Eps. 12: JanexLia First Anniversary (Feat. Thessalivia)

Saturday, October 30, 2021


Tepat satu bulan yang lalu, tulisan pertama JanexLia naik tayang. Setelah sebelas tulisan di tanggal 30 setiap bulannya, hari ini adalah tulisan ke-12 yang menandakan anniversary yang pertama! 

πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³

Rasanya baru kemarin, terima email dari Lia yang isinya ajakan untuk bikin project kecil-kecilan ini. Sekarang udah setahun aja ya, Lii, kita ngebahas buku bareng-bareng di sini. Terima kasih lho, Liii, udah ngajak aku dan mewujudkan kolaborasi ini bersama. I'm so grateful! πŸ₯Ί

Anywayyy, tentunya kami mempersiapkan konten spesial (nggak pake telor) sebagai tulisan anniversary hari ini. Sesuai yang bisa dibaca di judul, kami mengundang the one and only penulis slash blogger kesayangan kita semua, Mba Thessalivia

Beberapa waktu lalu, aku dan Lia ngobrol-ngobrol ringan bareng beliau melalui Hangouts. Mulai dari bahas buku bacaan, kapan Mba Thessa jatuh cinta dengan menulis, tips menulis naskah sampai bahas novel terbaru, "Semangat, Tante Sasa!" yang udah rilis buku fisiknya! 

Tanpa basa-basi, yuks lah ambil cemilan dan minuman kalian, kita simak obrolan dengan Mba Thessa (:

Oh ya, jangan lupa baca obrolan Mba Thessa dan Lia juga, ya! 

***
Jane (J): Kapan Mba Thessa pertama kali jatuh cinta dengan kegiatan menulis? And when do you know that you want to be a writer?

Thessa (T): Sejak aku jatuh cinta dengan membaca, saat itu lah aku jatuh cinta dengan menulis. Kaya yang aku cerita sebelumnya (silakan baca di QnA bareng Lia), pas SD aku bahkan udah nulis cerpen pake mesin tik, dikirim pake pos ke majalah Bobo. Aku bahkan rewrite cerita Harry Potter pas SMP di buku tulis. 

J: Wahh, berarti memang penulis itu awalnya karena jatuh cinta membaca duluan yaa. Aku juga sama, Mbaa hihi. Btw, cerpennya dimuat di Bobo nggak, Mba? Aku dulu penggemar berat cerpen Bobo, sampe punya buku koleksi cerpennya bobo hahaha

T: Rajin ngirimnya aja, Mba Janee, nggak ada yang dimuat, hahaha. Tapi ada cerpen aku yang sempat dimuat di koran lokal di Padang waktu aku SMP. Itu aja rasanya udah seneeeng bangeeet

J: Dimuat di koran lokal aja udah jadi kebahagiaan seorang penulis yaa, Mbaa XD. Mba Thessa, boleh bagikan nggak rutinitas menulis Mba Thessa dan pembagian waktu menulis di tengah kesibukan kantor dan rumah tangga seperti apa.

T: Aku sebenernya bukan penulis yang konsisten, hahaha.. paling yang masih (mencoba untuk) konsisten itu nulis di blog. Itu pun nulisnya harus disela-sela weekend atau pas perjalanan dengan nulis di hp.

Kalo nulis novel, aku baru berhasil nulis pas ada lomba, hehehe. Jadi tau ada deadline-nya, biasa aku nulis selain di perjalanan (berangkat dan pulang kantor aja udah bisa dua jam sendiri, kan) atau nulis juga di hp pas anak-anak udah tidur malem. Kenapa nggak di laptop, kadang aku gerak dikit, anak aku yang baby malah ikut bangun. Daripada buyar terus nggak jadi nulis, mending di hp aja. 

Oh iya, aku kebantu banget pake Google Doc, loh. Jadi anytime aku ngetik di hp, abis itu pas mau edit-edit yang perlu pake laptop, bahannya udah langsung ter-update. Nggak repot-repot mindahin. 

Fun fact, most of novel aku itu diketiknya di hp. "Nikah Muda" bahkan diketik di notes hp, lalu aku pindahin ke email setiap beres satu bab. 

J: Wah, ide nulis di Google Docs itu kayaknya patut dicoba, soalnya selama ini aku ngetik di laptop doang, Mbaa. Entah kenapa kok nyamannya di laptop, padahal kalau blogging aku bisa di hape, hahaha. Berarti memang nggak ada alasan untuk nggak nulis, ya. 

T: Sebenernya, kalau soal nyaman, masih nyaman di laptop pastinyaa. Tapi kalo nungguin bisa buka laptop, yang ada novelnya nggak beres-beres, hehehe. Mana, kan, aku punya deadline karena ikut lomba. Makanya, aku suka banget ikut lomba nulis, biar memotivasi beresin naskah. 

J: Naskah GWP-ku mandek, Mbaa πŸ˜‚ #curhat. Btw, lanjuttt hahahaha

T: Ayoo bereskaan, Mbaa. Semangaatt! hehehe. Lanjuuutt

J: Apa yang biasa Mba Thessa lakukan ketika writer's block?

T: Aku sebenernya ordo penulis yang selalu pake kerangka dari awal sampe akhir, Mba. Belum cukup kreatif untuk mengandalkan imajinasi mau dibawa kemana. Jadi nyaris nggak ada writer's block untuk alur cerita, yang ada writer's block pas bikin kerangka. 

Biasanya aku suka kehilangan ide kalo ada bagian-bagian detail yang kurang. Biasanya aku banyak baca dan nonton paling, Mba. Atau aku skip part itu dan lanjut ke part lain (maklum, biasanya aku nulis kan dikerjar deadline)

J: Wah, berarti kerangka menulisnya Mba Thessa itu udah komplit, ya, dari awal - konflik - klimaks - ending?

T: Komplit, Mba. Karena aku nggak mau sia-sia. Takutnya udah mulai nulis, tau-tau nanti berhenti tengah jalan karena bingung mau dibawa ke mana. Bahkan novel "Nikah Muda" ditulis saat aku nggak punya ilmu apa-apa. Dari awal aku udah tulis kerangka per babnya apa aja. 

J: Ah, I see. Mba Thessa ada rekomendasi buku yang bisa membantu penulis mengembangkan skill menulis mereka? Mungkin bisa kasih 2 judul buku aja. 

T: "Save The Cat! Writes a Novel" by Jessica Brody. Aku belum pernah baca bukunya, tapi pernah ikut kelasnya langsung dengan Jessica Brody. Itu membantu banget untuk bikin alur cerita. Sekarang kabarnya buku terjemahannya juga bakal terbit. 

Aku jarang sebenernya baca buku tentang tips nulis, entah aku yang jarang nemu atau memang bukunya dikit. Tapi ada satu bukunya Jia Effendi yang bagus banget buat pegangan penulis, judulnya "Editing 101 : Panduan Menyunting Naskah Novel" .

J: Ngomong-ngomong, "Save The Cat!" bisa baca di mana, Mba? Atau hanya tersedia fisiknya?

T: "Save The Cat!" bisa dibeli di toko buku import, atau di Google Playbook untuk digitalnya, Mba. Kabarnya, terjemahannya sendiri on proccess, tapi aku lupa sama penerbit mana. 

J: Noted! Thank you, Mba Thessa! Mari kita lanjuttt. Pertanyaan berikut agak personal, nih. Apakah Mba Thessa menginginkan anak-anak Mba Thessa mengikuti jejak Mba sebagai penulis juga? Kalau mereka ingin menjadi penulis, nasehat apa yang ingin Mba berikan bagi mereka?

T: Ingin atau nggak, aku pasti akan seneng kalau mereka juga suka nulis. Anak pertama aku, Talitha, udah pernah nulis pengalamannya dalam satu tulisan, yang kemudian dibukukan di sekolahnya. Itu aja aku girang banget megang bukunya, hehehe, Tapi, nggak jadi penulis pun atau nggak suka menulis pun nggak masalah. Aku yakin setiap anak unik dengan bakatnya masing-masing. Yang masih akan aku tetap racunin mereka, yaitu kecintaan akan buku. Nasihat yang aku ingin sampaikan ke mereka hanya lah untuk tetap menjadi diri sendiri di mana pun dan kapan pun. Dan jangan lupa baca buku.

J: Ah, iya. Kecintaan akan buku (membaca) ini memang bibit yang aku tanamkan juga ke anak-anakku. 

T: Toooss, Mbaa Janeee. Oh iya, anak aku sekarang suka mintain baca buku di Gramedia Digital juga loh. Ternyata anak-anak juga mulai beralih ke e-book kaya emaknya, nih. 

Lia: Wkwkwk kayaknya anak zaman now semua sudah serba digital yaa kak. Tapi aku senang karena anak-anak Kakak-kakak suka membaca dan menulis 😍

J: Iya lhooo. Anak-anak memang harus ikut zaman, sihh, karena rasanya saat mereka besar bacaan pasti banyak digital, jadi nggak boleh kudet juga merekanya, hahaha. 

Setuju sama Lia, aku pun senang tahu anak-anak Mba Thessa senang baca dan menulis. Btw, aku langsung drop tiga pertanyaan terakhir, ya, Mbaa. Krystal mendadak kebangun, mau aku susuin dulu πŸ™ˆ

Baru-baru ini Mba Thessa menerbitkan novel baru, apakah proses menulis "Semangat, Tante Sasa!" termasuk mulus atau sulit? Bagaimana Mba Thessa mengatasinya?

(di sini Mba Thessa digantikan Thalita untuk mengetik jawaban) 

T: Ini aku Talitha ini mama aku lagi nyusuin Tafiya, aku bantu mama ketik. 

J: Haiii Talitha!

T: Halo Tante Jane!!!

(sempet ngobrol bentar sama Talitha, aku nanyain udah baca novel baru mamanya belum, dan kata Talitha kalau udah gede baru boleh baca, hihi) 

T: (menjawab pertanyaan di atas) Jujur aja, sebenernya nulis novel ini nggak ada kesulitan yang berarti. Tapi prosesnya memang panjang. Lebih dari setahun mulai dari nulis, revisi, rework, revisi, dan proses lainnya. Cara mengatasinya, adalah menjaga semangat kayak Tante Sasa, hehe. 

J: Jika memungkinkan, apa yang ingin Mba Thessa sampaikan kepada karakter Sasita?

T: Yang ingin di sampaikan kepada Sasita adalah, tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik dan tetap semangat, Tante Sasa! 

J: Pertanyaan terakhir, kalau seandainya Mba Thessa bisa menjalani 24 jam sebagai karakter dalam novel Mba Thessa, siapa yang Mba Thessa pilih?

T: 24 jam aku pengen jadi Kirana (tokoh utama di novel "Nikah Muda"), karena pengen ngerasain lagi masa SMA dan ingin nari balet kayak Kirana, karena dari dulu aku suka banget lihat orang nari balet tapi seumur hidup aku belum pernah coba. 

J: Mumpung Mba Thessa pilih Kirana, iseng nanya, nih. Bakal pilih Keno atau Aji?

T: Aku team Aji, beda sama Mba Jane yang team Keno (iya gengs, sampai sekarang aku masih team Keno LOL) 

(sampai di sini sebetulnya udah selesai, tapi ada yang seruuuu ngobrol sama Talitha, berasa kayak teman seumuran, ngomongin Minecraft sama Roblox 🀣 *senggol Lia*)

J: Talithaaa, makasih, ya, sayang udah bantuin mama ketik. Kapan-kapan kita ngobrol lagi, tapi tante nggak main game jadi kita ngobrolin buku aja ya, hahaha. Mba Thessa, terima kasih banyak udah bersedia ngobrol sama kami malam ini, yaa. 

T: Iya Tante Jane. 

J&L: Selamat malam dan beristirahat, yaa. Terima kasih untuk malam ini! Good night! 😊

T: Selamat malam Tante Lia sama Tante Jane. Daaaaah 
***
Gimana, merasa kenal lebih dekat lagi nggak dengan Mba Thessa? Semoga kita bisa ngobrol lagi di lain waktu, ya, Mba! 

Buat yang ingin memiliki novel fisik "Semangat, Tante Sasa!" dengan tanda tangan penulis, bisa pesan langsung dengan Mba Thessa, ya! Beliau bisa dihubungi melalui email (mywonderfulbooklife@gmail.com) atau akun Instagram di @thessalivia

Terima kasih banyak, Mba Thessa, sudah datang bermain di "rumah" kami berdua 😘

πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰
Belum, belum. Belum selesai, nih, tulisannya. Seperti biasa, kan, yaaa. Kalau ada anniversary-an pengennya ngomong panjang lebar. Nggak afdol, nih, rasanya kalau nggak bahas tentang episode JanexLia favorit kami berdua. Maunya, sih, semua episode terbaik, lah. Nggak ada yang nggak gue suka. 

Tapiii, kalau harus pilih satu, maka pilihanku jatuh pada episode kedua, Book Swap

Dulu, fashion Youtuber sempat mempopulerkan konten ini, yang kemudian dinamakan "fashion swap". Mereka saling bertukar fashion item, misalnya aksesoris atau sepatu, kemudian mereka memadu-padankan fashion item tersebut sesuai gaya khas masing-masing. 

Terinspirasi dari konten tersebut, aku pun memberikan konsep ide yang sama pada Lia, yang kemudian disambut baik! Seneng banget bisa mengetahui bacaannya Lia tuh kayak, apa, sih. Kenapa dia suka buku tersebut dan sebagainya. Mungkin pernyataan ini kurang valid, namun rasanya aku bisa mengenal Lia lebih jauh dari buku bacaannya. Ciyeeeeh. 

Kalau ditanya harapannya apa untuk JanexLia (widiii kek apa aja), sebetulnya dari lubuk hati terdalam kuingin sekali kami bisa membentuk mini book club ala-ala, di mana per bulannya mengadakan bincang-bincang buku secara live melalui platform selain blog (Zoom, misalnya?). Namun, sepertinya kami berdua sama-sama belum siap unjuk muka (halah) di depan kamera. Mana eike kalau ngomong depan kamera suka belepotan. Jadiiii, pankapan, deh, yaaa, hihi. 

Etapi, kami berdua udah punya agenda khusus untuk menyambut tahun baru yang akan datang. Apakah ituuuuu. Nantikan, yak! Yang pasti seruuuuu, kok :D 

Terima kasihhhh sekali lagi buat pembaca setia JanexLia! Apalah kami berdua tanpa dukungan, komentar, obrolan dari kalian semua *hugsss*. Goal kami berdua tetap sama: ingin terus mengajak teman-teman untuk baca buku supaya kita bisa "menjelajahi dunia" bersama-sama.

Stay awesome and happy weekend!

26 comments:

  1. WKWKWK itu pembahasan akan minecraft dan roblox bersama Talitha bikin ngakak 🀣, tapi sampai sekarang aku belum sempat main bareng Talitha nih. Maafkan aku ya Talitha πŸ˜‚
    Akupun bersyukur sekali Ci Jane mau menerima ajakanku untuk berkolaborasi, bahkan bisa bertahan sampai sekarang itu di luar dari ekspetasiku, so many many many thanks Ci Jane 😘😘
    Oiyaaa! Postingan Book Swap juga aku suka πŸ™ˆ Soalnya belum pernah tukeran buku dengan teman sebelumnya, jadi ini perdana dan rasanya excited banget waktu pertama Cici tawarkan untuk mengadakan Book Swap ini 😍.
    WKWKWK aku juga kalau ngomong belepotan, jadi gimana ya kita mau adakan Zoom meetingnya 🀣 mungkin kita bisa bikin book club ala-ala tapi based on text? 😝

    ReplyDelete
    Replies
    1. PELUKKKK LIAAAA! Sama-sama, Liiii, dan makasih juga yaaaa kita udah bertahan sampai satu tahun ini! Mari tetap semangat untuk godok konten tahun depan! Hauhahaha *gulung lengan baju*

      AHAHAHAHA sumpah kocak banget aku lihat kamu ngobrolin game sama Talitha 🀣 bisa nyambung gitu yaampunnn. Kapan-kapan izin sama Mba Thessa buat ajak Talitha main game bareng, ahahahaha.

      Aku seneng banget lho kamu mengiyakan book swap itu. Jadi tauu oh bacaan Lia tuh kayak gini, hihi. Terus, seneng sekali malah dikasih kesempatan adopsi buku kamu 😭 maacih sekali lagi ya, Liii πŸ₯°

      Ituuu soal book club, idenya Mba Eno bikin podcast boleh banget lho, Li! Hauhaahaha *malah ngomporin*

      Delete
  2. Skshsidhd ayo dong adain baca bareng *maksaπŸ˜†* aku sering ikutan punya orang, yang punya temen sendiri belum pernah, karena...nggak ada yang ngadain hahahaha.

    Haduh ini aku barusan namatin buku Semangat, Tante Sasa!, bagus banget ceritanya😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Doakan yaa, Ndah, supaya bisa terealisasikan! πŸ˜† Btw, Reka punya book club lho, coba deh disenggol orangnya, hihi.

      Ayokkkkk reviewwww! Gimana menurutmuuuu??

      Delete
  3. Mba Thessa, aquuuuw padamuuuw, mba 😍

    Salut sama mba Thessa dan totalitasnya dalam berkarya, bahkan diantara kesibukannya urus rumah, kerja this and that masih bisa rilis buku cobaaak. Saya pun nggak sabar mau baca, tapi masih on the way bukunya, semoga Senin tiba 🀣

    Ohya, congratulations untuk JaneXLia project πŸ₯³πŸŽ‰ Seriously dua jempol untuk mba Jane dan Lia, yang nggak pernah absen kasih rekomendasi-rekomendasi bagus about buku, dan bahasan-bahasan menarik yang membuat saya sebagai pembaca jadi keikut ingin tau lebih banyak 🀣 Plus programnya cool semua, salah satu favorit saya saat mba Jane dan Lia visit blog mba Mega bahas buku yang cocok untuk pekerja 😍

    Semoga JaneXLia semakin cetar yaaah, bahkan bisa booktour keliling kota πŸ˜† Eniho, jika nggak nyaman doing virtual meeting, mungkin bisa coba podcast by phone mba, seems akan seru dengan mba Jane tektokan sama Lia soal dunia perbukuan 😁🧑

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhuhu Mba Thessa ini keren banget ya, Mba Enoo. Aku pun kagum sekali dengan beliau di tengah kesibukan kerja dan urus anak, masih bisa menulis buku bahkan menerbitkannya! Harus belajar nih dari beliau, nggak ada alasan "nggak punya waktu" karena sebetulnya bisa kalau diniatin, hihi. Mba Eno udah terima bukunya kan yaa? Udah mulai baca belumm? Nggak sabar ingin tau juga pendapat Mba Eno XD

      Terima kasih banyak untuk ucapannya Mba Eno sayang! 😘 Senang sekaliii kalau rekomendasi buku dari kami bisa ngeracunin Mba Eno juga, karena memang itu tujuannya, hahahaha. Nah iya, bisa diundang menulis di Tinydolce juga sebuah pencapaian besar buat kami 😭

      WAH AMINNN! Terima kasih banyak untuk dukungannya, Mbaa. Oh iya! Nggak kepikiran soal podcast! Akan kami pertimbangkan XD thanks for the idea, Mba Eno! πŸ€—

      Delete
  4. Saya kira jawaban Mbak Thessa terkait writer block itu tepat. Selama kerangka karangannya udah ditulis dengan baik dan rapi, proses menuliskannya bisa lancar, bahkan enggak jarang bisa muncul ide-ide baru (kalau terlalu keluar jalur palingan simpan buat tabungan ide).

    Tapi ya, kesulitan menulis bukan perkara itu doang. Pernah dengar cerita ada yang mandek berbulan-bulan karena kesulitan menemukan suara karakternya, atau gaya penceritaan itu mau pakai sudut pandang mana biar pas sasaran ke pembaca. Kayak misalnya ada yang udah mengerjakan pakai pov 3, terus setelah dibaca ulang sekaligus mau ngedit, berpikir pov 1 bakalan cocok. Mau enggak mau kan ngulang lagi. XD

    Seandainya punya anak nanti, kok jadi mikir juga ya dia nanti ketularan suka baca dan menulis atau enggak. Apakah si anak juga bakalan terjun ke jalur berbahaya ini sebagai kariernya? Haha.

    Kayaknya seru banget kalau ada bintang tamu lainnya lagi. Menambah referensi bacaan tentunya. Tapi sebagaimana yang Ci Jane bilang ketika ngobrol-ngobrol langsung menunjukkan wajah itu kurang PD dan ngomong bakalan belibet sama persis kayak saya. Rasanya takut salah ucap gitu. Terus rasanya saya lebih lancar menuangkan via teks daripada ngomong.

    Anyway, selamat setahunan JaneXLia. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Mas Yoga. Saya jadi belajar juga dari Mba Thessa, mungkin dengan kesibukan kami sebagai ibu, membuat kerangka menulis ini patut dicontoh. Kalau nggak mudah sekali melenceng dari tujuan cerita πŸ˜‚ Wah iya, Mas Yoga kan ada pengalaman menulis buku juga, ya. Kalau untuk nulis puisi begitu apakah menemukan kendala yang sama? Atau begitu ada ide tinggal ditulis saja?

      Tentang proses menulis itu saya jadi teringat juga dengan pengalaman penulis di luar sana, kebanyakan dari mereka baru menelurkan buku berapa tahun sekali, dikarenakan alasan yang Mas Yoga jabarkan. Jadi paham kenapa Tante J.K Rowling lamaaaa sekali menuntaskan cerita Harry Potter, sekarang siapa yang nggak tahu karya legendaris ini, hahaha.

      Sepertinya memang gaya komunikasi orang berbeda-beda, yaa. Ada yang nyaman menulis, ada yang nyaman berbicara langsung maupun dua-duanya. Saya pikir ingin bisa dua-duanya namun jam terbang belum mumpuni 🀣

      Terima kasih banyak, Mas Yoga! Semoga next time kami berdua bisa undang bintang tamu lagi, ya :D

      Delete
  5. Mba Thessa sumprit keren abis. Baru kali ini punya kenalan sebagai penulis buku kondang, di penerbit kondang pula. Keren sih. Prokprok

    Jadi kejutannya apa nih Mba, Li Akhir Tahun..? *ihirr.. btw nggak kerasa ya udah mau bulan desember aja. Kayanya baru kemarin Maret mulai aktif di blog orang2 eh udah jalan 8 bulan aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangga dan beruntung banget nggak sih kitaaa punya teman penulis sekeceh ini 😭

      Adaa, dehhh! Hauhahaha. Ditunggu aja, Mas Andrew. Semoga nanti bisa ikutan, yak! :D Iya lho, rasanya udah kenal lama sama Mas Andrew dan Mas Toni. 2021 ini memang cepat banget berlalunya. Btw, sudah balik dari Medan? 😁

      Delete
  6. Aku yg ngebayangin Mba Thessa nulis lanjutan novel di perjalanan brangkat dan pulang kerja... πŸ€”πŸ€” kok bisa gitu ya, fokus buat mikirin kelanjutan naskahnya gimana selama di perjalanan... aahahah πŸ˜… keren banget sih..

    Ahh Mba Thessa.. ini kalau aku punya 10 jempol, tak acungin semua dehh.. ahahha

    Teruntuk Mba Jane dan Lia juga.. duhh ya.. project kalian ini bener² TOP BGT πŸ˜† aku yg ngikutin JanexLia sejak episode 3 dan skrang udah setahun aja. Ya ampunn nggak kerasa bgt ya.. 😍 udah berapa buku yg berhasil diracunin ke aku mba. Hahha 🀣🀣 terimakasihh ya.. πŸ˜… Varian bukuku kini jadi lebih bervariatif.. kemarin aj abis check out buku JOMO. Hahaha 🀣🀣

    Skrang aku lagi proses baca Buku Midnight Library Mba.. huhuhu 😭 ngebayangin kehidupannya Nora yg sudah jatuh, tertimpa tangga pula bikin hati berguncang... per ini nulis komentar aku baru sampai bagian Nora di Library dan bertemu dengan sosok menyerupai Mrs. Ehlm.. πŸ˜‡ nggak sabar mau nerusin lagi.. πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini kalau ditambahin sama jumlah jempolku dan Lia udah lebih dari 10 kok, wkwkwk. Warbiasak yaaa penulis kesayangan kita yang satu ini! *hardcore fans Mba Thessa* πŸ˜†

      Wah, berarti kita udah temenan selama setahun ya, Mas Bay. Eh, apa lebih? Cepat banget! Dan ikut senang rasanya kalau apa yang kami bagikan bisa jadi racun baik buat Mas Bayu dan teman-teman lainnya 😭 Asikkkk. Banyak TBR nih kayaknya Mas Bayu, hauhahaha. Selamat membaca ya! :D

      Gimana gimana, cerita Nora bikin ambyar lagi nggak? 🀧

      Delete
  7. Ya ampun bener banget Mba Thessa, nulis itu bisa di mana aja karena kalau nunggu harus di depan laptop dulu yaa kapan nulisnya huhuhu aku sering banget gitu, lagi di luar kayak ada yang pengin ditulis giliran di depan laptop udah buyar 😭

    Mba Thessa keren banget siih, baca Q&A di sini aja udah dapet banyak ilmu dari Mba Thessa πŸ˜†

    Btw aku suka semua postingan JanexLia waaaa happy anniversary kalian berdua πŸ’–πŸ’–πŸ’– Ayooo kalau mau bikin mini book club, aku mau daftar jadi member hahaha sama kalau ngadain baca bareng aku juga pasti akan ikutan πŸ˜†

    Sukses dan semoga makin keren JanexLia πŸ’–πŸ’–πŸ’–

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget yaa, Eyaa. Makanya akutu sesebel apa pun blogging di hape, aku paksain kalau nggak ya nggak kelar tulisannya πŸ˜‚ Seru, yak, QnA nya! Nggak nyangka banget bisa "curi" banyak ilmu dari Mba Thessa <3

      Thank you so much, Eyaaa! Hahahahaha doakan, yaa, supaya ada jalannya buat bikin book club beneran. Nanti kalau udah buka kita bakal kasih tahu πŸ˜†

      Delete
  8. Wuaaaa, JanexLia udah 1 tahun yeeeyy!! Perasaan baru kmren aku baca postingan pertama JanexLia, dan waktu itu aku kira postingannya bakal selalu tentng review buku. Ternyata ga hanya review ya Mba Jane, tp juga ngobrol2 asik juga. Dan favorit aku adalah yg reading journey. Selalu sukaaa baca pengalaman orang dg buku soalnya aku tuh 😍😍
    Keren banget jg konsistensinyaaa πŸ’–πŸ’– Dan setau ku ngikutin sejak dr episod 1 jg ga ada yg telat tayangnya, atau jd didouble sama bulan berikutnya gitu loh. Hehehe..

    Trus yg ngobrol2 bareeng, aku ga tau lagi gimana bilang makasinyaa buat Mba Jane dan Lia, saking serunya kita bertiga hangout. Mungkin klo Tafiya ga rewel ngantuk n minta nyusu, aku bakal lanjuut teruuus. Hehehe.. Susah soalnya pake laptop sambil ngetik, sampe dibantuin Talitha, yg berujung dia ngobrol bareng sama tante2nya yg seru bgd ini πŸ˜†

    Aku jg mau makasiii ssma komen2 di atas aku, bikin aku terbang tau ga dibilang keren gt πŸ˜†πŸ˜… Padahal mah aslinya ga sekeren itu, penuh perjuangan n banyak kelelahan. Tp alhamdulillah worthed. Hehehe. Makasi Mas Bayu, Mas Andrew, Mas Yoga, Mba Eno n Mba Endah πŸ’–πŸ’–

    Aku duduk manis di sini nunggu Janexlia tayang lg bulan depan, eh tahun depan maksudnya.. πŸ˜†πŸ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini dia bintang utamanyaaa. Terima kasih banyak Mba Thessa sudah bersedia ngobrol bareng kami berdua! We're so lucky and thankful! Karena temen-temen blogger di sini banyak yang ngefans sama Mba Thessa, dan melalui QnA ini jadi lebih kenal dekat dengan Mba, hihi πŸ₯° Gapapa banget, sesama ibu aku paham sekali kalau anak udah ingin nempel sama ibunya πŸ˜† Salam yaa buat anak-anak dan suami. Semoga kalian sehat dan diberkati selalu ✨

      Siappp! Tunggu tanggal main comeback JanexLia, ya! XD

      Delete
  9. Buat saya nulis novel itu susah sih. Soalnya kita harus ngubah diri kita menjadi tokoh yang ditulisnya itu. Berbaur jadi satu supaya dari awal sampai akhir karakter yg dibangun tetap konsisten.

    Entah bagaimana Mba Thessa melakukan ini. Tapi bayangan saya pasti sulit. Betul nggak Mba? Hehe

    Btw mau ngucapin sekali lagi Happy Anniversary to JanexLia. Ditunggu season 2nya. Hehe. 2022 ya?? Okee siap.

    Kesempatan yg luar biasa bisa kenal Mba Jane dan yang lainnya. Buku-buku bacaanya mba Jane itu lohh Josss Gandozz πŸ‘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagai yang belum pernah sukses menyelesaikan draft novel, harus diakui memang nulis fiksi nggak gampang, Mas Ton πŸ˜‚ bener banget yang Mas Toni bilang, harus bisa tenggelam di pikiran karakter masing-masing, cara ngomongnya gimana, cara pikirnya gimana, dsb. Harus banyak berguru dengan Mba Thessa, hahaha.

      Thank youuu so much, Mas Toni! Ditunggu tanggal comeback kami, ya! πŸ˜†

      Delete
  10. Selamat 1 tahun juga untuk Mba Jane atas JaneXLia nya! Semoga kedepannya makin keren ya konten-konten yang dibagikan ke kita para pembaca! Eh iya ide Mba Endah seru tuh kalo diadain baca bareng 🀣 tapi mungkin agak sulit juga ya untuk Mba Jane yang lagi ada Krystal (lagi ngobrol sama Mba Thessa aja tiba-tiba harus tetep ngurusin anak)

    By the way, pernyataan Mba Thessa tentang kerangka tulisan tuh menarik banget. Kayaknya emang harus buat seperti itu dan detil ya biar gak mandek sama sekali idenya. Karena aku kalo iseng-iseng nulis ntar lupa mau dibawa kemana jalan ceritanya dan berakhir dilupakan 🀣. Dan Mba Thessa kuat banget ya nulis di HP, aku aja belom pernah tuh nulis di HP baik untuk blog atau yang lainnya karena sampe sekarang emang masih nyaman di laptop.

    Ohiya, ditunggu banget ya Season 2 JanexLia nya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak, Mba Tika! 😘 Hahahaha iya nih, rencananya sih ingin begitu. Tapi aku sama Lia anaknya malu-malu, kan, depan kamera, hauhahaha. Jadi nanti akan dipertimbangkan lagi enaknya gimana kalau memang ingin bikin bincang buku di platform yang berbeda, hihi.

      Betul, Mbaa. Aku awalnya pikir kerangka itu hanya untuk memperjelas opening, klimaks dan ending. Ternyata kalau dibuat lebih detil bakal menolong sekali dalam proses menulis cerita. Hahahaha, harus dibiasakan memang blogging di hape tuh. Aku juga awalnya mager, Mbaa. Tapi kalau nggak dipaksain, nggak bakal naik tayang, mana aku masih sibuk ngelonin bocah πŸ˜†

      Sippp! Ditunggu, yak! πŸ˜‰

      Delete
  11. Happy (belated) Anniversary, JanexLia! \(^o^)/
    Ditunggu postingan anniversary 2, 3, dan seterusnya :3

    Selalu salut sama Thessa yang bisa nulis di HP. Kalau niat mah nggak ada alasan, tinggal mau atau nggak aja, ya... XD

    Btw, sejak internet semakin cepat plus gampang banget diakses, literally ada di genggaman tangan, aku nulis blogpost pun pake kerangka sekarang. Karena focus span-nya makin pendek, gampang banget terdistraksi, kalau ga dikasih kerangka gampang buyar. Mungkin karena itu susah bener mau nulis cerpen, let alone novel wkwkwk
    *alasan aja ini mah, padahal aslinya emang kurang niat aja :)))*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Arigatou gozaimasuuuu, Mba Hicha! 😘 Amin, yaaa. Semoga JanexLia langgeng, hauhahaha.

      Betul banget! Ini permasalahan niat atau nggak, bukan bisa atau nggak bisa *ngomong sama diri sendiri* wkwkwk

      Waw, serius? Tapi bener juga, sih, yang Mba Hicha bilang. Kerangka itu membantu kita supaya tetap fokus pada tujuan menulis, ya. Kalau nggak bakal curhat ke mana-mana, hahaha. Kerennnn!

      Delete
  12. Selamat satu tahun program Jane×Lia makin cakep aja konten cerita ke depannya ya πŸ˜€

    ReplyDelete
  13. aku yang jadi tim hora hore di janexLia, beneran merasa "kok cepet udah setaun", perasaan baru kemarin puasaan, lebaran, wfh ehhh tau tau udah setaun aja.

    seru ngikuti ngobrol sama mbak thessa. jadi inget, aku pertama kali kirim cerpen waktu SMP dan dapat honor dari sana, anak SMP nggak nyangka kalau tulisannya bakalan dimuat.

    waktu SMP itu, aku pede kalau suatu saat pasti bisa bikin novel, wew hahaha

    PR aku sekarang nyelesain 3 buku, salah satunya buku mbak thessa
    semoga bisa selesai sesuai target

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha aslik, 2021 ini cepet banget lewatnya! Wahhh, Mba Ainun juga pernah kirim cerpen dan dimuat? Keren banget! πŸ˜† Benar-benar sebuah kebanggaan, ya, Mbaa anak SMP bisa dapet duit sendiri, huahahaha.

      Semangat, Mba Ainun dengan target membacanya! 😘

      Delete