Tentang Kamu dan Aku

Friday, June 5, 2020


Beberapa hari lalu, mendadak aku dan suami ribet menyusun daftar hal-hal yang kami bisa dan suka. Tenyata untuk mengisi daftar tersebut nggak semudah yang dikira, sampai akhirnya si doi pun bertanya, "Aku tuh bisanya apa, sih? Kamu tau nggak aku sukanya apa?" 

Lah kok jadi nanya gue?? πŸ˜‚

Memangnya ngapain, sih, kok ngeribetin bisa dan suka? 

Jadi begini. Menjelang kelas online yang akan kami ikuti, kami berdua diberikan homework yang harus dikerjakan lebih dulu. Homework-nya itu ya kami diminta membuat daftar hal-hal yang kita bisa, suka, bisa dan suka. Kenapa harus bikin daftar ini? Kelas yang akan kami ikuti ini adalah sebuah kelas persiapan pelayanan di gereja. Bidang pelayanan itu ada banyak, mulai dari musik, seni, pengajaran dll. Sebelum memilih bidang apa yang cocok, kita harus tau dulu apa yang kita bisa dan suka lakukan. 

Eh tapi sebelumnya, kalian tau nggak perbedaan bisa dan suka? 

Bisa itu adalah hal-hal yang menyangkut pekerjaan atau profesi kita sehari-hari. Misalnya, kita kerja sebagai akuntan, berarti hal yang kita bisa lakukan kemungkinan besar mengelola keuangan. Kalau kerjanya sebagai jurnalis, berarti yang bisa dilakukan mungkin mewawancarai orang atau menulis artikel. 

Sedangkan suka adalah hal-hal yang kita sukai alias hobi atau passion. 

Biasanya hal yang kita suka belum tentu kita bisa. Misalnya, aku suka fotografi, tapi aku nggak bisa bilang bahwa aku bisa bidang tersebut karena memang bukan profesional, cuma suka foto-foto iseng untuk materi blog aja. 

Kapan-kapan kita bahas bisa dan suka ini lebih mendalam, ya. Soalnya seruuu. But back to topic. 

Gara-gara PR simpel ini, malah jadi bahan obrolan antara aku dan suami. Kami saling berpikir hal-hal apa aja yang kami bisa dan suka. Melalui obrolan ini, kami tersadar (kembali) bahwa sesungguhnya kami adalah dua manusia yang sungguh bertolak belakang. 

Aku suka makan ayam, dia suka makan ikan. Aku suka minum kopi susu, dia suka kopi hitam. Aku suka nonton drakor, dia sukanya film action. Aku suka baca buku, dia suka baca berita. Aku suka Spider-Man, dia suka Thor. Aku suka K-Pop, dia suka ngoceh-ngoceh kalau aku tiba-tiba fangirling... eh, maap salah konteks πŸ˜‚

Ini baru masalah preferensi, ya, belum perbedaan sifat, impian dan lain-lain. Kalau dipikir-pikir, kok bisa, ya, kita "akur" sampai hari ini? Kata akur dalam tanda kutip soalnya terkadang kami masih suka selisih pendapat. Harap maklum, namanya juga pasangan normal toh 😜

Waktu lagi bantu suami mengisi daftar miliknya, tiba-tiba dia nyeletuk, "Kok kamu mau, sih, sama aku? I'm not your ideal type, right? Kenapa nggak sama cowok yang kesukaannya sama kayak kamu?"

Iya betul, suamiku itu bukan tipe ideal pasangan yang pernah aku impikan dulu LOL 

Kemudian, aku jawab, "Kalau aku jadian dengan cowok yang seleranya kayak aku, bosen lah. Yang diomongi pasti itu-itu lagi." 

Terus disahut lagi, "Bukannya malah seru ngomongin bareng tentang hal yang sama-sama disukai?" 

Aku diam sejenak, terus aku menggeleng, "Nggak seru. Enakan sama kamu, kan jadi ada bahan debat." 😁

Setelah kenal dengan doi sepuluh tahun lamanya, aku makin bersyukur bisa mendapat pasangan sifat dan kesukaannya berbalik 180° denganku. Bahan diskusi kami jadi beragam, nggak mentok di topik yang itu-itu aja. Nggak jarang lho aku suka takjub dengan perspektif yang dia punya, khususnya kalau lagi ngomongin tentang kehidupan. Ternyata dia bisa bijak juga meski suka ngeledekin dan ngisengin aku tiap hari.

Tapi kalau ngomongin hal yang disuka, suamiku itu paling antusias kalau ngomongin topik kesehatan dan olahraga. Sama antusiasnya kalau aku lagi ngomongin album atau pencapaian baru dari idol kpop pujaan hati. Nggak ada nyambung-nyambungnya, kan, kalau diajakin ngobrol. Tapi justru ini serunya, kami jadi bisa saling berbagi wawasan dan pengalaman yang berbeda. Aku bisa mengenal dunianya, begitu juga sebaliknya. 

Aku mulai paham dengan aktifitas yang dia lakukan saat berkutat dengan alat-alat bebannya. Aku nggak lagi ngoceh kayak dulu, "Ngapain, sih, di gym lama-lama??" karena ternyata waktu maksimal dia berolahraga ya selama itu. Untung sekarang workout-nya di rumah aja, lumayan terpantau hahaha

Demikian juga kalau aku lagi sibuk di depan laptop dan menggunakan earphone, nggak berapa lama kemudian cekikian sendiri, dipastikan aku lagi ngedrakor atau ngebucin, dia nggak pernah komplain. Ya, meski kadang masih keceplosan juga, "Kamu ngapain, sih?" Mungkin takut istrinya kenapa-kenapa ketawa sendirian di depan layar kaca πŸ˜‚ Tapi kamu baik banget lho selalu nanyain aku mau dengar lagu BTS atau nggak kalau kita lagi mau out, padahal kamu nggak paham mereka nyanyi apa dan malah ikutan nyanyi dengan misheard lyrics, alias ngarang-ngarang kata 😭 

Ini hanya tentang dua jenis hobi yang berbeda, masih banyak hal lainnya di antara kami yang berbeda jalur. Belum ngomongin sifat, selera makan, aku sukanya McD doi sukanya KFC, ya begitulah. 

Tapi gapapa, aku senang dengan kita yang begini. Meski banyak perbedaan, kita bisa saling belajar, saling melengkapi. Yang penting dalam hal hidup, kita selalu mengejar dan berjuang impian yang sama, ya 😊

***
Tulisan hari ini receh sekali, kayaknya udah lama aja nggak ngisi tulisan baru untuk topik "Our Story". Sekalian dalam rangka menyambut hari jadi kita, ya.  Love you and I'm forever grateful for you! 

14 comments:

  1. Iya ya mba, kadang apa yang kita bisa belum tentu kita suka dan yang kita suka belum tentu kita bisa πŸ˜‚ dikasus seperti kerja contohnya, banyak yang bisa melakukan jobdesc-nya tapi sebenarnya nggak suka. Terus kenapa tetap dikerjakan? Karena nggak ada pilihan πŸ˜† sebab, kalau cuma mau ikut passion doang nanti nggak bisa 'makan' 😁

    Meski sebenarnya banyak yang bilang kalau hal yang kita bisa, kita kerjakan terus-terusan, maka lambat laun mungkin akan membuat kita suka dan passionate mengerjakannya πŸ™ˆ tapi tetap saja butuh proses dari yang tadinya bisa menjadi suka 🀭 terus saya jadi berpikir, apa kira-kira yang saya bisa dan saya suka πŸ˜‚

    Ohya, kalau bicara soal ideal type *Korea bangettt nggak sih sikit sikit ideal type* sebenarnya dia juga jauh dari ideal type saya πŸ€ͺ soalnya ideal type saya itu Gong Yoo atau Jo In Sung, cuma saya realistis mba makanya KW 100 pun nggak masalah πŸ˜‚ hahahahaha. Dan saya juga sama seperti mba Jane, lebih suka McD daripada KFC apalagi McD yang chicken spicy atau burger fave saya Mcspicy, duhhh suka bangatts πŸ˜‚ sayang di Korea nggak ada yang chicken spicy *eh jadi bahas McD* hihihihi λ―Έμ•ˆν•΄μš© πŸ˜†

    Ps: selamat hari jadi untuk mba dan pasangan. Semoga langgeng sampai akhir hayat. Saling cinta selama-lamanya πŸ˜πŸ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nahh iya! Mereka yang melakukan hal yang disuka dan bisa, they are so lucky! Betul yang dibilang Mba Eno, hal yang tadinya disuka pun harus melewati banyak proses supaya bisa ahli di bidang itu.

      Bahas tentang suka dan bisa ini menarik banget kan yaa. Nanti aku mau coba nulis di postingan terpisah supaya siapa tauu bisa diskusi bareng dengan teman-teman sekalian hihi 😁

      Huahahahaha ngakak akutu baca KW 100 🀣🀣 jadi your honey lebib ke Gong Yoo atau Jo In Sung? πŸ˜‚

      Ngomong-ngomong McD, aku suka McD tuh sebenarnya karena mereka banyak menu berat dan cemilan. Kalo lagi pengen berat bisa makan ayam atau burger, kalo pengen ngemil tinggal beli McNuggets! πŸ˜‹ Belum lagi menu sarapannya juga enak huhu *bahas teruss huahahaha*

      κ³ λ§ˆμ›Œ Mba Eno ❤ sebenarnya ini hari jadi dating kami sih πŸ˜† aminnnn! Doa yang sama untuk Mba Eno dan pasangannya yaaa 😍

      Delete
  2. Yang paling bikin bahagia itu adalah kita hobi kita dibayar ya, mba πŸ˜‚

    Tapi mungkin sebuah bakat yang kita punya tapi kita gak suka ngelakuinnya, lama-lama bisa jadi cinta juga. Soalnya bakat itu membangkitkan kepercayaan diri, bikin perasaan hepi karena kita bisa melakukan sesuatu dengan handal dan membanggakan karena kemampuan yang kita punya, yang belum tentu dimiliki orang laen. 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. HOBI DIBAYAR=BAHAGIA 🀣

      Nah aku setuju juga tentang ini, Mba. Bakat yang kalau diasah terus kemungkinan besar bisa jadi sesuatu yang kita cintai ya. Apalagi bakat setiap orang juga berbeda dan itu membuat setiap kita unik.

      Terima kasih untuk doanyaa, Mba Rini! Doa yang sama aku haturkan untuk Mba Rin dan keluarga yaa 😊❤

      Delete
  3. Eh ya, Lupa πŸ˜‚ Happy Anniversary ya Mba Jane. Langgeng dan kompak hingga kakek nenek 😁

    ReplyDelete
  4. aku dan pasangan juga, walaupun di beberapa hal ada kesamaan, kayanya lebih banyak perbedaannya deh, :D ...

    bisa dan suka.. banyak terjadi hal yang kita sukai bukan hal kita bisa,, kita bekerja bukan di passion kita,, mungkin berlaku sama aku juga :D

    -traveler paruh waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mas. Banyak hal yang aku sukai belum tentu aku mahir melakukannya. Tapi gapapa, bisa diusahakan kalau memang mencintai aktifitas tersebut. Sementara untuk pekerjaan kita, sama-sama belajar untuk love what we do aja :D

      Delete
  5. Wekekkekek, mba jane kenapalah aku ketawa-ketiwi sendiri baca ini, soalnya samaaaaaa.. aku dan suami itu urusan kesukaan tuh berbeda 180 derajad ahahhahahah

    Eh aku mau ketawa dulu yach yang bagian ngebucinin drakor trus tetiba suamik nyeletuk : "E kamu lagi ngapain sih?" #sumpah lawak >______<

    Eh ini sebenernya sama sih kayak aku

    Klo aku lagi uplek edat edit keperluan blog deseu ya maklum tapi kadang tetep aja ada bumbu2 ngledeknya juga hahah

    Trus kalau doi lagi sibuk baca aniiiime melew seharian, ya aku maklum juga sih walau sesekali ada acara nyindir2 busuknya segala, tentuw sambil ketawa2 jugak, ahahhaha

    Eh sebenernya ini topik yang menarik banget, bahkan waktu itu aku mau bikin tulisan tentang kenapa kami berbeda 180 derajad mulai dari kebiasaan, hobi, musik, film, lagu favorit, tapi tetep bisa akur alhamdulilah sampai dengan saat ini. Alasannya kadang ga bisa dijelasin dengan kata kata, soalnya mungkin selain udah jodohnya
    kali ya, tapi kalau mau tetep dipakein alasan mungkin karena beda hobi dan endebra endebrenya itu malah bikin hidup berumah tangga jadi berwarna :D, bisa ledek2an bareng, bisa diskusi bareng, bisa seseruan bareng dll. Pokoknya begitulah, hihihi

    Ah....bagus mba jane tulisan kali ini, aku suka aku sukaaa ^_______^

    #oiya, terakhir...mau ngucapin juga happy anniversary buat mba jane dan suamik, semoga selalu dilimpahi cinta, dan yang indah-indah terus, juga lancar rejekinya berdua yaaaaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Nitaa, makasih ya udah baca tulisan ini. Dan makasih juga untuk ucapan dan doanya ^^

      Sebenarnya kalau banyak perbedaan di masalah selera atau hobi sih masih gapapa lah. Yang repot itu kalo perbedaan banyak ditemukan di soal prinsip dan visi misi kehidupan πŸ˜… Makanya sampai hari ini aku senang-senang aja kami berdua bisa menikmati hobi masing-masing. Meski ya gitu dehh, kalo aku udah lagi ngebucin, suami manyun-manyun 🀣

      Delete
  6. Huwaaa. Seru amat mbaaak. Coba gue. Nanya "Kok kamu mau sih sama aku?" eh dia malah "Iya juga sih. ya udah putus." Huhuhuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon maap mas, jangan curhat di sini yaaa 🀣🀣🀣

      Delete
  7. "Iya betul, suamiku itu bukan tipe ideal pasangan yang pernah aku impikan dulu LOL "

    astaga kenapalah kalimat ini aku banget. Kayaknya emang kita ga mungkin nikah sama tipe ideal kita ya? tapi herannya, kita bahagia-bahagia aja. Hiks hiks. Habis, saya juga bertolak belakang banget soal segala macam sama suami. jangankan tontonan, selera makan aja sudah beda. Nyaris nggak ada hobi kami yang beririsan kecuali rebahan, makan, dan jalan-jalan. wah standar sekali :p

    Dulu waktu belum nikah, saya sempat takut kalau punya suami yang hobinya beda. Kayak, mikir, harusnya punya suami yang hobinya nulis juga haha. tapi sekarang saya sadar kalau hobinya sama, jadinya malah membosankan dan saya malah jadi akan semangat bersaing. Maklum suka nggak mau kesaingin. karena sekarang hobi kami beda, saya malah jadi lebih bisa mengapresiasi kesukaan masing-masing.

    tapiii, saya belum lama bareng-bareng suami. masih panjang jalan untuk mengeksplorasi. karena itu, salut buat mbak Jane dan suami untuk bisa saling menyelaraskan dengan karakter yang bertolak belakang itu. Semoga langgeng dan bisa selalu bersama sampai maut memisahkan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu waktu masih pacaran, aku masih berharap punya hobi yang sama dengan suami. Misalnya kalau suami juga suka buku pasti seru deh bisa hunting buku bareng di toko buku. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, we're totally fine like this. Yang penting sama-sama bisa menerima dan menghargai aja, termasuk dalam hal perbedaan karakter hihi

      AMINNN. Terima kasih untuk doanya yaa Mba Mega <3 Semoga Mba dan pasangan juga langgeng dan saling mencintai sampai akhir hayat yaa (:

      Delete
  8. Wahhhh baru baca inii!
    Selamat anniversary yaaaa, semoga bahagia dan selalu bersama sampai kapanpun :)

    btw benar juga ya, kalau beda tuh, malah bisa jadi meluaskan pengetahuan masing-masing ya, pokoknya asal mau memberikan telinga, mendengarkan ceritanya, jadi kita malah tahu hal-hal baru lagi :D

    Demikian juga suami, kalau dia mau mendengarkan, hal-hal yang kita sukai bakal jadi suatu pengetahuan baru buat mereka.
    Dulu saya sering dengar rekan kerja laki gitu ngobrolin kesukaan istri mereka, rasanya kok so sweet banget hihihi :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir dan membaca tulisanku di sini (:

Jangan ragu untuk berkomentar supaya kita bisa saling kenal dan ngobrol bareng, ya. Mohon maaf untuk komentar dengan link hidup dan iklan otomatis akan aku hapus demi kenyamanan bersama.

Jangan lupa checklist 'Notify Me' sebelum publish komentar supaya mendapat notifikasi balasan dari aku yang akan dikirim ke email kalian.

Have a great day!