#JanexLiaRC: Happiness Battle by Joo Youngha

Saturday, September 10, 2022



Seperti yang udah aku ceritakan, akutu kena reading slump selama sebulan penuh dan berusaha untuk mendorong diri sendiri untuk baca lagi, at least one book for #JanexLiaRC (ya biasa juga cuma baca satu buku sih wkwk). Seneng banget ternyata pilihan bacaan kali ini sukses membawa mood bacaku kembali! 

💡 Blurb 


Sepasang suami istri ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Apartemen High Prestige supermewah di Gangnam. Sang suami, Kang Do-joon, ditikam di punggung, sementara istrinya, Oh Yoo-jin, ditemukan tewas dalam posisi bergelantungan di pagar balkon. Ketika Jang Mi-ho mendengar tentang kematian Oh Yoo-jin, sahabat baiknya semasa SMA, ia pun terdorong untuk menyelidiki sendiri kasus aneh itu.

Mi-ho berhasil mengetahui bahwa Yoo-jin dan beberapa ibu TK terlibat “perang kebahagiaan” di media sosial, di mana mereka berlomba-lomba memposting foto untuk memamerkan diri bahwa mereka adalah orang yang paling bahagia, karena memiliki suami paling penyayang, barang paling mewah, dan anak paling pintar. Polisi secara resmi menyatakan bahwa Oh Yoo-jin bunuh diri setelah menikam suaminya, tetapi Mi-ho curiga bahwa alasan kematian Yoo-jin berhubungan dengan “perang kebahagiaan” ini.

Juga berhubungan dengan USB misterius yang sepertinya diburu semua orang.

Namun, apakah kasus ini juga berhubungan dengan trauma dari masa SMA tujuh belas tahun yang lalu?

💭 My Personal Thoughts 


NOVEL INI SERU BANGET. 

Harusnya dua hari selesai, sih. Di saat lagi seru-serunya dan hampir selesai, jam tidur malam sudah memanggil. Apa boleh buat, akhirnya kebawa mimpi saking penasarannya 🤣 Mimpinya memang nggak berhubungan dengan novel, sih. Tapi ya serem ughaaa. Ada yang gitu juga nggak, sih, baca novel misteri/thriller ujung-ujungnya kebawa mimpi? Apa gue terlalu menghayati cerita, yak. 

Happiness Battle karya Joo Youngha ini bercerita tentang Miho yang terobsesi dgn kematian Yoojin yg ganjil. Kadar suspensi cerita semakin tinggi saat Miho menemukan bahwa Yoojin terlibat dalam "perang kebahagiaan" dengan para ibu-ibu TK Heritage. Miho berusaha untuk mengupas rahasia-rahasia Yoojin di balik kesempurnaan hidup yang dia tampilkan di sosial media. Semakin dia mendalami kehidupan Yoojin, tanpa disadari Miho pun berjalan kembali ke trauma masa lalunya yang nggak pernah dia selesaikan. 

Prolog Happiness Battle sedikit mengingatkan aku dengan drama Korea lawas (halah lawas xD) berjudul "Their Perfect Day". Drakor ini masih menjadi favoritku sampai saat ini. Sayang, aku nggak tahu bisa ditonton di mana. Pembuka drakor tersebut sama dengan novel ini, menceritakan seorang anak yang hilang saat pertunjukan di sekolah. Selain itu keduanya mengambil tema cerita yang kurang lebih sama: ibu-ibu sekolah yang berkompetisi anak siapa yang paling hebat, sampai mengorbankan kebahagiaan keluarga dan anak mereka sendiri. 

💌 Favorite Part of the Book


Nah ini.

Bagian favorit dari keseluruhan novel ini adalah di saat kita berpikir cerita sudah selesai, kita bakal dikejutkan dengan penulis yang membuka lapisan terakhir dari cerita ini. Bagian ini lah yang sukses bikin aku speechless. Literally speechless, hahahahaha. 

Dan alih-alih membuat kita penasaran dengan mencari tahu siapa pelakunya, kita bakal dibuat bertanya-tanya pada diri sendiri. Seberapa penting, sih, buat kita untuk "pamer" kebahagiaan di dunia maya? Tujuan kita posting sesuatu di sosmed (atau blog) tuh apa? Dan kenapa, sih, yang kita anggap mereka nggak kekurangan bahkan kelimpahan dalam materi sekalipun masih membutuhkan validasi dari sosial media? Why? Why? Why? 

Denger-denger, novel karya Joo Youngha ini menang kontes penulis K-Thriller. Nggak heran, ya. 

🖋 Favorite Quote


Sebetulnya ada beberapa quote yang ingin dibagikan, tapi menurutku yang satu ini adalah benang merah dari keseluruhan cerita. 

"Anak-anak selalu menjadi korban keserakahan orang dewasa. Anak-anak harus menanggung akibatnya selama mereka tumbuh dewasa, selama sisa hidup mereka, sampai segalanya berubah menjadi bekas luka." (p. 205)

Aku sering banget denger kejadian traumatis di masa lalu yang berdampak besar pada diri seseorang disebabkan luka batin di masa kecil dan sedihnya karena orang tua sendiri. Mungkin sebagian besar dari kita paham rasanya "dibebani" harapan-harapan orang tua yang nggak semua bisa dilakukan. Maka dari itu, aku juga nggak mau menuntut anak-anakku untuk menjadi sesuai yang aku mau. Mereka itu ciptaan Tuhan di mana Tuhan sendiri yang udah memberikan segala potensi dan rancangan hidup dalam diri mereka. Biarkan mereka tumbuh menjadi sesuai rancangan-Nya, bukan sesuai apa mau kami sebagai orangtua. 

***
Sebagai buku fiksi yang mampu membuat aku mengkaji ulang arti sebuah kebahagiaan, boleh lah ya kasih rating 5/5 🙌🏼

Siapa aja, sih, yang bakal suka novel ini? Buat kamu penggemar novel sejenis Second Sister (Chan Ho Kei) dan Penance (Kanae Minato), kemungkinan besar Happiness Battle ini bakal nyusul di daftar bacaan favorit kalian. 

11 comments:

  1. waah, ceritanya bagus banget jane bikin aku larut dalam kesedihan . namun kalau bisa aku simpulkan ya jane apa yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya itu hanya semata untuk melindungi anaknya agar anaknya tidak sampai menggalami hal yang tidak diinginkan. kamu tahu jane, kasus terjadi sekarang ini melalui media sosial ?'' banyak gadis, atau wanita yang sudah menikah sekalipun mencoba untuk live streming baik di smule, starmaker, wekara, wesing, atau di tiktok yang akhirnya lawan bicanya suka apa yang terjadi , lawan bicaranya melakukan gendam sukma cinta yang membuat si wanitanya mengurung diri di rumah tak mahu bicara.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mba Tari. Semua orang tua memang ingin yang terbaik dan melindungi anak-anaknya. Tapi terkadang saking ingin melindungi, malah berbalik jadi memenjarakan anak, huhu. Nggak mudah memang jadi orang tua, jadi mikir perjuangan orang tuaku sendiri, gimana mereka sudah membesarkan aku dan para adik sampai sejauh ini (':

      Aku nggak paham apa itu gendam sukma, begitu googling jadi merinding. Yaampun sampai segitunya dunia media sosial sekarang T_T Semoga kita selalu bijak saat main sosmed, yaa.

      Delete
  2. Cusss Grameddd!!! ahahaha. semoga adaaa..
    dari awal pertama mba Post ini di story Ig aku udah tertarik sihh... Terus abis baca reviewnya di Blog jadi makin tertarik... 🤩
    Ku kira awalnya ini nihh buku Non-Fiksi mba.. Ternyata Fiksiii yaa... 😍 Misteri lagii. Aku yang jatuh cinta sama Second Sister, disusul The Borrowed yang 'lagi' proses baca belum beres-beres sampai sekrang... wkwkwk *Ya gimana mau beres, sehari 2 lembar...* wkwk

    btw, baca bagian Mba Jane sampe kebawa mimpii.. Aku langsung ingett mimpi aku kmarin-kmarin yang seruu banget.. Ahahah. Aku mimpi jadi Wandaa mbaa.. terus aku hidup di realita yang aku mauuu.. wkwk.. Bangun2 smpe keringetan karena disana aku nyiksaa orang2 yang nentang.. 🫣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti adaaaa! XD

      Wah, kalau Mas Bayu suka Second Sister pasti suka Happiness Battle ini. Apalagi ini nggak setebal Second Sister, bacanya lebih cepat, hauhaha. Duh, akutu udah diracun The Borrowed dari kapan tau sampai sekarang mager banget untuk mulai baca, wkwkwk.

      WKWKWK MAS BAYUUU 🤣🤣🤣 plisss jangan bilang di mimpi Mas Bayu juga pake kostum Wanda yang merah-merah itu? HAHAHA

      Delete
  3. Ci Janeee, tau gak sejak mba Thessa dulu ngereview buku ini, aku udah masukin ke wish list hahaha. Habis baca review ini aku jadi makin pingin baca, tapiii...tahun depan aja kali ya, soalnya tahun ini udah full booked banget jadwal bacaku. *banyak gaya* xD

    Ngomong-ngomong soal bahan bacaan terbawa ke alam mimpi, aku baruuu aja ngalamin juga Ci. Beberapa hari yang lalu, tiga hari yang lalu kayaknya, aku kan baca buku A Short History of Nearly Everything. Nah, pas baca buku itu tuh aku nggak nyambung sama isinya, hahahaha. Sampai kebawa mimpi saking penasarannya kenapa kok gak nyambung. xD Terus aku udahan aja baca buku itu, diselesein tahun depan aja. xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah, Mba Thessa sempet review buku ini juga, ya? Kalau beliau review dan merekomendasikan, berarti memang harus baca secepatnya, Ndah! XD Ini mah disempilin bisa kaliii. Nggak tebel kok, yakin paling lama dua hari bisa kelar, wkwkwk *maksa*

      Ahahahahaha persis banget kayak aku kalau nanggung baca/nonton sesuatu yang nggak kelar, pasti kebawa mimpi terus ngarang plotnya sendiri 🤣 jadi tuh buku di-pending sampai 2023? wkwkwk

      Delete
  4. Ci Janeee, entah kenapa selama aku baca buku ini, aku ngerasa buku ini cocok banget sih kalau dijadiin drakor wkwk. Eh ternyata beneran bakal dijadiin drakor ya? 🤣. Plot twist endingnya ngeselin banget astagaaaa, bikin pengin ngelempar bukunyaaa 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, Lii. Aku iseng browsing eh ternyata beneran lagi mau diangkat ke drakor, wkwkwk. Semoga tayang di Netflix biar bisa nonton XD

      Ssstttt, jangan buka di sini! Hahahaha. Tapi menurutku ending-nya tuh apik lho. Plot twist yang bener-bener bikin hati nyesek. Sedih bangett T__T

      Delete
    2. Amiiin! Penasaran sih gimana kalau jadi drakor, siapa kira-kira yang bakal jadi pemain ya 🤔

      Wkwk tenang, nggak akan aku buka di sini 😝. Nyesek dan gregetan kalau aku, Ci 🤣

      Delete
  5. sepertinya pelajaran yang bisa diambil dari novel ini bagus, terlepas dari genre misterinya.
    aku kalau baca misteri udah pasti kebawa sampai mimpi mbak, kalau dulu kayaknya biasa baca buku dengan tema misteri. Kalau sekarang kok masih banyak mikir mau baca misteri hahaha, padahal sebenernya penasaran. Mungkin kuncinya jangan dibaca waktu malam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mba Ainunnn. Banyak banget pelajaran hidup yang bisa diambil dari novel ini. Baca beberapa halaman aku kayak ikut termenung, kenapa ya aku main sosmed, kenapa ya aku posting ini, hahaha.

      Sebetulnya cerita misteri nggak selalu horor lho, Mbaa. Cari aja yang asian lit kayak misteri detektif, bisa dibaca dari favoritku Kesetiaan Mr. X karyanya Keigo Higashino :D

      Delete