Beberapa tahun yang lalu, aku sempat menulis tentang gaya pertemanan setelah menikah, di mana trigger tulisannya sendiri karena habis kangen-kangenan dengan sahabat yang sekian lama nggak kongko bareng. Nggak ada rencana untuk menulis tentang topik ini (lagi), sampai tadi pagi aku menerima sebuah email yang berisi komentar berikut:


