Diary of the Month: November 2021

Friday, December 3, 2021


We're finally entering December, folks!

Masih nggak nyangka kalau sebentar lagi tahun ini akan berakhir. Lepas dari apa pun yang kalian rasakan, bad or good, mari kita semua pukpuk bahu masing-masing sambil bilang: "You're doing great. You're doing great." 

The good news is, the world is getting better (I guess?). At least, di Jabodetabek sepertinya sudah semakin membaik. Walau masuk bulan Desember ini, pemerintah udah jaga-jaga PPKM kembali supaya nggak membludak kayak Juli lalu. We have learned our lessons too, sooo... tetap prokes ke mana pun kita pergi ya, gengs! 

Speaking of November, it was kinda a blur for me. Padahal lumayan banyak kegiatan. Let the story begin! 

What I'm Thankful For 


Of course my teaching experience! Akhir bulan kemarin udah gajian (ihiyy!), maka sebulan sudah aku menjadi lǎoshΔ« (teacher). Kebetulan semua muridku kali ini adalah anak SD, terakhir aku ngajar orang dewasa, so lumayan menantang tapi juga menyenangkan. Namanya anak-anak, saat mereka belajar kadang-kadang nyelip cerita juga. Ada yang cerita kalau dia baru ulang tahun, ada yang random bilang mimpinya pengen ke Amerika lihat salju. Lucu banget, deh. Walau harus bersabar ketika mereka mulai moody dan bengong di saat pelajaran berlangsung. Kalau Josh yang begitu udah kena omel mamanya, wkwkwk. Sementara menjadi guru harus tarik nafas panjang, buang, mencoba tersenyum kembali πŸ˜‚ 

After all, this month was amazing with my new experience. So so thankful! 

Small gestures from people I love mostFyi, salah satu love language-ku adalah receiving gifts. Nggak usah repot-repot beli dan bungkus kado buatku, cukup jajanin aku makanan/minuman favorit aja udah seneng banget. 

This month, aku sangat bersyukur karena mendapat "kejutan" kecil dari dua orang yang aku sayang. First, from le hubby. Jadi ceritanya I had a pretty hectic morning sampai nggak sempat bikin kopi sendiri. Aku hampir nggak pernah minta tolong hubby untuk bikinin kopi, I always brew my own coffee. Karena lagi rempong, terpaksa, deh, aku minta tolong. Tentu aja disertai dengan instruksi yang membuat doi terdiam sambil rolling eyes 🀣. Belum sempet turun ke dapur, doi ngomong: "Duh, beli Point Coffee aja, deh!", sambil ngeluarin hapenya dan buka aplikasi ojol. Yang tentu saja kusambut dengan senyum sumringah, wkwkwk. Gimana nggak senang, lagi ribet terus ditawarin kopi favorit. Rezeki nggak boleh ditolak, yakannnn. 

Kedua, sebuah "kejutan" yang nggak kusangka. Lagi enak ngabisin makan malam, tiba-tiba ada ojol datang bawa martabak dan bilang untuk Ibu Jane. Bingung, dong. Nggak ngerasa pesan apa-apa, kok ada yang ngirimin. Begitu aku tanya bapak ojolnya dari siapa, nama papaku disebut. Ternyataaa... my dad tersayang jauh di Bali mesenin martabak untuk kami di Bogor. Nggak nanggung-nanggung, papa beliin satu martabak telur, satu terang bulan. I was literally crying when received it I dunno why. Sampai lari ke suami dan bilang kok aku seneng banget tapi sambil sesunggukkan ngomongnya. I'm such a crybaby 😭 

Kemudian baru sadar, sehari sebelumnya papa sempet nge-chat nanya kuliner enak apa di Bogor, katanya temennya lagi di Bogor dan ingin coba-coba. Nanya martabak enak yang mana, di mana. So there was no friend di Bogor, itu lagi "wawancara" untuk kepentingan pribadi πŸ˜‚

Aku sering bilang, kan, ya, kalau aku sangat "bergantung" pada small joys dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan demikian, aku bisa lebih mindful and be present dalam menjalani hari. Walau nggak bohong juga beberapa hari belakangan ini I'm not in a good mood (ternyata suspek utamanya adalah kedatangan tamu bulanan, bzzzz). Tapi dengan mensyukuri hal-hal kecil seperti ini selalu sukses mengingatkan aku kalau semuanya akan baik-baik saja. 

Food/Drink I've Tried 


KOPI TUKU
AKHIRNYA BISA COBAIN KOPI TUKU 😭😭😭

Nggak sengaja lihat story teman yang bilang kalau Kopi Tuku buka cabang di Bogor, tepatnya di SPBU AKR-bp Sholeh Iskandar yang lokasinya lumayan jauh dari rumah. Akhirnya, Minggu pagi kami meluncur ke sana dan beneran donggg si kopi Tuku ini ada di sana (ya iyalah). Tokonya cakeps, deh. Tema interiornya monokrom, terus ada tanaman ijo-ijo di dalem ruangan. Nggak banyak tempat duduk, kayak cuma ada dua meja kecil seingetku, mungkin karena konsepnya kopi to-go gitu kali, yaa. Kalau aku punya kafe mini (aminkan dulu gengs!) mungkin penampakannya kurang lebih kayak gini, sih, hauhahaha. 

Karena lokasinya cukup jauh dan belum bisa dibeli melalui aplikasi ojol (kalau pun bisa aku nggak tega, sih, mamang ojek nganterin sampe rumahku), akhirnya aku nekad beli satu literan padahal belom pernah coba kopinya. Secara mereka pelopor kopi susu, harusnya memang enak dong, ya. Terus kakak baristanya nawarin beli paketan sama donat kampung 1/2 lusin, aku iyain juga. Kalap banget, mana donatnya juga endul bener 😭

Halooo tetangga baru!

Terus, kopinya gimana? Begitu masuk seruputan pertama, mataku langsung merem melek sambil ngangguk-ngangguk. Pantes aja dia pelopor (kopsus gula aren), WONG ENAK GINI. Rasa kopinya ada, susunya creamy, manisnya pas, udahlah Tuku aku padamu. Jadiii, kita kapan ketemu lagi, nih? *ngomong sama kopi Tuku*

Btw, mereka jual kopi curah lho. Serius, curah. Udah kayak beli telor ayam curah aja di pasar. Jadi harga kopinya 80 perak per ml. Jadi kalian boleh banget bawa botol sendiri segede apa pun (atau galon mungkin) buat beli kopi Tuku ini. Mantul, gan! 

Made pumpkin soup (for the first time ever)
Sekitar awal bulan lalu, Josh itu lagi terobsesi dengan pumpkin alias labu kuning. Kemungkinan besar karena nonton Cocomelon dan Blippi, dalam rangka Halloween mereka nampilin pumpkin terus yang kemudian diolah menjadi sup, pie dan lainnya. 

Suatu hari, sewaktu kami berdua lagi belanja di toko buah, Josh lihat satu rak penuh dengan pumpkin. He was so excited dan dipegangin labunya satu per satu. Sampai aku lagi lihat sayuran lain, dia minta izin untuk stay di rak labu karena dia suka lihatnya. Kasian, deh. Minta beli satu untuk aku masakkin, tapi aku belum pernah olah labu, jadi terpaksa nggak bisa beli dulu πŸ₯Ί

Cerita ini aku iseng share di IG story sekalian minta ide resep labu, tanpa disangka mendapat sambutan luar biasa dari para ebes-ebes. Bahkan. Mas Bayu pun ikutan sumbang ide. Mayoritas memberikan ide untuk dimasak sup aja, easy peasy. Setelah lihat resepnya, oh iya gampang, sih. Sama kayak bikin potato soup tapi diganti labu. Akhirnya, beberapa minggu kemudian Josh kesampaian, deh, makan labu! 

Nggak sempat foto pumpkin soup-nya, foto Josh aja yaa sama labu kesayangan! 

Anaknya senang sekaliii, satu mangkuk sup labu habis sekali makan, huahahaha. Kirain setelah itu udah nggak penasaran. Ehhh, tadi pagi anaknya nanya: "Ma, kapan masak labu lagi?" Hmmmm... masakin lagi nggak, ya? πŸ˜†

Masak japchae sendiri 
Salah satu korean dish favorit dan yang paling mudah dibuat di rumah adalah japchae! 

Kalau ngikutin cara asli orang Korea masak japchae itu agak ribet. Setiap jenis sayur dan dagingnya harus diolah satu per satu, jadi nggak dimasak sekaligus gitu lho kayak bikin mie goreng. Alasannya, sih, biar warna sayurnya tetap cakep dan tekstur mienya tetap chewy. Tapi karena aku ogah ribet, tentu aja masaknya tetap jadi satu, hauhahaha. Tetep enak lhooo. Niat masak sepanci untuk dua kali makan, eh malah habis dalam sekali makan siang oleh suami, Josh dan tentunya yang masak sendiri, hauhahaha. Nggak nyangka jadinya enak banget. Is it because I used a right amount of ingridients and veggies? Atau emang pada maruk aja, sih, hihi. 

Mau? Mau?

Movies/Videos I've Watched 


The Baby-Sitters Club (Netflix Original) 
OMG I'M OBSESSED WITH THIS SERIES! 

Serial ini diangkat dari serial novel anak-anak terkenal di Amerika. Setelah nonton series-nya kepingin banget baca versi novelnya! 

Ceritanya tentang kumpulan anak-anak ABG (mereka baru berusia 13-14 tahun) yang membuat sebuah komunitas bernama baby sitters club. Mereka menawarkan jasa untuk menjaga anak-anak yang masih tinggal around their neighborhood. Club ini dibuat berangkat dari ide salah satu dari mereka, Kristy, yang melihat betapa repotnya saat ibunya mencari nanny untuk menjaga adiknya yang paling kecil. Sebuah klub yang tadinya hanya ingin menjual jasa, malah membentuk sebuah persahabatan yang sangat manis. 

Pokoknya kalau nonton ini tuh rasanya gemesh, deh. The girls are so cute! Jadi ingat masa-masa ABG kayak mereka tuh dramanya seputar iri-irian sama temen, sahabat gue cuma boleh akrab sama gue doang, terus masalah dapet nilai jelek dan takut diomelin orangtua. Serial ini kayak bawa angin segar buatku sendiri yang harus menghadapi realita orang dewasa, wkwkwk. Di serial ini nggak ada yang baik atau jahat, semua karakternya tuh kayak ada di kehidupan nyata. 

Begitu Krystal beranjak remaja, rasanya pengen ajak dia ikut nonton bareng serial ini. It's a cute series that you can watch as a mom my-daughter bonding time! ❤️ 

Books I've Read 


Bulan ini sengaja skip rekomendasi buku, yaa. Karena di bulan ini akan ada Reading Wrapped 2021, so prepare yourself, gengs. Siapa tau ada judul bacaan yang ingin kalian baca di tahun yang baru!

***
Now tell me about your November! How was it? 😊

25 comments:

  1. Duh iya nih varian baru Corona mulai muncul yaah, jadi parno, semoga Indonesia aman-aman saja jangan sampai naik lagi kayak Juli kemarin, huftttt 🀧

    By the way, chukkae mba Jane untuk gaji pertamanya. Wuiiiih, mantap banget ibu guru Jane, hihihi, kalau les begitu biasanya ada masa akhirnya nggak mba Jane? Atau berkelanjutan? 😍 Seru yaaah ajarkan anak-anak, meski anaknya kadang pada salfok cerita ke mana-mana. Melatih kesabaran πŸ˜‚ Wk.

    Terus ikutan terharu waktu baca cerita papa mba Jane kirimkan martabak untuk mba Jane, huhuhu, yang namanya kasih sayang orang tua nggak kenal jarak 😭 Jadi ingat dua minggu lalu saya dapat kiriman dari tante saya yang tau makanan kesukaan saya waktu kecil, dan berhubung di Bali susah dapat akhirnya diam-diam dikirimkan. Small gesture yang sukses membuat senang, apalagi karena Corona jadi susah kumpul keluarga πŸ˜•

    Enihoooo Josh so cute pegang labunyaaa, ya ampuuun, nggak berat kah, Josh? 😍 Ayo mba Jane buatkan lagi labunya, terus bagi-bagi resepnya di blog sekalian biar saya bisa contek hahahaha. Di Korea, soup labu itu salah satu soup kesukaan anak-anak, saya pribadi kayaknya belum pernah makan, jadi penasaran sama rasanya πŸ˜†πŸ§‘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mba Enooo. Dengar-dengar rules karantina di beberapa negara akhirnya diberlakukan kembali ya gara-gara ada varian baru ini? πŸ˜₯ Semoga nggak berdampak serius dan kita bisa tetap prokes, ya!

      Hauhahaha jadi maluuuw XD maacih, Mba Eno! Hmmm tergantung muridnya, Mbaa. Biasanya kalau anak sekolahan mereka lanjut karena salah satu alasan mereka les ada pelajaran bahasa Mandarin di sekolah. Yang penting selama les mereka enjoy dan ada kemajuan, sih. Dua hal ini yang bikin guru senang, bukan? πŸ˜†

      Yaampunn tantenya Mba Eno juga so sweet! Meski jarang bertemu dan jarak jauh nggak membuat tante melupakan makanan favorit Mba Eno, ya. How sweet πŸ₯Ί Memang tuh hal-hal seperti ini yang dilakukan orangtua atau kerabat rasanya spesial sekali, knowing that they remember us aja udah terharu, hiksss.

      Yang di foto itu labunya kebetulan cuma setengah, Mbaa 🀣 tapi ada foto Josh megang labu utuh dan dia nggak keberatan sama sekali, malah sambil pose wkwkwk. Nah iya, Mbaa. Teman aku juga sempat mention kalau labu itu ternyata resep favorit emak-emak Koriya, yaa. Aku pun baru tahu lho.

      Resepnya simpel sekalii, rasanya Mba Eno maupun Mbak Chef pasti bisa banget buatnya di rumah :D

      Labu dikukus, terus tumis bombay, butter, daging cincang (terserah mau pakai atau tidak, kemarin aku pakai ayam), kemudian saus cream serta air/kaldu secukupnya. Aduk-aduk, campurkan labu, setelah itu di-blend. Jadi dehhh! ✨ Resepnya hampir mirip dengan potato creamy soup, Mbaa. Hanya beda rasa saja, hihi. Semoga bisa segera membuat dan menyicip sup labu, ya! 😁❤

      Delete
  2. Hola Kak Janeee..wah udah lama aku gak bersua disini. Apa kabar kak? Hehehe

    Enak kan kopi tuku nyaa? Donat kampungnya juga enak kan kak? Btw kue bolu gula arennya juga enak lhoo..Kak Jane mesti cobain 😁😁

    Oiya Japchae itu rasanya kayak gimana kak? Bentuknya kayak bihun ya..πŸ‘€ pedas kah?

    Yeheyy selamat atas gajian pertama lǎoshī hihihi..gimana kak ngajar anak SD? Butuh kesabaran lebih atau ternyata lebih ribet ngajar orang dewasa? Wkwk

    Gak sabar nih menunggu Reading wrapped nya...kira-kira ada buku apa aja ya yg sudah dibaca sama Kak Jane hmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haiii Reka! Iya lho, kok aku juga jarang nyapa kamu di blogsphere πŸ™ˆ As you know, I'm pretty good! Kamu gimana? :D

      ENAK BANGETSSS πŸ‘πŸΌπŸ‘πŸΌπŸ‘πŸΌ pengen balik lagi ke sana tapi mager karena jauhhh banget, huahahaha. Tapi sebelum natalan sepertinya ingin ke sana lagi untuk beli literannya. Wah, ada bolu gula aren juga? Okay, noted! Nanti akan kucoba sekalian. Thank you, Rekaaa! πŸ€—

      Benerrr, persis bihun. Bedanya kalau japchae pakai bihun pati kentang *eh bener nggak ya?* jadi teksturnya lebih chewy, tebal dan lebih bening ketimbang bihun biasa. Normalnya nggak pedas, tapi boleh kok ditambahkan sesuai selera :D

      Maacihhh! Apa yaaa... yang pasti nggak boleh baper kalau mereka lagi moody, karena anak-anak itu gampang banget moody, apalagi kalau udah ketemu pelajaran yang susah. Jadi musti sabaar, harus bisa ajak mereka ngobrol biar nggak serius-serius amat πŸ˜†

      Aku pun nggak sabar untuk tulis rekapannya! Ditunggu, yaa! Dan aku juga nungguin rekomendasi bacaan dari kamu lagi. Kayaknya The Borrowed bakal masuk TBR tahun depan aja, deh. Nggak keburu baca bulan ini 🀣

      Delete
  3. Ci Janeee! Congrats for your first salary setelah sekian purnama πŸ˜† lumayan buat nambahin jatah buat jajan kopi ya, Boend #plakk

    Btw, aku ikut terharu baca cerita Cici perihal Koko dan Ayahanda yang kompakan di bulan November kemarin πŸ₯Ί apalagi mendengar cerita Ayahanda sampai pura-pura nanya untuk surprisenya, kok aku lucu bacanya karena kayak anak muda aja pas mau kasih surprise biasanya begitu caranya 🀣🀣

    BTW LAGI, KOPI TUKU MAKNYUSS BANGET KAN CII?! Aku beberapa bulan lalu pernah cobain di cabangnya yang Kelapa Gading dan beneran enak banget sih sesuai penjabaran Cici πŸ˜πŸ˜†. Rasanya kopinya joss tapi nggak bikin sakit kepala, manisnya juga pas πŸ˜†. Buat teman-teman yang tinggal di Jakarta, bisa banget pesen di Tokopedia Kopi Tuku, bisa dikirim instan atau sameday gitu kalau nggak salah πŸ˜†. Nggak heran kalau dia terkenal sampai didatangi Pak Presiden waktu itu πŸ˜πŸ‘

    The babysitter club ini bukunya lagi populer banget!! Ternyata karena ada seriesnya toh πŸ˜†. Aku jadi kepo pengin lihat trailer seriesnya hahaha. Btw, kayaknya bukunya tuh graphic novels deh Ci? πŸ€”

    Hwaaa nggak sabar ingin baca Reading Wrapped Cici euy πŸ˜† kepo banget sama buku apa aja yang udah Cici baca setahun ini wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Horaaaay maacih sisterrr! πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³ Lumayan buat beli popok sama susu, bunddd #prioritas 🀣

      AHAHAHA bener banget deh! Jadi inget kita kalau mau sok surprise ke temen pake nanya-nanya dulu, yak XD tapi papaku jago juga aku sampai nggak ada curiga sama sekali. Mana aku sampai kasih foto lokasi tempat beli makanannya lho, wkwkwkw 🀣 after all, I'm so grateful for them both! πŸ₯°

      HUAAA kamu juga udah pernah cobak?? Donat kampungnya pernah coba nggak, Lii? Sebetulnya nggak rekomen makan donat sambil minum kopi susunya sih, karena mulut bakal manis dan lengket gitu, HAHAHAHA. Tapi donatnya enak banget, suer 😭 bener kata kamu, kopinya tuku tuh nggak bikin sakit kepala, komposisi (halah) bahannya paaaas banget! Iya ya, di Tokopedia NYAM! bisa beli literannya langsung. Cus cusss!

      Wait, bukunya lagi populer lagi kahh?? Soalnya setahuku ini series lama, kayak angkatannya Lima Sekawan gitu kalo nggak salah. Kemarin ngobrol sama Mba Fanny yang ngefans sama bukunya waktu SD, katanya full tulisan, Liii. Bukan graphic novels :D nonton deh, Lii! Rasanya kamu bakal suka deh, hihi 😁

      HUAAAA THE MOST ANTICIPATED di akhir tahun ini ya! Aku pun udah penasaran banget sama list buku-buku kamu, kayaknya bakal lebih banyak lagi nih dari tahun lalu 🀣

      Delete
  4. Ga nyangka tau-tau uda Desember aja ya ci… tinggal kurang dari 30 hari sampai ganti tahun ke 2022.

    Btw selamat cici untuk gaji pertamanya sebagai guru!!!! Pas lagi ngelesin gitu, Crystal ke mana ci? Kadang aku tuh suka salut sama ibu yang bisa tetep kerja. Aku ga kebayang aja energi yang terkuras untuk kerjaan sama urus anak. πŸ™ˆ Memang kata-kata super mom itu betul.

    Soal kopi aku ga bisa ikutan icip karena ga suka kopi wkwkwk

    Josh cute banget deh ciii. Dari nonton, sampe pengen makan labu, bahkan pas makan pun suka. Ini tentu karena ci Jane masaknya jago juga nih hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haiii Frisca! Apa kabarmuuu? :D Iya lho, ini tinggal menghitung hari sampai masuk di tahun 2022 πŸ™ˆ

      Hahahaha maacihhh, yaaa! Receh banget deh seneng gara-gara gajian, rasanya udah lama banget nggak ngerasain gajian 🀣 Krystal biasa sama Mbak dan nenek kakeknya di rumah. Ngajar online gini lebih praktis buatku, sih, karena nggak harus ninggalin anak-anak dan mereka tetap bisa dijaga sama orang rumah 😊 Super mom nggak bakal ada tanpa bantuan support system, hauhahaha.

      Wah, kamu nggak suka kopi? Sayang sekali melewatkan surga dunia 😜 *kena cubit* wkwkwk

      Duh, nggak ngerasa jago sih kalau soal masak mah πŸ™ˆ tapi seneng aja berarti masakanku cocok di lidahnya Josh, padahal aku nggak pernah buat sup labu ini sebelumnya, hihi.

      Delete
    2. Kabarku baik di sini ci.. ^^ Sekarang malah uda setengah bulan lagi ya ci ahahaha

      Gapapa ci... Pasti emang rasanya seneng pas dapet gaji pertama tuuuh hehehe Oh ternyata ngajar online... Kirain cc pergi ke tempat anaknya hehe Kalo online sih emang enak ya, jadi ga repot tinggalin anak-anak ehehe Untung juga ada yang bisa jagain anak sebentar saat cc ngajar yaa hehehe

      Wkwkwkw iya ci, aku ga suka kopi. Tubuhku kaya menolak kopi wkwkwkw Jadi lebih baik aku ga usah minum aje daripada sakit kan hehehe

      Biasa emang gitu ga sih ci... Anak itu pasti suka sama masakan mamanyaa hehehe Meski dibilang ga jago masak sekalipun pasti yang namanya anak mah demen sama masakan mama hehe

      Delete
  5. Kopi Tuku itu enak kah ci Jane? Layak dicoba sepertinya. Pump labu kalau anak-anak doyan bagus banget ya? Btw selamat gajian pertamanya...semoga makin meningkat ke depannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kamu suka kopi, you definitely shud try Kopi Tuku, Arian! 😁

      Bener sekaliii. Anak-anak yang suka masakan ibunya itu adalah hal yang patut disyukuri, hahahaha. Ahh, maacih banyak! Aminnn aminn! πŸ₯°

      Delete
  6. JANEEEEEEEEEE... Okeee tarik napas duluuuu..... 🀣... Awal baca ini, aku masih biasa... Trus sampe ke kopi tuku, aku girang karena kita sehati. Aku masih favoritin tuku sampe skr. Sayangnya Deket rumahku juga ga ada, jadi aku jrg beli tuku. Favoritku yg pake baileys .

    Tapiiiiiiiiiiiiii, pas baca bagian THE BABYSITTERS CLUB, aku merinding, nyaris histeriiiiiiis 🀣🀣🀣🀣🀣🀣. Omg, janeeee, bukunya aja aku sukaaa bangetttttt, aku koleksi malah, walo belum lengkap semua. Tapi udh banyaaak... Sukaaaa bangettttt bangetttt Ama serial ini, dari zaman aku SD ❤️❤️❤️❤️. DAN SEKARANG ADA DRAMANYA 😍.... Langsung buka netflix, trus save di my list πŸ˜„πŸ˜„. Tengkiuuu Jane, aku ga bakal sadar kalo ada serial ini, kalo ga baca tulisanmuuuuu .. Made my day bangettttt 😘😘😘😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uwuuuu aura hepinya Mba Fanny nyampe banget sampai sinii! πŸ₯° Persiss kayak aku nontonin serial ini beberapa waktu lalu. Rasanya hepi aja gitu nonton ini. Series yang nggak butuh mikir dan pakai perasaan batin, wkwkwk.

      Begitu baca komentar Mba Fanny ini di email, aku langsung japri lewat DM, kan, yaaa. Seneng banget rasanya ketemu orang yang ternyata dulu ngefans dengan TBC πŸ€£πŸ˜† Sayang bangettt dulu waktu kecil nggak kenalan dengan series bukunya, huhuhu. Tapi justru jatuh cinta dengan karakter Claudia gara-gara Netflix series-nya.

      Jadi gimana, Mbaaa. Udah selesai belum season pertama? 😜

      Delete
    2. Mba Fanny tebar emoticon ya... Wkwkwk πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ happy banget 🀩

      Delete
    3. Hahahahaha makluuum bay, sehappy itu Nemu buku kesayangannya dijadiin serial πŸ˜πŸ˜„πŸ˜„.

      Jane, aku bntr lagi season 2 selesai. Eh btw yaaa, ini si Dawn di season 2 beda orang Ama yg season 1?? Kok mukanya beda yaaa kalo aku liat 🀣. Apa mataku siwer.

      Aku berharapnya ini bakal mengcover semua seri buku TBC Ampe 131 EPs itu. Aku kemarin dong Jane cari di Amazon, tapi susah jugaaaa Nemu yg bener2 komplit 😫. Dan ga kebayang onkirnya ke indonesia πŸ˜„

      Delete
  7. kayaknya dimana-mana kalau ibuknya jadi guru buat anak-anak lain sebagian besar kudu sabar buanget, tapi pas giliran ngajari anak sendiri bikin esmosi. kayak adik aku, soalnya adik aku guru :D.
    terus ibu aku juga guru, tapi kayaknya dari aku SD ga pernah marahi, atau mungkin aku yang pelupa hahaha. memorinya udah ga sampe nih

    di Jember nggak ada kopi tuku, seandainya ada, aku mauuu juga cobain. modelan kopi yang literan gini emang lebih praktis ya, bisa diseimpen di kulkas, dan kalau lagi pengen tinggal ambil
    oke oke besok kayaknya kudu beli versi yang KOPI SOE aja deh, adanya Kopi Soe soalnya di jember hahaha

    japchae ini aku kira capje, ternyata bukan hahaha. Ini kayak mirip kwetiau mungkin ya
    dan tadi aku liat story mba Fanny juga ngomongin soal serial baby sitter ini, okeeelahh aku ikutan penasaran buat nonton, apalagi ceritanya ga buerat buerat kan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh, ibu dan adiknya Mba Ainun guru yaa? Setelah ngajar online gini, aku jadi bisa ikut merasakan gimana rasanya gurunya Josh ngajar di sekolahan. Ngajar les mungkin masih lebih mudah ya (tanpa mendiskreditkan pekerjaan guru les itu sendiri) ketimbang ngajar anak-anak TK sejumlah 20 murid setiap hari πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Si Kopi Tuku ini memang kayaknya nggak gampang buka cabang deh. Setelah sekian lama mereka baru buka di Bogor, itu pun lokasinya jauh pulak, wkwkwk. Eh tapi Kopi Soe enak juga, Mba Ainun. Aku biasa beli yang Goela Merah, Mba Ainun suka yang mana? :D

      Lebih mirip bihun goreng tapi lebih chewy, Mbaa. Cobain deh kapan-kapan, enakkk :D

      Hahahaha kena racunnya Mba Fanny, ya! XD kemarin Mba Fanny fangirling setelah tau ada seriesnya di Netflix, hauhahaha. Cus nonton, Mbaaa! 😁

      Delete
    2. iya mba Jane, ibu dan adik aku guru, kayaknya kalau ngajar tipikalnya sabar hahahaha
      padahal di rumah biasa aja, kalau marah ya marah wkwkwk

      hari ini sabtu, ehmm kok ya kepikiran apa aku ke kopi soe aja ya, kangen juga
      aku suka yang ada roemnya itu mbak, lupa namanya, saking lamanya

      Delete
  8. Mba Jane, aku juga udah nyobain Kopi yang di Point Coffee waktu itu Mba Jane saranin dan beneran enak bangetttt. Kayaknya bakal jadi alternatif deh sekarang apalagi banyak nyaranin Matcha nya juga, kayakya sih bakaln nyoba itu juga aku πŸ˜†

    Btw, aku juga masih ngarep banget Kopi Tuku masuk ke ojol, ternyata repot juga ya kalo gak ada tuh. Tapi, emang sih kopinya enak banget, katanya kalo udah nyicip ini bakalan ngebandingin banget sama yang lain hahaha

    Mba itu Japchae nya menggoda sekali! Selama ini kalo beli makanan Korea kan Japchae cuma jadi side dish yang dapet porsinya kecil banget, tapi kalo udah masak sendiri pasti bisa bikin porsi gede kayak di drama πŸ˜† untuk Japchae bumbunya ribet gak Mba? Harus khusus yang Korea-korea gitu kah?

    Btw, aku menunggu banget nih Reading Wrap Up 2021 Mba Jane, suka banget bacainnya 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah asyikkkk, ada lagi yang kena racunnya akoh untuk nyobain Point Coffee πŸ˜† Matcha-nya juga enak, Mba Tika! Aku pernah coba, cuma kayaknya waktu itu aku yang matcha coffee deh, jadi ada espresso-nya :D

      Ohh jadi mereka memang nggak ada di ojol gitu ya, Mba? Aku kira cuma di Bogor aja karena baru jadi belum ada di Gofood/Grabfood. Huahahaha teorinya valid dong, aku baru minum seteguk aja langsung ngebandingin sama kopi-kopi lain yang aku suka πŸ˜‚

      Nggak ribeeeet. Bahan-bahannya pake yang ada di rumah aja: kecap asin, minyak wijen, gula, garam, udah! 😁 Tapi kalau nggak mau ribet dan lebih pengen ada taste koreanya, coba pake bumbu jadi aja, Mba Tikaa. Suka banyak yang jual di marketplace, yang pernah aku coba merk dari Maeil Food, tapi kayak lokalan dari Mamasuka gitu juga ada :D

      Ditunggu yaa, Mba Tika! Ayooo Mba juga bikin biar seru πŸ˜†

      Delete
  9. Aku baru pertama kali denger Kopi Tuku 😁.. tak cari di google siapa tahu ada kan ya dimari.. wkwk tapi nggk ada 😭.. wkwk yaiyalah. Wong di Bogor aja yg kota gede baru buka cabang.. masa Cilegon yg Kota Cuilikk mau dpet giliran dluann.. hahah πŸ™ˆ

    Btw selamat buatt gaji pertamanya Mbak.. ihirrr asikk bisa traktir Josh jajan Crane πŸ˜‚

    Btw lagi Terang Bulan itu Martabak Manis ya Mba??
    Aku pas baca bagian Small Joys, hati langsung cessss Ademm πŸ€—.. mana cuaca lagi hujan juga jadi makin ademm.. Small Joys yg kaya gini ini memang bikin hidup makin Luaarr Biasa ya Mba. Bisa peka terhadap hal2 kecil kaya gini tuh anugrah banget nggak sih... 😚

    Sughoiiii Japchaenya.. looks delicious mba.. warnanya itu lohh cakepp... 🀩

    Well ditunggu Book Wrapped 2021nya.. hihih

    ReplyDelete
  10. Baca tulisan ini jadi sadar beberapa minggu lagi uda tahun 2022 aja. Cepet amat waktu yaa, perasaaan baru kemarin awal tahun. Ehhh bentar lagi natal dan ganti tahun. Btw congraaatss ci atas gajinyaa πŸŽ‰ kebayang gimana cici harus sabar dan cari cara agar anak-anak tetap semangat belajar. Cuma jadinya seru sih kalau anak-anaknya juga saling cerita hhhee..

    Btw Josh gemaaass sekaliii. Sumringah banget foto sama labunyaaa hhhee. Waah siap-siap nyari kreasi olahan labu nih cii, ntar bisa di tagih sama Josh 🀣

    Karena aku bukan pecinta kopi, jadi ga pernah tertarik coba-coba kopi ini dan itu. Cuma kalau donat jadi penasaran mau cobain deh hhhee. Apalagi kalau empuk gitu macem donat kentang, waaah bisa abis beberapa sekali makan.

    Papanya cici sweeett amaaat siiihh. Random bisa tiba-tiba chat dan kirimin makanan gitu. Cici martabak manis lebih suka yang tipis kering atau yang tebel?

    Japchaenyaaa keliatan enaaak cii 🀀 duuh jadi pengen makan makanan korea. Efek mulai sering nonton drakor juga nihhh 🀣

    ReplyDelete
  11. Belakangan ini sudah jarang minum kopi pagi-pagi. Soalnya bangunnya siang, terus biasanya langsung ke kampus. Nah, di kampus ini, saya biasanya melipir ke kantin untuk ngopi. Terus malamnya lagi ke rumah teman untuk ngobrol dan ngopi. Rindu juga euy, bangun pagi bikin kopi sendiri.

    Kemarin, series itu sempat lewat di Beranda Netflixku, tapi sekarang lagi nonton yang lain dulu. Sudah jarang punya waktu buat nonton, paling kalau di rumah ngabisin waktu untuk ngedit proposal dan main game. Terus kalap tidur sore dan jadinya malah begadang. Siklus tidur akhir-akhir ini memang rada berantakan.

    Ngga sabar pengen baca Reading Wrapped-nya euy ☺

    ReplyDelete
  12. You're doing great, Mba Jane! Selamaat yaa untuk Mba jane dan kita semua yg udah berhasil melalui tahun ini tanpa kurang suatu apapun dengan segala pengalaman menyenangkan naik dan turunyaa.. ^^

    Yeeeyy gajiaaann. Seruuu yaa ngajar. Selain jd penulis, salah sautu cita2 terpendam aku ini jd guru sebenernya Mba jane. Aku selalu seneng ngajarin orang, sharing, ngejelasin... Di kantor pun kadang aku suka ngumpulin tim aku n bikin kelas kecil gt. Hehehe

    Eh aku baru tau dong ternyata orang Korea masak japchae seribet itu yaa. Dimasaknya satu2 dulu gt. Pasti seneng ya Mba jane, masakan kita dinikmati sama keluarga dg lahap gitu yaa ^^ Walaupun ga pake cara masak kayak orang Korea, yg penting keluarga pada sukaaa.. yeeeeyy!

    ReplyDelete
  13. Ci Janeee selamat untuk gajiannyaπŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰ wkwkwkwkwk ngadepin anak kecil tuh jadi inget ke masa-masa aku masih kuliah dan jadi guru les ponakan-ponakan, astagaaa emosiku masih labil banget jadinya suka marah-marah🀣 I was an asshole back thenπŸ˜†πŸ˜©πŸ˜© kalau sekarang emosi udah lebih stabil, malah berhenti jadi guru lesπŸ˜‚ sukses terus Ci Jane ngajarnyaπŸ’ͺ

    Btw itu aku ngakak dong beli kopi segalon dicoret😭😭😭😭😭😭😭 dahlah😭 makasih hiburannya bun😭😭😭

    ReplyDelete