Diary of the Month: February 2021

Thursday, March 4, 2021


Februari adalah bulan yang singkat, namun diisi dengan cerita dan momen yang lumayan padat. Cus, kilas balik sebentar, ya!

Best Memories This Month


Selain merayakan Imlek edisi pandemi dan kunjungan ke pasar bersih selama beberapa kali dalam sebulan (akhir bulan kemarin aku main ke pasar lagi gengs 😁), ada satu hal momen yang nggak terlupakan. 

Di awal bulan, suami mencetuskan ide spontan untuk mengajak Josh ikut pergi kerja mengantar barang pelanggan ke luar kota Bogor. Alasan utama ingin mengajak Josh, karena selama perjalanan nanti bakal melihat banyak truk-truk barang berat, truk molen dan berbagai kendaraan berat lain yang menjadi favoritnya doi. 

Awalnya aku menolak. Biasa, mamak suka panik sendiri kalau papa mau ngajak anaknya pergi berduaan. Lebih kuatir ke papanya, sih... πŸ˜† Tapi mengingat suami udah cukup telaten ngurusin Josh dari bayik, I have nothing to worry about sebetulnya. Cuma ya itu, masalah trust issue aja LOL

Setelah yakin menyerahkan Josh ikut papanya kerja seharian, aku kelabakan nyiapin bekal Josh karena takut anaknya kelaparan. Suami yang liat aku rempong sana-sini pun gemesss. "Udah deh tenang aja. Kayak mau ke mana aja, sih. Cuma pergi kerja doang kok. Lagian Josh nggak ada kamu bisa puas-puasin me time, kan." 

Mendengar kalimat merdu tersebut pun membuatku sumringah. Wowww. Iya juga! Kapan lagi bisa me time tanpa direcokin anak? 

Setelah Josh berdadah-dadah ria dengan mamanyaanaknya antara senang dan bangga diajak papanya pergiaku pun masuk ke dalam rumah dengan suasana super hening. 

Sumpah. Aku jadi linglung nggak tahu mau ngapain tanpa Josh. Padahal katanya mau me time sepuasnya, kan. Ibu-ibu ada yang gitu nggak, sih... dikasih kesempatan untuk alone time tanpa anak malah bingung harus ngapain. Apa gue doang yang aneh πŸ™ˆ

Butuh waktu beberapa menit untuk membiasakan diri sendirian, sampai akhirnya aku memutuskan untuk mulai beberes kamar. Lumayan deh, beberapa bagian kamar yang selama ini sulit dibereskan karena biasanya Josh turut berpartisipasi (mengeluarkan semua barang-barang) bisa ditata ulang kembali. Setelah itu, aku sempat bengong-bengong bego di atas tempat tidur memikirkan apa yang bisa dilakukan selanjutnya. Eh, tiba-tiba keingat udah lama nggak makan Korean food dari Kini Bistro. Aku pun nge-graabfood beberapa menu dan minuman untuk dinikmati sambil nonton Korean vlogs di  kamar. Mendadak ngerasa jadi anak kost lagi deh kayak gini 🀣

Aku pesan satu set tteokpokki ekstra keju (kalau me time nggak boleh nanggung-nanggung! XD) dan gimmari yang di awal trimester pertama sempat kucoba namun sayangnya waktu itu lagi eneg banget jadi kurang menikmati. Setelah dicoba lagi, ternyata endeus banget yaowooo dicocol ke saus tteokpokki yang pedas. Kemudian, nggak lupa segelas iced coffee mix untuk melengkapi acara me time siang itu. Btw, ada yang pernah coba kopi instannya Korea yang merek Maxim? ENAK BANGET dijadikan es kopi entah mengapa πŸ˜†

Sesi me time siang itu menyenangkan sekali deh. Rasanya memang aneh sendirian di rumah tanpa suami dan anak. Tapi menghabiskan waktu sendirian itu ternyata memang diperlukan sekali-kali.

Maacih yaa suamik, udah mengizinkan aku menikmati waktu sendirian ini. Bentuk cinta dari kamu yang paling warbiasak. You're the best! πŸ€— 

Jadiii, kapan mau ajak Josh ikut kamu berangkat kerja lagi? *lah ketagihan* 

Something I've Learned This Month 


Setelah bernostalgia tentang ayam goreng Korea favorit, beberapa teman berkomentar bahwa belum pernah mencoba ayam goreng khas Korea karena susah didapatkan di daerah masing-masing atau memang belum nemu yang cocok. Nah, kebetulan ayam goreng Korea ini cookable *halah* kok di rumah. Bahan-bahannya mudah banget didapatkan di pasar maupun supermarket terdekat. 

Lagi-lagi bulan ini yang dipelajari masih dari area dapur yak, sahabatku! 

Aku berhasil menemukan resep yang passs untuk membuat saus ayam goreng enak. Kalau mau mendapatkan taste Korea, sebetulnya harus banget menggunakan Gochujang (red chili paste). Sekarang ini Gochujang bisa ditemukan di mana pun, di Toped atau Syopi pun banyaaak yang jual. Cuma, aku berbagi resep yang umum aja supaya bisa dimasak oleh siapa pun. 

Bahan sausnya cuma empat (untuk sekitar 300gram ayam goreng fillet/chicken wings): 
2sdm saus tomat (boleh merk apa aja)
1sdm madu (kalau nggak ada bisa pakai gula pasir)
2sdm kecap asin
Satu siung bawang putih, cincang halus 

Campuran saus diaduk rata kemudian dimasak dengan api kecil. Setelah mulai mendidih, masukkin deh ayam gorengnya ke dalam saus, aduk rata dan angkat. Oh ya, rasa sausnya dicicip dulu, yaa. Kalau misal kurang asin atau kurang manis, bisa ditambahkan lagi sesuai selera. Rasa akhir saus ini asam manis dengan sedikit wangi bawang putih. 

Resep ini selalu berhasil membuat Josh nambah nasi terus karena ketagihan! Semoga manteman juga bisa coba, ya! And tell me how you think :D 

Things I've Watched 


Selain dua tontonan selama rebahan yang udah di-share sebelumnya, ada beberapa tontonan yang berhasil diselesaikan juga dalam bulan ini. 

Sweet 20 (Netflix Indonesian Movie)
Nonton ini gara-gara Endah bilang Tatjana Saphira cantiknya kebangetan. Dan memang, sih, doi cantik amaaaaaat di film ini.


Film ini adalah remake dari Miss Granny asal Korea. Aku sendiri belum pernah nonton aslinya. Malah pernah nontonnya yang versi China berjudul 20 Once Again, di mana salah satu pemerannya adalah Luhan, former membernya EXO. Padahal bukan pemeran utama, tapi dia doang yang lengket di kepala bahahahahaha. Dan setelah Google, ternyata ada Chen Bolin juga deng!

Seingatanku, Sweet 20 ini memang nggak jauh beda dengan 20 Once Again. Beberapa adegan ada yang sama persis, contohnya scene di bus malam hari dengan dua preman pecicilan. Sisanya, tentu aja disesuaikan dengan penonton lokal.  

Bercerita tentang seorang nenek bernama Fatmawati yang hobi banget membangga-banggakan putra satu-satunya yang bekerja sebagai dosen bernama Aditya. Nggak di rumah, nggak di tempat latihan dansa, yang diomongin si Aditya mulu. Terus, nenek Fatma ini tipikal mertua yang nyebelin bangettttt. Tiap menantunya masak dikomplen mulu kurang ini lah kurang itu lah. Ihhh, udah sih kalau komplen mulu nenek aja yang masak sono *lah ngegas*. Udah gitu cucu cowok aja yang disayang, sama cucu cewek disinisin mulu. Pokoknya nenek Fatmawati ini tipikal nenek dan mertua yang nyebelin banget deh πŸ˜‚

Suatu hari, istrinya Aditya sakit dan putrinya Aditya merasa mamanya sakit dikarenakan neneknya yang bawel. Putrinya membujuk sang ayah untuk mengirim sang nenek ke panti jompo. Nenek Fatma yang nggak sengaja mendengar percakapan keluarga putranya ini pun sedih dan kabur dari rumah. 

Saat merenung sendirian di pinggir jalan, nenek Fatma nggak sengaja menemukan studio foto bernama "Forever Young" dan ia pun masuk dengan niat mendapatkan foto cantik untuk pemakamannya nanti (duh sedih juga...). Selesai difoto, keluar studio dan naik bus pulang, ehhhh malah digodain mas-mas preman kalengan. Ternyata si nenek kembali menjadi usia 20an! 

Benar yang Endah bilang, Tatjana Saphira memerankan Fatmawati di usia 20an CANTIKNYA BANGET. Aktingnya itu lho memukau sekali. Meski kembali menjadi gadis berusia 20, bawel khas nenek-neneknya nggak hilang LOL. Jadi ceritanya Fatma menggunakan nama Mieke saat dia kembali muda. 

Ada satu adegan yang aku suka, di mana Mieke lagi belanja terus ngegemesin anak bayik yang menangis digendong pengasuh. Pipi bayinya dicubit-cubit sampai akhirnya ketahuan oleh ibunya bayi. Si ibu protes anaknya dicubit-cubit orang asing, eh si Mieke malah ngeyel katanya kenapa nggak ibunya yang gendong anaknya sendiri. Terus pas liat si bayi dikasih susu formula di botol, Mieke malah mengomentari dada si ibu yang terlihat besar jangan-jangan nggak ada isinya alias ASI-nya kosong. Dih, aku jadi ibunya sih pengen tak sambelin aja tuh mulut. NYEBELIN ABIS *ngegas edisi kedua* 

Secara keseluruhan aku sangat menikmati alur cerita Sweet 20 ini. Dibuat kesel iya, dibuat nangis iya, dibuat ketawa-ketawa juga iya. Entah berapa kali aku harus nahan ketawa karena nontonnya di samping Josh yang lagi bobo siang πŸ˜‚

Dan walaupun ini film remake, rasanya nggak membosankan. Beda banget saat nonton film "Bebas" yang adalah remake dari "Sunny". Mungkin aku udah bias banget dengan Sunny. Jadi saat nonton Bebas nggak berhenti untuk membanding-bandingkan dengan aslinya. Note buat Endah. Kalau kamu udah nonton Sunny dan suka dengan filmnya, nggak usah terlalu berekspektasi dengan Bebas, ya πŸ™ˆ

Midnight Diner (Netflix Japanese Drama Series)
Nah, kalau yang satu ini racunnya Eya. Nggak diracunin secara langsung, sih. Cuma waktu baca review-nya Eya, kok rasanya seru deh. Apalagi setelah dicek, satu episodenya cuma 20 menitan. Wah, asik. Bisa langsung binge watching πŸ˜


Midnight Diner bercerita tentang sebuah kedai tengah malam di daerah Shinjuku yang dimiliki oleh seseorang yang dipanggil Master oleh para pelanggannya. Kedainya buka setiap pukul 12 dini hari dan tutup di pukul 7 pagi. Master hanya mempunyai satu menu di kedainya dan minuman berupa sake dan bir. Namun, ia bersedia membuatkan menu rikuesan para pelanggan, selama ia memiliki bahan-bahannya. 

Sampai di sini mungkin kalian akan bertanya-tanya. Memangnya ada orang yang mau datang makan di kedai di tengah malam? Yaaaa, kalau nggak ada pelanggan dramanya juga kagak ada dong πŸ™ˆ

Baru nonton satu episode, aku langsung ketagihan dan nggak bisa berhenti sampai di season ketiga, kemudian lanjut lagi di sekuel Midnight Diner: Tokyo Stories yang berjumlah dua season. Mungkin tema yang diangkat itu cerita-cerita personal yang berhubungan dengan makanan. Memang akutu nggak bisa jauh-jauh dari makanan, yaa LOL. 

Pelanggan yang datang ke kedai malam ini biasanya selalu memesan menu yang sama. Setiap pelanggan pasti punya satu menu kesukaan dan ada di cerita di balik menu pesanan mereka tersebut. Misalnya, ada seorang gadis bernama Saya yang selalu memesan Kaarage (ayam goreng) karena dia teringat waktu kecil dia selalu rebutan ayam goreng dengan kakaknya. Ada seorang yakuza yang memesan sosis berbentuk gurita (iya gemes kan, yakuza makannya sosis gurita) karena dia teringat memori dengan cinta pertamanya yang suka membuatkan dia bento dengan isi sosis gurita ini. 

Ada satu cerita favoritku datang dari seorang pelanggan yang berprofesi sebagai kritikus makanan bernama Mr. Toyama. Di balik penampilan dan gaya bicaranya yang snobbish, alasan Mr. Toyama menjadi kritikus makanan cukup bikin terenyuh. Sang kritikus memiliki istri yang kurang bisa memasak, sehingga dia selalu mencari makanan enak di luar rumah sampai akhirnya dia menemukan bakatnya dalam mengkritik makanan. Tapi sebetulnya dia sayang banget dengan istrinya. Bahkan saat istrinya sakit dan melakukan permintaan pada suaminya, Mr. Toyama melakukannya dengan segenap hati. Soft sekali deh pokoknya. 

Baik pelanggan tetap maupun baru, semuanya hobi curcol di dalam kedai. Dan yang kusuka, Master nggak pernah kepo menanggapi curhatan para pelanggannya. Dia cukup menjadi pendengar yang baik, tapi kalau udah diminta nasehat, beuhhh langsung ngena di hati hahahaha. 

Jangan harap kalian akan menemukan cerita pribadi sang Master di sini, karena tokoh utama di drama ini justru adalah para pelanggan kedai. Jadi simpan rasa penasaran kalian tentang Master termasuk kenapa ada luka di area mata sebelah kirinya XD 

Oh ya, di setiap akhir episode akan ditayangkan cara memasak sederhana menu makanan yang dipesan oleh pelanggan. Emang, sih, resepnya nggak dikasih tahu secara gamblang, tapi cukup mudah untuk dipahami kok karena memang ala rumahan banget. Setelah nonton episode Katsudon, aku iseng membuat menu yang sama untuk makan malam Josh. Untung aja bahan-bahannya ada semua di rumah, mudah banget untuk langsung dieksekusi πŸ˜†

Books I've Read 


Sebelum laporan bacaan bulan ini, aku mau nanya dulu dong. Kalian lebih suka aku me-review buku bacaan di postingan khusus gitu atau dijadikan satu di DOTM seperti ini juga oke? Soalnya suka greget sendiri kalau review di DOTM, niat hati hanya ingin memberikan blurb, ujung-ujungnya pasti dibahas semua sampai panjang banget πŸ˜‚

Eniwei, untuk bulan ini aku berhasil membaca tiga buku, dan itu adalah: Belenggu Ilse (Ruwi Meita), Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (Eka Kurniawan) dan Malice (Keigo Nigashino).

Selain Malice, kedua judul buku lainnya masing-masing berhasil kuselesaikan dalam kurun waktu dua hari penuh karena terbawa alur cerita yang menghanyutkan. Pasti udah pada tau deh yaa gimana aku bucinnya dengan karya Mbak Ruwi. Setelah Rumah Lebah, Belenggu Ilse nggak kalah bikin menegangkan. Di dalam novel ini, Mbak Ruwi masih mengangkat tema kesehatan mental dan hubungan antar manusia. Suka heran deh dengan penulis thriller. Mereka tuh dapet ilham dari mana, sih? Imajinasi liar itu datangnya dari mana? 

Btw, judul mana yang kira-kira kalian ingin aku ulas lebih lanjut? Aku coba untuk menuliskannya nanti, ya! 

***
Sedikit pengumuman singkat. Mulai Maret ini, kemungkinan besar aku akan jarang update blog ya, gengs. Baru semalam aku sadar udah masuk bulan Maret, itu berarti kami hanya punya waktu sebulan untuk menikmati momen-momen bertigaan aja sebelum dedek bayi lahir bulan depan. Mau nggak mau aku sedikit merasa emosyenel, karena sebentar lagi anggota keluarga kami akan bertambah! 

Sejujurnya bulan ini diawali dengan kondisi yang kurang menyenangkan. Tepat hari pertama di bulan Maret, kesehatanku mendadak drop. Badanku sakit luar biasa seperti saat datang bulan dan mamaku khawatir kalau aku mengalami pra kontraksi, sedangkan usia kandunganku baru 33 minggu. Mendengar itu aku pun panik. Tadinya aku nggak mau menelpon suami takut dia kuatir karena lagi kerja. Tapi karena sakitnya sangat mengganggu, aku pun menelpon sambil wanti-wanti kalau memang harus ke rumah sakit. Benar aja, tanpa diaba-aba aku nangis banjir terisak-isak di telpon karena merasa overwhelmed dengan rasa sakit yang dialami. Sebetulnya di hari yang sama, paginya aku habis marah-marah (lagi) karena Josh mogok belajar online. I know this season is so hardddd for both of us. Tapi ya Josh mama lelah hayati lhooo kalau kamu tiap kali disuruh belajar harus adu urat sama mama. Makanya, aku curiga sakit fisik yang aku alami ini dikarenakan stres berlebih. 

Alih-alih ke rumah sakit, aku mencoba menghubungi obgynku lebih dulu melalui WA untuk menanyakan kondisi yang kualami. Puji Tuhan beliau bilang nggak ada yang perlu dikuatirkan dan aku pun diresepi obat anti nyeri plus Imboost untuk menambah stamina. 

Hari itu pun aku bed rest total dan keesokan paginya Tuhan memberikan kondisi badan yang jauh lebih segar. Meski demikian, aku tetap harus menjaga kesehatan sebaik mungkin sampai hari lahiran tiba. Selama bed rest, aku nggak henti-henti mengucapkan afirmasi pada dedek di perut untuk bertahan sampai harinya tiba. Pokoknya anteng-anteng dulu yaa dek di perut. Sekitar empat minggu lagi kita akan ketemu. Hang in there, baby! 

Pesan sponsor terakhir: kesehatan di tengah pandemi ini harganya sangat mahal. Pastikan kalian semua menjaga kesehatan dengan baik, yaa. 

See you when I see you, amigo. Take care! 😊

23 comments:

  1. Wkwk karena cuma bisa me-time sesekali, jadi begitu ada kesempatan langsung pakai dengan semaksimal mungkin ya Ci 🀭

    Duh, aku lupa ingin nonton Sweet 20 juga! Cuss habis ini mau nonton deh πŸ˜‚ udah kepengin nonton sejak lihat review Kak Endah tapi ku lupa πŸ˜‚

    Untuk postingan buku, mungkin Cici bisa tulis double? Jadi sebutin judul-judul buku yang Cici udah baca di DOTM dan kalau ada yang mau direview khusus, baru ditulis di postingan terpisah. Tapi gimanapun nanti hasilnya, aku tetap akan suka-suka aja sih soalnya aku udah bucin dengn Ci Jane πŸ™ˆ. Aku ingin baca review Belenggu Ilse dong, Ci 🀭

    For the last, Cici Jane sehat-sehat selalu ya. Hayu dede tahan sedikit lagi ya πŸ’ͺ🏻 lancar-lancar sampai hari H, Ci 😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Lii. Walau awalnya linglung juga mau ngapain yee guee sendirian begini wkwkwk XD

      Hayuk nonton bareng Prikitiew, Lii untuk tontonan akhir minggu ini πŸ˜† pas banget deh buat ketawa-ketawa di hari libur hahahaha

      Aku juga mikirnya gitu, sih. Jadi kayak semacam cuplikan dulu kali yaa di DOTM, terus kalau memang bukunya menarik baru deh di-review khusus gitu :D huahaha jadi malu ahh πŸ™ˆ coba nanti aku bertapa dulu, siapa tahu bulan ini masih sempat nge-review novel di atas XD

      Eh, kamu udah baca Belenggu Ilse belum? Aku lupaa udah pernah nanya atau belum XD

      Thank you so much, Tinker Lia! 😘 btw, tadi baca di Kafe MM, kamu sempat sakit juga ya kemarin? Sekarang udah segeran kah? Take care ya kamu! Banyakin makan biar nggak sakit πŸ˜†

      Delete
  2. Mbaa Janeeee, wuaa paham sih pasti udah makin mendekati hari H bakal banyak yg hrs disiapkan, termasuk menikmati setiap waktunya sblm lahiran. Jd aku bs paham klo Mba Jane bakal mulai agak berkurang ngeblog. Walaupun bakal kangen dg postingan n saling sapa di komen, sebagai emak2 I understand. Sehat2 terus yaaa πŸ’ͺ bayiik, yg anteng dulu sampe 4 minggu lagii 😘😘

    Eh yg me time itu aku banget ddong. Jd weekend suami suka ajak anak2 ke mertua, trus aku sama bayi aja di rumah. Trus awalnya bingung dong ngapain, mana rumah kerasa sepiiii πŸ˜†πŸ˜† berujung dg beres2 rumah sampe motongin taneman bareng mba πŸ˜… produktif bgd, trus sorenya pas bayi tdr ikut dengerin training nulis online 🀣🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Thessaaa, makasih banyak yaa! πŸ˜† sebetulnya pengen ngeblog dan main ke tulisan teman-teman, tapi hati dan kepala tuh kayak kompakan bilang, "Udah rileks aja dulu nggak usah mikirin yang lain-lain" XD ditambah ingin lebih banyak spending time dengan si calon kakak nih. Soalnya begitu si dedek lahir pasti waktu main berduaan nggak sesering sekarang huhu

      AHAHAHA tosss! Kita emak-emak banget nggak sih, Mbaaa. Ujung-ujungnya tetep beberes rumah kan yaa 🀣 tapi seru banget sih Mba Thessa bisa tetap ikutan training nulis online pas si bungsu masih bayi hihi

      Delete
  3. Mba Jane, I feel you, meski saya belum ada anak, tapi ketika disuruh me time sendiri tanpa si kesayangan, rasanya 'kosong' semacam bingung mau apa πŸ˜‚ Pasti ada momen bengong sendirian duduk di kasur, baru kemudian bergerak hahaha *curhat*

    Eniho, saya juga kena racun mba Endah, akhirnya lihat Sweet 20 and yes, filmnya baguuuuus, jadi penasaran sama film adaptasi Sunny huehehehe. Dan sekarang saya sudah mulai menonton Midnight Diner rekomendasi mba Jane 😍 Bisa dibilang, saya suka sama series ini mbaaa, huhu, banyak hal yang bisa saya pelajari hanya dari percakapan-percakapan sederhana mereka. Rasanya, saya akan tonton semua series-nya. Thank you so much mba Jane sudah diberi rekomendasi series menyenangkan πŸ₯³πŸŽ‰

    Ohya mba Jane, saya baru ingat kalau duedate mba Jane bulan Maret. It's okay jika mba Jane jarang aktif, take your time mbaaa. Yang penting mba dan le~baby sehat 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuh kan, ternyata memang bukan emak-emak aja yang terkena syndrome bingung saat ditinggal sendirian untuk me time ya, Mbaa 🀣

      Iyaa yaa Sweet 20 bagusss! Ceritanya ringan, bikin ketawa tapi juga ada moral of the story-nya di akhir XD and yess! Aku memang udah nebak Midnight Diner it's your cup of tea, Mba Eno. Percakapan para pelanggan Master tuh sebetulnya biasa aja, tapi ya kok jadi kebawa pikiran juga hahaha good to hear that you enjoy the series, Mba! Hayuk lanjutkannn sampai habis! πŸ˜†

      Iya nih, Mbaa sebentar lagi. Dugun dugun sekali. Terima kasih banyak yaa, Mba Eno! Take care too! 😘

      Delete
  4. Kakk, aku kalo liat rekomendasi kopi dari Kak Jane selalu langsung tertarik 100% loh, hahahaha. Kayaknya kalo yang rekomen barista tuh tandanya udah mantul banget buat aku πŸ˜‚ kopi merek Maxim itu beli di mana, Kak?

    Aku kepo deh sama review Rindu Harus Dibayar Tuntas karena Eka Kurniawan salah satu penulis favoritku. Ditunggu yaa Kak review-nya, heheheh (kalo Kak Jane sudah available lagi untuk menulis tentunya) πŸ˜†

    Sehat-sehat terus Kak Jane, debay, dan sekeluarga! Take your time Kak, biar bisa makin menikmati momen-momen penantian bertemu si adek. God bless you Kak 😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aheeeey jadi malu ahhh. Mantan barista abal-abal aku mahh wkwkwk 🀣

      Si kopi Maxim ini sering aku temukan di supermarket yang biasa jual produk-produk impor gitu, Ruth. Harganya memang mahal sih untuk kopi instan, makanya aku nggak pernah beli untuk seduh di rumah πŸ˜‚ Cuma nih barusan aku ngecek di Syopi, ternyata ada lho yang jual satuannya gitu, harganya sekitar 2-3ribuan. Alternatif bagusss buat yang ingin coba tapi nggak mau beli sekaligus banyak :D

      Siappp! Coba aku eksekusi dulu nanti kalau ketemu waktu senggangnya aku review yaa :D

      Thank you so much, Ruth! πŸ€— God bless you too and take care always yaa ❤

      Delete
  5. AAAAA CI JANE!!! *pelukkkk* semangat ya untuk mama dan dedeknya, 4 minggu lagi bertemu <3 semoga semuanya lancar dan sehat-sehat selalu <3 gapapa Ci kalau nggak sering-sering update untuk beberapa waktu, aku masih di sini-sini aja kok *apeu* :p

    Untuk yang review buku itu aku sampai hari ini masih bisa menikmati gaya dua-duanya, mau Ci Jane tulis sendiri atau gabung dengan (((laporan bulanan))) gini oke-oke aja, oh iya aku penasaran dengan Malice hehe.

    HAHAHAHHAHAHAHHA ya ampun Ciii nonton Sweet 20 di sebelah bocah bobo xD kuat amat nahan ketawa xD *tepuk tangan* sampai hari ini aku belum nonton film Bebas sih, oke lah aku akan merendahkan ekspektasiku kalau gitu xD percaya dengan fans berat film Sunny xD

    Wkwkwkwkwk yang me time itu malah ketagihan xD bisa dimengerti, aku ketawa baca Ci Jane yang ribet nyiapin ini itu terus papanya Josh bilang "udah deh tenang aja kayak mau pergi ke mana" xD persis ibukku kalau aku pas kecil dulu mau diajak keluar sama bapakku wkwkwkwk.

    Once again, sehat selalu Ci Jane dan keluarga <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhuhu komentar kamu kok manis sekaliii. Maacih banyak yaa, Ndah πŸ₯Ί❤️

      Baeklah kalau begitu. Kayaknya emang lebih enak di-review lengkap satu tulisan khusus yakk hahahaha ngomongin Malice, jujur aku nggak ada niatan review novel itu, Ndah πŸ™ˆ

      WKWKWK penderitaan yang sesungguhnya nonton itu di sebelah Josh yang lagi boci 🀣 tapi puwas juga sih ngikik-ngikiknya 😜

      Bebas bagus sihh, cuma karena aku udah bucin Sunny, jadinya ya gitu dehh. Mana alur dan scene-nya juga hampir copy-paste kayak Sweet 20 gitu, cuma emang disesuaikan aja sama kearifan lokal.

      Huahahahaha ya kannnn. Di mana-mana ibu memang kayak gitu πŸ˜† ngelepasin anak sama papanya aja suka heboh bahahaha

      Aminnnnn! Kamu juga sehat-sehat selalu ya πŸ€—

      Delete
  6. Dari yang awalnya panik jadi ketagihan yah. Ha ha ha. Entah kenapa, waktu makan Topokki, ngga seenak yang diomongin teman-teman. Apakah cara masak saya yang salah? Atau lidah saya memang bukan tipe yang korean food? Ha ha ha.

    Midnight Dinner sempat nonton satu-tiga episod waktu Netflix masih baru di Indonesia. Tapi akhirnya lupa untuk lanjutin dan baru keinget lagi sekarang. Kayaknya MD ini akan dapat remake lepas dari Indonesia dengan judul Angkringan. Saya malah nonton Miss Granny lebih dulu, terus nonton adaptasi negara lain sebelum ada rencana film ini akan diremake Indonesia. Pas nonton Sweet 20 malah bosen duluan karena adegannta memang hampir sama.

    Selamat istirahat untuk kak Jane. Jaga kesehatan sampe dedeknya Josh lahir. Ngga sabar denger kabar bahagia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi masalah selera, Mas Rahul. Soalnya suamiku juga nggak begitu suka Tteokpokki dan Kimchi yang mana rasanya emang Korea banget kann. Tapi kalau ramen dan lainnya masih bisa kemakan 😁

      Wah serius nih MD bakal di-remake di Indonesia?? Kok kayaknya seru juga yaaa ngebayangin Angkringan, minum susu jahe anget sama ngemil piscok πŸ˜†

      Terima kasih banyak, Mas Rahul! 😊 Meski jarang update di sini, saya masih berusaha untuk BW ke rumah manteman sebelum lahiran nanti :D

      Delete
  7. You’re not alone, Mba Janeee! Aku juga sering banget merasa capek dan bilang ke suami ‘i need me time’. Dia nggak pernah masalahin dan selalu ngasih izin. Buru - buru aku mandi, ganti baju, dandan, dan niatnya pergi sendiri, tapiiiii rasanya kok kayak ada yang ‘hilang’ malahan kalau sendirian tuhh hahaha.

    Anyway, coba nonton 20 again yang versi thailand nya mba. Aktrisnya Davikah Mai yang bintang iklan L*real. Wuiiih, nggak kalah cantik lhoo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tosss! Berarti bener bawaannya ibu-ibu tuh suka bingung sendiri ketika waktu me time tiba yaa hahahaha πŸ˜‚

      Waaah ada remake Thailand-nya juga? Siplaaa nanti aku ceki-ceki, Mbaa. Maacih banyak yaa rekomendasinya 😁

      Delete
  8. Sebelumnya, sehat-sehat selalu ya untuk kak Jane dan dedek bayi nya, Josh juga dilancarkan selama sekolah online. Dan untuk semua keluarga kak Jane stay safe ya kak!!πŸ˜πŸ˜‡

    Anyway aku sih penginnya semua buku yang dibaca kak Jane dibuat ulasannya di blog wkwkwk🀣 tapi kan gak mungkin, aku minta review kak Jane soal buku Malice deh kak, aku penasaran pendapat kak Jane soal bukunya Keigo hohoho.

    Oiya soal review buku aku suka keduanya sih kak mungkin di segmen DOTM bisa ulas singkat aja kalau emang kak Jane udah menampilkan foto buku dan blurbnya :D

    (Lupa komen kemaren terkirim atau engga)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nisaaa, komentar kamu yang masuk cuma ini sama yang di postingan satu lagi πŸ™ˆ

      Aminnn! Maacih banyak untuk doanya ya πŸ€— kamu juga sehat-sehat selalu di sana bersama keluarga!

      Nahh, seperti yang ku-mention di atas, aku nggak ada niatan review Malice, Niss. Entah mengapa setelah baca nggak meninggalkan kesan atau efek apa-apa buat aku 🀣 duh maap bangett untuk penggemar Keigo πŸ™ˆ

      Iyaa yaa enak begitu aja. Jadi di DOTM bisa dikasih sekilas, nanti disusul review lengkapnya. Baeklah aku coba eksekusi ide untuk review kedua novel di atas (selain Malice) 😁

      Delete
    2. Ohoho kenapa kak dengan Malice? Tapi memang novelnya Keigo lebih mirip pengungkapan kasus dari detektif aja sih. Sebagian orang juga ada yg bilang kurang cocok sama bukunya. Mungkin Devotion of suspect X bisa dicoba. Menurutku itu lebih greget, tapi entahlah kalo di kak Jane akan seperti apa πŸ˜†

      Delete
  9. Cateeet langsung resepnyaaaa, menunggu waktu yang tepat karena tadi abis makan richeese πŸ€ͺ

    Karena aku sering banget di rumah sendirian apalagi pas lagi jadwal WFH, ga bisa bayangin rasanya ditempelin anak kecil 24/7. Baca dirimu nyerita bingung harus ngapain karena ga ada Josh jadinya kerasa lucuuu, tapi juga kebayang senengnya karena akhirnya bisa me time penuh.

    Huhu, ikut seneng meskipun nggak ngerasain, karena memang me time itu kayak harta yang spesial ya buat para Ibu.... abis itu bisa ketemu anak lagi dengan hepi :') Semoga nanti pas udah berempat, bisa tetep menikmati waktu sendirian ocassionally yaaa 😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti bisik-bisikin aku yaa kalau udah cobain resepnya, Mbaa. Pengen tahu juga soalnya jarang kasih resep ke orang lain 😝

      Hahahahaha iya kann. Biasanya ditempelin bocah, sekalianya bisa doing things tanpa anak, malah bingung karena kesepian πŸ˜† bener banget! Baterainya kerasa udah dicas penuh, jadi begitu ketemu anak lagi rasanya hepi berats πŸ₯°

      Aminnnn! ❤️ Salam sehat buat kamu dan suamik yaa, Mba!

      Delete
  10. Semoga sehat-sehat terus bumil, dang saat due date tiba semoga lancar persalinannya.

    Yah, nih ibu dikasi masa sendirian buat me time malah bingung hahahaha... kalau saya sih nggak bingung-bingung lagi mau ngapa-ngapainnya. Karena saya termasuk orang yang suka punya banyak to do list hehehe... Kalau ada waktu sendirian, yaaa lumayanlah bisa mengerjakan kesenangan saya tanpa diinterupsi suami yang suka nyelonong cerita politik atau olahraga favoritnya tanpa permisi, anak-anak yang suka menghampiri dengan keributannya... πŸ˜‚πŸ˜†

    Btw, DOTM itu apaan mbak?
    Menarik juga ya cerita tentang kedai tengah malam itu. Midnight Diner: Tokyo Series. Makan malam-malam di tempat umum itu emang suasananya nggak biasa. Apalagi sambil denger fragmen kehidupan pribadi pelanggan. Selain itu cerita tentang nenek Fatmawati bikin saya jadi tertarik penisirin ingin menontonnya! 😍 Bukan tertarik karena gimana penampilan Tatjana, sih, tetapi gimana alur ceritanya si nenek yang jadi muda. Saya heran juga, karena si nenek ini tabiatnya nyinyir, bawel, dan pilih kasih.. kenapa mesti sedih pakai kabur segala kalau diomongin diem-diem buat dikirim ke panti jompo. Saya merasa kayak gini, "makanya sadar diri, lu nek! Jangan nyebelin, deh sama menantu dan cucu perempuan!" Ehehehehe jadi terbawa emosyionel kan...

    Oh ya, happy International Women's Day, mbak Jane πŸ’•πŸ’•πŸŒΉ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak atas doanya, Mba Intan πŸ₯°

      Oh ya bener juga, harusnya bikin to-do list aja ya biar nggak bingung banget hahaha masalahnya kemarin dadakan jadinya no idea what to do πŸ˜‚ ngerjain kerjaan rumah tuh emamg ekstra cepet dan lebih produktif ya, Mbaa kalau nggak ada yang recokin 😝🀭

      DOTM singkatan blog series ini, Mbaa (Diary of the Month) :D

      Midnight Diner mini series yang menarik dan layak tonton. Menariknya karena di serial ini sang pemilik kedai nggak diceritakan samsek kisah pribadinya, benar-benar fokus pada pelanggannya aja. Herannya, mereka juga nggak kepo dengan kehidupan pribadi Master πŸ˜‚

      Wkwkwkk embyerrrr banget, Mba! Biasanya nenek hobi nyinyir dan super jutek memang baperan kayaknya, Mba πŸ€ͺ aslik kesel banget kalau denger dia mulai nyinyir, untung film jadi ngerasa lucu aja wkwkw

      Ah iyaaa happy International Women's Day too dear Mba Intan! Semangat dan salam kuat selalu untuk kita para perempuan hebat! πŸ’❤️

      Delete
  11. Jane mantap banget deh Me Time langsung pesen ttokpokki ekstra keju huuu kayaknya enak 😍

    Ahahaa aku sepanjang nonton Midnight Diner juga nunggu-nunggu kapan bakal nyeritain masa lalunya Master, itu bekas luka di matanya kenapa, eh ga ada doong πŸ˜‚πŸ˜‚ Terus aku nyobain bikin tamagoyaki dan sosis gurita tapi belum berhasil. Tamagoyaki susah gulungnya, sosis gurita kayaknya terlalu besar sosis yang aku pake jadi ga ngeringkel gitu lhoo πŸ˜…

    Sehat-sehat Jane menunggu kelahiran si dedek! Ya ampun sebentar lagi yaaa πŸ’•

    ReplyDelete
  12. Sehat terus ya mbak Jane dan debay nya.
    Tiap aku keluar rumah sekarang ini, mataku selalu awas mbak di jalan, kali kali nemuin banner soal ayam Korean itu. Apa baca post mbak Jane yg waktu itu jadi kebayang
    Ada kedai Korean waktu aku lewat Minggu lalu, tapi ga sempet baca menu jualan apa aja. Nanti semoga Nemu ayam beginian

    Drama midnight dinner ini bikin penasaran, karena ceritanya tiap episod pasti seru. Apalagi dengan latar belakang cerita di kedai, banyak tipe pengunjung juga.
    Penasarannnn

    ReplyDelete