My Thoughts on Ginny & Georgia (Netflix Series)

Saturday, March 27, 2021


Setelah kebawa mimpi selama dua malam berturut-turut (begini lah kalau nonton serial nggak langsung tamat), akhirnya pagi ini menyelesaikan serial Netflix, "Ginny & Georgia".

Kalau biasa aku selalu baca review orang lain tentang film/serial yang akan ditonton, khusus untuk serial ini 'dihajar' langsung alias nonton tanpa ekspektasi apa pun. Hasilnya? Suka banget! 

Ginny & Georgia bercerita tentang drama hubungan antara ibu dan anak perempuannya yang sangat kompleks. Kalau ada yang pernah nonton Lady Bird, vibe-nya kira-kira seperti itu, namun ini dikemas dalam bentuk serial. 

Di usia 15 tahun, Georgia (Brianne Howey) melahirkan Ginny dan sejak menjadi ibu dia pontang-panting dalam membesarkan anaknya seorang diri. Buat Georgia, hal apa pun akan dia lakukan demi melindungi anaknya (ibu mana yang nggak begini, yes?). Meski dalam perwujudannya harus melibatkan tindakan kriminal seperti *spoiler* melakukan pencurian maupun pembunuhan. 

Di sisi lain, Ginny (Antonia Gentry) adalah seorang remaja berusia 15 tahun yang sedang mengalami krisis identitas. Terlahir sebagai half black membuatnya sering berselisih dengan gurunya yang rasis. Dia juga berusaha setengah mati blend in di antara teman-temannya yang sebagian besar adalah berkulit putih. Nggak lupa persoalan cinta yang melibatkan dua cowok, dan tentunya bertengkar dengan sang ibu hampir setiap hari.

Suatu hari, Georgia, Ginny dan adik laki-lakinya, Austin, memutuskan untuk pindah dari Texas ke Massachusetts tepatnya di Wellsbury untuk melanjutkan hidup setelah suami Georgia meninggal dunia. Meski hanya sebuah kota kecil, ternyata Wellsbury mampu mengungkapkan banyak rahasia dan jati diri Georgia maupun Ginny yang sebenarnya.

Bingung nggak bentukan emak-emak kok gini amat?! 

Tema cerita ibu dan anak selalu mencuri perhatianku, karena aku sangat mengaminkan yang namanya hubungan ibu dan anak (perempuan) itu emang ribet. Seperti hubunganku dengan Mama yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. We love each others, ini udah pasti. Sering banget bertelepati tanpa harus mengutarakannya secara langsung. Namun, ada kalanya kami bisa saling berargumen sampai adu otot dan urat. Mungkin karena deep down we know that we have similar personality, yaitu... sama-sama gengsi dan keras kepala πŸ˜… *i love you, Ma!* 

Anyway, back to the series.

Aku nggak berencana review dengan spoiler besar-besaran, namun sepertinya, sih, akan banyak bocoran juga, hahahaha. So, if you plan to watch this, skip this review and close the window! 

Seperti biasa, aku akan share beberapa favorite parts dan personal thoughts dari serial ini:

1. Meski Georgia bukan orangtua yang sempurna dan ideal pada umumnya (well, kalau secara penampilan, sih, she's perfect. Gilsss, jemput anak sekolah udah kayak mau pergi partehhh!), I love the way she approaches her children. 

Georgia punya moto yang dia ajarkan ke anaknya: "You're win more flies with honey, but if you get yourself a bee, sting first." 

Awalnya aku kurang paham dengan kalimat ini. Tapi ternyata memang ada idiom aslinya lho. 

"You're win more flies with honey" kira-kira artinya akan mudah bagi kita mendapatkan yang kita mau dengan cara yang manis dan sopan. Nah, Georgia menambahkan kalimat berikutnya dengan versi dari pengalaman hidupnya sendiri, yang kira-kira berarti kalau lo nangkep lebah, sengat duluan (sebelum lo disengat). 

Georgia menerapkan "sengat" ini pada Austin saat dia di-bully oleh teman kelasnya dengan membiarkan Austin menonjok hidung temannya sampai berdarah. Georgia langsung menekan hidung si tukang bully ini dengan tisu sambil ngancem, "Lo pulang dan bilang ke nyokap lo kalo lo jatuh dan mimisan, dan gue anggap nggak ada yang terjadi antara lo dengan anak gue. Ngerti lo?". 

Tentunya aku nggak bisa membenarkan tindakan Georgia meski dalam hati aku ingin menjerit, "YOU GO MOM!" πŸ˜‚

Dan meski sering berselisih paham dengan anak remajanya, Georgia ternyata cukup mampu kok jadi teman baik untuk Ginny. Dia woles aja lho pas Ginny hangover dan menawarkan donat supaya pusingnya hilang. Bahkan dia juga yang sibuk ngedandanin Ginny separipurna mungkin saat tahu anaknya bakal first date dengan cowok di sekolahnya. Emak idaman banget nggak tuh?


2. Masih tentang Georgia. I love the fact that she's always one step ahead of those around her. Dia aware banget dengan orang-orang di sekitar khususnya yang bisa membahayakan dirinya maupun keluarganya. Mungkin karena masa lalu juga, sih, yang membuat dia seperti itu. Antara miris, sedih, tapi (lagi-lagi) sikapnya ini yang memberikan predikat badass mom bagi dirinya sendiri.

3. Team Marcus or Team Hunter. Namanya drama remaja, pasti ada kubu si cowok ini dan itu dong, yaa. Terus karakter kedua cowok ini klise banget: yang satu bad boy tapi perhatian, yang satu lagi bintang kelas dan romantis *tapi cheesy*

Atas - Ginny with Hunter
Bawah - Ginny with Marcus 

Setelah nonton tamat, aku merasa Ginny doesn't deserve Hunter as a boyfriend. Bukannya eike bias dengan Hunter, yak *ehm*. Sejak awal udah keliatan kok Ginny lebih naksir Marcus. Dia pacaran dengan Hunter hanya karena dijodoh-jodohin terus oleh teman-temannya. So sad, sih. Karena Hunter tuh tulus banget sayangnya ke Ginny. Bahkan saat Ginny berusaha flirting menggunakan foto seksi, Hunter nggak mau meladeni karena dia respect sama pacarnya. 

Tapi Marcus baik juga, sih. Gitu-gitu (apanya gitu-gitu??) dia seorang teman dan adik yang perhatian. Oh ya, belum bilang. Si Marcus ini adik kembarnya Max. 

4. Geng MANG (Max, Abby, Norah, Ginny) ini sebetulnya rada-rada toxic juga. Yaa, namanya juga diisi dengan abege yang lagi labil, kan. Plus, masing-masing dari mereka masih insecure banget dan punya isu sendiri; Max yang cenderung self-centered di mana tiap ada masalah semua harus ngurusin dia dulu. Abby yang punya orangtua kerjaannya berantem mulu dan akhirnya memutuskan bercerai. Norah yang sebetulnya nggak nyaman berteman dengan Ginny karena kondisi keluarganya.


Di episode terakhir, kondisi geng MANG lagi kritis alias lagi pada berantem. Agak penasaran juga gimana dengan kisah persahabatan mereka selanjutnya di season kedua (kalau ada.. plissss harus ada dong. Ini kan masih ngengantung banget semuanya!).

5. Tentang kenapa Ginny punya kecenderungan menyakiti dirinya sendiri (self-harm) dalam keadaan stres masih menjadi tanda tanya besar buatku. Dan kenapa harus spesifik di bagian tubuh tersebut. Mudah-mudahan ini akan dijelaskan lebih lanjut juga, yak.

6. Like mother like daughter. Georgia yang pada dasarnya digilai banyak pria, bingung harus melabuhkan hatinya pada salah satu dari tiga pria: Paul the city's mayor, Joe the Blue Farm's owner and also Zion the Ginny's Father. Sama Paul chemistry-nya dapet banget. Sama Joe bisa jadi pasangan yang lovey-dovey juga. Tapi kalau boleh jujur, aku lebih mendukung Georgia balik aja lah sama Zion. Gimana pun juga Zion adalah cinta pertama dan juga ayah kandung Ginny.

***
Sebelum memutuskan untuk nonton serial ini, ada beberapa peringatan khusus. Kalau kalian nggak nyaman dengan adegan romantis sesama jenis (Max sahabat Ginny adalah lesbian), bisa di-skip aja kali, ya, pas muncul adegan ini. Meski nggak gimana banget dan porsinya juga nggak banyak, siapa tahu tetap ada yang ingin berjaga-jaga. Termasuk juga adegan self-harm yang dilakukan Ginny, takutnya bisa jadi pemicu bagi beberapa orang. 

Keseluruhan serial ini memang dibalut drama. Secara alur agak maju-mundur, karena ada cerita flashback masa lalu Georgia yang cukup kelam dan melibatkan adegan kekerasan. Akutu suka bingung kalau karakter utama digambarkan sebagai protagonis tapi juga punya gejolak pribadi yang mengarahkan dirinya pada kejahatan. Georgia ibu yang baik atau jahat, silakan kalian menilainya sendiri. 

Sekali lagi Tuhan itu Maha Adil. Kalau seseorang pintar, kemungkinan parasnya biasa aja. Kalau dia cantik banget, kemungkinan otaknya juga biasa aja. Kalau dia pintar dan cantik, tiati... jangan-jangan dia psycho! 

*ini teori ngasal... jangan dianggap serius* 

Dapat salam dari tante Georgia! 

Akhir kata, silakan menikmati cerita roller-coaster Ginny dan Georgia! 

All pictures above credit to Netflix Original

23 comments:

  1. Setelah baca ini baru sadar kalo Lady Bird, yang sudah ada di watchlist belum ketonton dan tulisan kak Jane soal serial ini juga ngasih perspektif menarik. Nambah daftar tontonan lagi dah, padahal akhir-akhir ini sudah jarang nonton.

    Pas searching soal serial ini, yang pertama saya nemu itu soal kasus Taylor Swift dengan serial ini. Katanya sempat nyinggung kehidupan asmara Swift di dialognya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau begitu nonton Lady Bird dulu aja, Mas Rahul. Setelah itu lanjut serial ini :D

      Ah iya saya malah lupa bahas soal itu hahaha memang kurang pantas sih dialognya, nggal heran para Swifties naik pitam termasuk Taylor sendiri akhirnya menyindir Netflix πŸ˜…

      Mudah-mudahan nanti bisa menikmati serial ini ya 😁

      Delete
  2. wkwkwkwk aku ngakak dong pas dibagian teori ngasalnya, tapi emang itu yang sering aku liat, kurang lebih begitu hahaha
    biasanya kalau cerita soal ibu dan anak ada mewek meweknya, ini ada ga mbak?
    ceritanya menarik tapi ada kekerasannya juga ya, kalau masalah bully membully dengan background sekolah masih wajar, karena kalau persaingan sekolah sebagian besar ceritanya kalau ga soal bully, ya soal rebutan cowok hhehehe

    duhhh aku kok penasaran sama Hunter ya, bad bod tapi respect sama si pacar, uwuu gitu kayaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk abaikan teori ngasalnya ya, Mba πŸ˜† tapi iya lho, kebanyakan gitu nggak sih, biasanya memang kita nggak bisa mendapatkan keduanya. Kalau nemu seseorang yang jenius dan cantik, bawaannya malah serem wkwkwk *becandaaa* 🀣

      Kebalik, Mbaa. Yang bad boy itu si Marcus, Hunter cowok baek-baek gitu hihi

      Bagian ibu anaknya nggak ada yang bikin mewek sih, malah aku meweknya pas Zion ketemu Ginny lagi itu. Soalnya emang pelik banget urusan Georgia sama Ginny, dua-duanya terlalu mirip πŸ˜”

      Delete
  3. Kalau dia pintar dan cantik hati-hati jangan-jangan psikopat...langsung keinget Gone Girl sama Blake Lively yang di film apa tuh judulnya kok lupaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Ini per episodenya durasinya berapa Ci Jane? Satu jam?

    Tadi mau tanya dua cowok ini siapa yang bad boy, siapa yang cowok cheesy, udah kejawab wkwkwkwk. SAMA HUNTER AJA UDAH HAHAHAHAHA, ingatlah nasihat om Heechul ketika Tiffany lebih milih suka bad boy: berarti kamu belum pernah pacaran sama bad boy beneran. *GA NYAMBUNG*

    ReplyDelete
    Replies
    1. A Simple Favor! Gilakk itu sih cantiknya Blake Lively sing nggak ada lawan. Major girl crush banget yak πŸ˜†

      Iyaa, Ndah. Kurang lebih satu jam dan satu season ini cuma 10 episode, jadi nggak berasa tau-tau selesai.

      Eh masa sih?? Percakapan di mana tuh? Knowing Brothers kah? Jadi maksudnya yang bad boy beneran tuh kayak apa Om Heechul? Kayak situ ya? *ups* 🀣

      Delete
    2. OH IYA A SIMPLE FAVORπŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒ iyes cantik, anggun, dan pintar😍

      Hooo enak cuma 10 episode, bisa nih masuk watching list.

      Iya, dulu banget waktu SNSD masih belum habis kontrak sama SM, aku lupa nama acaranya apa. Tadi googling juga nggak nemu Ci wkwkwk. NAH ITU DIA PERTANYAANNYAπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Jangan-jangan Heenim sendiri yang bad boy🀣🀣🀣

      Delete
    3. Heenim mah bukan bad boy, PLAY boy mungkin iya wkwkwk *halah julidin orang* 🀣

      10 episode beneran nggak berasa deh, dengan catatan kalau udah nyangkut di episode pertama ya kayak Mba Fanny tuh hihi aku dua hari kelar sih, langsung ditulis di blog biar nggak lupa πŸ˜†

      Delete
  4. Kayaknya serial ini mencoba menunjukan lewat karakter utamanya, bahwa manusia itu abu-abu ya mbak JaneπŸ˜… Karena karakter Georgia ini protagonis, tapi dia punya sesuatu yg bisa mengarahkan dia untuk melakukan kejahatan. At some point, kita pasti dikelilingi oleh orang-orang seperti ini tanpa disadari. Makanya munculah konsep kayak di paragraf akhir itu, tihati sama yang cantik dan pintar, kemungkinan psycho, wkwkwπŸ˜‚ Sekarang banyak film atau drama yang menggunakan karakter seperti ini yaa mbak Jane? Contohnya aja Joker. Semoga semakin ditampakannya kenyataan bahwa manusia nggak selamanya black and white, orang-orang juga bisa semakin lebih bijaksana lagi dalam menilai apa yg dilihatnya.

    By the way, si Georgia emang badaass banget sih😭 Udah kayak adik kakak sama anaknya sendiri😭 Sama kayak Rahul, berhubung mbak Jane mention soal Lady Bird, aku jadi keingetan belum sempet juga nonton tu film, padahal udah nontonin review-nya dari tahun lalu, wkπŸ˜‚ Tak catet dulu ahπŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Awl. Tiap manusia itu pasti punya dua sisi yang berbeda dan biasanya sih yang abu-abu ini yang nggak banyak diperlihatkan ke orang lain yaπŸ˜… sungguh teoriku itu ngasal banget wkwkwk seolah-olah nggak terima aja yaa kalau seseorang bisa aja cantik/ganteng plus pintar 😜 Eh, akutu belum berani nonton Joker sampai sekarang entah mengapa huhuhu. Padahal penasaran banget setelah baca review positif dari berbagai orang.

      Georgia sih seneng-seneng aja yak dibilang kakak anaknya, anaknya mutung kalau liat emaknya jemput dia ke sekolah, karena teman-temannya langsung heboh gitu wkwkwkw

      Hayukkk ditonton dulu Lady Bird-nya! Abis itu lanjut ini ya! 😁

      Delete
  5. Aku udah nonton Lady bird kak!! Dan suka banget sama film ini, terutama ngeliat interaksi Christine dan ibunya, deep talk tapi di lain waktu bisa bertengkar sama kayak yang kak Jane pernah alami ya πŸ˜†, kayaknya hampir semua anak perempuan sama ibunya pernah ngalamin hal yang serupa ya kak, apalagi di umur remaja yang emosinya belom stabil hahaha.

    Anyway serial ini udah aku masukin ke watchlist, aku selalu tertarik sama topik remaja krisis identitas kayak gini nih, oiya kak durasi saru episodenya berapa menit? Lama gak? >.<

    Btw terima kasih kak Jane untuk ulasannyaπŸ‘πŸ»πŸ₯°

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lady Bird aku juga suka banget! Yang namanya ibu itu nggak mungkin nggak sayang dengan anaknya sendiri walau dari luar kayaknya demanding atau bawel banget ya. Makanya pas di ending Lady Bird aku banjir banget liat mamanya Christine kayak nggak rela anaknya berangkat kuliah ke kota besar T____T

      Sekitar 50 menitan aja kok, Niss. Cepet banget deh nggak bakal berasa kalau udah nyangkut dari episode awal huhu semoga suka dan menikmati serialnya ya nanti! Maacih juga udah baca, Nisa πŸ₯°

      Delete
  6. Senangnya akutu kalo liat review Kak Jane sekarang ada tontonan Netflixnya hahaha, since aku gak gitu ngikutin kdramas πŸ™ˆ

    Wah aku yang tadinya nggak gitu tertarik sama serial ini jadi penasaran deh πŸ€” Habis ini aku add ke daftar TBW aku deh.

    Btw kalo Kak Jane suka nonton yang mother-daughter relationship gitu, kakak udah pernah nonton Gilmore Girls nggak? Jadul banget sih hehe, tapi aku suka banget sama itu πŸ₯°

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha aku juga sekarang udah nggak terlalu ngikutin drakor, Ruth. Too much gitu lho sekarang, mana on going semua. Pusing banget rasanya mau ditonton satu per satu πŸ˜† dan kebetulan dari kemarin itu emang kepengen nonton serial barat, kayaknya abis ini bakal nonton Gilmore Girls yang kamu bilang deh. Kebetulan ada juga di Netflix :D dan di Ginny & Georgia mereka sempet mention serial jadul ini sebagai referensi hubungan mereka gitu wkwkwk

      Btw, kalau kamu jadi nonton, tell me what you think ya! :D

      Delete
  7. Aku lgs cari di Netflix Jane :D. Jujurnya aku udh maleees banget nonton serial bule, sejak ada drakor hahahahaha. Tp nth kenapa kalo temanya ttg anak dan ortu, aku juga seneeeeng :D. Mungkin Krn hubunganku Ama ortu juga ga deket2 amat. Kalo jauh kami kangen, tp pas Deket berantem :p

    Makanya kdg pgn belajar dr org lain, gimana hubungan mereka Ama ortunya bisa kompak.

    Trus Krn aku tahu serial ini msh season awal :D. Udh paliing males nonton serial bule, yg seasonny udh seabreg2 hahahhaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku Nonton, dan baru eps 1 aja sukaaaak :D. Ya ampuuun ibunya kereeeen sekaliii hahahhaah. Aku suka nih hubungan yg begini :D. Ga sabar mau namatin Jane :D

      Delete
    2. Mba Fannnn, gercep sekali! πŸ˜† iya kaaaan, ibunya tuh badass mom sekali! Seolah-olah nggak perlu takut dengan masalah apa pun wkwkwk enjoy the series, Mba Fanny!

      Btw, soal hubungan ortu dan anak memang kompleks sih. Apalagi latar belakang tiap keluarga beda-beda, yaa. Cuma kalau soal jauh kangen ketemu berantem itu sih dah biasa lah πŸ™ˆπŸ˜ kalau kata mamaku, berantem tanda saling mencintai wkwkwk

      Delete
  8. "Bay kayanya lu perlu nonton serial kaya beginian sekali2..." *ngomong ke diri sendiri 🀣

    Liat playlist netflix isinya kok kalau nggk rewatch avatar, rewatch pokemon, terus rewatch jurrasic park Camp cretaceous... hahah πŸ˜† udah kelar dari netflix balik ke disney nontonin wandavision mpe 5 kali diulang2. 🀣 perfilmku cuma muter2 disitu2 doank Mba Jane.. wkwk

    Tapi ini sepertinya seru.. berhubung ini udah mau tamat Winx Fate Saga yg sepertinya endingnya bakalan ngaco. Next sepertinya series ini yg bakal aku coba nonton.. terimakasih Mba Jane buat rekomendasinya..🀩

    ReplyDelete
  9. hahaha aku br kelar nonton tadi malem, kentang banget kesellll , kudu nunggu season 2

    ReplyDelete
  10. Lho ini tuh series yaa wkwkw kemarinan masuk rekomendasi kirain film, belum aku klik soalnya πŸ™ˆ

    Serial tentang Ibu+anak perempuan gini ngingetin ke Gilmore Girls, cuma kayaknya ini agak lebih berat topiknya dan lebih relate ke kehidupan nyata yaa dibanding Gilmore Girls, kalau dari review kamu.

    Cantik + pinter = psikopat ini kenapa jadi inget Amy Dunn yaaa wkwkwkwk

    ReplyDelete
  11. Pas lihat foto Ginny, Georgia, dan Austin, aku jadi mikir, ini ibunya kok muda banget... sampai googling pemainnya yang ternyata juga masih muda sekali. Lha iya harus muda lah... kan punya anaknya umur 15 tahun? -___-" *sepertinya aku harus minum ginko biloba biar fokus :))*

    Anyway, ini kayaknya serial paket kumplit ya, mba... ada single parent dengan "masa lalu", pertemanan toxic, krisis identitas ABG dengan kecenderungan self harm, dan tentu aja ada cinta2annya juga. Kayaknya mesti dimasukin ke playlist tontonan, nih... ^^

    ReplyDelete
  12. aku udah nonton lady bird.. dan bagus, ternyata film ini juga bagus ya mbaaa.. jadi pengen nonton juga ini

    ReplyDelete
  13. Aku nggak sebegitu ngikutinnya tayangan di netflix ya ampun wkwkw padahal keknya seru ya :D

    ReplyDelete