Staycation at Grand Hyatt Bali (Part 1)

Tuesday, October 5, 2021


Kayaknya ini baru kedua kalinya, yaa, aku review hotel di Bali. Pertama kali waktu kami nginep di Inaya Putri di saat Nyepi (btw, nama hotelnya udah ganti katanya), sekarang aku mau review hotel lagi, just because we had so much fun and memorable moments while staying here. 

Seperti biasa, review hotel ala-ala ini akan diselingi banyak cerita, yaa. So, let's grab your snacks or drinks, sit with me here and enjoy the story! 

Why Grand Hyatt? 


Nggak ada alasan khusus, sih, sebetulnya, hahahaha. Jadi ceritanya, sebelum papanya anak-anak nyusul ke Bali, Josh mulai bawel pengen nginep di hotel. Kebawelannya ini sangat dimaklumi. Pertama, karena memang kami udah janji bakal staycation ke hotel di Bali. Kedua, karena ini liburan panjang, jadi kami ingin Josh juga bisa menikmati liburannya dengan maksimal, salah satunya main di hotel. Entah kenapa, anak-anak itu demen banget ke hotel. Denger kata hotel aja udah langsung hepi, "Ada kolam renangnya nggak, Ma?" tanya Josh setiap kali kami bilang mau ke hotel ๐Ÿ˜„

Kami nunda ke hotel karena nunggu papa dateng dong, yaa. Masa kita staycation tanpa papa. Supaya anaknya nggak nanya-nanya mulu, popo (neneknya Josh) pun mengambil inisiatif untuk mengajak Josh main ke pantai yang kebetulan adalah private beach di Grand Hyatt. Poponya iseng minta Josh ngafalin nama hotel ini. Eh, nggak disangka begitu pulang dari sana, Josh makin bawel dan akhirnya ngomong ke papa, "Paaa, nanti kita nginep di Grand Hyatt, oke??" 

*papa pun kerja bagai quda supaya anak istri hepi* ๐Ÿคฃ

Eniweiii. Puji Tuhan kami dikasih rezeki lebih untuk akhirnya bisa menginap di hotel ini! 

Selain alasan di atas, mamaku memang merekomendasikan nginep di Grand Hyatt karena fasilitasnya oke banget untuk anak-anak. And not to mention, hotelnya sendiri tuh LUAS banget! Saking luasnya, kita tuh bisa nyasar. Bahkan waktu kami sampai di sana pun dan sok ingin ke kamar sendiri, staff hotel sampai ngomong, "Bu, Pak, yakin mau ke kamar sendirian? Hotelnya luas banget, nanti takut nyasar." and boy he was right LOL 

Tuh, bener kan... Mbak KD aja capek jalan saking luasnya ๐Ÿคฃ

Kebetulan tahun lalu orang tuaku sempat staycation juga di Grand Hyatt. Saat mau balik ke hotel, mamaku nyasar, mana nggak bawa hape, hampir ingin menangis sebelum akhirnya berhasil minta tolong pada staff yang lewat, wkwkwk. Jadi tahu, kan, sekarang kenapa aku buta arah? Siapa yang mewariskan? ๐Ÿ˜†

Tarif menginap di Grand Hyatt


Sebelum cerita yang asik-asik, enaknya ngomongin tarif dulu kali, yak, hahahahaha. 

Udah bukan rahasia lah, yaa, Grand Hyatt ini hotel bintang 5 yang tarifnya bisa mencapai 2jutaan per malam untuk kamar biasa. Namun, dikarenakan pandemi, hotel-hotel di Bali mencoba untuk menyesuaikan tarif menginap supaya tetap menarik tamu lokal yang datang. Dalam hal ini, yaa memberikan harga promo atau diskon gede-gedean. 

Sebagai kaum ogah rugi, tentunya kami nggak mau melewatkan kesempatan ini dong, yak. 

Kami booking kamar melalui travel agent kenalan mama, dua kamar untuk dua malam di Grand Hyatt. One room for my parents, and one room for us. Lucky us, nggak cuma harga promo yang berhasil kami dapatkan, salah satu kamar kami pun mendapat free upgrade menjadi suite room

I repeat y'all, a freakin suite room! 

๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Untuk kamar suite yang semalamnya bisa mencapai 3-4jutaan. tentu aja lah ini di luar budget kami. Coba tebak kita bisa dapat di kisaran rate berapa untuk bisa "menyicip" tidur di kamar sultan selama dua malam? 

Di angka empat jutaan untuk dua kamar: 1 deluxe, 1 suite, total dua malam. Whaaaaaat ๐Ÿ˜ญ

Fix, ini rezeki anak-anak kayaknya. Kami berdua sampai kaget ternganga. Seumur hidup nggak pernah dapet free upgrade kamar hotel atau seat di pesawat. Menurut analisa kami semua, sih, mungkin hotel lagi sepi banget dan mereka butuh hawa manusia (halah kok serem) untuk "menghidupi" kamar-kamar mereka. 

First impression 


Yes, the hotel is HUGE! 

Begitu sampai di lobby, kami bingung harus check-in di mana karena di depan lobby nggak ada orang yang jaga sama sekali. Bukannya nyari orang, kami malah foto-foto, bahahahaha. Aku, sih, yang sibuk jepret sana-sini. Bentukan hotelnya khas hotel "lama" tapi nggak jadul, masih ada sentuhan modern dari beberapa pilihan furnitur dan pajangan. Yang pasti, hotel ini terawat. Nanti kita bahas pas masuk ke kamar, ya! 

Lobby-nya aja punya kolam ikan segede ini 

Nggak berapa lama kemudian, aku menghampiri staff hotel yang berdiri di balikyang mana aku kirameja resepsionis, ternyata bukan. Untuk check-in, aku malah diarahkan ke ruangan lain. Katanya, sih, baru-baru ini mereka memindahkan ruangan khusus check-in ini. 

Ruangannya spacious, ada area seperti ruang tamu untuk duduk menunggu. Kemudian, ada pintu yang menghubungkan ke area outdoor, di mana kita langsung disambut oleh samar-samar suara deru ombak. Waaaahhh... 

"Bu, ini ibu check in di satu kamar deluxe, satunya lagi suite, ya?" 
"Iya, Mbak." Sambil senyum-senyum, masih nggak percaya nginap di suite *norak blehhh* 
"Pembayaran udah lunas, ya. Oh, ini free charge extra bed untuk di kamar yang mana?" 
Aku nelen ludah. Wait, extra bed-nya juga free charge?? "Untuk yang di suite, Mbak." 
"Ok, baik. Ini kuncinya, ibu sudah bisa masuk kamar, ya." 

Aku melirik jam tanganku. Masih terlalu pagi dari jam check-in pada umumnya, tapi kami udah diperbolehkan masuk kamar. Memang sesepi itu hotelnya. 

Btw, aku memang rikues extra bed karena sekarang udah berempat, ranjang ukuran king pun udah nggak muat untuk kami. Jadi Josh bobok di ranjang sendiri, deh. 

Sebelum masuk kamar, aku ngobrol-ngobrol sebentar dengan Mbak resepsionis tersebut tentang hotel selama pandemi ini. Jadi memang Grand Hyatt biasa ramai oleh turis asing khususnya mainland China. Kebayang, kan, kalau hotel yang ramai oleh turis China kayak apa. Terus karena pandemi suasana hotel mendadak hening dan sunyi. Buat kami yang memang ingin staycation sambil refreshing, ini sebuah kenyamanan. Nggak bakal mendengar suara gandeng rangorang, yang manggilin anaknya bisa dari ujung ke ujung. Namun, buat pihak hotel sendiri tentu ini adalah sebuah krisis. Tapi Grand Hyatt sendiri adalah sebuah perusahaan hotel yang bukan kaleng-kaleng. Menurutku, mereka pasti punya cara sendiri untuk tetap survive di tengah pandemi ini. Walau salah satu caranya juga adalah dengan mengurangi tenaga kerja. 

Aku kepo juga nanya tamu hotel hari ini bagaimana, hanya ada beberapa, sih. And later did we know, ada rombongan turis lokal yang menginap selama satu malam, itu lah kenapa besoknya pas sarapan pagi agak ramai karena rombongan ini. Dan begitu kami check out, hanya ada satu tamu yang check in

Well... I guess pandemi memang memberikan dampak yang "luar biasa" bagi pihak manapun. 

Hotel & room tour! 



Hal favorit yang paling kusuka dari hotel ini, kiri kanan semuanya terlihat rindang, karena tanaman dan pohon-pohonnya sangat terawat. Pohonnya tinggi besar dan usianya kutebak pasti tua dilihat dari akarnya. 


Saat perjalanan menuju kamar, aku melihat sebuah restoran dengan nuansa Jepang. Wah, asik! Bisa kali nih dinner di sini sama hubby. Seperti bisa baca pikiranku, mamaku nyeletuk, "Katanya restoran Jepang ini temporarily closed. Selama pandemi ini, hanya ada satu restoran yang buka." Yaaaah... sedih banget nggak, sih, bahkan restoran dalam hotel pun harus tutup sementara karena sepi ): 

Lihat ini mendadak lupa lho kalau lagi di Bali

Ini lhoo restoran Jepang yang dimaksud...

Salah satu restoran (?) yang selalu kami lewati selama dua hari, sepertinya nggak beroperasi juga karena nggak ada orang sama sekali 

Area kamar kami menginap 

Now, let's see our beautiful room! 

Kamar mandinya sih GEDE banget! Wastafel ada dua, shower mandinya pun ada dua. PLUS, bathub segede gaban! Pelihara ikan di dalamnya, sih, bisa banget kayaknya. 

1-2: pintu yang mengarah ke teras. It's a dream to have a balcony like this. Kayaknya bisa tiap hari deh baca buku, renungan pagi, bahkan mungkin ngeblog di sana hahaha. 
3: messy living room with KFC wings bucket HAHAHA. Nginep hotel berbintang makannya tetep kiepci donggg ๐Ÿ˜ (makan di resto mahal cuy)

Fresh tropical fruits! 

Tahu nggak ada apa di pojokan situ? 
Yesss, an espresso machine! 

Hello (free) coffee! 

Bangun pagi kuterus ngemil roti, sambil lihat pemandangan~

And this is our beautiful view from our balcony ๐Ÿ˜


Mau nggak nginep di suite room lagi? 

Kalau bayar sendiri, tentu saja tidak, AHAHAHA. Sebetulnya kamar biasa udah cukup banget. Karena suite ini terlalu besar dan luas. Pusing nggak, sih. Hotelnya aja udah luas banget, ditambah kamarnya juga besar. Oh ya, did I mention kamar kecil di kamar suite ini sampai ada dua? Yuppp. Bagusnya, nggak perlu rebutan kalau lagi sama-sama kebelet, huahahaha. 

***
Di bagian kedua dari review ini aku akan membahas soal makanan yang ada di hotel, yaa. Mulai dari sarapan dan juga makan malamnya. Sengaja dibagi dua supaya satu post ini nggak keberatan di foto, hihi. 

So, see you in the next episode! ๐Ÿ˜‰

28 comments:

  1. Sudah saatnya mengeluarkan kata2 andalan orang Betawi.. "Buju Buneng..." wkwk.
    Ini hotel rasa kampus ya Mba ๐Ÿ˜„. Senengnya hotel2 di Bali tuh desain bangunannya dibuat menyatu sama alam. Kalau hotel di Jakarta kan ya begitu. Bangunan model bergedung.

    Hotelnya mantap mba. Ya namanya juga Grand Hyatt. Berrti mereka satu bagian juga ya sama yang di Jakarta ya mba?
    Btw, terimakasih sudah ngajak jalan2 virtual. Lumayan siapa tahu ntr malam kebawa mimpi tidur di sana. Wkwk

    Ditunggu Part 2nya Mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nginepp sini kuy.. ๐Ÿคฃ yg bayar kamu Ndre ๐Ÿ˜‚

      Delete
    2. @three musketeers: CUS BERANGKAT! ๐Ÿ˜†

      Betul sekali, Mas Andrew. Yang di Jakarta juga sama :D Mungkin karena perbedaan kapasitas lahan, yaa. Sebetulnya di Bali resort-nya kan juga alam buatan manusia, hihi. Tapi tetap salut sekali dengan perawatan yang mereka lakukan supaya penginapan terjaga asri ❤

      Jadi gimana, Mas? Kemarin udah sampai hotel belum mimpinya? ๐Ÿคฃ

      Delete
  2. Waaaaa asik banget Mba Jane udah stay cation di hotel yang bagus banget lingkungannya eh dapet lagi harga diskonan segitu gedenya hahaha jadi pengen juga kesini (eh jauhhh ๐Ÿคฃ)

    Ngomongin pandemi dan hotel yang sepi emang kasian banget sih untuk bisnis satu ini... tapi kita sebagai pengunjung diuntungkan juga karena harga hahaha sejak pandemi ini aku dan keluarga juga nyobain beberapa hotel yang biasanya harga tidak wajar menjadi wajar untuk kantong kami, rasanya seneng banget sih akhirnya bisa nyobain juga hotel mahal hahaha ya kapan lagi kan. Tapi, emang sedihnya jadi ada beberapa fasilitas yang tutup kayak Mba Jane ceritain itu dan beberapa hotel bahkan ada yang mengurangi buffet breakfast-nya (untung gak pernah dapet hotel yang buffetnya tutup)

    Aku juga pernah Mba pengalaman dapet upgrade kamar hotel jadi suite. Itu sebenernya karena kesalahan aplikasi travel yang kami pake karena beli 2 kamar tapi ternyata 1 nya sudah kebeli duluan sama orang lain eh akhirnya di kasih kamar suite. Pas lihatnya kaget kok mesen yang biasa dapet kamar suite hahaha padahal bayar gak nambah. Waktu itu lagi musim wisuda sih jadi hotel ramai dimana-mana ๐Ÿ˜†

    Btw, Mba kalo disana ada fasilitas yang ditutup juga gak dari hotel atau cuma resto itu aja kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rezeki banget dari yang Di Atas, Mba Tika, hauahahaha. Kami juga nggak nyangka bisa dapet banyak keuntungan dari pihak hotel. Salah satu sisi memang sedih ya bisnis tourism banyak yang sekarat sejak pandemi. Mereka yang berusaha bertahan pun mencoba untuk putar otak dan tetap kreatif. Satu sisi lainnya, benar yang Mba Tika bilang, pelanggan yang amat sangat diuntungkan ๐Ÿ˜

      Waaah, seru banget Mba Tika sekeluarga bisa menikmati staycation juga, yaa. Jadi inget Mba Fanny juga melakukan hal yang sama hauahaha. Memang jadinya banyak yang staycation karena nggak bisa traveling, ya. Dan itu seru bangettt beli harga kamar standar dapetnya suite! Pasti rasanya hepi banget! ๐Ÿ˜†

      Untuk fasilitas seperti kolam renang dan kids club masih dibuka, Mba. Nggak ada pembatasan atau gimana. Kalau pengalaman staycation bulan Mei lalu (waktu Lebaran), akses kolam renang dibatasi dan hanya boleh dipakai selama 1 jam, itu pun harus reservasi dulu. Beda hotel beda peraturan mungkin, yaa.

      Delete
  3. CIII, ASLI! HOTELNYA BESAR BANGETTTTTT ๐Ÿ˜ฑ Fix aku juga bakal kesasar sih kalau nggak ada guidenya di sini, secara lobby aja udah luas banget gitu, gimana area kamarnyaaa ๐Ÿ˜‚. Kolam ikannya aja udah bisa buat berenang ๐Ÿคฃ
    Nuansanya hotel lama tapi tetap kelihatan wah sih!! Memang yang namanya bintang nggak bisa bohong wkwkwk.
    And you were so lucky! Bisa dapat upgrade kamar, free extra bed, bahkan dapat harga kamar terjangkau!! Wah, ini sih rezeki Cici sekeluarga ๐Ÿ™ˆ
    Yang kamar Suite ini seru sih buat nginap ramai-ramai secara kamarnya luas banget bahkan kamar mandinya ada 2?! Oemjii *elus dada*
    Ahhh, aku tak sabar menanti post selanjutnyaa ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahahaha dari foto aja keliatan besarnya, ya, Lii ๐Ÿ™ˆ Mungkin karena nggak ada orang juga, ya, jadi hotel terlihat kosong melompong, wkwkwkw. Asli, sih. Dua malam di sana aku sampai nanya lebih dari 2x belok ke kanan atau ke kiri untuk menuju kamarku, bahahahaha.

      Puji Tuhan banget deh iniii, beneran rezekinya anak-anak ๐Ÿ˜† apalagi Josh, wuih seneng maksimal dia kemarin. Anak-anak senang, kitanya juga hepi hihi

      Ditunggu, yaa, episode keduanya! Siap-siap ngiler sama makanan ๐Ÿ˜

      Delete
  4. Apakah ini yang dinamakan fenomena Ketiban Bulan... ๐Ÿ˜‚
    Harga Promo, Free Upgrade kamar, Free Extra Bed, Staycation bareng keluarga besar.. Ahhh Mantappp ๐Ÿ˜„.. Selamat ya Mba Jane.. Ikut senang aku bacanya.

    Dan sebagai orang yang mudah tersesat, akupun juga sudah bisa dipastikan 1000 persen nyasar juga kalau dilepas di Hotel seluas ini. Tapi kalau nyasar di tempat seindah ini sepertinya bakalan Worth it.. huahaha. Bagus gehh..

    Dan aku juga punya komen yang sama pas lihat Balconynya.. hahah. Asik banget itu mah.. Impian banget punya balkon sekece itu. Asli, Kalau balkonnya ada dirumah mungkin aku bakalan sering tidur di sana ketimbang di kamar sendiri.. haha ๐Ÿ˜‚

    Kolam Ikannya juga ๐Ÿฅฐ Ikan apa Mba Jane isinya?? Koi kah?? Idaman banget kalau iya.. ahaha

    Well, terimakasih loh mba atas pengalaman liburan virtualnya.. Udah nggak sabar mau liburan kulinernya juga. aku nantikan dengan sangat Part 2 nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hoahahaha bulannya bener jatoh pas di kepala namanya ini ๐Ÿคฃ

      Wah, kalau Mas Bayu nyasar di sini sih aku udah kebayang gimana skenarionya. Pasti langsung duduk di tepi kolam ikan sambil ngobrol sama ikan-ikannya, terus berkontemplasi wkwkwkwk ngawur banget aku yak ๐Ÿคฃ Btw, yesss ikan-ikannya Koi, Mas. Sebuah idaman yang hakiki ๐Ÿ˜

      Terima kasih juga bersedia kuajak jalan-jalan virtual, Mas Bay. Ditunggu ya part keduanya! ๐Ÿ˜

      Delete
  5. GILAK GEDE BANGET!!! Wih itu sampe ada macam-macam tema gitu ya kolamnya, ada yang nuansa Bali dan Jepang. Aku pernah nginep di hotel bintang lima tapi nggak segede Grand Hyatt aja udah norak kesenengan lihat kamar biasanya, apalagi kalo dapat kesempatan nginep di kamar suite Grand Hyatt...kayaknya bakal glundungan di lantai kamarnya dulu deh sebelum nyebur ke bak mandinya wkwkwkwkwk.

    Kebayang kok Ci, kebayang kalau ada turis dari China, rame buanget pasti. xD Jadi penasaran nih review makanannya kayak apa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gede banget, tsaaaaay. Kalau nyasar pas malem sih nangis beneran akuh, soalnya penerangannya minim, gelap karena pohon-pohon gedee ๐Ÿ™ˆ

      Wah, main petak umpet di kamar jadi sih, Ndah! Si Josh tuh paling hepi. Main petak umpet sampe ke dalem kamar mandi wkwkwk

      Ditunggu yakkk review makanan hotelnya! ๐Ÿ˜˜

      Delete
  6. (((BAK MANDI))) BATHUB! NORAK LO NDAH! T_____T

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHAHAAHA!!

      Udah lama nggak denger bak mandi... eh tapi di rumah mertua masih ada bak mandi, Ndah. Beneran bak mandi yang ngambil air pake gayung wkwkwkwk ๐Ÿคฃ

      Delete
  7. blessing in disguise untuk yang di Bali buat ngerasain banyak hotel berbintang dgn harga covid ya sekarang2 ini :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Mbaa. Kata pihak hotel banyak juga sih turis lokal yang mengambil kesempatan ini untuk WFB ๐Ÿ˜Š

      Delete
  8. Woah mantap banget Mba Hotelnya. Hijau. Komposisi antara bangunan dan pohonnya. Sungguh seimbang. Ahaha. *ngomong apa si lu Ton..

    Gede asli mba Hotelnya. Padahal ya saya cuma lihat dari gambar di foto. Si Josh juga terlihat menikmati. Makan Roti sambil lihat pemandangan. Ada Bakat jadi anak senja ๐Ÿ˜ sepertinya.

    Ditunggu postingan Makanannya Mba. Udah siap nih buat kalap makanan. ๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya aku videoin aja yaa biar bisa lihat lebih jelas seluas apa. Soalnya kalau dari foto nggak terlalu nampak hauhahahaa. Ngomong-ngomong Josh, dese memang ada bakat anak senja sejak usia 8 bulan, Mas Toni. Hobinya suka duduk depan jendela liat hujan ๐Ÿคฃ

      Siappp! Risiko lapar ditunggu sendiri, ya ๐Ÿคฃ

      Delete
  9. Hotel Resort di Bali memang besar-besar ya, mba ~ kadang membayangkannya saja sudah lelah duluan hahahaha. Makanya beberapa hotel menyediakan mobil golf untuk antar para tamu daripada tamunya gempor terus marah-marah ke staff ๐Ÿ˜‚

    Eniho, bisa dapat harga 4 jutaan untuk 3 hari 2 malam plus diberikan 1 kamar suite dan 1 deluxe, itu siiiih jackpot bangats, mba. Meski sedih karena itu artinya para pengusaha hotel sedang mati-matian banting harga, but at the same time, tamu yang staycation diuntungkan ๐Ÿ˜ Well, semoga soon keadaan di Bali mulai membaik, apalagi dengar-dengar tanggal 14 nanti Bali akan buka untuk turis mancanegara ๐Ÿงก

    Apapun itu, semoga Bali bisa cepat pulih kondisinya ๐Ÿ€ And yes, ditunggu kelanjutan cerita soal makanan di Grand Hyatt, mba. Nggak sabar mau baca ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betulll. Bisnis resort di Bali memang nggak main-main, yaa ๐Ÿ˜„ ah iya, ngomongin mobil golf aku baru ngeh kalau suami juga ditawarkan untuk dijemput naik mobil golf dari tempat parkir menuju lobby hotel. Suami menerima tawaran dengan senang hati karena dia juga nggak mau gempor jalan kaki panas-panas sendirian wkwkwk ๐Ÿคฃ

      Huge jackpot for us, totally! ๐Ÿ˜‚ ya itu dah, Mba Eno. Sebagai pengusaha tentu mereka susah payah, yaa. Sedangkan di sisi lain kita sebagai tamu sangat sangat diuntungkan, hihi. Iyaaa betul! Mudah-mudahan wisata di Bali segera pulih, ya. Jangan-jangan akhir tahun ini sih sudah boleh traveling deh *aminnnnn* ๐Ÿ˜†

      Ditunggu, ya, Mbaa, lanjutannya :D

      Delete
  10. Kok aku sedih yaaa pas baca sepinya mereka :(. Hyatt yang di Jogja msh jauh lebih rameee dibanding Hyatt Bali ini. Bali bener2 terkena impact dari pandemi ini :(

    Grand Hyatt memang ga usah diraguin lagi :D. Aku ngerasain Hyatt di Jogja, 5 malam bener2 puas byangeeeeet. Daan aku ngeliat bbrp sudut agak mirip nih Jane, Ama Hyatt di Jogja. Tapi di sini pool nya gimana? Kalo yg di Jogja banyak bgt dan tersebar di mana2.

    Kayaknya Hyatt yg size 'kecil' cuma di Jakarta deh hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mix feeling banget memang, Mbaa, kalau main ke hotel Bali tuh ๐Ÿ˜ฅ Mungkin karena Bali kemarin ini peraturan masuknya masih agak ketat dibanding yang lain ya, Mbaa. Tapi harusnya sekarang udah jauh membaik, deh. Karena waktu kami pulang Jakarta, bandara mulai rame lagi. Apalagi minggu depan turis mancanegara udah boleh masuk XD

      Whoaaaaa 5 malam itu mah PUAS banget! Untuk pool-nya sama banget, Mbaa. Tersebar di mana-mana juga wkwkwk ada water slide-nya juga, tapi sayang Josh nggak bisa main karena belum cukup tinggi. Jadi mainnya di kolam cetek ๐Ÿ˜‚

      Delete
  11. Sedihhh efek pandemi bagi dunia hotel ๐Ÿ˜ญ kebayang gimana susahnya mereka narik tamu utk nginap. Padahal Bali identik sama turis. Kalau ga ada turis tentu kaan jadi ga selalu ada pemasukan.

    Hotelnya beneran guedeee beneeer ciiii. Dijamin sih bisa nyasar itu maahh. Alamat lupa arah dehh ๐Ÿคฃ

    Kamarnya baguus dan enaknyaa kalo toilet ada 2. Seperti kata cici jadi ga usa berebutan ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ ditunggu postingan selanjutnya cii ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhuhuhu bener banget. Sebetulnya Bali mulai terlihat sepi sejak kasus di China merebak itu, Devv. Februari 2020 aku ke Bali tempat wisata mulai sepi turis, karena udah pada dipulangkan katanya. Udah banyak yang ngeluh karena pemasukan mulai berkurang drastis huhu. Tapi sepertinya sekarang Bali udah siappp back to normal, wohoo!

      Huahahahaha sangat tidak baik untuk kita yang buta arah ๐Ÿคฃ dan toilet ada 2 itu sungguh menyelamatkan hidup! Apalagi yang pagi-pagi suka "nyetor" wkwkwk

      Delete
  12. Wahhhh luar biasa luasnya cii. Ngeliat bath up sebesar itu rasanya jadi mikir kalo dipake berendem bertiga kayaknya muat-muat aja yah..

    Pas ku liat restoran jepangnya itu bener-bener jepang banget lhoo, jepang ala dinasti kuno gitu *haish itu jepang atau korea xD

    Pasti seru kalo nginep disitu keadaan enggak lagi pandemi gini, dimana banyak orang yang nginep dan gak sesepi kayak difoto, kayak keadaan restoran ramai normal banyak pengunjung lainnya. Ditambah nginep dihotel kalangan sultan, ah udah euforia nya enak betul :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tau nggak sih, Mba Nana. Akutu hari terakhir nyoba berendam dan ngerasa awkward karena saking luasnya itu bath tub ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ mana airnya harus banyak banget, untung kagak usah mikir tagihan air wkwkwk

      Huahahaha ini tuh kayak rumah-rumah Jepang kuno gitu bukan yakk, yang pintunya digeser. Sayang sekali tutup padahal udah kepengen coba hiks

      Ner banget dahhh. Bersyukur bisa dikasih kesempatan menikmati liburan yang kayak gini, karena ke depannya mungkin udah nggak begini lagi, which is good, berarti udah ramai lagi hihi

      Delete
  13. aku tim nggak mau rugi juga mbak, apalagi kalau bayarnya yang mayan mihil. Jelajahi aja semua sudutnya
    kalau ini mah aku juga maoooooo, betah nih di hotel
    aku udah halu aja pas baca post ini, semoga bisa kesampaian juga cobain nginep disana hahaha

    sedih akutuh kalau liat hotel yang biasa ruame jadi sepi begini, hiks, efek pandemi.
    kayaknya akhir akhir ini bali mulai rame pengunjung luar pulau, aku baca baca berita nya gitu. perlahan bangkit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hauhahaha harusnya begitu, ya, Mbaa. Kemarin ini aku malah ngendon doang di kamar sultan, saking magernya nggak ingin ke mana-mana ๐Ÿคฃ kapan lagi soalnya bisa menikmati kamar segede ini, walau dipikir-pikir sekarang kenapa gue nggak berenang yak kemarin HAHAHA

      Mbaaa, good news banget. Kemarin mamaku cerita Bali mulai rame dengan turis lokal. Saking ramenya, Pantai Kuta sampai harus tutup, hahahaha. Soalnya wanti-wanti pada euforia liburan yaa, walau udah membaik harus tetap ketat prokesnya hihi.

      Semoga abis ini Mba Ainun bisa jalan-jalan lagi! ๐Ÿ˜

      Delete