Nonton Apa Selama Rebahan?

Wednesday, February 17, 2021


Preambule sebentar, yaa. Karena agak panjang (soalnya mau curcol dulu LOL), untuk yang ingin langsung membaca ulasan film, cusss scroll aja ke bawah. Aku rapopo kok ๐Ÿ˜

Menurut pengakuan beberapa orang, trimester ketiga itu mulai ngebosenin karena perut semakin besar, semakin begah, bangun dari ranjang rasanya malas banget. Aku sendiri mulai merasakan itu beberapa hari ini. Pergerakan jalan mulai melambat, tanpa sadar nyenggol ini dan itu (lah itu bukannya udah biasa?), dan puncaknya setelah melewati liburan Imlek kemarin, mendadak aku malas ngapa-ngapain. 

Biasanya saat Josh bobo siang, aku menggunakan waktu tersebut untuk melakukan aktivitas berfaedah; entah itu baca buku, beberes, baca blog manteman (aku masih menyempatkan untuk BW tapi mohon maaf yaa belum sempat meninggalkan komentar hiks), atau update blog. Namun, di saat timbul keinginan tersebut, hati dan otak dengan kompak menyahut, "Udah deh kagak usah sok produktif. Rebahan aja sono." 

Mengutip ucapan Suga BTS, inti dari rebahan adalah tidak melakukan apa-apa. So, I follow his advice and never been this proud BAHAHA. 

Tentu aja sembari rebahan, aku sambil mengafirmasi diri sendiri bahwa gapapa kalau memang nggak ingin melakukan apa pun *teteppp*. Lagipula, once the baby pops out, mana ada waktu lagi untuk bobok sepuasnya. Mari maksimalkan aktivitas rebahan ini selama bisa dilakukan, yes?

Selain perkara mageran, siklus mood pun macam roller coaster. Kemarin ini ada beberapa teman perempuan yang bertanya, mood swing-nya bumil itu sama nggak, sih, kayak PMS? Kurang lebih sama, sisterkuu. 

Gambaran mood swing-nya begini. One day I woke up I felt like can conquer the world. Badan ini terasa seperti energizer bunny yang nggak ada capeknya. But the another day, bisa aja aku terbangun dengan perasaan super bete. 

Contohnya baru terjadi di hari Minggu yang lalu. Mendadak aku bangun dengan mood agak berantakan. Biasanya hari Minggu kami pasti keluar rumah. Hari itu aku bilang ke suami pengen di rumah aja, biar doi dan Josh aja yang keluar. Eh, nggak berapa menit kemudian aku berubah pikiran memutuskan untuk ikut aja deh. Daripada bete-bete sendirian di rumah, kan, juga nggak banget, yaaa. And I was glad I went out with hubby and son that day. Karena mendadak suami memberikan ide untuk makan Korean BBQ, yang mana udah jadi ngidamku sejak trimester kedua kemarin. Finally! A proper Korean lunch, setelah selama ini hanya delivery tteokpokki (plus gimmari!) dan yangnyeom chicken dari KINI Bistro ๐Ÿ˜†
Well, pada akhirnya ada tulisan baru juga setelah empat hari. Kalau lagi not in the mood di masa lalu, bisa 1-2 minggu nggak ada update sama sekali. Ternyata sekarang susah juga untuk sengaja "menghilang" sebentar dari peradaban. Segitu kangennya lo sama blog sendiri ya, Jane? Eh, tapi ada nggak, sih, yang bucin sama blognya sendiri? Jangan bilang aku doang ๐Ÿ™ˆ

Jadi, selama malas-malasan kemarin apa saja yang udah dicapai? Jawabannya: NONTON DONGG. 

๐ŸŽฌ

To All the Boys: Always and Forever (Netflix)

Siapa yang Valentine kemarin nonton ini bareng cem-cemannya? ((cem-ceman))

Jujur aja, saat nonton ini aku masih nggak ngeh kalau hari itu adalah Valentine's day. Nggak ada yang kasih bunga atau cokelat, sih ๐Ÿ˜œ 

Walau nggak cinta-cinta banget dengan TATB universe ini, rasanya nggak afdol kalau nggak melahap semua sekuelnya sampai yang bagian terakhir ini (karena kusuka sekali dengan sekuel pertamanya!). Plus, masih ada Ross Butler dong di sini #TeamTrevor. 


Masih menceritakan kisah cinta LJ dan PK yang mulai mengalami turbulence (halah, emang pesawat??) karena sebentar lagi mereka akan lulus SMA dan kuliah di kampus idaman masing-masing. Awalnya, mereka berdua sepakat bakal ngampus bareng. Seiring berjalannya waktu, sebuah kesempatan datang pada Lara Jean dan dia tahu banget kesempatan tersebut nggak datang dua kali. Di situ lah dia mulai merasa apakah dia harus mengejar mimpinya atau mempertahankan hubungannya dengan Peter. Worst scenario: you can't have both. Untuk anak abege macam LJ, tentu ini sucks banget, kan. Walau gue nggak pernah punya kisah cinta selama SMA, jadi kurang paham juga pergolakan yang dialami mereka. 

Baru aja beberapa detik dimulai, aku langsung dibuat histeris oleh lagu pembuka. Mereka memutar lagu GEE by SNSD saat Covey Sisters yalan-yalan ke Seoul donggg! Gemesssssh banget, because the song fits perfectly! Bukan Sone namanya kalau nggak langsung ikutan nyanyi saat lagu diputar. 

Ok, salfoknya udahan. Balik ke review film. 

Jujur aja nihfans TATB jangan ngambek sama akoh yaaaku nggak menemukan something special from the movie nih, hihi. 

Selama 1 jam 55 menit kita hanya diajak melihat kegalauan LJ yang bingung harus ikut pacar kuliah di kampus yang sama atau mengikuti kemauan hati untuk kuliah di kota lain. Mungkin buat dedek-dedek seumuran LJ bisa ikut berempati, sih. Bahkan mungkin bisa jadi pelajaran juga tuh, alangkah lebih baik nggak usah pacar-pacaran deh sebelum kuliah. Ribet. Cici Jane dulu LDR-an sebelum nikah aja rasanya campur aduk, apalagi kalian yang baru akan mengenyam bangku kuliah. 

Cinta banget dengan nasehatnya Papa Covey saat dia lihat anak perempuannya galau nggak kelar-kelar. Kira-kira intinya begini: relationship yang sehat itu harusnya bisa memberi ruang untuk bertumbuh. Which is very true! Kasarnya, nggak worth lah kalau LJ harus menyelamatkan hubungannya daripada mengejarnya impiannya sendiri. 

Overall, the movie is still fun to watch. Lumayan deh untuk nostalgia masa SMA yang nggak kupunya... nggak punya pacar ganteng cem Peter, nggak ikutan prom night apalagi study trip ke NYC! ๐Ÿ˜œ

Crime Scene: The Vanishing at The Cecil Hotel (Netflix Docuseries) 

Pecinta thriller dan misteri mari merapat! 

Nggak mikir dua kali untuk nonton docuseries ini karena mereka mengulas sebuah tragedi dan misteri kematian Elisa Lam di Hotel Cecil tahun 2013 lalu. 

Buat yang nggak familiar, silakan ketik Elisa Lam di Google, hal pertama yang akan kalian temukan kemungkinan besar adalah cuplikan video CCTV yang menampakkan Elisa Lam berjaket merah di dalam sebuah elevator hotel. Coba nonton dulu deh videonya, and tell me how do you feel

Kasus kematian Elisa Lam ini populer banget di kalangan pecinta misteri dan konspirasi. Masih ingat aku menemukan cerita ini di sebuah blog enigma Indonesia beberapa tahun yang lalu. Kasusnya terbilang unik dan semisterius itu. Entah mengapa kasusnya juga sengaja dibuat "mengambang" sehingga netijen banyak membuat spekulasi beraneka ragam yang rata-rata bikin bulu kuduk berdiri. Hiiiiy! 

Singkatnya, Elisa Lam adalah seorang gadis muda asal Kanada yang memutuskan untuk solo traveling ke California, Amerika Serikat. Suatu hari, dia tiba di Los Angeles dan menginap di Hotel Cecil, yang pada masanya itu terkenal sebagai hotel penuh tragedi kejahatan. Pada tanggal 31 Januari 2013, Elisa dikabarkan hilang dan keluarganya memutuskan untuk menghubungi pihak hotel karena sudah beberapa hari tidak ada kabar dari sang putri. Tanggal 19 Februari 20213, jasad Elisa ditemukan dan pihak forensik menyatakan bahwa dia sudah meninggal sejak tanggal 2 Februari 2013. 

Docuseries ini mengundang orang-orang yang terlibat dalam penyelidikan kematian Elisa Lam, diantaranya ada detektif, mantan manager Hotel Cecil, mantan pegawai hotel yang menemukan jasad Elisa dan beberapa tokoh lainnya yang masing-masing ikut andil memberikan sudut pandang mereka dalam kasus misterius ini. Dari mereka kita akan tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Elisa Lam: was she murdered? Apakah dia bunuh diri? Apakah ada konspirasi politik di balik kematiannya? Atau jangan-jangan ada hubungannya dengan makhluk gaib?? *nggak paham kenapa ada yang menghubungkannya dengan ini zzzz* 

Karena ini adalah sebuah dokumenter, aku berharap bisa mendapatkan something real yang tentunya bisa diterima secara logis. And I'm glad Netflix did a great job with this series. Termasuk memasukkan histori tentang Skid Row, salah satu area paling berbahaya di Amerika dan jaraknya yang nggak jauh dari lokasi Hotel Cecil dan surprisingly berperan cukup penting dalam kasus Elisa Lam. 

Rasa penasaran selama ini terjawab sudah walau harus menerima sebuah kenyataan pahit ): 

Salah satu hal yang paling aku suka dari dokumenter ini, mereka menyertakan perspektif dari Elisa Lam sendiri (termasuk narasi yang dibawakan) melalui tulisan blognya. YES, ternyata Elisa Lam punya personal blog dengan platform Tumblr! I was so surprised, karena nggak ada yang pernah mengungkit blognya selama aku mengikuti kasus ini. 

Selesai nonton, aku menghabiskan waktu menelusuri isi blognya Elisa Lam yang masih bisa dibaca hingga hari ini. Agak-agak merinding, sih, ya membaca sebuah blog di mana yang punya udah nggak ada huhuhu. 

Isi blognya sangat normal, mengingat usia kematiannya saat itu 21 tahun, Elisa banyak bercerita mengenai kehidupannya sehari-hari, tontonan dan buku favoritnya, kisah cinta dengan mantan pacarnya, termasuk perjuangannya dalam melawan gangguan bipolar. She said her depression was real, but she was lucky that she surrounded by love.

Setelah membaca blognya, aku seperti mengenal lebih jauh tentang sosok Elisa Lam yang selama ini lebih dikenal sebagai "The Elevator Girl". She was a real person who dealing with her depression back then. 

Rest in Peace, Elisa Lam. Semoga kamu damai selalu di alam baka ๐Ÿ˜ฅ

***
Sekian laporan kemageran yang bisa saya sampaikan dari atas tempat tidur. Mulai hari ini, akan kuusahakan untuk melunasi hutang membalas komentar di postingan sebelumnya dan juga di blog manteman, yaa. 

Take care always amigos, happy hump day! ๐Ÿ™Œ

40 comments:

  1. Haiii kak Jane, lama gak berkunjung kangen jugak, hehe. Semangat terus kaka bumil, semoga dalam masa kehamilannya sehat-sehat dan happy terusss *virtual hug*

    Aku langsung bahagia begitu buka JFTB langsung nemu post review tontonan HAHAHA. Dannn yang tadinya penasaran sama TATB yang baru, jadi mager nonton gara-gara liat reviewnya kamu kak, hahhaha. Abisnya yang film pertamanya aku lumayun suka, meski bukunya B aja. Nah ini kalo filmnya B aja juga gimana ya, hmmmm...

    Aku juga seneng banget pas scroll lagi dan ada review The Cecil Hotel! Aku baru mau nonton itu banget malam ini, wakakak! Tak kusangka kak Jane nonton beginian. Aku jadi makin nggak sabar kepengin nonton.

    Have a good day, Kak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ruthhhh! Where have you been?? *padahal aktif di ig tapi di blog ngilang* ๐Ÿ˜‚ eh ternyata kamu ada tulisan baru juga di blog yaa. Entar baca aaaah.

      Bahahaha baru nonton banget buru-buru di-review mumpung anget ๐Ÿ˜ aku juga suka dengan sekuel pertamanya, but nope dengan kedua dan terakhir ini entah mengapa huhu tapi yang ketiga ini better sih, cuma ya gituuu.. hampir dua jam nonton cuma nontonin kegalauan LJ ๐Ÿ˜†

      Crime Scene Cecil Hotel harussss nonton, Ruth! Akutu sebenernya hate n love relationship sama thriller, tapi penasaran ya gimana dong wkwkwk

      Maacih yaa my dear! You too sehat-sehat selalu. Take care! ๐Ÿ˜˜

      Delete
    2. Hahaha iya nihh kak, aku emang baru aktif lagi ini di blog ๐Ÿ™ˆ

      Kak, aku baru banget kemaren sore bingeing The Cecil sampe malem. Aneh banget, aku biasanya kalo nonton doku kriminal gitu nggak pernah ngerasa gimana-gimana, palingan ya penasaran aja. Tapi abis nonton yang ini malah merinding banget, apalagi pas lihat cuplikan video di elevator itu. Asli, saking merindingnya aku abis itu selingin nonton komedi ๐Ÿ˜‚

      Tapi aku setuju banget, di balik semua konspirasi soal kematiannya, after all she's just a girl yang selama hidupnya dealt with problems yang dialami banyak orang. Aku sempet baca blognya juga abis cek kasusnya di Wiki dan tersentuh banget. Sampai sekarang masih suka sedih dan kepikiran gitu somehow sama Elisa. It's very heartbreaking ๐Ÿ˜ข

      Delete
    3. IYA KAAAAN. So heartbreaking! ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ My heart goes to her family especially her parents huhuhuhu. Akutu ya pas lihat cuplikan orangtuanya Elisa pas press conference dari LAPD rasanya nyessss banget. Belum lagi kasus putri mereka ini sampai jadi pembahasan publik kan. Sad sad sad TT_______TT

      Wajar sih kalau kamu merinding, emang cuplikan video CCTV itu so creepy ya ๐Ÿ˜‚ kayak takut banget bakal ada sesuatu yang muncul atau gimana omggg

      Delete
  2. Saya kira film TATB ini baru sampe dua, ternyata sudah jadi trilogi yah? Ha ha ha. Saya belum nonton sama sekali. Katanya B aja ketimbang film pendahulunya.

    Kemarin sempat baca tulisan orang yang sudah nonton film ini. Katanya bagus. Dokumenter serupa juga sudah ada diwatchlist meski belum saya tonton, judulnya American Murder, dari kisah nyata juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahahaha iya yang ketiga ini tamat sudah, Mas Rahul ๐Ÿ˜ kalau ingin coba nonton saran saya yang sekuel pertamanya aja udah cukup. Sebetulnya nggak perlu ada kelanjutannya sih, tapi karena novelnya trilogi mau nggak mau sekuel filmnya pun ngikut ๐Ÿ˜‚

      Ah iya, American Murder yang tentang pembunuhan satu keluarga itu ya? Baca-baca review katanya docuseries ini banyak melibatkan footage asli dari sang istri. Duh saya sanggup nggak ya nontonnya ๐Ÿ™ˆ

      Delete
    2. Oh, jadi gitu yah? Jadi kayak film Dilan yah, trilogi. Ha ha ha. Noah Centineo ini kayaknya langganan Netflix yah? Tiap ada romance, selalu ada dia. Kemarin nonton Perfect Date, berasa ampas. Saya ngga begitu menikmatinya. Makanya, pas kemarin rilis Swiped maupun TATB jadi agak ragu untuk nonton.

      Iya, American Murder melibatkan banyak footage asli. Kalo kak Jane takut saya malah makin penasaran. Ha ha ha

      Delete
    3. Betul banget, persis Dilan, sama-sama adaptasi dari novel :D kalau nggak salah sekuel pertama TATB dirilis di tahun yang bersamaan dengan Dilan 1990 deh. Vibe uwu-uwunya terasa banget wkwkwk

      Saya juga pernah nonton Sierra Burgess is a Loser dan merasa doi juga biasa aja ๐Ÿ˜‚ selain TATB nggak nonton film doi yang lain lagi deh hahaha

      Duh, masalahnya ini tema keluarga, dan katanya footage banyak diambil dari koleksi video sang istri di sosmed, sementara istri pun jadi korban ): jadi saya agak ngeri mau nonton ๐Ÿ™ˆ

      Delete
  3. Nggak papa... sebgai pendukung aktivitas rebahan๐Ÿ˜… Rebahannya dipuas2in aja sebelum dek bayi keluar. Kan kalau Baby udah keluar, tidur malam aja pasti nggk bisa karena jam terbang bayi selalu bangun tengah malam.. hehe

    Iyahh,, ini yg trailernya smpet di post di story Ig mba kan yah?? Smpet wonder tpi nggk nemu judulnya.. wkwkw. Nih skrang bru dpet judulnya.. tpi di netflix serinya banyak yah mba.. kalau mau mulai dri mana dlu? Always and forever? ๐Ÿ˜† atau i've loved before..?

    Saya minggu ini malah lagi rewatch film2 lama.. kaya jurassic park tahun 90an baru dirilis di netflix.. heheh oh oh sama The Yin-Yang Master...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yessss saya mendapat dukungan dari tim rebahan! XD

      Iya betul banget, Mas Bayu. Kemarin cuma share cuplikan intronya di IGS karena salfok dengan lagu Gee ๐Ÿคฃ judul pertama yang To All The Boys I've Loved Before, kedua P.S. I Still Love You, yang ketiga dan terakhir baru deh yang Always and Forever ini. Coba nonton Mas Bayu, nanti coba share pendapatnya bagaimana :D

      Eh iya, saya juga lihat trailer-nya nongol mulu di home Netflix. Salah satu film masa kecil yang memberikan mimpi buruk ๐Ÿ˜‚

      Delete
  4. Trimester 3 itu memang bikin mageeer. Mana gerak jg kan biasanya ga bs bebas krna beuuraat kan ๐Ÿ˜† Begah jg. Jd paling enak memang rebahan. Hidup rebahaan ๐Ÿ’ช๐Ÿ˜ Jd kita ga perlu ngerasa ga enak krna tdk aktif melakukan apa2 Mba Jane. Hehehe..

    Skip skip aku ga mau baca ulasan Always and Forevernya gpp ya Mba Jane ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜† aku mau suprises aja nonton sendiri. Hahaha.. Aku udah baca ke3 bukunya. Dan film sebelumny jg aku suka bgd. Tp blm sempet nih nonton yg ke 3. Pdahal kangan sama Peter ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata benar demikian yaa, Mbaa. Masalahnya waktu hamil Josh dulu aku nggak merasakan hal yang sama, so this is totally new for me ๐Ÿ˜† antara senang bisa mageran dan sedikit guilty karena harusnya berkegiatan malah rebahan ๐Ÿ™ˆ

      AHAHAHA iyaa nonton dulu, Mba Thess! Kangen-kangenan sama Peter XD Aku juga udah baca tiga bukunya dan tetep paling suka yang judul pertama, mungkin itu karena mereka pertama kali jadian yaa hihihi

      Delete
  5. Mba Jane, thank you untuk review Cecil Hotel-nya, hihihi, dari kemarin lihat di Netflix front page ada sneak peek soal Cecil Hotel, tapi nggak berani klik karena gambarnya seram, hahahaha, ada cewek berdiri di elevator, saya kira film hantu ๐Ÿคฃ

    Habis baca review mba Jane jadi ingin menonton tapi tunggu si kesayangan senggang biar bisa ada teman, nggak akan berani sendiri takut kebawa mimpi soalnya ๐Ÿคช

    Eniho, selamat menikmati momen-momen rebahan mbaaa, nggak apa-apa kalau masih nggak mood menulis, dan betuuul itu kata Suga, inti dari rebahan memang nggak melakukan apa-apa hahahaha. Saya pun Senin malam dan Selasa malam diisi dengan rebahan, jadi nggak buka blog dan nggak update apa-apa ๐Ÿ™ˆ Lumayan bisa lihat serial jadinya. Wk.

    Sehat selalu ya mba, semoga lancar sampai hari H ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahahaha gara-gara diambil dari rekaman CCTV sekilas jadi kayak film hantu ya, Mbaa XD cuss nonton segera, Mba Eno. Nggak seseram itu kok, malah seru dan dibikin penasaran dengan ending kasus penyelidikannya. Aku nonton sendirian aman kok, Mbaa *review dari seorang penakut yang suka thriller* ๐Ÿ˜†

      Iya nih, Mba Enoo. Tapi di sisi lain aku kangen dengan blog sendiri, jadi kayaknya kok malah aneh nggak nulis beberapa hari ๐Ÿ™ˆ tapi kupastikan aktivitas rebahan dilakukan semaksimal mungkin sampai lahiran nanti biar nggak menyesal hihi

      Sehat selalu juga untuk Mba Eno yaa! Selamat menikmati hari-hari rebahan bersama si Kesayangan ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

      Delete
  6. Pukpuk Cici Jane, ini aku kasih virtual choco untuk Cici. Jangan sedih yaw ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿซ

    Anyway, aku juga habis nonton Forever and Always tanggal 12 kemarin ๐Ÿ™ˆ. Alasannya sama seperti Cici, karena rasanya nggak afdol kalau nggak nonton seri terakhir dari trilogy ini ๐Ÿคญ meskipun nggak bisa dibilang bagus banget, tapi aku tetap suka dengan relationship Lara and Peter, mungkin karena Peternya ganteng? #eh

    Aku juga nonton Space Sweeper. Cici udah nonton belum? ๐Ÿ˜


    Anyway, aku jadi tertarik nonton docuseriesnyaaa! Habis ini mau cari di Netflix ah ๐Ÿ™ˆ. Waktu itu aku pernah nonton docuseries sejenis dan turns out aku suka walaupun eneg-eneg nontonnya ๐Ÿ˜‚ judul docuseriesnya Don't F*ck With Cats. Documenter yang menceritakan orang-orang yang menangkap pelaku penyiksa kucing yang viral di FB, orang-orang yang melacak keberadaan pelakunya ini awalnya hanya kenal lewat grup FB, terus mereka berusaha cari tahu si pelaku siapa, ada dimana dll. Pelakunya ternyata orang yang agak sakit mentalnya, jadi setelah bikin video siksa kucing sampai mati, dia juga bikin video siksa orang sampai mati juga ๐Ÿ˜‚. Duh seru sih nontonnya wkwkw
    Siapa tahu Cici berminat, mungkin masih ada di Netflix hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima cokelat dengan senang hati! Terima kasih banyak Peri Kecil kesayangan ๐Ÿ˜˜

      Iya kan yaa, sekuel terakhir ini B aja tapi ya manis juga sih Noah-nya, eh maksudnya relationship mereka berdua XD tapi sejujurnya sejak hadirnya Trevor (Ross Butler), aku jadi salfok ke doi, Lii ๐Ÿ™ˆ akutu ngefans sama Ross sejak 13 Reasons Why, I dunno why he's so charming ๐Ÿ˜ *kenapa jadi bahas ini sih*

      Space Sweeper film atau serial, Lii? Amerika kaah?

      LIII TAKUT AH! Kok dari deskripsi kamu kayaknya docuseriesnya sadis yaa? ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ญ kalau sadis aku takutttt, mana kucing kan kasihan huhuhuhu. Tapi tuh aku setuju deh. Emang seringnya orang yang punya gangguan mental suka melakukan hal-hal "creepy". Barusan cek di Netflix masih ada sih, tapi kalau sadis berdarah-darah aku gak maoooo ๐Ÿ™ˆ

      Delete
  7. Mba Janeee semoga sehat2 terus sampe lahiran yaaaa ๐Ÿฅฐ nikmatin dulu rebahannya sekarang sebelum nanti rempong hihihi

    Btw, aku tertarik banget tuh nonton Docuseries tentang Hotel Cecil. Soalnya pernah nonton di youtubenya Nessie Judge dan emang bikin penasaran sih kasusnya. Aku juga kaget ada blognya si Elisa Lam ini dan bisa bayangin gimana dia harus melawan depresinya. Thanks untuk rekomendasinya Mba Jane, aku bakalan nonton ini buat weekend!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Tikaaa, makasih banyak yaa! ❤ Iya lho, aku pun mulai berpikir apakah bakal tetap bisa update blog pasca lahiran nanti ๐Ÿ™ˆ

      Yuk ayuk nontonnn! Aku juga pernah nonton ulasannya Nessie Judge. Pas beres nonton docuseries-nya, aku nonton ulang lagi punyanya Nessie hahahaha dijamin puas deh nonton docuseries ini. Selamat menikmatinya di weekend mendatang ya! ๐Ÿค—

      Delete
  8. Aiih suami kak Jane masih inget ngidamnya kak Jane di trimester kedua eheuheuheu ๐Ÿ˜† semoga kak Jane dan keluarga diberi kesehatan selalu ya ๐Ÿ˜˜

    kak Jane!!! Samaan kita! Kak Jane gak sendiri kok, aku juga suka bucin sama blog sendiri, makanya suka gonta-ganti format blog, baca ulang tulisan sendiri wkwkk.

    Hmm betewe soal tontonan, aku baru nonton satu film animasi jepang seperti biasa ๐Ÿ˜†. Dan mantengin yutubnya kak Kanaya, sama akun yutubnya Moontube lagi ada tayangan baru episodenya Krystal!!>< hehehe, maaf aku mendadak bucin krystal lagi.

    Eh iya itu docuseries nya kayaknya seru kak, aku suka nonton cuplikan kasus serupa di yutub channelnya mba Nessie atau koreareomit, aduh emang ngeri. Aku yang pengikut genre thriller aja kalo udah disuguhin true story gini suka serem, ngebayanginnya dan iya kukira kak Jane gak suka nonton yang thriller crime begini.......eh awas ketagihan kak ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lho aku juga nggak menyangka dia masih ingat ๐Ÿ˜ Beberapa kali dia nawarin "mau makan korean bbq gak?" selalu kutolak karena harus ke Jakarta baru ada. Selain itu aku tahu dia nggak begitu suka korean bbq makanya kutolak ๐Ÿ˜‚ Akhirnya kemarin aku iyain aja deh, daripada nanti dia lupa beneran wkwkwk

      TOSSS! Berarti normal yaaa kita bucin dengan blog sendiri XDDD

      Eh iyaa, Monotube itu sebetulnya channel apa sih, Nis? Aku kira itu channel pribadinya Krystal karena belakangan suka nongol di rekomendasi page youtube aku ๐Ÿคฃ gapapa, aku paham rasanya bucin dengan girl crush. Soalnya aku juga gituu kalau ada konten baru dari Tiffany Young ๐Ÿ™ˆ

      Sejujurnya aku suka thriller! Tapi ya takut wkwkwk sampai suamiku suka ngomel, udah tau takut tapi tetap nonton ๐Ÿคฃ aku juga suka nonton Nessie Judge tapi yang bukan horor ya, kalau udah ada unsur gaib-gaibnya aku beneran cupu ๐Ÿ™ˆ

      Delete
    2. ใ…‹ใ…‹ใ…‹ lucu banget kalian kak.

      Awalnya aku kira juga gitu kak Janee, udah girang duluan aja pas tau eh bukan ternyata ๐Ÿ˜…. Kalo aku liat di kolom aboutnya sih itu kontennya soal celeb lifestyle kak.

      Episode pertamanya Krystal juga mengenai itu, kegiatan dia hari ini apa dan hari-hari lainnya. Ternyata pernah ada episodenya sooyoung juga kak. Seru sih, tontonan ringan lumayan buat ngisi kekosongan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Mungkin kak Jane tertarik, udah nongol kan di halaman rekomendasi haha.

      Wkwkwk emang manusia, udah takut tapi penasaran tetap lanjut ya kak, kayak di film horor, udah tau takut gelap bukannya nyalain lampu ๐Ÿ˜‹

      Delete
    3. Oalaaah jadi demikian toh. Ok baiklah, nanti aku sempatkan untuk nonton episodenya Krystal. Iya kan, soalnya beberapa kali nongol berbarengan dengan update-annya Jessica Jung. Sampai berpikir apakah Krystal akan mengikuti jejak sang kakak ๐Ÿ˜†

      IYA itulah manusia yang nggak pernah jelas maunya apa ๐Ÿคฃ tapi kebetulan aku nggak pernah matiin lampu sih. Pokoknya nonton thriller harussss terang benderang ๐Ÿคฃ

      Delete
  9. Review docuseries nya menarik sekali. Kalau lowong akan cari diNetflix. Makasih sudah sharing. Rebahan itu privilege, kalau dilakukan musti dinikmati lho :)

    Semoga sehat selalu sampai lahiran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Noa!

      Yesss docuseries-nya layak tonton untuk pecinta misteri :D mayan lah buat isi-isi waktu senggang hoho.

      Ahahaha iya benar banget ya. Jangan sampai nanti nggak ada kesempatan rebahan malah ngedumel, so let's enjoy while it lasts ๐Ÿ˜

      Thank you so much! Makasih udah mampir juga ke sini ya (:

      Delete
  10. Jane ini aku kasih cokelat sama kue ๐Ÿซ๐Ÿฉ๐Ÿฎ๐Ÿฅง

    Jangankan kamu yang hamil ya Jane, aku aja kadang kalau hari minggu bener-bener ga mau beranjak dari kasur kalau ga diprotes sama perut yang berisik minta makan ๐Ÿ˜‚ So, kalau memang lagi ga mood ngapa-ngapain, nikmati rebahan saja Jane ๐Ÿ˜Š

    Eh iya beberapa waktu lalu sempat rame lagu Gee ada di film terakhir To All The Boys ini. Jujur aku sama sekali ga nonton soalnya dulu pas baca bukunya pun terasa datar banget di aku ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ

    Eh iyaaa inget dulu pernah ngikutin berita/konspirasinya Erika Lam ini.. Kalau ga salah pernah dibahas sama youtuber spesialis konspirasi juga, Nessie Judge deh. Aku belum nonton nih, tapi udah dimasukin ke list docuseries ini. Abis baca review kamu jadi makin penasaran ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cokelat dan kue diterima dengan tangan terbuka, hap hap! ๐Ÿ˜†

      HAHAHA I can relate, Ya! Nggak bakal beranjak dari ranjang sampai perut minta diisi makanan ya XD akutu saking magernya kadang ke kamar mandi buat pipis aja males, parah banget deh. So yes, aku bakal menikmati sisa-sisa waktu rebahanku dengan sebaik mungkin hihi

      Jujur aku baru baca novelnya begitu selesai nonton sekuel yang pertama. Tapi ya gitu deh, menurutku juga novelnya sendiri paling seru yang pertama, kedua dan ketiganya agak boring ๐Ÿ™ˆ tapi karena cast filmnya mayan oke dan gemesin, jadinya betah-betah aja sih nontonnya XD

      Iyaaaaa bener dibahas Nessie! Setelah nonton docuseries-nya, aku malah berharap Nessie bisa membahas ulang dengan data yang lebih lengkap ini. Ayooo ayoook nonton di malam minggu ini ๐Ÿ˜

      Delete
  11. Trimester 3 itu emang warbiyasaaa, meski kalau aku rebahan juga malah serba salah. telentang nggak bisa, tengkurep apalagi. wkwkwk...

    Sehat dan bahagia selalu ya Jane, lancar-lancar nanti lahirannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. AHAHAHA benar banget ini! Sejak masuk trimester ketiga aku menjadi orang yang super annoying, Mbaa. Aku sampai ngomong ke suami, harap bersabar yaa karena aku pun bingung harus berbuat apa LOL miring ke kanan salah, ke kiri salah, telentang apalagi wkwkwk

      Terima kasih banyak Mba Pipit! Aminnn aminnn :D

      Delete
  12. Halo Ci Jane!!! *peluk kangen* gapapa nggak selancar dulu blogwalkingnya yang penting sehat terus dan mood terjaga demi diri sendiri dan dede bayi. <3

    Anyway!!! Duh gimana nih aku rasanya mau heboh. WAKTU DENGER GEE ITU AKU LANGSUNG KEINGET CI JANE HAHAHAHAHAHAHHA. Langsung bayangin kalau nontonnya berdua gitu mungkin kita sama-sama ngedance Gee deh. xD Dan menurut aku ya emang To All The Boys ini tuh lebih masuk kalau pakai lagu-lagunya SNSD daripada Blackpink. Ya oke jadi bahas kpop. xD

    Aku tim yang suka banget sama ending trilogi ini wakakakak rasanya lega dan ikhlas gitu sama endingnya. Kalau nonton sekuel kedua rasanya masih ada yang ganjel, terus udah deh plong habis nonton yang terakhir. Dan ya jadi ngebayangin dalam imajinasi sendiri kehidupan LJ dan PK di bangku kuliah kayak apa. <3

    Bener Ci aku suka dengan kata-kata Papa Covey, nih ya kalau sampe LJ malah milih universitas yang nggak dia pingin, aku udah siap marah-marah. Kalau Peter ngelarang-ngelarang LJ buat kuliah di kampus impiannya aku juga bakalan marah-marah. xD *terlalu menghayati* Karena yaelah anak SMA gitu lho, kalau kata Suhay Salim di QnA-nya: tinggalin cowok yang melarang kamu mengejar cita-cita. xD Ya emang bener, anak SMA masih panjang banget perjalanan hidupnya.

    Bicara tentang pacaran pas SMA, ada temen-temenku yang memang sampai nikah setelah lulus kuliah, ada juga yang putus karena yaudah pisah kampus. Macem-macem tergantung takdir. /g Aku sendiri dulu pacarannya udah sama anak kuliahan waktu aku masih SMA dan itu.....makan ati. xD

    Panjang banget gara-gara ngomong LJ-PK. xD Mana belum komen tentang Elisa Lam. T_____T

    Aku baru tau lho Ci kalau dia punya blog, aku dulu cuma nonton video dia yang di elevator itu. Dan ya banyak banget teori yang muncul atas kejadian meninggalnya Elisa Lam. Kalau ada yang membunuh dia, kejam banget sih orangnya. T_____T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Endaaaah, ini narik napas nggak sih ngetik komentar sepanjang ini? ๐Ÿคฃ

      FIX KITA HEBOH BARENG PASTI KALO NONTON BERDUAAN wkwkwkwk sumpah aku histeris sampai Josh pun bingung ๐Ÿคฃ padahal sebelumnya aku sempat liat story-nya Tiffany gitu di mana ada video pembuka film ini juga. Cuma aku nggak ngeh kalau ada lagu Gee. Ternyata oh ternyata, kubangga cekali menjadi seorang SONE bahahaha. And YES! Mana cocok lah kalau misal lagu pembukanya "Ddu-du-Ddu-du" ๐Ÿ˜ Gee lebih cute dan relate nggak sih ke cerita cintanya LJ&PK ๐Ÿ˜†

      Aselik sok tua banget yeee kita ngomentarin kisah cinta anak SMA BAHAHAHA. Tapi iya lho. Aku jadi mikir, ada nggak ya teman-temanku yang pacarannya di masa SMA terus beneran nikah sampai punya anak dan ternyata adaaa, meski ya gitu deh, putus nyambung. Setuju sama Mbak Suhay, cowok yang ngelarang kita ngejar mimpi fix tinggalin aja. Lagian rasanya nggak enak nggak sih kita kayak menghambat mimpi pasangan kita gitu ):

      Heh kok kamu curcol? ๐Ÿ˜‚

      Plisss nontonnn, Ndah! Kamu bakal tau deh akhir cerita dia tuh sebenarnya apa and it was so saaaaad ๐Ÿ˜ญ

      Delete
  13. HALOH SESAMA KAUM REBAHANNNN. Tapi rebahannya mbak Jane bisa jadi postingan blog sementara rebahanku menjadi... rebahan, truly rebahan. Tetap bangga. Hidup kaum rebahan!

    Anyway, karena aku bukan avid watchers, jadinya selalu merasa FOMO tiap kali orang ngebahas serial atau film yang lagi trending di netflix atau sebangsa yang lainnya. Karena suami penonton kuat, dia selalu bisa nonton dan ngikutin cerita. Entah kapan nontonnya. Sementara aku selalu kebingungan hah ini ngomongin apaan sih...

    To All the Boys ini tuh yang ada novelnya bukan sih? Soalnya aku berencana mau baca novel itu, tapi belum-belum juga. Kemarin malah baca Gossip Girl dalam rangka guilty pleasure. ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. SALAM BALIK DARI SESAMA KAUM REBAHAAN *lambe-lambe centil* eits, waktu rebahannya mah emang kagak niat ngapa-ngapain, Mbaaa. Kan harus dinikmati semaksimal mungkin bahahaha.

      Sebetulnya aku juga nggak gimana banget. Kebetulan dua tontonan di atas memang udah dinanti-nantikan aja. Kayak orang-orang heboh drakoran aja aku pun nggak sanggup ngikutin satu per satu, Mbaa. Entah harus memulai dari mana ๐Ÿ˜‚

      Iyaps betul banget! Kalau saranku, lebih baik nonton langsung aja, Mba Megaa hihi Ehh Gossip Girl baca di manaaa? Kindle kah? :D

      Delete
    2. Iya, aku baca di Kindle. Duluuu ada yang share pdfnya lewat tumblr, jadi ini file archaic banget dan bajakan ๐Ÿ˜… ini adalah tumpukan file2 lama yang akhirnya mendapatkan rumah di kindle.

      dari dulu ya sama, aku gak pernah nonton seriesnya, tapi selalu penasaran sama novelnya. nyimpen filenya udah dari jaman batu, baru keturutan sekarang bacanya ๐Ÿ˜ƒ

      Delete
  14. Oh mbak Jane lagi ngisi ya mbak bahkan sudah trisemester ketiga. Semoga sehat selalu ya dan lancar persalinannya.๐Ÿ˜€

    Dari dua tontonan itu aku lebih milih yang kasus Elisa Lam mbak. Kasus ini memang menarik, dulu aku juga baca di blog enigma tentang kasus tersebut.

    Apakah Elisa Lam dibunuh ataukah bunuh diri ataukah ada mbak kukun yang membawanya ke alam gaib? ๐Ÿ˜ฑ

    Kalo di Indonesia pasti disangkutpautkan dengan hal hal gaib mbak.๐Ÿ˜

    ReplyDelete
  15. sehat sehat terus debay nya mbak Jane, ku tak sabar melihatnya
    Elisa ini aku tau dari sosmed, membaca cuman sekilas, ngeri juga mau nerusin baca.
    kalau nonton sendiri kayaknya enggak, ampunnnn
    ada spoilernya ga ya, mending aku baca reviewnya kalau begini :D
    di sosmed yang ngepost juga suka traveling,, aku yang baca jadi merinding, pas malem malem pula

    ReplyDelete
  16. Bentar lagi cucuku lahir.. uhuk uhuk.. wakakaka... semoga ibu dan bayinya terus sehat ya Jane...

    Saya masih nonton yang tradisional saja Suara Hati Istri dan Take Me Out.. Maklum tipi satu dikuasai oleh kumendan rumah. Jadi saya manut sajah.. wakakakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. maap, ketawa banget baca tulisan cucu di sini. semoga sehat-sehat terus bumil, ini ada kakek sambung yang nungguin ๐Ÿ˜‚

      Delete
  17. Loh loh loh!
    Udah mau brojol ini? Astaga Jane.. kalau kamu nggak mention udah masuk ke trisemester ketiga, aku bakal selalu mikir, kamu hamil dengan perut buncit kecil yang menggemaskan, hohoho..

    Btw, ngomongin soal universe-nya LJ, aku sempet jatuh cinta tuh sama film pertama mereka. Cuman pas masuk film keduanya, kek terbangun dari realita gara-gara nggak bisa relate sama cara berpikir LJ dalam menjalin hubungan. Mungkin kayak yang kamu sampaikan ya, udah bukan masanya kita.. So yeah, di film ketiganya ini, cuman seliweran aja di beranda Netflix..

    Btw sampai lupa bilang, sehat-sehat terus untuk kalian, lancar-lancar ya sampai hari persalinan.. <3

    ReplyDelete
  18. Review film yang keren. Aku juga penggemar netflix. Jadi pengin segera nonton filmnya

    ReplyDelete
  19. Btw mama Jane, itu nggak ada yang kasih bunga dan cokelat keknya semacam kode yak? hahahaha.

    Btw nonton juga merupakan kegiatan saya ketika rebahan kemaren say, namun saya belum nonton To All the Boys yang memang banyak dibicarakan orang-orang.
    Kok jadi kepo sih saking banyak yang nonton :D

    Dan tentang Elisa Lam, saya langsung ke blognya dong, bener juga ya, agak gimana gitu membaca tulisan orang yang udah nggak ada.

    Dan dengan kematiannya yang penuh misteri, serta gangguan bipolar yang dia alami, semakin bikin misterinya makin besar ya.

    Btw sehat selalu ya Bumil :*

    ReplyDelete