School Memories

Friday, March 12, 2021


Beberapa waktu lalu, ada tujuh teman blogger melakukan ODOP selama tujuh hari berturut-turut, menulis dengan tema yang beragam. Salah satu tema yang paling melekat di hatiku itu saat teman-teman menceritakan tentang pengalaman masa sekolah

Nggak bisa dipungkiri, selesai membaca ketujuh cerita yang berbeda-beda, aku pun ikut bernostalgia kembali ke masa-masa sekolahku dulu. Kemudian, tangan ini mulai gatel. Kayaknya seru juga deh kalau ikutan cerita di blog 🀣 

Maka dari itu lah, tulisan hari ini akan membahas pengalaman yang nggak terlupakan saat masih sekolah dulu. Semua ini udah lulus sensor, ya. Maksudnya, udah aku pilih-pilih banget ceritanya yang layak dipublikasikan wkwkwk. Kebetulan aku masih ada blog semasa SMA yang ku-private untuk konsumsi pribadi. Sambil menulis, aku sambil menengok kembali cerita di dalam blog tersebut. Rasanya kayak masuk mesin waktu sendiri, deh. Thank God aku nggak pernah menghapus blog alayku itu πŸ˜†

Tulisan ini akan cukup panjang, so bear with me! Sediakan cemilan favorit kalian, and let's ride the time machine together! 

SD
Ada satu teman sekelas, sebut saja dia Bawang Merah. Si Bawang Merah ini memang dikenal jutek dan sombong. Aku sendiri nggak suka berteman dengan dia karena, ya, sifatnya itu. 

Suatu hari, di kelas kami kedatangan seorang anak baru, sebut saja dia V (bukan Taehyung BTS ya XD). Waktu pelajaran seni menggambar, si V ini membawa satu set krayon yang masih baru banget dan koleksi warnanya super lengkap. Namanya anak-anak, melihat krayon milik V tersebut pasti pada mupeng dong, termasuk aku. Aku pun minta izin ke V untuk melihat-lihat krayon miliknya. Tiba-tiba si Bawang Merah mendekat dan membisikkan sesuatu pada V. Sebel banget nggak, sih, kalau lihat teman bisik-bisik di depan kita? Entah apa yang dibisikkan si Bawang Merah, yang terjadi kemudian V mendadak menarik krayonnya dari hadapanku. Kayak yang takut banget aku ambil gitu lho, dan dia pun menjauh. Sebagai anak kecil yang lugu, tentu aja aku bingung. Perasaan tadi kami berdua baik-baik aja, kenapa Bawang Merah datang dia jadi menjauh?

Beberapa hari kemudian, V kembali duduk berdekatan denganku dan kami berteman seperti biasa. Tiba-tiba V nyeletuk, "Eh, kamu tahu nggak. Waktu itu Bawang Merah kasih tahu aku supaya nggak minjemin kamu krayon yang aku bawa." Lagi-lagi karena kepolosanku, aku cuma ngangguk-ngangguk. 

Sekian tahun berlalu, aku dan V malah sahabatan baik sampai orangtua kami tuh saling mengenal satu dan lainnya. Saat kami naik SMP, aku teringat kenangan dengan V dan krayonnya itu. Aku baru menyadari maksud dari si Bawang Merah di kala itu dan aku pun tersinggung dong. Yaelah, Jane. Tersinggungnya berapa tahun kemudian banget yeeee. 

Tapi yaa begitu lah. Sejak insiden krayonnya V, kami malah sahabatan erat banget. Sayangnya, V pindah sekolah saat naik SMA dan aku sangat sedih kayak putus cinta. Persahabatan kami pun berhenti sampai di situ. Namun, kami masih berhubungan baik kok walau nggak senempel saat SD-SMP dulu 😁 Saat ini V udah berkeluarga dan tinggal di negara Paman Sam, dia punya anak kembar laki-laki lho! Lucuk banget deh! 

Kalau ngomongin soal naksir-naksir cowok, kebetulan ada nih ceritanya 😜

Sebelum aku dicap ganjen, mau TMI dulu. Saat kelas 5 SD, aku resmi datang bulan. Mungkin karena puber duluan, aku mulai paham tuh yang namanya suka-sukaan dengan lawan jenis. Alhasil, saat naik kelas 6 SD, aku punya kisah cinta monyet dengan seorang teman kelas, sebut dia C. Si C ini punya adik yang kebetulan les Mandarin dengan mamaku. Setiap sore, si C pasti ke rumah untuk menjemput sang adik. Saat tahu si adik C les di rumah dan kakaknya yang menjemput, aku nervous banget dong! Mana suatu kali, si C bawain aku cemilan biskuit dan cokelat yang kayaknya, sih, sengaja dia pilih bentuknya lope-lope gitu. Saat menerima itu, aku cuma bisa shy shy cat menahan malu dan jantung yang berdegup kencang. Karena masih kecil nggak mungkin jajan sendirian, mamaku curiga dong itu cemilan dari mana. Aku jawab dari teman, mama malah makin curiga 🀣 

Tapi sepertinya sampai detik, mamaku no idea deh kalau cemilan itu datang dari seorang kakak mantan murid lesnya dulu LOL 

SMP
Tau nggak, sih. Sebetulnya aku udah ngetik panjang lebar kisah cinta monyet yang bersemi kembali di bangku SMP ini. Tapi setelah dibaca dan ditinjau ulang... kok kayaknya nggak layak publish... apalagi mengingat suami juga akan membaca HAHAHA 🀣 

Becanda deng. Suami mah udah tau kok hihi. Cuma akunya aja yang nggak siap batin cerita alayku dibaca oleh khalayak ramai LOL 

Btw, aku memasukki awkward phase saat SMP. Mungkin beberapa dari kalian pasti pernah melalui fase ini deh. Fase di mana kita merasa sulit banget untuk bergaul maupun dalam berpenampilan.

Dalam berpenampilan, misalnya. Gaya berpakaianku dulu itu boyish alias tomboy banget. Bayangin aja. Di saat mungkin anak-anak cewek lainnya ingin beli sepatu balet yang bling-bling, aku malah ngerengek ke Mama untuk dibelikan running shoes merk Converse yang dijual di Sport Station. Aku masih ingat modelan sepatu tersebut: agak bulky, warnanya putih biru, dan aku bangga sekali memakai sepatu itu ke mana pun. Ditambah dengan gaya berpakaian kaos dan celana modelan hip hop yang berkantong lebar dan ada talinya itu lho 🀣 Nggak heran mamaku suka wanti-wanti kenapa anak cewek satu-satunya nggak ada selera fasyun dan sentuhan feminimnya sama sekali wkwkwk. Apalagi saat naik SMP kelas dua, aku mengambil ekskul Taekwondo dan benar-benar menekuni olahraga tersebut sampai SMA *will talk more about this later!* 

Tapi setelah melihat teman-teman cewek lainnya yang mulai berpenampilan menarik, perlahan aku mulai 'bertobat', sih. Walau masih terkesan cuek, namun setidaknya aku mulai berkenalan dengan bedak compact Pigeon ((pigeon)) πŸ˜†

Memori menarik lainnya semasa SMP, adalah berangkat ke sekolah setiap hari dengan mengendarai sepeda! 

Akutu hampir lupa lho dengan fakta ini. Kebetulan saat SMP aku berkenalan dengan dua teman baru yang ternyata tinggal di perumahan yang sama. Mengetahui hal tersebut, akhirnya kami bertiga memutuskan untuk berangkat sekolah bareng setiap pagi dengan sepeda. Kami bertiga sampai dikenal beberapa teman dan guru sebagai geng sepeda karena selalu tiba di kelas secara berbarengan. Kalau salah satu dari kami nggak hadir, pasti ditanyain kenapa nggak masuk πŸ˜†

Nah, enaknya punya teman satu perumahan, kalau nggak masuk sekolah bisa saling titip tugas hihi. Dan kalau nggak salah ingat, kayaknya aku sepedaan ke sekolah itu selama tiga tahun penuh deh. Di saat siswa-siswi lain mulai beralih ke sepeda motor, kami bertiga tetap eksis sepedaan hauhahaha. 

SMA
Masa SMA bisa dibilang masa yang bittersweet buatku. Masa-masa yang kalau ditanya ingin diulang atau nggak, aku bingung jawabnya. Antara pengen dan nggak sebetulnya. Masa orientasi saat SMA aja tuh udah nyebelin banget. Fun fact: aku pernah diteriakin oleh senior karena ketahuan bawa sunblock di dalam tas saat orientasi. Aku masih ingat banget si senior berteriak kencang, "MAU JADI SNOW WHITE KAMU HAH?" di depan mukaku dan barisan teman-teman satu angkatan. Walau judulnya "bercanda", tetap aja nggak lucu. Emangnya lo mau tanggung jawab kalau kulit gue kebakar? 😀

Eniwei, sejak naik SMA aku mulai menyendiri dan pilih-pilih teman. Makanya sampai lulus pun teman baikku ya dia-dia lagi. Tapi aku nggak ansos, yak. Cuma lebih memilih untuk sibuk di dunia luar sekolah. Salah satunya kesibukan fangirling di forum yang menurutku lebih membawa manfaat (lol), dan juga beberapa kegiatan di bawah ini:

Taekwondo 
Kenapa, sih, pilih ekskul Taekwondo, Jennn? 

Sejujurnya aku nggak punya alasan khusus. Mungkin karena masih remaja jadi kepingin out of the box aja kali, yaa. Bahkan teman cewek yang ikut ekskul ini pun hanya dihitung jari (mungkin hanya tiga orang termasuk aku), sisanya lakik semua. 

Namun, seingatanku selama ekskul Taekwondo, semuanya diisi dengan hal menyenangkan! Meski anggotanya kebanyakan cowok, mereka nggak pernah ganjen atau bully anak cewek. Bahkan sabeum (panggilan coach dalam bahasa Korea) kami pun nggak memandang sebelah mata pada murid cewek. Semua murid diperlakukan sama. Kalau ditugaskan lari keliling gedung sekolah 5x, semua ya harus nurut. Saat pemanasan dan melakukan split, semua harus split dengan posisi terbaik. Nggak ada yang namanya dikasih keringanan khusus untuk anak cewek. Kecuali, kalau ada alasan tertentu, yaa... you know what I mean. 

Salah satu hal yang paling aku suka selama ekskul Taekwondo, aku bisa melampiaskan kemarahan kalau lagi bete. Maklum, namanya abege labil suka ngambek nggak jelas, kan. Jadi saat latihan, aku bisa meninju dan menendang sepuasnya dengan sekuat tenaga. Tenang... yang ditendang yang ditinju bukan orang, yak, wkwkwk. Kalau udah begini, sabeum pasti bertanya, "Kamu lagi marah sama siapa?" 🀣

Sabeum kami dulu itu terlihat sangar dari luar. Kendaraannya aja motor Ninja yang gede itu lho. Namun memiliki hati hello kitty alias baik hati sekaliii 😁 Kalau latihan sedang berlangsung, sabeum pasti tegas. Kalau waktunya istirahat, ya doi juga santai-santai aja ngobrol bareng kami. 

Waktu SMA kelas 1 atau 2, aku mengikuti semacam camp khusus untuk murid-murid Taekwondo se-Jakarta apa gitu deh. Pokoknya camp ini dihadiri oleh berbagai murid dari sekolah yang berbeda-beda. Camp akan berlangsung selama 3H2M, satu hari khusus didedikasikan untuk ujian kenaikan sabuk. Fyi, aku dulu berhenti di sabuk biru. Sayang banget padahal sedikit lagi bisa pegang sabuk merah. Memang nggak dilanjutkan karena keburu lulus SMA, hiks. 

Nggak ada kesan mewah apalagi nyaman tentang camp ini. Satu hari penuh kami dilatih ala militer. Bangun jam tiga subuh untuk lari, kemudian lanjut berlatih dan siangnya ujian di bawah sinar matahari yang terik. Tidurnya aja sepuluh orang dalam satu kamar, tentunya dibagi laki-laki dan perempuan, yak. Kamar mandi juga cuma satu. Bayangkan aja gimana ceritanya ngantri untuk mandi dan urusan toilet. 

Meski secara fisik capek banget, namun ini menjadi sebuah memori yang nggak terlupakan. Apalagi bisa bertemu dengan teman-teman dan pengalaman baru. 

Sayangnya, seperti yang kubilang di atas. Aku nggak melanjutkan Taekwondo karena harus kuliah. Sabeum juga sangat menyayangkan hal ini, tapi yaudahlah life goes on πŸ˜‚

Study tour ke China 
Saat naik kelas SMA dua (sebutannya kelas XI yak), mulai banyak murid-murid yang mengincar beberapa kampus serta jurusan kuliah favorit, tak terkecuali aku. 

Sejak awal aku udah memutuskan untuk masuk IPS, orangtuaku juga nggak pernah nuntut aku harus masuk jurusan tertentu. Tapi soal jurusan kuliah ini nih yang super bikin dilemma. 

Di tengah kegalauan tersebut, mendadak kenalan orangtua menawarkan aku untuk berangkat study tour ke Changsha (Hunan, China) selama kurang lebih 3 minggu. Mengetahui hal ini, Mamaku bawel banget memastikan bahwa aku nggak boleh sampai melewatkan kesempatan ini. She knows bahwa ada kemungkinan pintu kesempatan lain yang terbuka untukku bisa kuliah di China dengan mengikuti study tour ini (and the rest was history 😊).

Sebetulnya aku agak ragu. Pertama, ini akan menjadi pengalaman pertama berangkat ke luar negeri, SENDIRIAN, tanpa ditemani siapa pun yang kukenal. Kedua, simply karena aku nggak punya bayangan apa-apa tentang kota yang akan dituju. I've heard Beijing, Guangzhou, Shanghai dan kota-kota besar lainnya. But, Changsha? Selain mengetahui salah satu objek wisata termegah mereka dipakai sebagai background shooting film Avatar, aku nggak tahu apa-apa lagi tentang Changsha. 

Namun pada akhirnya berangkat juga, sih. Aku bakal menyesal banget nget nget kalau sampai melewatkan kesempatan ini. Kalau nggak berangkat, aku bakal melewatkan musim dingin pertamaku dengan pemandangan salju (nggak sampai turun salju, cuma sempat melihat tumpukan salju di tepi-tepi jalanan), aku juga nggak akan punya memori melewatkan malam tahun baru di negara orang bersama teman-teman baru. Aku juga mungkin akan menyesal karena nggak akan bisa menyicip stinky tofu (literally tahu bau XD) yang femes itu. Buat yang penasaran, ini tuh sejenis makanan tahu goreng yang difermentasi, makanya baunya sangat menusuk. Tapi pas dimakan, enak banget kayak tahu gejrot 🀣

Ada satu cerita epic sebelum kami berangkat ke Changsha. 

Karena aku akan berangkat bersama teman-teman dari Pekanbaru, kami pun harus menginap semalam di Batam, kemudian naik ferry ke Singapura, kemudian melakukan flight ke Changsha via transit Guangzhou. Such a long journey, kan πŸ˜‚

Kami menginap semalam di Batam di sebuah guest house. Karena kamar yang tersedia nggak banyak, anak cewek harus tidur di satu kamar, begitu juga dengan anak cowok. 

Malam itu aku baru aja tiba dari Jakarta, dan menemukan fakta bahwa aku nggak mendapat jatah kasur di dalam kamar. Padahal harusnya tiap anak mendapat kasur ukuran single. Akhirnya ada seorang teman yang menawarkan aku untuk share kasur bareng dia. Later did I know, kami malah berteman baik sampai hari terakhir study tour.

Singkat cerita di hari kami check in di Changi siap kembali ke kota masing-masing, salah satu teman cewek menghampiriku dan mengatakan sesuatu yang bikin terkejot.

Jadi gengs, beberapa teman cewek sepakat menyembunyikan jatah kasurku di hari pertama kami menginap di guest house! Tau alasannya? Karena mereka pikir ada anak Jakarta yang bakal datang dan menurut mereka anak Jakarta tuh songong. Jadi mereka ingin aku, si anak Jakarta yang katanya songong ini, mendapat sedikit 'pelajaran'. 

Alih-alih kesal, aku malah ngakak banget mendengar 'pengakuan' tersebut 🀣 bisa-bisanya mereka punya pemikiran kayak gitu. Dalam hati aku membatin, mereka belum tau aja anak songong Jakarta yang SEBENARNYA tuh kayak apa πŸ€ͺ 

Ada yang bisa tebak di mana kah si anak Jakarta? Emang iya dia terlihat songong? πŸ˜†

Melamar kerja di Cosmogirl 
Selesai menuntaskan ujian akhir SMA, aku dan kedua teman memutuskan untuk melamar sebagai part timer di majalah Cosmogirl Indonesia. Karena kami punya waktu yang cukup panjang sampai masuk kuliah nanti, kayaknya lumayan deh kalau diisi dengan pekerjaan berfaedah. Apalagi memang udah cita-citaku banget dari SMP untuk bekerja di majalah remaja favorit hihi. 

Setelah mendapat panggilan untuk interview, aku janjian dengan kedua temanku untuk berangkat bareng dengan busway. Waktu SMA dulu aku sering banget lho naik busway. Berasa keren aja gitu, sama kayak Lia yang pertama kali mengikuti uji coba MRT beberapa waktu lalu XD 

Di hari yang sama, beberapa teman lainnya memutuskan untuk ketemuan di halte dan jalan-jalan ke daerah Blok M setelah kami bertiga selesai wawancara. 

Aku masih ingat banget saat menapakkan kaki di dalam kantor MRA Group dan mengintip ke ruangan kerja mereka yang berbilik-bilik. Persisss seperti yang sering aku lihat di film-film. Ngebayangin bisa berada di salah satu bilik itu aja rasanya bikin jantung berdegup kencang XD

Long story short, aku dan kedua temanku nggak mendapat panggilan lanjutan setelah wawancara hari itu AHAHAA. Apakah ini sebuah sad ending? Tentu tidak lah. Mungkin emang belum jodoh aja. Tapi sampai hari ini aku pun nggak punya kesempatan untuk bekerja di media cetak πŸ˜… Dan sepertinya jodohku menulis di blog pribadi aja LOL. 

Btw, ada yang penasaran nggak ngapain kami jauh-jauh ke Blok M dari daerah Thamrin? Jawabannya ada di foto bawah ini: 

Perhatikan kantong plastik berisi kotak-kotak merah yang dipegang teman di sebelahku deh. 
YES. Kami, anak-anak Jakarta Barat, rela ke Blok M demi makan Blenger Burger! 
My passion for food ternyata udah lahir sejak SMA dulu, ya. Mau seberapa jauh juga dijabanin wkwkwk

***
Terima kasih kepada teman-teman yang udah memberikan ide menulis cerita tentang tema ini, ya! I honestly wrote this for myself. Sebagai pengingat untuk diceritakan kembali ke anak cucu nanti, kalau aku juga punya cerita masa sekolah yang seru πŸ˜†

Teman-teman ada yang ingin numpang cerita tentang masa sekolahnya juga? Cuss, ramaikan kolom komentar di bawah 😁

40 comments:

  1. Epic semua ceritanya mba Jane πŸ˜†

    Dari mulai kelakukan si Bawang Merah yang nggak banget, apa coba kamsudnya bilang-bilang ke V untuk jangan pinjamkan mba Jane crayon πŸ˜‚ Heran hahahaha. Terus apa kabar si Bawang Merah setelah lulus SD, apa beda sekolah dengan mba Jane? πŸ˜†

    Terus jaman SMP-nya nggak kalah kocak, mba Jane mengingatkan saya pada salah satu sohibuls saya yang tomboy ugha, sukanya pakai sepatu sport, terus kaos gombrong 😍 hehehehe, kalau ditanya alasannya apa, "Biar angin gampang masuk." katanya 🀣

    Eniho, baca kisah mba Jane di SMA, ikutan KZL sama senior mba Jane yang meledek seperti itu, huh! Tapi kayaknya saat orientasi sekolah, akan selalu ada tipikal senior seperti senior mba Jane tersebut, yang tugasnya memang untuk marah-marah or sok-sokan bersuara keras πŸ˜‚ Kayaknya kalau nggak pakai 'drama marah' nan menegangkan, jadi pada merasa kurang greget kali yaaaa 😁 Wk.

    Sama bagian cerita soal kasur yang sengaja disimpan cuma gara-gara mba Jane anak Jakarta. Omaygad, hahahaha. Untungnya salah satu anak berbaik hati share kasur ke mba ~ jadi penasaran, waktu salah satu teman cewek kasih tau alasan sebenarnya, apakah teman-teman lain ikut mengakuinya atau cuma satu teman itu saja mba yang bilang? πŸ˜† Mungkin satu teman itu merasa guilty setelah tersadar ternyata mba Jane teman yang baik selama study tour ke China 😍

    Komentar saya jadi panjang bangaaats nggak sadar ahuahaha, seruuuu sumpah bacanya, thank you mba Jane sudah sharing cerita masa sekolah. Ps: dulu Burger Blenger salah satu yang paling hits dimasanya, macam Roti Bakar Edy hahahaha πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentang si Bawang Merah jujur setelah berteman dengan V itu aku udah nggak tahu kabarnya lagi, Mba Eno πŸ˜‚ entah dia pindah atau ke mana aku benar-benar udah sebodo teuing wkwkwk yang pasti begitu kami semua naik SMP, dia udah nggak di sekolah yang sama hoho

      Wkwkwkwk kalau kaos gombrong itu aku jarang pakai sihh. Cuma memang penampilanku tomboy banget, yaampun deh nista banget kalau lihat foto masa-masa SMP ku sendiri 🀣

      Momen diteriakkin senior itu nggak terlupakan banget, Mba. Dalam hati aku berjanji kalau sampai jadi anggota OSIS atau pun saat jadi senior nanti, aku nggak mau sok-sok galak gitu 😀 kzl campur malu banget perkara sunblock aku dihukum di depan barisan teman-teman hiksss untungnya budaya ospek udah ditiadakan, yaa. Syukurlah generasi anak-anak kita nggak perlu merasakan omelan senior yang absurd kayak gitu wkwkwk

      Nahhh, sejujurnya aku lupaaaa yang mengaku itu berapa orang, yang pasti memang pelakuknya lebih dari satu 🀣 semoga aja memang demikian, Mbaa hihi masa aku yang polos begini dikira songong 😜 Padahal yang harusnya takut itu aku lhoo, malah aku yang dikerjain. Mereka nggak tahu aja aku hampir nangis di malam itu πŸ˜‚

      Aku yang makasih banyak Mba Eno udah baca sampai akhir cerita recehku semasa sekolah XD

      Ngomongin Roti Bakar Eddy, aku malah coba pertama kali pas mereka buka cabang di Bogor lho wkwkwk

      Delete
  2. Ya ampun, bisik-bisikan depan kita memang annoying banget. Pernah juga ada pengalaman serupa waktu SD, rasanya jengkel banget. Tapi setelah tahu kebenarannya kalau itu pura-pura bisik-bisik, ternyata enggak ngomong apa-apa, jelas ngakak gemas. Kok bisa ya anak SD punya cara bikin kesal temannya sendiri sampai sebegitunya.

    Kadang masih suka bingung, apa bedanya karate dan taekwondo karena bajunya pun sama-sama putih. Saat SMP ekskul beladiri yang tersedia cuma pencak silat, dan saya kebetulan ikut itu. Aduh, split itu menyakitkan~ Mana kalau kesusahan, sama gurunya atau kakak tingkat yang sabuknya sudah tinggi bakal ditarik kakinya hingga lebar. Kampretlah. XD

    Wow, Burger Blenger di Barito adalah tempat nongkrong kesukaan zaman kuliah, dan makannya pasti selalu di taman itu. Nostalgia masa muda yang indah. :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. AHAHAHAHA pengen jitak rasanya yeee. Udah kzl bisik-bisik di depan muka gue ternyata malah nggak ngomong apa-apa 🀣 tapi memang kebiasaan bisik-bisik di depan orang itu menurut saya nggak sopan sih. Nggak tahu ya, apa karena saya aja yang sensitif πŸ™ˆ

      Perbedaan yang saya tahu sih kalau Karate dari Jepang, Taekwondo dari Korea (YAIYALAH) πŸ˜‚ tapi katanya sih tekniknya ada yang berbeda, Mas Yoga. Karate lebih mementingkan apa gitu, sementara Taekwondo lebih mementingkan keindahan saat melakukan Taeguk (gerakan menyerang dan defense).

      Soal split, BENER BANGET. Sabeum saya dulu nggak sungkan-sungkan untuk menekan pundak kami supaya splitnya semakin lebar. Antara ingin mengumpat dan meringis kesakitan πŸ˜‚

      Ternyata Burger Blenger ini memang hits banget ya di masanya. Tapi memang seenak itu, sih, burgernya 🀀

      Delete
  3. Kak Jane, haii!! Saking asyiknya baca nggak taunya udah ada di penghujung cerita! Kak Jane lucukk sekaliii, dulu kenapa bisa tomboy begitu sih Kak?? Hahaha 🀣 Itu Kak Jane yang pakai kacamata putih kan yang pakai kemeja kotak-kotak? Hehe 🀣

    Tapi itu jahat banget sih teman Kak Jane, masa diumpetin kasurnya. πŸ˜ͺ Untungnya Kak Jane masih bisa share kasur sama yang lain. Eh tapi ada benarnya juga lo Kak, aku juga ada teman Jakarta, dan dulu-dulu waktu pertama kali kenal dipikiran tu udah otomatis langsung bilang "wih anak Jakarte ni pasti songong" hahahaha 🀣 Tapi giliran berteman eh ternyata enggak sih biasa aja. So shallow sekali dasar aku 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Entahlah bawaan tomboynya dari mana wkwkwk kemungkinan besar karena aku cewek satu-satunya di rumah, Syif. Aku punya dua adik laki-laki jadi yaa gitu deh 🀣 Kalau yang foto di halte bus iyaa itu aku, kan satu-satunya muka yang nggak kusensor bahahaha. Coba tengok foto yang satu lagi, kira-kira aku yang mana 😝

      Hahahaaha sedih amat sih kita anak Jakarta dicap kayak gitu πŸ˜† pada nyatanya kan aku baik hatiii HOHOHO memang kadang abege itu suka insecure ya, yang dilihat belum tentu seperti yang dirasakan *halah* 🀣

      Delete
  4. Lucu lucu kenangannya mbak πŸ˜€
    Baidewei, si bawang merah itu rasanya pengen aku jites yak hahaha
    Tapi namanya anak kecil,dulu mah iya iya ane, kita juga ga mikir nethink ke dia

    Beruntung ya dulu nggak melewatkan kesempatan buat study tour itu. Jadi ada kenangannya selama disana
    Dan aku ketawa apa bagian kok bisa sih kasur disembunyiin cuman gara gara stempel anak Jakarta yang songong 😁
    Tega nian mereka hehe

    Cosmopolitan dulu sempet aku incar mbak, karena emang pengen kerja di dunia media gitu di Jakarta sana. Sayangnya ga tercapai hahaha

    Kalo ceritaku waktu sekolah, aku rasa yg paling oke waktu SMP atau SMA. ehmmm tapi SMA biasa aja deh kayaknya

    Mending waktu SMP kayak ada cinta monyetnya, pas Adek kelas suka sama aku wkwkwkw. Pede banget tak. Untungnya aku biasa aja
    Cuman gara gara rame itu, aku kan jadi malu mau nyapa sama adik kelas itu, padahal juga ga ada rasa yang gimana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Ainunnn, aku salfok sama cerita cinta monyet adik kelas ke Mba Ainun wkwkwk itu rasanya kayak apa Mbaa ditaksir junior? 🀣 tapi iya sih, kalau kita yang ditaksir malah jadi kikuk yaa. Antara seneng tapi ya malu aja gitu πŸ™ˆ

      Tosss, Mba! Mungkin karena dulu kita hobi banget baca majalah, ya. Jadi cita-citanya nggak jauh-jauh ingin menjadi jurnalis, reporter, pokoknya yang berhubungan dengan media :D

      Tentang study tour itu aku bersyukur banget memang nggak melewatkannya. Karena kalau nggak ikut, kemungkinan besar aku nggak mungkin kuliah di China pada akhirnya. So it was a great great opportunity hihi 😊

      Delete
    2. nahh kan iya mbak, padahal aku yang ditaksir tapi aku nya yang jadi malu, harusnya biasa aja tampangnya ya. mungkin waktu SMP aku masih kurang ganas ahahaha, harusnya cuek aja, nyapa ya tinggal nyapa aja.
      ehh ini malah jadi kikuk mau nyapa duluan, kan aneh hahaha

      Delete
  5. Wahh lucu dan seru dan ada kzlnya juga ya, itulah sekolahan kalao ga seru bukan sekolah namanya tapi mondok hehehe
    Andai sekarang bisa sekolah lagi, bakalan tambah seru bahkan para guru bisa dibikin geleng hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ya begitulah yaa. Saat sekolah dulu inginnya cepat-cepat lulus aja. Sekarang menceritakan ulang semua kenangannya malah kangen berat 😜

      Delete
  6. ceritanya epik pisan tante jane, saya hanya punya kesempatan suka lawan jenis itu saat SMP sama SMA terus saat kuliah cuma 3 bulan setelah itu ?'' ya begini jomblo soalnya kan gaya pacaran dulu masih cinta monyet kalau sekarang gak jaman pacaran yang ada kenal 6 bulan langsung nikah . adatnya keluarga begitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya, Mba Tari. Kalau zaman sekarang di usia-usia tertentu mungkin udah nggak kepengen pacaran lama ya, kalau udah ketemu jodoh yang cocok yaudah nikah aja :D

      Delete
  7. Ih Jane aku seneng banget kamu nulis juga soal cerita masa-masa sekolaaah πŸ’–πŸ’–πŸ’–

    What a story Jane, ya ampun si Bawang Merah dan cerita soal kasur diumpetin itu ngeselin banget deeh. Untung akhirnya kamu sama V malah bersahabat dan ada yang mau berbagi kasur juga huhuhu

    Kamu cerita ikut Taekwondo, aku jadi inget pas SMP juga pernah ikut ekskul Pencak Silat dan oleh-olehnya ada bahu kecengklak gara-gara ujian hand stand wkwkwk. Sampe sekarang kalau inget itu suka refleks megangin bahu kanan, kayak masih kerasa ngilunya 😭

    Terus waaah keren banget Jane ngelamar part-time di Cosmopolitan!! Walaupun akhirnya ga dipanggil lagi, tapi pengalaman interview dan ngunjungin kantor Cosmopolitannya pasti ga terlupakan yaa? πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    Oh iyaa bedak compact Pigeon itu kayaknya bedak pertamanya para remaja cewek ga siih? Aku inget banget dulu pertama kali punya bedak padat ya ituu, terus berasa keren aja bawa-bawa bedak itu ke mana-mana πŸ˜† Terus si Blenger Burger ini bener-bener hits pada masanya banget yaaa, gila sih dari Jakarta Barat ke Blok M demi Blenger Burger, dedikasi sekali yaaa πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gatel banget pengen ikutan cerita, Eyaaa sejak kalian bertujuh posting tulisan masing-masing di blog πŸ˜†

      Dulu mungkin kesel yaa ngerasainnya. Pas diceritain ulang malah jadi kocak banget XD lagian sinetron banget nggak sih kasur pake diumpetin segala wkwkwk entah teman-teman study tour dulu itu dapet ide dari mana 🀣

      Astagaaa bahuku langsung ikutan ngilu baca cerita kamu, Ya 😱 pencak silat itu ada latihan hand stand-nya segala, ya? Tapi yaa kalau ekskul olahraga gini yang namanya cedera nggak bisa dihindari ya. Tapi sekarang udah nggak apa-apa kan bahu kamu?

      Yesss! Yang penting udah menjejakkan kaki di kantor majalah favorit semasa remaja 😝

      Beneeeer! Punya bedak compact Pigeon aja udah bangga banget. Belinya di minimarket juga ada ya XD

      Betul kan, kecintaanku pada makanan itu udah tumbuh sejak SMA ternyata πŸ˜†

      Delete
  8. Ga kerasa klo postinganny panjaaang, dan seru bgd buat diikutin 😍
    Trus aku penasaran tahunya sebau apa sih πŸ˜† Aku itu pencinta tahu, jd suka penasaran aja sama berbagai varian tahu. Hehehe..

    Mbaa, pengalaman study tournya asiik yaa. Pertama keluar negri sendirian n lngsng sejauh itu. Bareng temen dr berbagai kota lagi 😍😍 Walau pake drama jatah kasurny diumpetin πŸ˜…

    Ngomong2 taekwondo, aku jd inget aku dulu jg ikut beladiri jg. Tp wushu, dan sampe sabuk biru juga πŸ˜† Suami yg taekwondo. Trus ntr Titha pas pandemi berakhir jg mau aku daftarin beladiri. Pasti seruu..

    Makasi buat sharing kenangannya yg menyenangkan Mba Janee πŸ’–πŸ’–

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi makasih banyak Mba Thessa udah membacanya sampai akhir XD

      Si Tahu Bau itu baunya ya kayak bau basi, Mbaa. Cuma begitu dimakan nggak ada baunya sama sekali, malah enak banget! 🀣 Biasa ada saus dan sambal cocolannya gitu untuk dinikmati bareng hihi

      Pengalaman yang luar biasa memang, Mbaa. Dipikir-pikir orangtuaku kok nekad aja ya membiarkan aku berangkat sendiri bareng orang asing ke negeri panda hauhahaha drama kasur itu akan selalu menjadi memori terindah untuk diceritakan kembali pada anak cucu, Mbaa 😝

      Waaaaah keren sekali kalian! 😍 Pas study tour di China itu aku juga sempat belajar Wushu, Mba. Cuma sekarang udah lupa banget kayak apa wkwkwk Ayokk Titha belajar jugak! Selain buat olahraga, lumayan Mba buat pertahanan diri hihi

      Delete
  9. Sama dengan cerita kak Jane dan bang Yoga, cerita bisik-bisik didepan itu memang menyebalkan, tapi pas tau ngga ada yang diomongin ternyata jadi senyum-senyum sendiri. Dulu, krayon dan pensil warna baru memang jadi hal yang cukup sering jadi pusat perhatian. Tapi ada satu teknologi yang dulunya langka dan akhirnya jadi tren, alat itu adalah Alfalink.

    Sebelum ada google translate, cara paling modern untuk tranlate adalah dengan Alfalink. Ada beberapa teman yang punya, mulai dari yang baru atau bekas kakaknya. Kalo pelajaean Bahasa Inggris, pandangan kami biasanya banyak ke orang-orang yang punya Alfalink ini. Saya sendiri ngga sempat punya, ngga terlalu tertarik juga. Pada masa itu, Bahasa Inggris saya diatas rata-ratalah dari teman-teman yang lain, ngga benar-benar butuh alat ini.

    Cerita kak Jane soal study tour ngingetun saya dengan study tour pas SMA juga. Seminggu keliling tiga kota. Mulai dari Jakarta, Jogja, sampai Malang. Serunya karena dari Jakarta kita naik Bus menuju Jogja dan Malang. Terus urusan tempat tidur, kami cukup beruntung karena dua orang dapat satu kamar. Kebetulan saat itu saya bertiga dengan teman saya, jadi selain seru kami juga berebut posisi kasur untuk tidak ditengah. Ha ha ha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, si Alfalink ini kayaknya yang pernah diceritakan Lia juga di blog ya? Akutu lupa deh pernah punya Alfalink apa nggak, tapi ini ngetrennya saat saya di SMP, Mas Rahul. Cuma saya nggak punya ingatan jelas tentang gadget canggih satu ini wkwkwk saya malah ingatnya punya kalkulator Casio yang warna biru tua itu. Nah, itu juga salah satu yang populer di masanya XD

      Waaah study tour Mas Rahul ke Jogja itu pernah saya alami juga saat SMA, tapi judulnnya waktu itu field trip sih. Pertama dan terakhir deh kayaknya buat saya berangkat dari Jakarta naik bus ke Jogja. Tapi namanya berangkat bareng teman-teman tuh seruuu banget ya. Nggak merasa capek sama sekali, baterainya ON terus πŸ˜†

      Delete
  10. Wah, seru sekali sih ceritanya.

    aku tuh selalu takjub sama orang-orang yang masih inget banget sama memorinya waktu kecil. aku jg inget, tapi semacam lupa-lupa inget, jd susah gitu untuk dituliskan dan diceritakan, bahkan bisa jadi kalo tetap dituliskan, akan banyak fiktifnya, hehe...

    Oke, setelah tahu kalo kak jane ini jago taekwondo, aku ga akan ganggu kak Jane, not even trying (ya kapan jg gangguin yak).

    Oia dan soal tahu busuk, aku sih masih blm bisa bayangin sebau apa tahunya, tapi meskipun rasanya seenak tahu gejrot, apakah baunya tidak memengaruhi rasa? atau bikin jadi muntah... kah?

    stinky tofu, you will forever a mistery for me, haha..


    Kak Jane, terima kasih untuk cerita masa mudanya, memangg tulisannya panjang tapi aku tenggelam dan tahu-tahu tamat bacanya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memori saat TK dan SD sebetulnya samar-samar juga buatku, Mas Ady. Nggak begitu banyak yang kuingat. Kebetulan aja cerita si Bawang Merah ini yang paling melekat, karena dia yang akhirnya malah menyatukan aku dan V sebagai sahabat baik sampai lulus SMP wkwkwk

      Ssstt! Kalau sekarang saya digangguin, yang maju menyerang bukan saya, Mas. Ada paksu yang siap siaga wkwkwkwk 🀣🀣

      Percaya deh, baunya tahu busuk sama sekali nggak memengaruhi rasa :D ketika masuk mulut rasanya benar-benar kayak tahu goreng biasa, yaa sedikit asam kayak tahu gejrot gitu deh. Awalnya memang agak deg-degan untuk dimakan, karena baunya yang nusuk πŸ˜† tapi setelah makan satu, bakal ketagihan deh hoho

      Iya sih, tahu busuk ini hanya bisa dinikmati di negaranya langsung, yaa. Mungkin kapan-kapan kalau ada kesempatan traveling ke Changsha atau Taiwan, bisa coba langsung Mas :D

      Saya yang makasih Mas Ady udah baca sampai akhir hahahaha 😝

      Delete
  11. Seruuu bangeeet masa sekolah cici. Ga kebayang 3 taun pulang pergi naik sepeda. Mantep tuh sekalian olahraga 🀣

    Btw tentang niat magang di kantor majalah, aku juga dulu pengen. Sama pemikirannya kaya cici, bisa duduk di salah satu bilik meja itu serasa keren hhha.

    Dulu pun aku disuruh papa buat ikut eksul taekwondo tapi aku ga maauu. Sih papa akhirnya minta adikku untuk ikut tapi adikku juga ga mau. Kami ga senang kegiatan bela diri gitu πŸ˜‚

    Study tour ke China menyenangkan bangeeet cii. Itu harus ikut kursus bahasa dlu atau emang basic nya karena cici uda bisa bahasa mandarin? Jadi ga perlu ada kursus bahasa sebagai peralihannya. Katanya kan bahasa mandarin aga rumit juga yaa πŸ™ˆ aku sama sekali ga bisa bahasa mandirin πŸ€ͺ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk iyaa, Dev. Mantaplah betisku di zaman SMP itu 🀣

      Ahahaha memang capek sih ekskul bela diri itu. Tapi herannya aku bisa betah bertahun-tahun, padahal aku bukan tipikal cewek sporty yang suka olahraga gitu. Tapi ya sama Taekwondo malah suka banget hahahaha

      Jadiii program study tour itu memang ada kegiatan belajar bahasanya gitu, jadi persis kayak sekolah. Cuma nanti masing-masing peserta dites dulu kemampuan bahasanya (semacam tes HSK), setelah itu akan dibagi per level kayak basic, intermediate dan advance. Jadi nggak masalah kalau nggak ada basic pun masih bisa ikutan hihi :D

      Bahasa Mandarin emang rumit, Devv. Aku aja sampai sekarang masih suka belibet sendiri wkwkwk

      Delete
  12. Hehhh seru banget cerita-ceritanya, tapi paling manteb itu highlight study tour ke cina sih... Itu tuh study tour yang diselenggarakan sebagai pengenalan pendidikan lanjutan kah? jadi bukan dari sekolah?

    Ketawa banget karena dipikirnya anak jakarta songong. Padahal bukannya itu nunjukkin kalo mereka petty yaaa hiks hiks. bener, kalau tahu kesongongan asli anak jakarta yang songong, ga bakal ada lawannya laaah :--))

    terus, kenapa aku gak bisa menemukan ci jane di sanaaaa apakah kamu yang pake kacamataaa? πŸ™ˆ

    ReplyDelete
    Replies
    1. AHAHAHA iya kan? Coba deh kalau aku beneran songong, mungkin aku benar-benar nggak selamat sepanjang study tour itu (atau malah sebaliknya?) 🀣

      Jadi tuh study tour ini sebetulnya program dari China sendiri, Mba Megaa. Ditawarkan ke beberapa sekolah di beberapa negara, salah satunya Indonesia. Nah, kebetulan kenalan orangtuaku ini bekerja di sekolah Pekanbaru yang mendapatkan tawaran tersebut. Karena masih ada sisa slot, beliau pun menawarkan ke aku hihi

      Iya sayangkuuuu. Aku yang pake kacamata plus bando putih πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ

      Delete
  13. Ci Jane, awalnya aku pikir soal V, Cici mau nulis soal V Taehyung 🀣 untung diperjelas di kalimat berikutnya, sepertinya Cici udah tahu bahwa aku akan kepikiran seperti itu 🀣😝

    Kok Cici bisa nggak marah pas tahu kasur Cici diumpetin sih? πŸ˜‚. Nggak nyangka kalau mereka bisa berpikiran kayak gitu, aku kira sensitifitas dalam hal ini hanya ada di FTV aja 🀣. Terus terusss, Cici yang pakai baju putih, kacamata dan berbando bukann? 😝

    Kalau sekarang, masih bisa jurus-jurus taekwondo nggak? Aku selalu berpikir cewek yang bisa taekwondo atau bela diri itu keren lho 🀩 dan ternyata Cici bisa taekwondo gitu, makin terlihat keren lah Cici di mataku 🀩😝

    Ci, kita sama-sama punya mimpi kerja di media gitu πŸ™ˆ kalau aku kepengin bisa magang/kerja di Female Daily gitu lho. Sering lihat konten mereka di Youtube dan blog, bikin aku jadi penasaran gimana rasanya kerja di Female Daily 🀣 tapi itu cuma keinginan belaka, nggak pernah aku seriusin kayak Cici 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sengaja aku perjelas, Liii. Karena hal-hal receh seperti ini suka bikin fangirl kumat, salah satunya kamu kan? WKWKWK πŸ€£πŸ™ˆ

      Daripada marah, aku lebih kepingin nangis sebetulnya saat kejadian itu bahahaha. Aku kan lemah lembut hatinya, mana lah berani marah-marah huhuhu. Cuma kalau dipikir ulang kok aku polos banget ya nggak ngadu ke orang dewasa soal ini. Untung aja ada teman yang mau berbagi kasur hiks.

      IHHH KETEBAK AJA KAMUUU. You know me so well ah πŸ™ˆ

      Tentu saja tidak bisa hauhaahaha. Udah belasan tahun yang lalu, jurus-jurusnya nguap semua LOL dulu sabeum ku pernah mengundang temannya yang juga adalah sabeum di sekolah lain, tapi dia cewek. Sumpah dia girl crush banget deh. Cewek-cewek tapi gahar. Idola sekali hahahaha

      Ahahahaha iya konten Female Daily itu seru-seru nggak sih? Kayaknya fun banget ya kerja di sana, review-review produk, tulis-tulis artikel hihi sekarang mah kita seriusin nulis blog aja ya, Lii. Sebelas dua belas lah. Kita kerja di company sendiri... kamu kerja di Words of Dreamer, aku kerja di Jane From The Blog *maksa* 🀣

      Delete
    2. Wkwk iyaaa, otakku langsung auto mikir ke Taehyung pas lihat huruf V 🀣 kayaknya aku terlalu banyak mengkonsumsi BTS 🀣

      Fix lah, Cici memang baik hati dan lemah lembutt πŸ˜† untung ada teman yang baik sampai mau berbagi kasur. Kalau nggak ada, Cici tidur dimana? πŸ˜‚

      Huahaha benar ya yang itu! Senyumnya khas Ci Jane banget soalnya 🀭

      Konten Female Daily seru-seru, Ciii! Aku suka bacain blognya dulu kalau lagi gabut dan waktu belum aktif di blogger 🀣 isinya kebanyakan racun semua sih 🀣. Benar jugaaa! Kenapa aku nggak kepikiran 🀣 mari lah kita seriusin di blog aja, kesannya mirip-mirip lah ya sama menulis untuk web FD wkwkk

      Delete
    3. Wkwkwkwk memang fangirl itu otaknya terisi penuh dengan bias kesayangannya 🀣 sst, jangan bilang-bilang Prikitiew yak! LOL

      Entahlah, mungkin malam itu aku ngambek telpon mamaku minta dijemput pulang wkwkwk

      Iya kaaaan. Kalau nggak salah mereka dulu itu bentuknya blog juga kan ya? Terus lama-lama jadi portal online besar kayak sekarang. Terus ciwik-ciwik yang kerja di Female Daily itu kece-kece sekali, salah satunya si Dara. Kamu ngikutin blognya juga kan, Li? :D

      Yuk semangat yuk menulis di blog sendiri, nggak kalah kece kok kita dengan FD 😝

      Delete
  14. hihihi, senyum-senyum sendiri baca ini :D
    benar ya, kalau diingat-ingat, masa sekolah itu lucu, meski ada yang nyebelinnya juga.
    Dari SD yang masih suka berantem ama teman, SMP mulai mengenal cinta monyet, hingga SMU punya pacar *tsah :D

    Btw, saya sungguh beruntung, dari SD sampai kerja, belum pernah ketemu yang namanya ospek atau perpeloncoan, jadi nggak pernah ngerasain dibentak senior :D

    Kalau saya mengenal cinta beneran pas kuliah, dan cuman sekali mengenal lelaki, hahaha.
    Meski demikian, kalau dikenang banyak hal lucu dan seru ketika sekolah dulu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sungguh masa-masa yang indah nan ngeselin, tapi ya ngangenin juga ya Mba :D eh aku malah nggak ada momen jatuh cinta saat SMA lho. Mungkin gara-gara yang kubilang itu deh, terlalu asik dengan dunia sendiri πŸ˜†

      Wah serius, Mba? Dulu di sekolahnya nggak ada tradisi ospek gitu ya? Tapi baguslah, Mba Rey. Menurutku tradisi perpeloncoan gitu sangat unfaedah hahahaha apa pulak lah selama tiga hari berturut-turut kita dibentak senior, apa-apa salah di mata mereka 😀 *dendam pribadi LOL*

      Delete
  15. kalau aku dulu mens pertama kali itu kelas 4 sd...pas lagi latihan lomba gerak jalan buat agustusan, rombongan cowok di belakang rombongan cewek..nah aku ini di baris paling belakang rombongan cewek yang depanku itu ketua rombongan cowok yang katanya naksir aku ((naksir naksiran malah udah sd kelas 3 an kalau tempatku jane hahahhahah). Dan karena aku ga ngeuh tapi perut mulas...ternyata aku haid pertama kalinya..si anak cowok yang naksir aku ini akhirnya ngledek kenapa pantatku (celana training selutut yang agak ketat) ku ada merah merahnya...tembus dong gens hahahhaha...asem kan...aku pulang langsung mewek karena ga tau itu haid...haidku kecepetan termasuknya malah lebih duluan aku haid ketimbang kakaku hahahha

    btw jane aku ngakak pas baca ceritamu dikasih biskuit lope lope

    trus bedak remaja ini pigeon ya...emang teen banget sih dan hits kala itu...cuma bedakku apa ya...jangan jangan fanbo boook hahahahahhaha

    e tapi ga deh kayaknya...aku sering pake bedak ibuku yang sariayu padet wkwkwk

    trus itu yang cerita tentang sabeum juga kocak ya hihi...memang masa paling labil agak mendalam itu sma hahahhaha...tapi seringnya kalau aku cerita ngenes deh kalau percintaan jaman sekolah...maklum dulu aku jomblo akut wkwkwk...cuma ditaksir doang kaga pernah ditembak hahhaha

    tapi memang masa orientasi ini banyak yang belagu sih urusan kakak kelas...aslinya mereka banyak tepe tepe walau dibumbui bentakan dan bullyan..kenyang aku soalnya klo di SMA ku kan ekskul wajibnya itu ada 2 kalau ga pmr pramuka...jadi ga bisa kalau ga ikut diantara 2 ini dimana di sana sarangnya kakak kelas yang pada belagu dan galak galak hoho

    btw ini serius darmawisata ke chinanya via pekanbaru dan transit-transit gitu? panjang juga berarti rutenya kan? tapi dikatain anak jakarta songong...biasanya kami yang orang kampung dulu suka berpikiran begitu karena ketemunya ndilalah yang beneran songong..padahal kan ga semua ya hihihi, banyak juga yabg berhati hello kitty...e itu mah sabeumnya jane ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduhh cerita tentang Mba Mbul pertama kali haid lumayan membekas juga yaa hingga sekarang πŸ˜‚ nggak kebayang itu gimanaaa rasanya ke-notice gebetan kalau di celana kita ada yang nembus πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ aku pertama kali haid juga panik sih, Mba. Tapi untung waktu itu kejadiannya di rumah, jadi bisa langsung minta pertolongan mama hahahaha

      Kisah cinta masa sekolah itu emang asem-asem manis ya πŸ˜† kalau nggak naksir diem-diem, ya bertepuk sebelah tangan deh lol tapi untunglah pas masa SMA itu aku nda pacar-pacaran, ribet pasti nantinya wkwkwk

      Soal tepe-tepe kakak kelas BETUL SEKALI. Selain itu mereka juga caper sama guru, Mbaa, makanya sok-sok galak bentak-bentak junior 😀 untungnya selesai orientasi memang nggak ada masalah apa-apa sih dengan mereka. Cuma ya kesal aja kenapa sih harus sampai segitunya ahahaha

      Jadii berangkatnya via Batam, Mbaa. Dari Batam > Singapura > Guangzhou > Changsha, begitulah XD sedih yakkk anak ibu kota dicap songong wkwkwk salahkan sinetron nihhh 🀣 padahal kan aku aslinya baik hatiii, persis hello kitty juga kok 😜 *kabur sebelum ditimpuk wajan sama Mba Mbul*

      Delete
  16. lucu sekali nostalgianya tante jane , saya jadi ikut terbawa suasana ikutan happy juga. terus itu ada foto terakhir itu pas tante jane SMP atau SMA. jujur semasa itu belum ada memori atau foto bersama teman sekolah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih udah membaca dan menikmati cerita (absurd) masa sekolahku, Mba Tari πŸ˜‚ dua foto di atas itu semuanya pas SMA, Mbaa. Maksudnya Mba Tari di zaman yang sama belum sempat foto bareng dengan teman sekolah kah?

      Delete
  17. Ih ya ampun, kecil-kecil uda hasut-hasut buat musuhin orang ya πŸ˜…

    acie ci Jane. Dikasih cemilan sama si C hiihi lucu banget cinta monyet >.<

    Seruuuu baca ceritanya ci Jane. Adekku juga ikutan taekwondo. Tapi ujiannya baru sekali doang sih. Terus dia ga mau lanjut lagi karena sabeum-nya genit =="
    Kalo sekarang ci Jane masih menguasai taekwondonya kah??

    Terus itu kocak juga ingin kasih pelajaran ke "anak jakarta". Kenapa sudah di judge duluan kalo sombong ya?? hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwk kebanyakan nonton telenovela yaa kayaknya si Bawang Merah ini 😜

      Sudah, sudah... cinta monyet itu sudah berlalu. Si C ini udah nikah juga tauk sekarang *penting dibahas* bahahaha

      Ehhhh nyebelin amat ketemu sabeum yang genit huhuhu >< bersyukur sekali sabeum ku dulu sangat menghormati murid-muridnya. Padahal awalnya aku juga wanti-wanti nih kalau ketemu coach yang kecentilan, untungnya nggak hiks. Sekarang masih bisa kok... bisa nendang angin doang wkwkwk 🀣

      Lagi-lagi aku ketemu anak korban nonton sinetron kayaknya, Fris wkwkwk lucuk banget dipikir-pikir kelakuan mereka itu πŸ˜‚

      Delete
    2. Wah C pun sudah bahagia bersama sang istri ya.

      Iyaa tuh nyebelin. Adekku jadi males latian karena sabeumnya genit gituuuu. Sungguh disayangkan.

      Aku suka tu ci liat tendangan taekwondo yg mutar badan gituuuu. Keren bingiitt dan katanya itu efeknya mematikaan haha

      Delete
  18. Seru banget mbak ceritanya, meskipun panjang saya bacanya mengalir aja nggak ngerasa kepanjangan gitu.. Eh tau-tau ini sudah selesai ya? Nggak berlanjut pas jaman kuliah hehehe..

    Kok kayaknya gaya berpakaian saya dengan mbak Jane dulu samaan. Saya tuh juga agak boyish gitu, lho. Gaya berpakaian suka yang outdoorsy pakai celana, t-shirt yang gampang dan nyaman buat beraktivitas. Nggak begitu feminin, lebih kayak rebel mungkin iya haha. Sepatu pun suka sepatu boots πŸ˜†.

    Pas SMP saya juga pernah ikut eskul karate, yang mana orang tua saya lebih menawarkan untuk eskul tari Bali. Dan saya kekeuh enggak mau ikutan eskul tari Bali meski udah dianjurkan berkali-kali haha. Dari latihan karate itu lah saya juga bisa split, yang front split. Kalau middle split ini masih belajar juga sambil latihan yoga.

    Ish, ish, ish anak-anak Pekanbaru itu kenapa sih cemas banget sama anak Jakarte? Pakai effort banget nyembunyiin kasur. Tapi saya terkejut juga sama yang berbaik hati mau berbagi kasur dengan mbak Jane - jadi dia ikutan nyembunyiin kasur juga nggak sih sama teman-teman lainnya?
    Saya sendiri juga punya teman SD yang pindahan dari Pekanbaru, dan saya jadi bersahabat dengan dia pas SD. Eh ternyata kalau diingat-ingat, saat SD itu saya punya sahabat yang emang udah lama barengan sekolah dari TK dan juga dua sahabat yang sama-sama anak pindahan dari luar kota πŸ˜„.

    ReplyDelete
  19. Anak Jakartanya yang pake baju ijo bukan? Wih sangat ye takutπŸ€£πŸ™ˆ✌ bener lho Ci tapi di foto itu Ci Jane emang masih tomboy banget gaya sama ekspresi wajahnya, yang pake kemeja pink-pink itu juga kelihatan tomboynya, jadi inget kayaknya mama Ci Jane pernah sampai nyuruh dandan ya waktu itu? Dan seingetku lagi Ci Jane ngerasa telat dandan, tapi sekarang...waahhh applause akutuπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    Nyebelin banget emang ospek sekolah tuh kalau dipikir-pikir sekarang: gunanya apa???🀣 Eh ciyeee yang dikasih kue lope-lope, yang baca jadi ikut deg-degan jantungnya🀣🀣🀣

    Oh iya Ci kantornya Cosmogirl Indonesia kesannya kayak kantor yang ada di The Devil Wears Prada nggak? Aku tiba-tiba keinget film itu. πŸ™ˆ

    Ngakak dong waktu baca bukan Taehyung BTS ya, KENAPA SIIIIIHHH🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣 Dan ya memang akan selalu ada sosok seperti Bawang Merah di setiap jenjang sekolahπŸ’†‍♀️πŸ’†‍♀️πŸ’†‍♀️πŸ’†‍♀️ semoga tobat itu si Bawang Merah sekarang

    Ci Jane dapetnya pas SD kelas 5 ya? Temen-temenku dulu juga banyakan pas segitu, ponakanku juga. Meanwhile aku dapetnya waktu mau lulus SMP, kenyang banget dicengin sama temen-temen dulu. Katanya belum gedeπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ€£

    Changsa itu kalau nggak salah kampung halamannya Lay EXO nggak sih Ci? Lupa-lupa ingat.

    Seru banget baca-baca pengalaman sekolah kayak gini, jadi tau waktu kita-kita sebelum bertemu jadi teman blog kayak sekarang, dulu hidupnya seperti apa🌸 OH IYA SATU LAGI! Aku nggak punya catatan masa alay kayak Ci Jane😭 karena emang ga punya blog, akun FB awal udah lupa, FS nggak bisa diakses sedunia, diary aku bakar juga, so...πŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒ

    ReplyDelete