No Buy Challenge: Nggak Jajan Kopi Sebulan, Seriusan Nih?

Wednesday, April 1, 2020


Ada yang pernah dengar istilah "no buy" challenge

Pertama kali aku mendengar tentang ini dari blognya Rebecca, From Roses. Sesuai dengan namanya, no buy berarti kita nggak boleh beli apa-apa selama periode tertentu (biasanya sebulan atau lebih panjang). Tujuan utamanya untuk menekan angka pengeluaran atau sekedar melakukan penghematan finansial. Ada juga yang ingin mengurangi barang-barang di rumah, misalnya pakaian, sepatu atau lainnya. Selama waktu yang ditentukan, kita juga bisa sekalian merenung dan melakukan instropeksi diri. Misalnya, dengan mengurangi atau nggak beli barang tertentu sama sekali tuh membuat kita merasa seperti apa, lebih menghargai barang-barang yang ada dan sebagainya. Bisa banyak hal, sih, tergantung masing-masing orang yang menjalaninya. 


Kenapa aku tertarik untuk melakukan gerakan no buy ini?


Waktu aku cek total pengeluaran selama setahun kemarin melalui aplikasi Money Manager, ternyata aku mengeluarkan cukup banyak uang untuk jajan kopi. No surprise, of course. Ditambah tren es kopi susu yang merajarela membuatku penasaran untuk coba berbagai jenis dari warung kopi yang satu ke yang lainnya. Seringnya, sih, aku beli via ojol, karena promonya macem-macem (racunnn memang racun!). Belum lagi di saat sambilan nunggu Josh pulang sekolah, kadang-kadang aku mengambil waktu seminggu sekali untuk blogging di kafe, itu berarti ada biaya tambahan untuk ngopi di luar rumah.


Lama-lama ngerasa bokek juga nih jajan kopi mulu di luar. Padahal tiap pagi pun aku pasti bikin kopi sendiri di rumah. Akhirnya, selama bulan Maret kemarin aku mencoba untuk melakukan no buy challenge khusus untuk kopi. Peraturannya kira-kira begini: 
  • Nggak boleh jajan kopi melalui delivery ke rumah
  • Boleh ngopi dine-in kalau lagi blogging (seminggu sekali) 

Terus, kira-kira berhasil nggak? 

Awal-awal aku ngerasa udah gagal karena beberapa kali ngopi di luar, padahal itu peraturan yang kubuat sendiri, tetap aja feeling guilty because deep down I know I should NOT do this 😂 

Namun, dalam sebulan ini total aku jajan kopi itu 9 kali (sekitar 200 ribu rupiah). Not bad, kan? IYE, TAPI JUDULNYA NO BUY JADI GAGAL TOTAL 🤣🤣

Aku rasa dari jumlah pengeluaran tersebut banyak dipengaruhi dengan social distancing yang saat ini sedang dijalankan. Hasrat jajan kopi selama #dirumahaja malah nggak gimana banget. Mungkin agak was-was kali, ya. Dan setelah baca ulang blognya Rebecca, ternyata ada istilah lainnya, yaitu low buy, di mana peraturannya lebih fleksibel dan sekedar mengurangi pembelian barang tertentu. Berarti, kalau ini judulnya low buy, tentu lah saya cukup berhasil bukan? LOL

Apa yang bisa dipetik dari pengalaman no buy ini? 


Hal pertama yang paling dirasakan adalah, ternyata jajan kopi itu bukan sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi. Seringkali hasrat ingin buka aplikasi ojol untuk beli kopi itu sebenarnya karena aku bosan aja. Lagi mentok ide nulis, pengen ngopi. Lagi bete, maunya kopi. Pengen nonton tapi nggak ada cemilan, pengen kopi. Untuk mengalihkan semua rasa bosan ini, ya beli kopi. Padahal sekali lagi, aku nggak butuh. Kalau memang ingin ngopi, tinggal ke dapur aja kok. Makanya nggak jarang juga setelah aku klik tombol check out, perasaan menyesal langsung muncul HAHAHA. Perasaan ini nggak akan ada kalau memang aku kepepet butuh ngopi di saat stok kopi di rumah lagi habis dan belum sempat ke supermarket lagi. Delivery kopi adalah solusi tercepat dan termudah. 

Kalau tiba-tiba kepengen jajan kopi, aku buru-buru mengalihkan perhatianku ke aktifitas lainnya. Jadi misalnya kalau sedang mentok nulis, ya aku nonton Youtube dulu atau beberes kamar. Pokoknya aku bakal melakukan hal lain supaya nggak buang waktu untuk scrolling gerai kopi mana yang ingin aku pesan kopinya.

Lagipula, budget 200ribu itu bisa dialokasikan di kebutuhan lainnya, kan? 

Apakah bakal melakukan challenge ini kembali? 


Definitely, yes. Mungkin aku juga akan mencoba di aspek lainnya. Namun untuk saat ini, kebetulan pengeluaranku paling bocor di bagian kopi (dan makanan juga). 

***
Ada yang pernah melakukan no buy challenge seperti ini? 
Kalau belum pernah, would you ever do this? :D

9 comments:

  1. lagi jaman gini jadi lebih gampang untuk gak beli kopi. soalnya mesti di rumah terus. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ko, selain jam operasional bukanya lebih siang, di sini lagi musim hujan, jadinya kalau mau pesen kopi mikir-mikir kasian abangnya kehujanan hahaha tapi ya kalo lagi pengen banget, pesen juga sih ((:

      Delete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. Saya lately no buy challenge-nya itu nggak beli minum cokelat mba :)) sebelas dua belas sama mba Jane, hehehehe. Soalnya dulu kalau lagi mau jajan, pasti yang dicari minuman cokelat. Kadang kalau lagi malas makan (which is jarang), pasti maunya jajan minuman cokelat. Padahal di rumah ada milo tinggal seduh, tapi entah kenapa tetap gatal mau beli minuman cokelat :"""D

    Nah, sejak beberapa bulan ini saya betul-betul mengurangi sekali minuman cokelat, terakhir jajan itu 2 bulan lalu kayaknya. Terus kalau sedang ingin, paling seduh sendiri di rumah sambil cari-cari resep macam ice milo dino dan sebagainya di cookpad :)))

    ReplyDelete
  4. Ngomongin soal cokelat, jadi inget dulu waktu kuliah aku sempet suka seduh minuman cokelat merk Ca*bury, kalo lagi musim dingin entah sehari bisa min berapa bungkus. Soalnya enak bangett diminum panas-panas, bisa ngangetin badan.

    Wah iced milo dino itu memang enak yah! Aku sempet coba pas di restoran terus ketagihan 😍 akhirnya coba bikin sendiri di rumah, enak banget. Padahal jarang-jarang juga minum cokelat 😅

    ReplyDelete
  5. Saya sama teman kantor bertekad no buy boba or Starbucks di awal-awal tahun ini. Tujuannya sih karena kita gondut banget hahahaha, apa apa jajan manis, bentar-bentar minum boba, gitu aja terus. Saya gak pernah beli boba, tapi selalu minta dan jadinya kan gondut juga wkwk. Lumayan tuh bertahan, biasanya seminggu bisa beli 3 kali, jadi sekali doang. Terus kalau jajan manis, beli dikit aja makan rame-rame jadi sugar in-take-nya gak banyak. Lumayan jadi gak tambah lebar lagi badannya wkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh, kalo minuman boba itu racun banget sih memang. Tapi entah kenapa udah beberapa bulan ini aku udah nggak minum boba lagi, berhenti gitu aja. Kayaknya gara-gara boba tea mendadak ngetren lagi terus jadi bosen sendiri wkwkwk

      Nahhh, dinikmatinya ramean biar gendutnya juga bagi-bagi yaa Mba Nin 🤣

      Delete
  6. Kalau saya kopinya McD hahahahaha.
    Saya suka ama yang apa sih namanya, kopi-kopian sih rasanya, entah mengaa saya kok hampir tiap hari belinya.

    Dulunya sih tiap hari beli cokelat, terus berubah jadi kopi.
    Sekarang selama di rumah saja, tetep ngopi sih, tapi judulnya ganti jadi 'es kopi sachet' hahahahahaha

    Terus beberapa minggu ini agak dikurangi, soalnya lagi nyobain minuman kolagen, biar lebih keliatan kayak apa hasilnya, ternyata memang semenyeiksa itu kalau nggak minum kopi karena udah terbiasa banget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kopinya McD itu yang Iced Coffee bukan Mba Reyy? Kemarin ini aku pernah coba yang edisi brown sugar-nya, lumayan enak lhoo meski agak kemanisan sih *lah malah ngeracunin balik* wkwkwk

      Delete

Terima kasih sudah mampir dan membaca tulisanku di sini (:

Jangan ragu untuk berkomentar supaya kita bisa saling kenal dan ngobrol bareng, ya. Mohon maaf untuk komentar dengan link hidup dan iklan otomatis akan aku hapus demi kenyamanan bersama.

Jangan lupa checklist 'Notify Me' sebelum publish komentar supaya mendapat notifikasi balasan dari aku yang akan dikirim ke email kalian.

Have a great day!