How do You Celebrate?

Friday, September 4, 2020


Merayakan di sini maksudnya merayakan momen-momen penting di antara kamu dan si pasangan. Yang belum punya pasangan alias jomblo, dimohon jangan baper saat membaca tulisan ini, ya *dikeplak* 

But anyway, secara general, apakah kalian ada cara-cara khusus untuk merayakan hari-hari penting? Entah itu ulang tahun, anniversary, apapun itu. 

Kebetulan aku dan pasangan mempunyai kebiasaan yang berbeda dalam hal merayakan ulang tahun maupun hari-hari penting lainnya. Aku terbiasa merayakan ulang tahun sejak kecil. Orangtuaku selalu menyiapkan acara ulang tahun di rumah sampai kami berusia 10 tahun. Setelah itu, perayaan ditiadakan, namun kue ulang tahun wajib ada. Sampai kami dewasa pun, merayakan ulang tahun seperti hukum yang nggak tertulis di keluargaku. Biasanya kami bagi tugas, siapa yang membeli kue, siapa yang mencari kado. Kalau urusan makan-makan, serahkan kepada yang berulang tahun, karena yang bersangkutan kudu traktir 😆

Sementara suami, seingat dia hari ulang tahun nggak pernah dirayakan yang gimana banget. Paling makan-makan di rumah, udah gitu aja. Kue ulang tahun jarang ada, karena nggak ada yang doyan kue di rumahnya 😅 Karena tradisi perayaannya nggak 'seheboh' keluargaku, buat suami hari ulang tahun itu sama aja dengan hari-hari biasanya. 

Gara-gara perbedaan ini, aku dan suami suka berantem nggak jelas di saat kami merayakan hari spesial.  Aku mengharapkan surprise romantis, eh ternyata suami lempeng-lempeng aja. Akunya juga, sih, sok-sokan ngode, padahal suami paling nggak bisa dikodein. Menurut dia, ngapain, sih, main kode-kodean. Udah jadi suami istri gini, kalau mau apa ya tinggal minta aja. Yaaaaa, maksud gue, kan, ingin diromantisin gitu lhoooo. Kalo minta langsung ya nda seru! 🙄

Mungkin karena aku anaknya melankolis juga, dikit-dikit ingin 'disentuh' perasaannya. 

Gara-gara ini, aku jadi penasaran apakah salah satu love language-ku adalah receiving gift (penerimaan hadiah). Ternyata ini ada di urutan ketiga (atau keempat) kalo nggak salah. Urutan pertama bahasa kasihku adalah "act of service"

Setelah dipikir-pikir, bukan hadiah pemberian suami yang kutunggu-tunggu. Ya, meski senang juga dikadoin *tetepp*. Namun, gestur dan niat suami saat dia menyiapkan segala sesuatu untuk menyenangkan istrinya which I appreciate the most. Kalo bahasa dangdutnya, aku dibuat klepek-klepek 🙈

Makanya, ketika Valentine tahun lalu tiba-tiba pegawai toko bawain bunga dan bilang titipan suami, aku cuma bisa senyum-senyum, padahal sebenarnya ingin loncat kegirangan. Mungkin ada yang mikir, hah masa kasih bunga pake jalur orang ketiga. Mana romantisnya, sih? Percaya nggak kalau aku bilang letak romantisnya bukan di bunga, tapi niat dan maksud suami untuk mengirimkan bunga tersebut ke rumah. 

Sama juga ketika merayakan birthday tahun lalu, suami mendadak bawel nanya aku ingin kue apa, mau dirayakan bagaimana dan di mana, aku merasa overwhelmed, in a good way. Di hari H, suami betulan mampir ke toko kue, beli cheese cake favorit akoh 😍, kemudian kami makan siang bertiga di sebuah kafe. It's simple, tapi akunya merasa disayaaaang banget. 

Menurut suami, setiap orang punya caranya masing-masing untuk merayakan hari spesial. Kalau dulu orangtuaku memberikan perayaan dengan cara mereka, aku nggak bisa mengharapkan suami melakukan yang sama. Jadi agak malu, sih, mengingat beberapa tahun lalu aku ngambek karena suami nggak ada niatan untuk merayakan hari ulang tahun istrinya 🙈 Namun gara-gara momen tersebut, akhirnya kami bisa saling memahami perasaan masing-masing. Kami berdua memutuskan untuk menciptakan cara kami sendiri untuk merayakan hari-hari spesial (:

***
Apakah teman-teman ada ritual perayaan dengan pasangan maupun keluarga? How do you celebrate? 😁 

Btw, teruntuk suamiku tersayang, ini bukan postingan kode untuk persiapan ulang tahun aku yang akan datang kok, suer bukan 😆 *but you can start to prepare it from now ðŸĪŠ*

20 comments:

  1. Saya termasuk hobi merayakan hari-hari spesial, mba :))) kadang hari biasa pun dijadikan hari spesial, karena terlalu sukanya merayakan hahahaha. Contoh, hari pertama kali ke Hong Kong, hari pertama kali settle di rumah, hari ultah (sudah pasti), hari annive (tentunya), hari pepero (demi makan pepero cokelat) dan masih banyak hari lainnya hehehehehehe.

    Saya memang suka menyiapkan sesuatu meski sederhana, browsing mau makan apa, mau ke mana, mau merayakannya bagaimana itu membuat saya excited :D ohya, cake menurut saya sebisa mungkin ada, tapi biasanya cuma 1 slice daripada nggak habis hahahaha. Eniho, setuju sama pasangan mba Jane, setiap orang punya cara sendiri dalam merayakan. Kita nggak bisa expect caranya sama ~ that's why dibutuhkan kompromi antara dua belah pihak :D tapi nggak ada salahnya untuk bilang mau kita apa, takutnya kalau kode nanti pasangan nggak sadar :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Today I found that mba Eno jadi first commentator di beberapa blog, apakah hari ini jadwal blogwalking-nya mba Eno? Haha. Melipir dulu soalnya topiknya soal pasangan,haha. *diusir mba Jane 😂😂

      Delete
    2. Melakukan perayaan itu bisa jadi sebagai bentuk sentimentil kita tentang event tertentu yaa. Tapi aku jadi penasaran, merayakan hari pertama ke Hong Kong itu maksudnya di hari pertama itu dirayakan atau setiap tahun di tanggal tertentu diadakan perayaan khusus, Mba? Hihi

      Soal kue ulang tahun, setujuu sekali, Mba Eno. Kayaknya tahun ini aku juga ingin rikues 1 slice kecil aja deh. Mengingat usia dan berat badan, sepertinya kurang bijak kalau harus menghabiskan satu loyang cake ðŸĪĢ

      Iyaa, aku kapok kode-kodean sama pasangan. Mendingan minta langsung aja daripada gondok sendiri hahahaha

      Delete
    3. @Mba Sovia: hahahaha jangan-jangan iyaa XD coba yang bersangkutan bisa menjawab langsung 😆

      Delete
  2. Nggakkkk punya..hhaahahaha..Sejak kecil saya nggak pernah dirayain ultahnya.

    Jadi buat saya nggak terbiasa malah ada acara spesial khusus buat event khusus.

    Bagi saya itu cuma hari biasa saja.. 😋😋😋

    Cuma setelah menikah, saya belajar romantis dikit #nggak banyak. Kadang saat spt itu perlu sesuatu yg spesial.

    Biasanya sih kalau Yayang ultah, saya akan memeluknya sambil bilang met ultah y say .terus ya paling pergi makan bertiga ma si kribo

    That's it.

    Buat si kribo juga begitu..paling banter ucapan selamat ultah dan elusan di kepala. Kadang jam 00.01 kita ngasih selamat nya

    Nggak bisa cerita banyak soal yang ini mah

    Soale ga punya banyak pengalaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha berarti Mas Anton sebelas dua belas lah yaa sama suami saya. Tapi mewakilkan Yayangnya Mas Anton, memang istri itu sesekali butuh diromantisin 😆

      Ihh so sweet sekaliii ngucapinnya di tengah malam. Waktu masih mudaan dulu, saya juga suka banget ngucapin orang-orang pas 00:00, sekarang boro-boro, udah ngantuk duluan huahaha

      Thank youu sudah berbagi pengalaman, Mas Anton! Berarti memang setiap orang punya kebiasaannya masing-masing ya :D

      Delete
  3. Apalah dayaku yang masih menjomblo ini. Tapi kalo disimak, suami mbak sifatnya hampir sama seperti saya. Agak kurang mementingkan hari spesial.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha maapkan, Mas Nandar. Nggak ada maksud apa-apa 😆

      Gapapa dong, masing-masing pasti punya cara pandang berbeda tentang hari spesial 😊

      Delete
  4. Jadi ketawa ngebayangin mba Jane udah dagdigdug nungguin surprise, eh ternyata suaminya lempeng aja, hahaha. Ih jahat banget siih 😂😂

    Karena belum punya pasangan, jadi biasanya aku ngerayaan ultah itu bareng2 teman mba, tapi aku nggak suka diadain surprise soalnya aku orangnya peka banget, jadi ketika ada yang tingkah laku teman-teman berubah pas hari ultah aku lansung tahu, and to be honest aku ngga suka perasaan pura-pura kaget ketika di surprise-in hahahaha. Tapi selama ini i did it. Soalnya nggak enak kalau pura-pura nggak kaget, senangnya tetap mbaa, siapasih nggak senang ada orang lain yang segitunya demi merayakan hari spesial kita.

    For me, lebih berkesan rasanya jika saat ultah dikasih surat, atau dibeliin buku yang isinya nunjukin perasaan dia ke aku, atau hal-hal lain, karena kalau di surprise-in pake kue, balon, dan lilin aku bakalan tahu, hahaha. Enggak asik bener emang 😂😂

    Kalau setiap ulang tahun aku selalu nulis surat untuk diriku mba, hal itu dimulai saat ulang tahun ke 20, sebelumnya enggak, so that's how i celebrate my special day mbaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya itu salah aku juga sih, Mbaa. Sok-sokan ngode, ujung-ujungnya gondok sendiri karena kode tidak tersampaikan dengan baik ðŸĪĢ jadi yang ngambek bukan aku doang, suami juga kesal karena nggak terima aku ngambekin dia LOL

      Ahahahahaha sebel juga dong yaa kalo ngadain suprise untuk Mba Sovia ternyata udah ketahuan dulu ðŸĪĢ tapi iya sih, kalo kita nggak pura-pura kaget nggak enak juga dengan mereka yang sudah menyiapkan yaa hihi

      Duh, sama. Tahun lalu malah aku terima hadiah buku jurnal, rasanya senang banget karena sesuai kebutuhan. Terus mendapat surat (tulisan tangan) itu juga heartwarming sekali.

      Writing letters untuk diri sendiri juga salah satu bentuk hadiah terbaik yaa, Mba. Aku nggak pernah melakukan ini sebelumnya di hari ulang tahun, mungkin akan aku coba di tahun ini hihi 😊

      Delete
  5. Sama seperti pak Anton, di keluarga saya ngga ada perayaan ulang tahun mbak, bukan karena hukumnya ngga boleh tapi memang ngga ada duit buat merayakan ulangtahun.😆

    Lucu juga baca ceritanya, mbak Jane pengin dikasih suprise kalo hari spesial ya, eh suami lempeng lempeng saja. Duh, kok ngga peka ya padahal udah dikasih kode. 😂

    Betul sekali mbak, suami bawa bunga biarpun lewat tukang bunga bukan bunganya itu yang bikin klepek-klepek tapi karena rasa romantis suami mbak Jane itu yang bikin meleleh ya.😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang saya aja yang cari gara-gara, Mas Agus. Udah tau pasangan nggak bisa dikodein, malah nekaddd. Akhirnya sakit hati sendiri wkwkwkw

      Iyaa betul. Effort-nya itu yang bikin meleleh. Kepikiran aja untuk kirim bunga di tengah jam kerja untuk istrinya 🙈

      Delete
  6. Ci, sama!! Aku juga berasal dari keluarga yang selalu menganggap bahwa ulang tahun itu penting. Jadi, setiap ada yang ulang tahun, pasti kue ulang tahun tersedia di rumah tapi nggak masak-masak sih ðŸĪĢ
    Sepertinya karena kebiasaan ini juga, aku jadi menganggap ulangtahun dan tanggal-tanggal tertentu itu spesial.
    Tapi nanti nggak tahu kalau udah nikah, bakal seperti apa dengan suami ðŸĪĢ

    Betul juga, bukan bunganya yang bikin klepek-klepek melainkan effortnya ya ci ðŸĪ­. Kecuali kalau dikasih bunga bank sekian milyar, mungkin klepek-klepek beneran karena lihat angkanya ðŸĪĢ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh tosss! Betul sekali, karena terbawa kebiasaan di keluarga sendiri akhirnya aku merasa setiap hari spesial, khususnya ulang tahun, layak untuk dirayakan 😆

      Nahh, nanti sebelum nikah boleh tuu, Lii, saling diskusi dulu soal perayaan. Biar kompak nantinya ingin merayakan seperti apa :D

      WAH ITU SIH BEDA CERITA YA ðŸĪĢðŸĪĢ bukan klepek lagi, pingsan kayaknya sih saking terkejutnya wkwkwk

      Delete
  7. Kalau saya pribadi kurang sreg dengan perayaan (dalam artian membuat event khusus untuk merayakan suatu peristiwa). Saya lebih suka memperingati daripada merayakan. Mungkin karena saya tidak terlalu nyaman dengan kekhususan dan keramaian.

    Tapi sesekali untuk hari istimewa, atau peristiwa bahagia yang mungkin tak akan sering terjadi sepanjang hidup (misalnya menang lotere berhadiah uang milyaran, hehe) saya akan merayakannya.

    Kalau hari ulang tahun kelahiran, perkawinan, dan sejenisnya, saya lebih senang menjalaninya dengan berdoa secara khusus atau bersama² orang tercinta.
    Atau kadang dengan makan malam yang tak biasanya (misalnya kalau biasanya makan daging ayam, maka untuk merayakan sesuatu maka saya makan daging babi contohnya, haha).

    Tapi istri saya sepertinya juga senang dengan perayaan, meskipun kecil-kecilan, dan juga kadonya, yang sama kecil-kecilan juga. 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iya juga, konteksnya berbeda yaa antara memperingati dan merayakan. Sebetulnya makin ke sini, saya juga nggak begitu suka dengan keramaian. Dulu mungkin merayakan ultah harus bareng teman-teman, tapi sekarang cukup bertiga dengan suami dan anak aja udah senang banget rasanya 😊

      Huahahaha itu yang saya lakukan juga kalo merayakan hari khusus, Mas. Mungkin biasanya nggak makan seafood, tapi kalau sedang perayaan ada satu atau dua hidangan seafood di atas meja. Biar terasa aja spesialnya :D

      Hihi yang kecil-kecil itu biasanya nilainya nggak kecil yaa 🙈

      Delete
  8. Dari riwayat keluarga, perayaan pada hari spesial jarang atau bahkan tidak pernah dilakukan sih. Paling kalau ada hanya makan bersama. Dulu, saya sangat menunggu perayaan ulangtahun sebagai sebuah perayaan bertambahnya umur. Sekarang mah, pas umur 20, tepatnya, saya jadi mikir kalau ulangtahun cuma pengingat kalau umur kita di dunia sudah makin berkurang

    ReplyDelete
  9. Aku dan suami itu bertolak belakang. Aku tipe yg jujur aja ga suka merayakan ultah ato hari spesial mba. THN ini aja aku lupa anniversary nikah kami, dan pak suami yg ingetin 😂😂.

    Kalo ultah tapi aku masih inget :D. Cuma ga terbiasa untuk rayain. Udh beberapa tahun ini aku rayain ultah suami slalu pas traveling . Jd EMG sengaja travelingnya di pas in Ama jalan2. Jd ngerayainnya di negara tujuan :D. Sempet sih pak suami protes, Krn dia bilang pgn rayain Ama keluarganya juga. Tapi aku jawab, ntr aja kalo udh pulang. Kita dulu yg ngerayain :p.

    Ultahku sendiri aku males juga rayain. Tp slalu minta kado sih Ama pak suami :p. Ga ush pake kode dia mah. Kdg dia minta aku lgs beli sendiri aja, pake kartu dia, jd dia ga ribet juga milih hahahahahha.

    Begitulah kami berdua bisa dibilang tipe cuek banget kalo udah menyangkut perayaan mba. Lah jgnkan anniversary, lebaran aja kami srg ga rayain. Yg ada tiap lebaran sekeluarga ngungsi ke hotel sampe mba asisten balik. Makanya jgn harap ada foto2 keluarga pake baju seragam pas lebaran hahahahaha.

    ReplyDelete
  10. dari sekian momen ulang tahun sendiri, kayaknya waktu SMA yang menurut aku "sweet". sweet dalam artian sama pacar, tapi sama keluarga, soalnya jarang banget bapakku ngajak ke resto dan makan besar. kaget juga waktu itu hehe
    makin gede, untuk ulang taun sendiri malah biasa aja :D
    ternyata kebanyakan kaum cewek ini kadang memang suka kasih kode-kodean ya mbak, cuman kadang si pasangan suka nggak ngeh juga, apalagi pas udah suami istri kayak mba jane, ada benernya juga kalau menurut suami mba jane, "tinggal ngomong langsung"
    tapi kalau istri sesekali di kasih surprise wahh akan klepek klepek mesem mesem gitu hehe

    ReplyDelete
  11. Eh tapi memang kadang kita dikasih lihat niatnya aja suka udah terharu duluan lho.. Kayak "wah berarti dia mikirin dan berusaha nyenengin kita" gitu kaan :))

    Keluargaku termasuk yang hampir ga pernah ngerayain apapun wkwk seingetku ulang tahun dirayakan besar2an cuma pas sweet seventeen itupun karena akunya yang merengek :))

    Tapi aku sendiri paling suka merayakan sesuatu, walaupun merayakannya cuma sama diri sendiri *ini ga terdengar menyedihkan kan yaa ahaha* biasanya kayak ulang tahun, aku pasti beli kado untuk diriku sendiri. Atau kalau abis mencapai suatu goal, aku suka merayakan dengan beli sesuatu yang aku penginin atau makan enak :D itu bentuk merayakan buat aku sih ahaha

    Semoga ulang tahun nanti dapet yang manis-manis dari suami ya Jane *ikut bantuin menebar kode*

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir dan membaca tulisanku di sini (:

Jangan ragu untuk berkomentar supaya kita bisa saling kenal dan ngobrol bareng, ya. Mohon maaf untuk komentar dengan link hidup dan iklan otomatis akan aku hapus demi kenyamanan bersama.

Jangan lupa checklist 'Notify Me' sebelum publish komentar supaya mendapat notifikasi balasan dari aku yang akan dikirim ke email kalian.

Have a great day!