kehamilan kedua inimasuk ke ruangan, dan semuanya sigap untuk segera memulai operasi.

Sebelum operasi, para dokter dan tim yang bertugas memperkenalkan diri dan dr. Vivi menjelaskan tindakan yang akan dijalani. Jadi teringat dengan drakor Dr. Romantic, di mana Kim Sabu melakukan hal yang sama tiap mau operasi dan itu terlihat keren banget LOL

Setelah itu dr. Vivi memimpin doa dan operasi pun dimulai. 

Selama operasi berlangsung, zuzur aku ngerasa mual. Meski mulai nge-fly dan mata ini merem melek karena efek obat bius, aku bisa merasakan tangan dokter sedang mengobok-ngobok bagian bawah sana (duh maap banget kalau yang baca ikutan ngilu). Belum lagi kepalaku nggak bisa diam nengok kiri kanan. Sampai perawat yang standby menemani di sebelahku memperingatkan untuk nggak banyak gerak karena aku akan semakin mual.

Kira-kira 15 menit kemudian, terdengar suara tangisan bayi yang kencang dan dr. Vivi bersuara, "Selamat Bu, bayinya perempuan, yaa. Cantik banget si dedek, matanya mirip kamu lho." 

Oh hello, Krystal!
(difoto bapake yang nunggu di luar) 

Begitu lihat si dedek dan mendengar suara tangisannya, air mataku ngalir gitu aja. Terharu campur bahagia. Akhirnya bisa ketemu dedek bayi yang selama ini hampir 9 bulan ini cuma bisa merasakan gerakannya di perut. She's so beautiful. Cantik banget kamu, nak. Mama langsung jatuh cinta lho sama kamu. 

Bahagiaku tambah berlipat-lipat, karena akhirnyaaaaa bisa merasakan IMD (Inisiasi Menyusui Dini),  yang menurut ibu-ibu di luar sana adalah momen terindah saat melahirkan. Sebelumnya aku skeptis dan menganggap itu mitos. Karena aku nggak mendapatkan itu saat Josh lahir. Waktu itu Josh hanya diletakkan di atas dada selama beberapa menit. But this time, Krystal dan mamanya berhasil IMD selama hampir setengah jam! Idealnya memang IMD dilakukan selama satu jam. Karena lahiran caesar dan ruangan operasi itu super dingin, dedek bayi nggak bisa terlalu lama. But half an hour was great! Krystal pinter banget IMD-nya huhuhuhu. It was a magical moment for both of us. 

Anyway, buat yang penasaran. Kenapa namanya Krystal, papanya sendiri yang memberikan nama. Idenya muncul saat lagi bermain waterbeads dengan Josh. Terus doi nyeletuk, "Waterbeads-nya sparkly kayak bola kristal. Eh, nama Kristal bagus, yaa. Gimana kalau nama dedek itu aja?". Di kepalaku, nama Krystal itu hanya tertuju pada satu orang (yang tahu udah diem aja XD). Dan aku langsung mengiyakan karena entah kenapa nama itu cocok aja buat dedek. Selain itu, Krystal buat kami artinya adalah "keajaiban" dan "lights" in our family in the midst of this season. 


Dear Krystal, 

Papa dan mama dan koko Josh sayang kamu banget even before you were born. Makasih, ya, udah betah di perut mama selama 38 minggu. Walau sekarang harus kembali mengulang semuanya (ya bergadang, ya menyusui, ya ganti popok, semua-muanya), semuanya ini hanya sementara. You'll be growing up in the blink of an eye, just like your big brother. So, let's do this together! Mama nggak sabar di mana nanti kita bisa nge-mall bareng, ngopi bareng (duh, mudah-mudahan kamu suka ngopi deh), kulineran dan traveling lihat dunia bareng-bareng. Semoga papa dan mama sehat selalu supaya bisa lihat kamu dan koko Josh tumbuh dewasa, ya. And remember, no matter what God loves you. Just like mama loves you so

***
So, that's a wrap! Namun, cerita belum berakhir karena masih ada cerita (seru) lainnya setelah ini. Semoga nanti ketemu waktunya lagi untuk ngetik-ngetik di depan laptop, ya. 

Mau ngucapin terima kasih juga sama pihak rumah sakit tempat di mana aku bersalin (aku nggak mention nama RS-nya, ya. Tapi bagi calon ibu atau yang butuh rekomendasi tentang obgynku, don't hesitate to email me!). Mulai dari staff, suster, bidan, dan tentunya dr. Vivi, kalian luar biasa sekali πŸ™Œ Sejak awal kontrol dengan dr. Vivi, walau harus ngantre lama tapi pelayanannya nggak pernah mengecewakan. Beliau selalu ramah dan menjawab semua pertanyaan kegalauan bumil dan pakmil (iya, suami eike suka nanya-nanya jugak). Nggak lupa untuk para suster dan bidan yang bolak-balik ke kamar memastikan aku nggak kenapa-kenapa, bahkan menyeka badanku di dua hari pertama pasca operasi, aku merasa disayang banget entah kenapa huhuhu. Iya, sih, itu memang tanggung jawab mereka. But I feel loved. Pokoknya terima kasih banyak-banyak, ya. Tuhan yang balas kebaikan hati kalian semua πŸ₯°

Dan buat teman-teman blogger yang ikut mendoakan kami sejak awal kehamilan sampai lahiran kemarin, nih aku kasih hati banyak-banyak juga! Padahal banyak dari kita nggak pernah bertemu langsung, tapi ya kok rasanya kayak udah sahabatan lama banget huhu. Terima kasih yaa! Sekali lagi, Tuhan yang balas kebaikan hati teman-teman semua πŸ€—

29 comments:

  1. Helo baby Krystal, so beatiful and magical 😍😍
    Memang ya aku itu suka bgd sama anak kecil. Suka bgd aku baca cerita proses kelahiran orang2 kaya postingan Mba Jane ini. Senangnyaaa...
    Trus kehadiran orang tua pas sebelum lahiran itu memang sangaaat sangaattt bikin bahagia dan tenang yaa.. Jd inget pas kelahiran baby T no 3, aku pas bgd mules pas orang tua aku dateng dr Padang. Pdhal itu bukan dadakan, memang tiketnya udah dibeli jauh2 hari. Begitu mamapapa nyampe rumah sore, aku langsung ke rumah sakit dan lahir magrib2 gt. Pas bgd. Hehehe..

    Aku ngakak yg sampe sempet ngalis n bahkan sblm brankat dicatok dulu. Hehehe.. Tp memang loh, penampilan yg oke itu mood booster bgd. :D
    Aku juga tiap abis lahiran nangiis kaya Mba Janee, so sweet bgd Mommy Jane n baby Kristal. Super luv..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Holaaa Tante Thessa! πŸ₯°

      Ahahaha iyaa terlihat banget memang kalau dari tulisan Mba di blog kalau Mba sayang banget sama anak-anak hihi jujur sebelum punya anak akutu malah kaku banget sama anak kecil. Setelah punya anak sendiri malah lebih luwes πŸ˜‚

      Ah bener banget! Bener-bener bersyukurrr orangtua bisa hadir di saat kita lahiran ya, Mba. Rasanya tuh kita bisa jadi "anak" lagi dengan kehadiran mereka. Wah, bisa kebetulan banget, ya! Si baby lahir pas orangtua Mba Thessa sampai juga dari Padang :D btw, aku baru tau ternyata orangtua Mba juga di luar Jakarta ya hihi

      Nyahahaha mamanya centil 😝 soalnya tuh mood hampir jatuh gara-gara kamar gera itu, Mba. Akhirnya disiasati dengan dandan tipis-tipis aja deh, walau setelahnya luntur juga 🀣

      Thank youu Mba Thessa udah baca cerita kelahiran Krystal ya! <3

      Delete
  2. Selamat ya mbak Jane, atas kelahiran Krystal. Semoga semuanya selalu sehat supaya suka citanya full dan bersama keluarga semuanya.
    Baca kisah ini saya jadi ingat lagi cerita kelahiran anak saya. Walaupun tidak sama, tapi tahapan-tahapannya beberapa ada yang sama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak Mas Agung atas doanya! ✨

      Jadi nostalgia kembali ya hihi saat nulis cerita ini saya juga jadi iseng baca kembali cerita kelahiran anak pertama. Beda anak beda cerita :D

      Delete
  3. Cici diberkati sekaliii ♥️ semua dilancarkan, dipermulus bahkan dipertemukan dengan orang-orang yang baik dan super ramah saat membantu persalinan. Whoaaa, aku baca ini tuh senang bangettt. Kok prosesi lahiran Cici kayak goals gitu 🀣 sebab semuanya lancar jaya, sampai cuacapun mendukung dengan diberikannya hari yang cerah hingga bisa lihat mount Salak 😍 you are such a blessed girl, Ci! Ditambah lengkap dengan kehadiran Krystal yang memang matanya 100% curi dari Mommynya banget πŸ€ͺ

    Anyway, Cici cantik banget sebelum lahiran ya πŸ™ˆ prepare sekali Cici ini, bahkan alis nggak ketinggalan wkwk. Jadi ketawa sendiri aku bacanya 🀣, ditambah ngakak pas tahu asal usul nama Krystal 🀣 Ko Andreas, bisaan aja kepikiran namanya saat main beads huahahaha.

    Krystal, kamu lahir di keluarga yang tepat 😍 semoga saat kamu nanti bisa baca tulisan mommy-mu ini, kamu akan terus bersyukur karena bisa lahir di keluarga yang super sayang sama kamu πŸ₯°. Semoga Krystal suka minum kopi biar bisa nemenin mommy ngopi + jadi fotografer mommy saat sedang ngopi cantik πŸ€ͺ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Liaaa, kok aku terharu biru gitu sih baca komentar kamu. Tapi campur ketawa-ketawa juga karena emoji-emoji pluss kalimat lahiran goals XD apa pulak lahiran goals wkwkwk but anywhooo, cocuit banget kamu ah! <3

      Puji Tuhan banget Liii semuanya boleh dilancarkan. Beneran deh, sekali-kalinya aku ngerasain damai yang kayak gitu. Pengen banget bisa setenang itu setiap hari πŸ˜‚

      Soal Krystal mirip mamanya, NO DOUBT! Udah beberapa orang bilang dia memang mirip mamanya BAHAHAHA.

      Alis itu prioritas, nggak boleh ketinggalan. Kapan lagi kan bisa tampil paripurna saat lahiran wkwkwk *ceritanya sih balas dendam karena dulu nggak bisa dandan sebelum lahiran XD*

      Sungguh kreatif bukan papanya Josh ini? Main waterbeads aja kepikiran ide nama anak πŸ˜† padahal sebelumnya tuh kami stuck banget mau kasih nama apa. Udah nentuin satu nama, eh galau lagi. Begitu dia nyebut Krystal, entah kenapa langsung deal ahahahaha

      Aduh amin yaaa ❤ lagi-lagi aku berkaca-kaca baca kalimat penutup kamu ini 😒 ahahahaha tetep yaaa, mamanya yang difoto untuk kebutuhan konten 🀣 tapi siapa tahu dia meneruskan jejak mamanya bahkan lebih oke lagi hihi

      Delete
  4. Huaaa welcome to the world Krystal!!!!!! Pas baca nama Krystal yang terbesit di kepalaku langsung Krystal fX haha 🀣
    Semoga baby Krystal sehat-sehat, tentu ibunya juga dong yaa dan keluarganya ^^

    baca ini tuh aku ikut ngilu-ngilu loh ciii wkwkwkkw
    jadi deg-degan juga pas lagi nunggu dioperasi. Yaampunnn perasaan di bawah sana diobok-obok tapi ga sakit tuh hmmm bikin ngilu-ngilu gimana gituuuu hahaha

    oia soal yang minta kekuatan dari Banten itu maksudnya karena orang Banten terkenal jago debus ga si ci? Jadi kuat gituu ga sakiit kalo kena tusuk-tusuk...

    terus Josh pengertian banget yaa anteng ga rewel saat cc pergi melahirkan. Such a smart boy ^^

    Anyway selamat sekali lagi ya ci!!! Turut seneng baca cerita cc ini 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ssst, jangan bilang-bilang. Maksud aku di atas juga si Krystal fX wkwkwk amin-amin! Maacih banyak untuk doanya yaa Ontii Frisca πŸ€—

      Duh maap banget kalau bikin kamu ikutan ngilu hahahaha. Soalnya bener tuh yang kamu bilang. Nggak sakit, tapi ya sadar kalau di bawah sana lagi diapa-apain 🀣 pan jadi ngilu plus mual huhuhu

      Oh iya ner juga. Aku nggak kepikiran sama sana, Fris. Makanya kubingung, kenapa harus dari Banten, kenapa nggak dari Bekasi atau mana gitu wkwkwk bidannya ada-ada aja deh XD

      Yes he is T_T walau kata orang rumah keesokan harinya sih dia baper gitu, kayaknya kangen mama tapi nggak bisa diutarakan. Akunya galau di rumah sakit wkwkwk

      Maacih banyak Frisca! Kamu juga sehat-sehat yaa *virtual hugs*

      Delete
  5. Welcome to The World dek krystal.. 😍
    Ya ampun Mba Jane aku baca ini berasa kaya ada yg lagi motong bawang di depan mata.. sumprit dahh 😁..

    Terharu banget aku Mba.. Ya Tuhann.. kelahiran seorang anak memang salah satu keajaiban Dunia sih.. dari baca cerita aja aku bisa ngebayangin ekspresi senangnya Mba Jane, suami, sama Josh menyambut kehadiran Dek Bayi..

    Ahhh so sweet.. 😭😭 selamat sekali lagi ya Mba Jane.. semoga Dek Krystal tumbuh sehat, cantik, dan selalu ceria. Aminnn

    Nah, ngomongin Banten. Karena berhubung aku tinggal di Banten. Haha πŸ˜†. Yapz benar kata Lia. Kalau orang Banten terkenal dengan atraksi Debusnya yg bisa makan beling, di beset2 pisau, di lindas itu kebal nggk ngefek apa2.. hehe 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok kata Lia sih.. maksudnya Kata Mba Frischa.. haha πŸ˜„

      Delete
    2. Ahahaha baru aku mau ralat pas balas komentar, ternyata udah dikoreksi sendiri 😝

      Ini tissue buat lap-lap air mata sama ingus, Mas Bay hahahaha. Saya juga ikut terharu waktu nulis cerita ini kembali. Bayi itu luar biasa yaa, dia tinggal di rahim ibunya selama 9 bulan terus saat lahir dia harus kembali bertahan hidup dan beradaptasi di dunia. Saya tuh sambil terkagum-kagum dengan ciptaan Tuhan yang mungil ini πŸ˜‚

      Amin amin! Maacih banyak ya, Mas Bay atas doanya!

      Wwkwkw iyaa! Kalian nyebut debus aku mendadak ngeh. Soalnya waktu si bidan ngomong Banten aku samsek nggak nyadar apa hubungannya dah wkwkwk

      Delete
  6. duh tante jane ? Tari yang belum menikah aja, bayangin sakitnya bersalin itu kayak apa padahal ini tante jane lho yang ngalamin kalau seandainya tari bagaimana , mungkin sudah pingsan duluan kali ya tari . tapi ? Tari senang banget membaca blog tante jane tentang parenting gini buat pembelajaran juga nantinya saat tari sudah siap menikah terus langsung hamil gitu. iya gak sih tante jane ?''

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tenang aja, Mba Tari. Perempuan yang udah siap jadi ibu pasti diberi kekuatan ekstraaa untuk melakukan persalinan. Jadi nggak usah takut ya, Mbaa hihi soalnya aku awal juga begitu, tapi saat lihat si debay lahir rasa sakitnya tergantikan dengan rasa bahagia yang berlipat-lipat :D

      Aminnnn. Semoga di waktunya nanti Mba Tari siap menjadi istri sekaligus ibu yaa πŸ₯°

      Delete
  7. Ah, Dedek Krystal lucu bangeeet! Selamat untuk Mommy Janeeee. Semuanya dilancarkankan ya Ci :')) duh rasanya aku ikut terharu banget. Josh anteng banget gak rewel ya Ci, benar-benar good boy!

    Btw aku ikut ngerasain mules-mulesnya juga loh ini ahahahaha ~XD

    Cita-citaku juga gitu Cii. Tampil cantik sebelum lahiran, hahaha. Tapi bentar masih belum nemu partnernya wkwkw.

    Unik banget itu penemuan namanya ~XD kok kepikiran banget ahahaha.

    Dek Krystal, semoga kamu sehat-sehat selalu dan tumbuh menjadi perempuan dengan pemahaman baik dan hati yang tulus dan sebening kristal. Bahagia selalu yaaa, kamu dikelilingi oleh orang-orang yang sayang sama kamu bangeeeet <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lahiran cantik is a goal wkwkwkw walau nggak secantik Sandra Dewi pas dese lahiran, yang penting kitanya ngerasa kece ya XD

      Soal partner, aku doain semoga segera dipertemukan ya, Dhir! AMINNNN πŸ˜†

      Iya tuh, bapake ada-ada aja kan idenya. Bener memang ide itu bisa datang darimana pun bahkan saat main bareng anak wkwkwk semoga Krystal nggak ngambek saat dia tahu dari mana nama dia berasal LOL

      Huhuhu mamanya yang terharu lagi baca komentar kamu ('''': aminnnnn untuk doanya ya! Maacih banyak Dhiraaa πŸ€—

      Delete
  8. Jane aku bacanya sampe berkaca-kaca dooong πŸ₯ΊπŸ₯Ί terharu bangeet ya ampun, terutama bagian pas mau operasi terus kelihatan Gunung Salak dan langit cerah. Sesuai namanya Krystal disambut sama clear sky yaa *cocoklogi biarin dah* πŸ˜‚

    Aku ngakak bagiab sempet ngalis terus luntur gara-gara gerah πŸ˜‚ Tapi bener deh tampil cantik sebelum pertama kali ketemu anak itu mungkin bawa rileks tersendiri ya Jane?

    Aku pas sebelumnya kamu bilang yang namai papanya, ga kebayang sama sekali ternyata keidean nama gara-gara main beads! πŸ˜‚πŸ˜‚ sumpah yaa ide itu memang bisa didapat dari mana aja πŸ˜‚

    Dede Krystal, semoga sehat selalu yaa ga sabar nih baca cerita-cerita tentang kamu sama koko Josh nantinya dari mama Jane 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho, cocokloginya bener-bener cocok sih, Eya wkwkwk πŸ˜† dan tahu nggak sih, besoknya tuh Bogor malah mendung terus beberapa hari. Pas di hari itu aja langitnya bener-bener cerah hahahaha

      Betuuuuul! Tujuannya memang bikin seneng diri sendiri aja sih hihi walau habis itu ambyar, yang penting hati girang wkwkwk

      Lah iya, barusan aku juga ngomong begitu. Ide itu memang bisa datang dari mana aja asal kita be present yak *halah* XD

      Terima kasih banyak tante Eya! Ditunggu cerita seru kami semua di blog ini yaa πŸ˜‰πŸ˜Š

      Delete
  9. Bacanya dari ngilu ngebayangin bius spinal sama operasi, sampai ikutan bahagia karena akhirnya ketemu sama Krystal <3 Aku tau Krystal yang ada di benak Ci Jane siapa, tapi aku diam karena disuruh diam xD :p

    Can't wait to read Krystal's next story >.< mirip banget saa Josh huhu cubanget Krystal kayak Ci Jane yang ada di foto juga >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahahaha soalnya Krystal mana lagi yang kita tahu, kan? 🀣

      Beberapa hari ini aku tengok video lama Josh waktu bayi, ternyata memang dedeknya mirip kokonya banget. Mukanya bulet-bulet sama persis. Dan MAKASIH YAA udah dibilang mirip akuh! 😘

      Delete
  10. ahhhhh so kiyut, cantik, unyu
    senengnya dedek krystal lahir dengan selamat, ibu juga selamat
    aku ga sabar pengen main bareng, eehhh tapi belum ada kesempatan buat ke Bogor apalagi pas pandemi gini

    pasti kakak Josh hepi bener itu ngeliat dedeknya
    ntar ahh pengen liat foto kakak Josh ama adeknya mbak hehe

    aku baca proses mau operasinya sampe tegang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi maacih yaa tante Ainun! Iya nih, gara-gara pandemi kita masih nggak bisa ke mana-mana ya. Semoga cepat selesai dan kita bisa ketemuan bareng, entah di Bogor atau aku yang main ke Jember, Mba :D

      Nanti yaaa, mudah-mudahan di postingan berikut bisa ku-publish foto perdana koko Josh sama dedeknya hahaha

      Delete
  11. Waaaah selamat datang dedek bayi.. too cute ❤️❤️❤️.. Sehat-sehat selalu semuanya ya.. ? Amin..

    ReplyDelete
  12. Akhirnya aku membaca cerita yang mostly do amat ala Bunda Jane yaa..
    Soalnya dari tadi ni orang mau cerita nanya dulu ke netijen, udahlah.. kita mah tahu, situ bakal cerita juga :p

    Btw, untuk kedua kalinya, bersapa dengan Krystal!
    You know, aku langsung keinget Krystal F(X) pas tahu nama si baby. Terus pas baca sejarah namanya, ooo.. kirain si bunda fans nya F(X) eh, bukan. Bapake dapat ide abis main game XD

    Sekali lagi selamat atas kelahiran anak keduanya Jane. Aku gemes sama pipinya, keknya alus banget terus pen noel-noel!

    ReplyDelete
    Replies
    1. WKWKWK anda memang paling tahu yaaa 😜 memang demikian toh, pokoknya situ suka nggak suka ai tetap mau cerita 🀣

      Hellooo tante Pipit (mau dipanggil tante, onti atau apa nih?). Nanti jika waktu dan kondisi sudah mengizinkan, boleh lah kau towel pipiku sebentar hihi

      Yang tau aku suka Kpop sangkanya pasti begitu wkwkwk padahal bapake yang kasih nama πŸ˜†

      Terima kasih banyak yaa, Pitt. Saranghae banyak-banyak 😘

      Delete
  13. Awwwwwwww, dedek krystal ya ampon gemas sekali siiiiiih. Sehat selalu untuk dedek dan dirimu jugaaaaaaaa mba, pokoknya semuasemuasemuaaaa berbahagia :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Helloooo! Maacih banyak yaa atas doa dan ucapannya :D Btw, saya manggilnya apa ya? Soalnya efo teo itu nama blog kamu kan ya? Bingung manggilnya apa πŸ˜‚

      Delete
  14. Wah, setelah baca ini ternyata saya merasa lebih kuat. Karena biasanya bakal nangis, atau minimal sedih gitulah, tiap kali menyimak cerita tentang melahirkan, apalagi kalau bayinya perempuan. Sebelum-sebelumnya mah suka terpicu sama pengalaman operasi caesar Nyokap yang rada telat dan pendarahan, terus adik bungsu saya akhirnya meninggal. Alhamdulillah sekarang mentalnya baik-baik aja.

    Syukurlah operasinya lancar, lalu Ci Jane dan anaknya sehat. Semoga kalian sehat sekeluarga dan menikmati kegembiraan atas hadirnya anggota keluarga baru. :D

    Jadi ibu-ibu yang mau melahirkan tuh emang suka pada sembelit gitu, ya? Pernah dengar cerita beberapa orang begitu juga.

    Lucu juga ya si Josh terkesan cuek dan pengin main aja. Tapi mungkin mending begitu ketimbang kolokan atau aleman. Saya lupa dulu waktu bocah dan pertama kali mau punya adik tuh apakah ngerengek atau sedih saat ditinggal Nyokap berhari-hari. Tapi kayaknya saya udah kelas 1 SD saat itu. Jadi mungkin pikirannya teralihkan buku pelajaran atau teman-teman baru. Haha.

    ReplyDelete
  15. Congrats, Jane. Welcome to the world Krystal. Semoga bisa menjadi kebanggaan orang tua, penuh berkat bagi semua orang disekitarmu. God bless your new bundle of joy ya, Jane.

    ReplyDelete