Eat & Play in Bali: Hot Chocolate House Bedugul

Thursday, August 12, 2021


Siapa yang di sini samaan kayak aku, kalau ke Bali dan diajak main ke Bedugul, bawaannya udah malas duluan. Menurut aku yang somse ini, Bedugul itu identik dengan destinasi "orang tua" dan turis lokal yang seumur hidup baru pertama kali ke Bali. Buatku sendiri, Bedugul hanya terkenal dengan Pura Danau Beratan aja. Lagi-lagi ini hanya opini pribadiku aja, yaa. Plis traveler jangan sebel sama aku! 

Di hari kelima aku di Bali (yes, ini sebelum PPKM darurat, ya!), mamaku ngajak main ke Bedugul. Katanya ada tempat wisata baru yang cukup nyaman untuk bersantai ria. Namanya Hot Chocolate House. Begitu aku ulik di internet, wah kok vibes-nya mirip-mirip Cimory Bogor. Nah, ini juga salah satu faktor yang membuatku agak mager ke Bedugul. Soalnya pemandangan dan cuaca di sana hampir mirip dengan Puncak. Ke Bali mainnya ke pantai donggg. Masa lihat gunung lagi, sih...

Namun, pernyataan tersebut runtuh begitu melihat banyak review yang mengatakan bahwa tempat ini family/kids friendly dan ada outdoor playground!Aku langsung mengambil tas diaper dan kamera, "Yukslah berangkat!". 

Hahahahahaha. Emak-emak banget nggak, sih!

Sebetulnya aku agak parno untuk keluar rumah gara-gara dengar berita kasus di mana-mana naik lagi. Terlalu takut dan kuatir pun katanya nggak baik untuk imun, kan. Daripada mama senewen muluk di dalam rumah dan biasanya bakal nular ke anak dan suami, yasuteralah mari kita menghirup udara segar. Toh udah terbang sampai Bali juga. Yang penting prokes prokes prokes! *ala-ala iklan kampanye politik* 

Perjalanan menuju lokasi kira-kira 45 menit dari Denpasar. Belum tiba di tempat tujuan, langsung disambut oleh kabut dan hawa dingin khas Bedugul. Cuaca yang sungguh mengundang untuk ngumpet di balik selimut. 

Sampai di sana, ternyata nggak banyak pengunjung yang datang. Ya iya lah, siapa juga yang mau liburan di awal minggu. Mayoritas anak-anak sekolah memang udah liburan, sih. Jadi saat kami berada di sana, ada beberapa pengunjung yang membawa anak-anak juga untuk refreshing. Curiga agenda mereka kayak aku... yang lebih pengen liburan itu pasti ortunya, huahahaha. 

Hot Chocolate House punya dua lokasi dine-in. Untuk indoor ada di dalam bangunan pas di depan pintu masuk. Lantai satu adalah store yang menjual olahan cokelat dan sejenisnya. Di lantai dua dan tiga ada tempat makan di mana bisa sambil melihat view juga. Sayangnya, waktu ke sana aku nggak sempat masuk ke store-nya. Karena sejak awal berangkat kami lebih memilih untuk duduk di pondok lesehan yang semi outdoor. Di depan pondok ini ada playground, jadi kami bisa duduk-duduk cantik sambil memantau Josh yang bermain. 

Ini bangunan utamanya

Do you see a happy smile? Yes, I do!

Sesuai namanya, di sini kita bisa menikmati hidangan utama yaitu hot chocolate. Berbeda dengan minuman cokelat pada umumnya, hot chocolate yang mereka sajikan punya tekstur yang kentaaaaal sekali. Hampir mirip dipping sauce gitu, deh. Di atas cangkirnya terdapat cotton candy yang membuat kami sempat bingung, minumnya gimana, yaak. Apakah kayak zuppa soup gitu ditekan ke dalam cokelatnya langsung. Lupa nanya juga, sih. Akhirnya dicuil dulu deh sampai habis, baru terlihat si hot chocolate-nya yang pekat. 

Oh ya, kalau pesan signature hot chocolate, dapat churros juga yang cara makannya tentu sajah dicelup-celupkan ke dalam chocolate-nya. 

Karena bukan pencinta cokelat, aku dan mama memesan hot cappuccino. Gelasnya tinggi, tapi percayalah isinya dikit. Sekali teguk kok udah habis?? (lebayyy...). Akhirnya, kami berdua memesan minuman yang lain lagi. 

Untuk Josh sendiri, dia memilih Chocolate Waffle with Ice Cream, minumnya Iced Chocolate Milk dari kids menu. Combo nggak tuh! Anaknya memang pencinta cokelat (banget), mamanya yang deg-degan doi sugar rush. Gapapa, deh, lagi liburan, ya, nak. Gula dan kalorinya juga dipake buat main ini, jadi amannn. 

Mungkin karena konsep tempat wisata ini hanya untuk leha-leha, mereka nggak punya menu makanan berat. Ada, sih... semacam buryam gitu. Perut godzillaku mana kenyang! Alhasil, kami ngemil banyak banget, uahahaha. Porsinya imut-imut gitu, sih. Sedangkan kami berlima. Kami pesan yang kira-kira pasti enak aja seperti Chicken Popcorn (literally chicken and popcorn!), Lumpia Goreng dan Hand Cut Fries yang endes gilak! Kentang gorengnya homemade, bukan frozen. Sedaaaap! 

Tapi mohon maap nggak ada dokumentasinya. Sebenernya lo niat jadi blogger apa nggak, sih, Jennn? Zzzzz... 

Inih, aku sertakan foto dari website-nya Hot Chocolate House aja, ya. Pliss jangan marah sama akoh!

Begitu ngubek kamera, ternyata foto menu utamanya pun nggak ada! Jadilah ngambil dari situs resmi mereka lagi, hadehh... 


Untuk harga menu mereka standar, dalam arti nggak mihil-mihil amat. Signature chocolate-nya 45 ribu, cemilan dan minuman lainnya start from 30an ribu ajahh. Rasanya juga enak-enak semuaaa. 

Di area belakang pondok, ada area rumput yang cukup luas dan ada gawang bola berukuran kecil. Ternyata anak-anak bisa main bola di sini. Bolanya minta aja ke staffnya, asal setelah main dikembalikan, ya! Josh seneng banget bisa lari-lari di sini. Nendang bola nggak pake acara diteriakin mamanya, "Awaaaas kena jemuran! Awasss masuk rumah orang!". Ahahahaha. Maapin mama, ya, Josh! Puas, deh, kamu main di sini! 


Btw, ketika kami di sana cuaca memang agak mendung. Langitnya abu-abu gelap. Padahal kalau cerah pasti cantik. Tapi aku jarang, sih, ke Bedugul disambut cuaca cerah berawan. Seringnya seperti ini. Foto-foto yang ada terpaksa aku edit seterang mungkin supaya lebih bagus. 

Lanjuttt jalan terus ke belakang, ada sebuah area bernama Rainbow Garden. Nah, ini dia salah satu area favorit para selebgram wannabe atau yang emang hobi selpi-selpian (termasuk aku LOL). HCH punya kebun bunga yang cakeppp... buat foto-foto. Emang dasar orang endonesiah. Liat pohon, foto. Liat batu, foto. Liat daun, foto. Yaaa abisan, kalau nggak difoto nggak ada kenang-kenangan dong? Idealnya begitu, yaa. Padahal alasan utamanya karena konten kaliii, hihi. 


Aku juga gitu kok *ngaku*. Langsung heboh minta tolong sang adik untuk fotoin yang cakep buat dikirim ke papa yang ada di Bogor. Tapi memang kebun bunga ini cantik kok. Cuma kalau dideketin, ada banyak bunga yang layu gitu. 

Instastory dulu gengsss...


Setelah hampir dua jam lebih dan tamu semakin banyak berdatangan, kami bersiap pulang. Sebelum naik mobil, seperti biasa aku harus mampir kamar kecil karena anaknya beseran. Mana habis neguk cappuccino dan iced tea float (perpaduan yang sangat aneh, entah jadinya apa di perut). 

Menurut mama, papa dan adik yang duluan menyambangi kamar kecil HCH, katanya wangi dan bersih! Soalnya di bayangan kami tempat wisata cem gini biasa kamar kecilnya nggak besar dan nggak bersih-bersih amat. Pas masuk ke dalam, eh iya lho bersih dan apik! 

Tuh, bisa ganti diaper bayi jugak di pojok kiri.

Mungkin kah karena lagi sepi dan nggal banyak pengunjung? Semoga ramai pun tetap dipertahankan, ya, kebersihannya. 

Sebelum naik mobil, mama sempat-sempatnya minta difotoin di garden juga sama cucunya. Cucu pertama udah capek banget dan nggak mood difoto. Cucu kedua yang kebetulan udah melek pasrah diajak foto bareng. wis, lah. Balik lagi kita ke garden dan ngibrit ke parkiran karena mendadak gerimis. 

Grandma eksis! 

Entah karena nggak banyak orang sehingga tempatnya jadi lebih lenggang dan nggak berisik, pengalaman kami sepanjang siang hari di HCH sangat menyenangkan. 

Byeee, Hot Chocolate House! Semoga kita jumpa lagi di lain waktu di mana pandemi sudah kelar *aminnnn*

UPDATED: Karena banyak yang nanya soal tiket masuk, aku mau konfirmasi bahwa nggak ada biaya masuk sama sekali, yaa. Jadi tinggal pesan makan dan minum, silakan menikmati waktu santai Anda! 

Hot Chocolate House
๐Ÿ“ Jl. Raya Bedugul, Desa Candi Kuning 1, Baturiti Bedugul. 
๐Ÿ“ž (0368) 2301072
๐Ÿ•ฐ Monday - Closed, Tue-Fri 12PM - 6 PM, Sat-Sun 11AM - 7 PM
๐Ÿ“ง http://thehotchocolatehouse.com/

28 comments:

  1. Joshhhh, kamu kenapa gemas sekaliii!! ๐Ÿ˜ kayaknya Josh bisa deh jadi model anak-anak di iklan-iklan gitu, mukanya ekspresif dan bisa banget gayanya ๐Ÿ˜ *malah salfok ke Josh*

    Btw, saat aku beberapa tahun lalu ke Bali, jalan ke Bedugul sepi bangettt Ciii. Aku membandingkan suasananya sama di Puncak, Bogor tuh jauh banget ๐Ÿ˜‚. Kalau ke Bedugul kayak sepi, damai, adem, sedangkan di Puncak, Bogor walaupun adem tapi ramai jalanannya wkwk. Sesuatu yang kelihatannya aneh di mata tapi seneng lihatnya karena nggak bisa dirasakan di sini ๐Ÿ˜‚.
    Berkebalikan sama Cici, waktu aku ke Bedugul, aku malah disambut sama sinar matahari nan terik sampai rasanya (lagi-lagi) aneh. Soalnya udara dingin, tapi mataharinya terik banget ๐Ÿคฃ. Dan ke Bedugul khusus ke Pura Ulun Danu aja soalnya nggak tahu di sana ada tempat wisata apa lagi ๐Ÿ˜‚

    Kalau lihat tempat HCH ini, rasanya kalau santai siang-sore sambil baca buku di sini bakalan asik deh, Ci ๐Ÿคฃ. Terus udaranya adem-adem gitu kan, sambil minum teh manis hangat atau kopi hangat, beuhhh, mantep *jadi halu*
    HCH tempatnya luas banget kelihatannya, Ci ๐Ÿ˜ฑ masuknya perlu bayar tiket atau nggak, Ci?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha padahal dulu anaknya malu-malu kocheng sama kamera. Sekarang asal aku bilang mau foto, dia langsung bisa pose. Malah kadang-kadang dia yang rikues, "Ma, fotoin dong." Ok, bhaiqueee anakku ๐Ÿคฃ Ssttt, mamanya nggak rela kalau doi jadi femes!

      Iya juga, sih, Lii. Kalau dibandingkan dengan Puncak Bogor beda banget ya ramainya. Puncak sih amit-amit banget tiap weekend macetnya kayak apa. Tapi aku juga jarang ke Bedugul jadi nggak bisa membandingkan yang gimana banget hahahaha. Oh yaa? Wahhh aku jarang banget ketemu matahari kalau ke Bedugul, Lii. Pasti selalu langit abu-abu (lagunya Tulus donggg...). Wisata Bedugul kebanyakan memang danau aja setahuku. Sama iniii Kebun Raya Bedugul, kayaknya pernah dibahas sama Mba Eno deh di blognya. Aku sempat ingin main ke sana untuk piknik. Tapi ya itu, sebagai warga Bogor kok rasanya mager banget main ke Kebun Raya lagi ๐Ÿคฃ *somse amaaat dah elu*

      Nah, cakep tuh, Lii! Bawa buku, denger lagu, minum minuman anget... beghhh. Dijamin kayaknya nggak kepingin pulang sampai buku selesai dibaca wkwkwk

      Oh ya, aku lupa cantumin ini. Nggak bayar tiket sama sekali! Soalnya, kan, ini restoran, yaa. Bukan tempat wisata yang kayak ada atraksi segala macam. Jadi cukup beli makan minum dan enjoyyy your time! :D

      Delete
  2. Hahahaa aku inget pas ke Bali sama rombongan kantor dulu, hari pertama sama kedua perpantaian terus hari ketiga ke Bedugul, langsung berasa lagi ke Ciwidey ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    Chicken popcorn yang literally chicken sama popcorn kenapa bikin ngakak wkwkwk berasa kayak makan ayam pake kerupuk kali yaa ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    Tempatnya kayak gede banget yaa Jane, itu rainbow gardennya aja kayak legaaa banget mana sepi kayak beneran cuma kamu sama keluarga aja yang ada di sana yaa jadinya? Josh pasti seneng mainan di sana ๐Ÿ˜„ btw foto favorit dari post ini adalah foto Grandma dan cucunya uuwu cute banget ๐Ÿ’•๐Ÿ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha iya kaaan. Kita yang tinggal di Bogor atau Bandung pasti famiiar sekali deh dengan cuaca adem di Bedugul. Enak, sih, memangg kena angin semriwing hihi. Cuma bosannnn, inginnya main di pantai kalau ke Bali ๐Ÿ˜†

      Sumpah waktu makanannya datang kita sekeluarga ngakak, Ya. Mamaku sampai ngikik kok ini beneran dikasih popcorn, sungguh kombinasi yang "unik" ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

      Waktu sampai di sana baru ada 1 keluarga aja, Yaa. Terus selang satu jam mulai berdatangan orang-orang gitu. Cuma mereka belum main ke Rainbow Garden, masih sibuk pepotoan sama anak-anak di area playground. Jadi kita langsung ambil kesempatan poto-poto di garden dulu sebelum dikerubungi tamu-tamu lain ๐Ÿ˜‚

      Hihihi gemesh yaa si grandma dan cucunya ๐Ÿ˜

      Delete
  3. Turis lokal hadiiirrr! Aku malah seneng ke Bedugul soalnya adem. Sebaagai anak Bandung yang gak tahan panas, dikasih bedugul tuh literally angin segar bagiku HAHAHAHA.... jadinya malah pengen ke sana lagi, penyelamat udara panas ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

    Aku malah fokus ke tempatnya yang sepi itu. Asiknyaa yaa, dikitan orang jadi lebih lega. Josh juga pasti seneng keliling dan mainnya. Meskipun vibe liburan emang terasa dari keramaian, at least bisa jalan-jalan dengan tenang ya ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat! Anda terbukti sebagai warga Bandung tulen yang menikmati hawa adem ๐Ÿคฃ aku sebetulnya juga nggak tahan panas, sih, Mbaa. Cuma nggak begitu menikmati wisata di Bedugulnya aja. Ada apa sih di Bedugullll. Danau lagi danau lagi ๐Ÿ™ˆ *abis ini aku ngeri ditimpuk pecinta Bedugul*

      Iya, Mbaaa. Justru karena lenggang banget makanya aku santai deh ngebebasin Josh main sana sini. Kasian juga dia di rumah dibatasin banget gerak tubuhnya. Loncat sebentar, takut nabrak perabotan. Lari sebentar, takut nabrak pintu. Ketemu rumput luas hepi deh doi wkwkwk

      Delete
  4. Lumayan nih bisa cuci mata lihat yang sejuk-sejuk di masa ppkm gini, mbak Jane๐Ÿ˜†๐Ÿ˜ Btw aku juga sama penasarannya kayak kak Li, itu masuknya pake tiket atau nggak mbak? Feeling aku sih kayaknya nggak ya?๐Ÿ˜… *dih sotoy kali si Awl hahahaha, nebak2 berhadiah soalnya nggak mbak Jane cantumin infonya di atas๐Ÿคฃ

    Tapi sumpiih lihat foto2 pemandangan dan suasananya tuh bener2 mengingatkan aku sama bandung pas lagi mendung2nya lho mbaaak๐Ÿ˜… semoga bisa berkesempatan liburan juga bareng keluarga walaupun setitik huwaaaaa, bosen banget nggak bisa kemana-mana, lelah hayat๐Ÿฅบ๐Ÿ™ˆ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mata mendadak adem yaa, Awlll, liat pemandangan ijo-ijo dan bunga-bunga indah di kebun ๐Ÿ˜ aku lupa banget soal tiket masuk, jawabannya nggak ada yaa alias FREE :D

      Aku udah lama banget nggak ke Bandung, kayaknya terakhir ke sana tahun 2018 deh. Pas pandemi tahun lalu sebetulnya pengen coba main ke sana, tapi kok ngeri disuruh puter balik wkwkwk Jadi kangen Bandung jugaaaa, pengen main ke Tahura hahahaha.

      Ahhh, semoga nanti ketemu waktunya untuk berlibur lagi ya, Awl! ๐Ÿค—❤

      Delete
  5. Lohh, saya malah kebalikannya. Huahaha.
    Ke Bali paling males kalau diajak ke pantai. Nggak tahu kenapa. Mungkin karena pas kesana yg dilihat lautan manusianya duluan ketimbang pantainya.

    Bedugul memang rasa Bandung banget ya Mba. Warga Jakarta tentunya kangen banget sama udara kaya gitu. Seandainya Jakarta bisa punya cuaca yg sama kaya Bedugul. Ahh palingan cuma mimpi. Wk!

    Terakhir saya ke Bali itu malah lebih banyak pergi ke daerah non pantainya. Kaya gunung batur (anak gunung soalnya), danau Batur, padang savanah tianyar (yang ini jauh banget), ngunjungin sawah. Haha. Terasering Tegalalang Bali keren banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau begitu Mas Toni harus ke Bali pas low season nih, biar ketemu pantainya benar-benar lihat pasir putih dan laut biru, atau harus pilih pantainya yang memang nggak banyak turis gituu hihi. Btw, nanti kalian ke Balinya bulan Desember, ya?

      Hahahaha kalau warga Jakarta sih selalu mendambakan udara segar nan adem yaa, makanya Bogor kalau weekend ramai pisan sama plat B *upss* ๐Ÿคฃ

      Waaah Padang Savanah Tianyar itu di Karangasem yaa?? Cantik nggak tempatnya? Dulu aku juga pernah ke Karangasem tapi ya itu lagi-lagi nyari pantai wkwkwk Tegalalang juga udah lama sekali nggak ke sana. Kayaknya terakhir pas abis lulus kuliah deh, itu juga nemenin turis luar jelong-jelong ke sana ๐Ÿ˜†

      Delete
  6. Nah iya bener, kalo ke Bedugul cenderung buat orang2 yang emang baru pertama kali ke Bali.
    Kalo udah pernah mah ya udah mending jangan kesana lagi, soalnya masih banyak tempat wisata di Bali yang asik2 hehehe.
    BTw, selama ke Bali beberapa kali aku belum sempat HCH ini.
    Boleh nih besok2 kalo ke Bali lagi main ke tempat ini.
    Menunya menggugah selera heheheh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya HCH memang wisata agak baru deh, eh tapi nggak yakin juga karena saya pun jarang main ke Bedugul juga ๐Ÿ˜‚ Hot chocolate-nya boleh dicoba karena menurutku cukup unik. Untuk cemilannya sih rasanya standar, tapi enakkk. Apa mungkin karena terbawa suasana rileks juga sih hahahaha

      Delete
  7. Berarti Begudul ini tempat wajib yg didatangi sama orang yg baru pertama kali ke Bali ya Mba?? Okee lahh.. ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

    Btw, mba itu makanannya looks so sedap. Dan aku kaget kalau chicken popcornnya beneran ayam dan popcorn. Wkwk ๐Ÿ˜…๐Ÿคฃ kukira ayam yg dipotong kecil2 kaya popcorn. ๐Ÿ˜†

    Minuman Cokelatnya juga tuh. Wah ditambah churros, kesukaan saya juga.. apalagi dicocol cokelat super kental.. sluurrpp ๐Ÿคค nyam2. Auto jajan churros ini mah pulang kerja nnti. ๐Ÿ˜

    Btw lagi, Itu Dek Josh. Gemassh banget. Gayanya itu lohh so Cyutee. ๐Ÿ˜ Instastory mba Jane ft Josh sama Crystal favorit banget si di Ig. Apalagi yg sewaktu Mba Jane main piano, terus Joshnya yg nyanyi. Awww ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    Btw lagi. Begudul ini masuknya bayar nggak mba? Apa makan di HCHnya udah termasuk fasilitas semuanya.? Kalau iya. WOW BANGET SIHH ๐Ÿ˜† dan Aku yg ngedenger kalau cuaca disana dingin kaya di Bandung. Makin pengen kesana bawa selimut..

    Ngebayangin ngejogrog di lesehannya sambil selimutan.. wkwk ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… *ya nggak gitu juga Bay.. ๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bedugul bay. Wkwk ๐Ÿคฃ
      Begudul mah nama buah. Buah begudul

      Delete
    2. @Mas Andrew: wkwkwkw aku baru sadar Mas Bayu typo gara-gara komentarnya Mas Andrew. Maapin aku Mas Bay jadi ngakak ๐Ÿคฃ

      @Mas Bayu: Betul! Untuk wisata danaunya sih layak dikunjungi, karena memang itu yang paling terkenal. Plus, puranya memang cantik! Abis dari danau, naik ke atas dikit lagi, santai-santai deh di HCH! ๐Ÿ˜†

      Mengejutkan sekali memang menu chicken popcorn-nya wkwkwk penampakannya persis seperti foto yang di atas, Mas Bayy. Ayamnya memang kecil-kecil tapi ya itu dikelilingin popcorn juga. Porsi ayamnya jadi bagi dua deh sama popcorn bahahaha. Tapi cah lanangku seneng-seneng aja karena dia suka dua-duanya ๐Ÿ˜†

      Itu di Instastory doi malu-malu kocheng, kannn. Padahal biasa dia nyanyinya kencang hahahaha

      Dipastikan tidak bayar, langsung parkir, langsung pesan minum dan makanan aja wis! Boleh banget tuh bawa selimut, Krystal aja sampai bobo siang pas kami nongkrong di sana ๐Ÿคฃ

      Delete
  8. Kapan ya, saya bisa ke sini. Terima kasih telah berbagi, Mbak Jane.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya doakan supaya bisa segera main ke Bali dan mengunjungi tempat ini, Mba Nur *aminnnn* :D

      Delete
  9. Mba Jane sebelumnya mau ngucapin terimakasih banyak. Tadi abis dikabarin si Bayu. Katanya excited buat bikin. Ya doakan semoga eksekusinya baik. Haha ๐Ÿ˜…

    Ngomongin begudul eh bedugul. Wkwk. Kita samaan Mba Jane. Awal pertama ke Bali penasaran sama tempat ini. Tapi ya itu penasarannya cuma di awal-awal.

    Soal cuaca disana emang Ciwidey banget ya. Adem, sejuk. Apalagi kalau mendung. Wah mantap.

    Btw, Dek Josh Photogenic sekali ya. Dan saya ngakak sewaktu pas baca Chicken Popcorn literally ayam dan popcorn. Itu maksudnya gimana ya? Wkwk

    Itu gelas kopi tinggi, jangan bilang kalau isinya cuma di batas warna gelasnya mba?? Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hauahahaha dipastikan saja jangan ada campuran di luar bahan utama ya ๐Ÿคฃ enjoy you guys!

      Bedugul kalau udah hujan makin mantapppp suasananya. Asal nggak pakai badai angin dan sejenisnya, karena kebetulan pas ke sana kami melewati bagian longsor huhuhu

      Ahh bisa aja nih Om Andrew, Josh jadi shy-shy hahahaha. Yaa itu maksudnya beneran ayam dan popcorn dalam satu piring wkwkwk sungguh kreatif memang pihak HCH ๐Ÿคฃ Untuk kopiii... itu gelasnya aja kelihatan tinggi, tapi isinya nggak berasa sama sekali, tahu-tahu habis! Mana nggak bisa refill *yhaa menurut ngana*

      Delete
  10. mupeng lihat makanannyaaaa... hhahaha... dan tempatnya cosy banget ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cosy sekaliii. Mungkin karena sepi juga kali, yaa. Entah deh kalau ramai, rasanya mungkin nggak setenang waktu kami ke sana ๐Ÿ˜‚

      Delete
  11. Pemandangan alam hijau-hijau di Bedugul bagusss huhuhuhu, waktu lihat kebun bunga itu aku jadi inget sama Kota Batu Ci, hampir sama. Wah kalo aku ke situ sih pasti seneng banget karena suka cokelat. xD Surga beneran deh itu tempatnya. xD

    Iya ya Bedugul itu kayak sering mendung dan hujan, pas ke air terjun Leke-leke dulu malah hujan deres banget, untung udah selesai ke air terjunnya.

    Ci Jane kalau misalnya lagi nggak corona kayaknya itu fotonya di belakangnya bakal banyak orang ya. Untung ke sananya pas lagi nggak banyak orang. Jadi lebih bisa menikmati. Krystal hey sweetie, udah melek pas sesi foto-foto jadinya bergaya dengan grandma. <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh iya benerr, Ndahhh. Kebetulan aku pernah main ke Kota Batu dua kali, vibes-nya kurang lebih sama, yaa. Udaranya juga dingin-dingin. Tapi aku kayaknya lebih seneng di Kota Batu soalnya tempat mainnya banyak ๐Ÿคฃ

      Cussss pankapan main ke Bedugul jangan lupa ke siniii. Pencinta cokelat pasti betah!

      Pasti ramai banget, sih. Enaknya lagi pandemi main ke tempat wisata hits bisa foto-foto dengan bekgron yang sebenarnya, bukan lautan orang ๐Ÿ˜‚

      Hihihi gemesh emang si ciyik masih bayik udah jalan-jalan ke Bedugul ๐Ÿ™ˆ

      Delete
  12. Aku termasuk yg ga suka pantai di Bali, dan lebih memilih ke Bedugul, Ubud pokoknya daerah2 yg tinggi Jane hahahahaha . Dasar anaknya benci banget panas :p.

    Eh baguuuuus bangettttt tempatnya. Mana sepi yaaa. Anak2 pasti seneng main ke sini. Tapi pas baca coklatnya kentel, jujur aku agak pesimis bisa suka :D. Minuman coklat aku doyan bangetttt, tapi ga mau kalo terlalu kental. Eneg soalnya. Jadi yg pas aja :p. Apalagi kamu bilang kentalnya kayak dipping sauce hahahahah. Piye minumnya itu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walaaaah hahahaha berarti kalau traveling ke negara 4 musim selalu menghindari summer ya, Mba ๐Ÿ˜†

      Seneng, sih, pastii. Kitanya juga pasti hepi karena bisa santai sambil ngobrol, ngemil atau baca buku. Tapi ini karena lagi pandemi juga jadi suasananya lebih rileks kali, yaa.

      Minum iced chocolate-nya aja, Mbaa hihi aku juga nggak kebayang cokelatnya bakal sekental itu. Aku kira hot chocolate biasa ๐Ÿ˜‚ tapi enak, sih, Mbaa kalau dicocol churros. Terus aku lupa kemarin itu papaku gimana abisinnya yaa, tau-tau abis aja sih wkwkwk

      Delete
  13. kalau lagi sepi begini, asyik juga ya ekplorasi. Itu aku mupeng sama strawberry yang di sepeda pengi kupanenin. Duh kangen Bali deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa kalau lagi sepi jadi lebih bebas juga. Mudah-mudahan nanti kalau keadaan udah kondusif bisa main ke Bali lagi ya, Mba! ๐Ÿ˜‰

      Delete
  14. krystallll emesssnyaaa
    tempatnya luas, bersih, trusss josh dan anak anak seumuran Josh udah pasti hepi bener kesini
    dann selama ini aku ga pernah ke Bali dengan tujuan bedugul hahahaha, astagahhh.
    andalanku ya itu itu lagi dan lagi.
    tadi pas baca judulnya, pikiranku langsung ke film chocolate factory. kayaknya di Bali ada kan ya factory coklat gitu, lupa namanya

    kalo diliat dari foto fotonnya, udah pasti bawannya pengen aku cobain satu satu, kok ya menggemaskan gitu

    ReplyDelete